Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 71


__ADS_3

Karen tak kuasa terus menonton video tersebut dan memilih untuk mengalikan pandangannya je arah lain.


Sedangkan Cessa tidak tahu harus dengan apa, ia pergi juga tidak munkin karna ada Karen di sampingnya, dia terus menonton tapi tidak toleran dengan video tersebut.


Di dalam video itu pun terdengar suara Lilen yang sadar dari biusnya dan mendapatkan Zino sedang menikmatinya dan meronta minta di lepas dan itu terdengar jelas di pendengaran Karen.


Karen menoleh lagi pada laptopnya dan ia banting dengan keras ke lantai dan benda itu pun hancur terbagi menjadi beberapa bagian.


Cesaa menutup mulutnya ketakutan karna ia yakin video ini akan membuat amarah Karen meningkat drastis.


Karen menatap Cessa dengan mata elangnya yang terlihat sangat tajam sekarang. "Karen..." Ucap Cesaa dengan penuh keraguan di dalam hatinta.


"Apa kamu lihat apa yang ia lakukan dengan adikku... Dia bukanlah pria yang baik..." Karen malah mencengran bahu Cessa dengan sangat kuat dan setelah mengatakan itu, Karen menghempaskan Cessa ke sofa dan Cessa langsung tersandar di sofa tersebut.


Karen mengatur nafasnya yang tak beraturan sudah. Karen membalik tubuhnya dan hendak melangkah, tiba tiba langkahnya terhenti.


"Kalau Zino bisa melakukan itu pada Lilen maka aku juga bisa melakukannya padamu kan...?" Karen berbalik lgi ka arag Cessa dan langsung saja menyerang Cessa dengan ganasnya seorang lelaki kepada Wanita.


"Karen... Aku... Mohon..." Cessa tersenggal