
Zino melihat Jake yang tak kunjung berhasil mengecilkan air itu pun pergi membantu.
"Lorent bawa Lilen ke tempat yang aman dulu.. Aku bantu Jake.." Sebelum benar benar pergi dari hadapan Lilen, Zino menitipkan Lilen juga pada Lorent.
"Ya.. Pergilah.. Lilen ayo sini." Lorent memeluk Rindu dan menarik tangan Lilen bersama mereka untuk pergi dari hujan lumpur ini.
"Aaissshhh.." Wajah Zino terkena cipratan air lumpur itu.
"Sini sini.. Bi.." Cessa memanggil pembantunya.
"Iya Nya..?" pembantu Cessa datang.
"Bi.. Ambilin handuk kering untuk mereka..!" Titah Cessa dan tanpa bertanya lagi pembantu itu berlalu mencari handuk.
"Ya ampun.. Basah.. Tapi kalian berdua gak apa apa kan..?" Cessa sangat panik melihat kedua temannya itu kebasahan.
"Gak apa apa kok.." Rindu membersihkan rambutnya.
"Lilen kamu baik baik aja kan..?" Cessa bertanya juga pada Lilen. Lilen malah sibuk melihat Jake dan Zino yang kesulitan memperbaiki pipa air itu.
"Lilen..?" Cessa memegangi bahu Lilen.
__ADS_1
"Hah..? Ya..?" Lilen baru sadar.
Cessa tersenyum dan menyelipkan helai rambut Lilen yang berada di dekat matanya.
"Ce.. Cessa..?" Lilen tersentuh.
"Ya.. Kamu gak apa apa kan..?" Bukan hanya itu Cessa juga mengusap wajah Lilen yang terkena lumpur.
"Aku gak apa apa.." Lilen tersenyum lebar juga.
"Lorent.. Mana kamu haah.. Katanya kamu peretas yang handal.. Retas itu pipa..!!!" Teriak Jake dengan sedikit tertawa bersama Zino.
"Aaaiisssshh..." Mau tak mau Lorent berlari lagi menuju Jake dan Zino yang sepertinya sudah kelelahan hingga jadinya bermain main saja.
"Haiisshhh padahal aku sudah mantap pake baju putih putih.. Eeehh malah kotor gini.." Protes Lorent.
"Emang kamu mau ke mana peka baju putih putih..?" Zino juga tak kalah kotor.
"Ini tuuhh kejutan buat Rindu.. Eeeemmm" Kesal Lorent.
"Aaaahh kalian berdua belum apa apa.." Jake juga ikut menyambung.
__ADS_1
Jake sudah tak mengenakan baju, wajahnya penuh lumpur, dan warna celananya bersatu dengan lumpur.
"Eeehh baju aku tadi di mana ya..?" Jakr baru ingat ia melepas bajunya dan sekarang entah di mana.
Jake kembali lagi mengambil bajunya. Zino dan Lorent terlebih dahulu pulang.
"Kenapa bisa begitu tadi..?" Lorent membersihkan air di kakinya yang bisa ia bersihkan dengan tangan.
"Air di dalam rumah macet jadi kami cari ke pipa pipa yang ada. Aku kira Jake sudah matikan aliran dari sumber airnya tapi ternyata belum. Da di situ tadi aliran airnya masih baik baik aja makanya airnha kemana mana.." Jelas Zino.
"Ooohhh..." Lorent mengangguk.
Zino berjalan mendekati Cessa dan yang lainnya.
"Eeehh mau apa..?" Cessa sudah menduga rencana Zino.
"Hehehe.. Gak kok.." Zino menggaruk pipinya lalu berputar arah.
Sebelum itu Zino menoleh dulu pada Lilen yang sedang minum coklat panas. Meski hanya sekilas tapi Cessa bisa melihatnya.
"Ada jugas ya perhatian kamu untuk Lilen.. Zi Zi.." Cessa bergumam dalam hati.
__ADS_1
"Mulai sekarang aku harus menjauh dari Zino. Gak baik dekat dekat Zino terus. Apalagi nanti kalau bayi Lilen lahir dan kenyataannya... Aku harus siap sedia untuk pergi menjauh, bukan hanya bergantung pada Zino..." Cessa terus berpikir di dalam hatinya
Off dulu ya..