
"Cessa....!!!" teriak Rindu saat mendengar suara ribut seperti barang jatuh dari lantai atas yaitu gudang.
Detak jantung Rindu sangat cepat karna dia mengkhawatirkan Cessa.
"Cessa? Cessa??? Dimana kamu?!!!!" Makin panik Rindu ketika sampai di lantai atas atau gudang penyimpanan pasokan itu. Rindu melihat banyak kardus dan barang barang lainnya berserakan dilantai.
"Kamu tu kenapa?" Terdengar manusia menjawab pertanyaan Rindu, suara itu berasal dari belakang rindu berdiri kini.
Rindu menoleh dan ia mendapati sang sahabat sedang duduk manis di atas kursi dan tangannya masih menggenggam pulpen.
Flashback on
"Rin tadi pak Leo menyuruh aku untuk melihat apakah setok pasokan kita dia atas masih banyak atau ada yang kurang, jadi nanti kamu sendiri dulu ya tidak apa apa kan?" Penjelasan Cessa dan tanya pada Rindu yang sedang mengelap meja menggunakan serbet begitu pula dengan Cessa.
"Iya tidak apa apa koc. Tapi kamu kerjanya hati hati ya Sa.. Kalau ada yang harus kamu angkat panggil aku dulu ya. Jangan angkat sendiri, kasian babynya oke!!!" Rindu sebenarnya tidak tega melihat Cessa harus berkeja juga dan apa lagi Cessa di beri tugas yang menurut Rindu agak berat. Wahh kayak langsung berubah jadi mamah mertua aja deh bawelnya. Tapi Cessa tetap tidak mau mendengar apa yang Rindu sarankan untuk tidak berkerja sementara waktu, Cessa mengatakan bila ia tak berkerja maka ia akan mual mual dan muntah membuatnya merasa lemas dan loyo. Tapi bila ia berkerja semua rasa itu akan hilang dengan sendirinya. Dan itu membuat Rindu dilema, kalau berkerja nanti capek, kalau tidak berkerja makin capek mual mual pula hadehhh... Akhirnya Rindu mengalah.
Setelah keduanya selesai dengan mengelap meja, Cessa pun pergi menjalankan tugasnya dan Rindu tetap di bawah menunggu siapa tahu ada pelanggan yang datang. Sudah tiga puluh menit berlalu para pengunjung pun sudah berdatangan. Untuk saat ini memang belum terlalu ramai menurut Rindu karna belum memasuki jam makan siang saat itulah saat yang paling ramai. Rindu mengharap sahabatnya bisa menyelesaikan tugasnya sebelum waktu makan siang itu tiba.
Tak lama kemudian terdengar suara ribut dari atas diaman tempat Cessa berada sekarang. Rindu pun panik mendengar bunyi bunyian itu ia takut Cessa kenapa kenapa.
Sesampainya Rindu di dalam gudang dengan paniknya dia mencari sahabatnya itu tapi ia sama sekali tidak menemukannya.
Cessa yang saat itu sedang duduk menulis apa saja persediaan yang kosong pun kaget dengan kedatangan Rindu yang datang dengan paniknya, Cessa pun menghentikan kegiatannya dan bertanya "kamu tu kenapa?? "
"Ce.. Cessa kamu tidak apa apa kan? Koc kamu duduk di situ?" Tanya Rindu bingung dengan apa yang terjadi.
"Ya kan aku lagi nulis apa saja yang kurang. Gak mungkin kan aku nulisnya jongkok? Kamu juga ngapain lari lari sini trus teriak teriak kayak cari aku di dalam hutan rimba? " Jawab dan tanya cessa balik pada Rindu dan kembali pada kegiatan pulpennya yang tadi sempat terhenti.
"Terus barang barang ini kenapa? " Tanya Rindu lagi membuat Cessa kembali menghentikan kegiatannya.
"Ooohhh berisikkah tadi? Maaf itu tadi jatuh gara gara aku tidak sengaja menyenggolnya dan barang barangnya berjatuhan terus berserakan lagi" Jelas Cessa sambil mengoyang goyangkan pulpennya.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Cessa, Rindu hanya memijit mijit keningnya yang tak pusing itu.
"Ya sudah ayo kita dua turun. Sudah selesai nih, tinggal kasih ke pak Leo yuk!!" Ajak Cessa yang hanya di setujui dengan anggukan dari Rindu.
****
"Pak ini ada beberapa barang barang yang kurang di gudang pak" Cessa menyerahkan kertas yang tadi ia tulis di gudang.
"Waahh banyak juga yang tidak ada. Heemm... kalau Roy dan Jessy yang berbelanja saja pasti akan memakan banyak waktu. Bagaimana bila kalian berdua juga membantu untuk membeli setok pangan kita?" Ide Leo pun muncul dengan menambah anggota belanja.
"Pak kalau kami berdua membantu Roy dan Jessy siapa yang akan melayani pelanggan? " Tanya Rindu dan di setujui oleh Cessa dengan anggukan.
TOK TOK TOK
"Silahkan masuk" Ucap Leo dan pintu pun terbuka, ternyata ada dua orang wanita yang muncul. Cessa dan Rindu saling bertatap muka dan saling mengangkat alis bertanya dengan kode mata.
"Selamat pagi pak Leo kami berdua adalah pelayan baru yang di kirimkan oleh tuan Raka. Perkenalkan saya Mila dan ini adik saya Mini. " dengan sopan Mila dan Mini membungkuk memberi hormat.
Kini mereka berlima duduk di sofa panjang yang berada di dalam ruangan Leo. Leo pun memjelaskan apa saja pekerjaan mereka.
"Nahh kita mulai ya, pertama tama saya perkenalkan ini Cessa dan ini Rindu mereka berdua sudah bekerja lumayan lama disini. Mereka berdua juga berkerja sebagai pelayan di resto ini dan nantinya bila ada yang kalian tidak tahu atau tidak paham jangan sungkan untuk bertanya pada mereka berdua. Tapi dari data kalian yang tuan Raka kirim, kalian berdua adalah salah satu pelayan di resto lainnya milik tuan Raka berarti bisa di bilang sudah handal melakukan pekerjaan ini. " ucap Leo panjang kali lebar untuk perkenalan ini.
Cessa dan Rindu merasa senang karna mendapatkan teman sepekerjaan sama dengan mereka berdua karna terlalu sepi bila hanya mereka berdua yang perempuan di dalam resto ini.
"Oke.. Cessa Rindu karna sudah ada Mila dan Mini jadi kalian berdua bisa bantu Roy dan Jessy untuk berbelanja kan kalian tidak usah khawatir saya sendiri yang akan memantau mereka berdua kalin tenang saja." Kata Leo pada Cessa dan juga Rindu.
Rindu tampak ragu karna ia takut temannya akan kelelahan bila ia juga ikut berbelanja. Rindu pun melirik Cessa di sebelahnya mengharapkan Cessa sepikiran dengan dirinya tapi.. Cessa dengan wajah berseri seri memdengar bila ia dan Rindu akan ikut berbelanja, tampaknya Cessa sangat bersemangat. Rindu yang melihat wajah temannya yang amat bahagia hanya bisa memghela nafas dan ia juga menyetujui ide yang di berikan oleh Leo.
***
Kini keempatnya sudah berada dimeja khusus untuk para pelayan resto. Rindu pun kini tengah menberi tahu letak letak barang barang yang mungkin akan di perlukan oleh Mila dan Mini saat ia dan Cessa tidak ada di resto.
__ADS_1
Mereka berempat sangat cepat akrab tidak membutuhkam banyak waktu karna sifat ceria dari Mini membuat tempat yang tadinya hanya di huni dua orang pun menjadi ramai dengan canda tawa apalagi mereka berempat semuanya Perempun.
"Baiklah kami berdua jalan dulu ya.. Kalau mau tanya sesuatu langsung saja ke pak Leo" pamit Cessa dan tak lupa sarannya.
"Kak Cessa kalau hati ketemu hati di jalan jadinya hati hati di jalan kak Cessa hehehe" Kata Mini mengingatkan Cessa membuat Cessa membelalak mata ia membayangkan bila dirinya tidak sengaja bertemu dengan ayah dari anak yang ia tengah kandung ini apakah orang itu akan melepaskan dirinya
"Eehh koc aku malah mikirnya dia siihh pake ada hatinya segala. Mafiakan gak punya hati" Membatin Cessa mengingatkan dirinya sendiri dari lamunan anehnya.
Setelah selesai berpamitan dan bergulat dengan pikirannya sendiri akhirnya kini Cessa dan Rindu keluar dari resto dan mengarah ke tempat parkiran. Tiba tiba hati Cessa gelisah sendiri memikirkan hati ketemu hati yang dikatakan oleh Mini tadi, apakah ia akan bertemu dengan ayah dari anaknya? Jujur entah kenapa Cessa merasa sangat takut padahal tadi dia yang paling bersemangat. Dan masalah hati ketemu hati itu entah kenapa selalu terngiang ngiang di otaknya. Lalu terlintaslah kejadian di kamar hotel itu. Cessa seakan kembali teringat dengan ******* dan leguhan yang ia dengar dari mulut sang laki laki itu. Ia juga tidak dapat menahan ******* yang keluar dari mulut kecilnya itu dimana bila ia mendesah maka laki laki itu akan m*l*m*t bibirnya dengan sangat lembut.
"Heiiiiiii apa yang kau pikirkan Cessa kau ini kenapa sadar dong sadar" Cessa hanya bisa kembali membatin sendiri. Pipinya pun memerah dengan sendirinya ketika kembali mengingat tentang dirinya dan laki laki itu. Jujur semenjak kejadian itu Cessa tidak dapat melupakan hal itu entah itu karna horman kehamilannya atau hanya ingatan tentang hal yang paling buruk untuk dirinya tapi balakangan ini Cessa sering kepikiran sendiri. Ia tidak ingin memberitahu pada Rindu apa yang ia rasakan karna akan sangat ribet bila sudah sampai indra pendengaran Rindu.
Sementara di depan resto sudah ada dua mobil satu berwarna hitam dan yang satunya berwarna putih terparkir rapi.
"Eehhh Sa... kamu tu mau kemana sihh..?" Tanya Rindu saat Cessa malah melewati mobil yang akan mereka dua naiki.
"Eehh.. " pekik Cessa saat sadar dari lamunannya karena panggilan dari Rindu tiba tiba.
Ya mobil yang terparkir rapi itu adalah mobil Roy dan juga Jessy. Roy menggunakan mobil berwarna hitam sementara Jessy menggunakan mobil berwarna putih Cessa dan Rindu ikut mobil yang Jessy kendarai dan berangkatlah mereka untuk berbelanja dan meninggalkan area resto.
Tepat di persimpangan jalan resto mobil Cessa dan teman temannya berpapasan dengan tiga mobil mewah berwarna hitam. Ternyata itulah mobil Zino dan kawan kawannya
Zino di dalam mobilnya tiba tiba saja jantungnya berdetak sangat cepat saat mobilnya dan mobil berwarna putih berpapasan. Zino tidak menyadari kenapa dirinya tiba tiba seperti itu. Ia pikir karna sebentar lagi ia akan datang ke resto lamanya yang ia rindukan itu.
Cessa juga yang kala itu sedang berada di dalam mobil juga merasakan detak jantung yang amat cepat aaahhh mungkin karna sebentar lagi ia akan jalan jalan berbelanja pikirnya, maklumlah beberaa munggu ini ia tidak keluar dari kostnya karna setelah pulang kerja maka ia meresa lelah dan langsung tertidur dan di tambah lagi Cessa belum gajian waktu itu, ia belum memiliki uang beberapa hari yang lalu ia bahkan tidak sempat membeli susu untuk janinnya maka ia pikir dengan berbelanja ini nanti ia akan langsung pergi membeli susu untuk kehamilannya dengan uang gajihnya yang baru keluar 2 hari yang lalu.
Hayoooo siapa tadi yang kira mobilnya Roy dan mobilnya Jessy itu mobilnya Zino dan kawan kawannya?? Asal Para Readers tau otor tidak akan membuat Zino dan Cessa bertemu dengan semudah itu. Seperti yang sering otor dengar ni ya banyak yang bilang "Tidak Semudah Itu Ferguso" Hahahahahahaa...
Haahhh tu bonus untuk para readers otor dua bab di satuin karna beberapa hari yang lalu gk up.
Ayo dong readers kasih saran ke otor kayak apa lagi ni ceritanya siapa tau kalian ada saran kan. maaf ya otor beberapa hari yang lalu gk nulis novelnya gigi otor sakit ni readers. para readers tau gak obat manjurnya apaan?? komen plisss sakit banget sampai gk terketiklah novel kesayangan kita ni.. mohon maaf sekali lagi ya dan ya apa obatnya tadi untuk gigi otor ni...😁😁
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, LIKE DAN FAVORITKAN YAA... BYE BYE... 💖💖💖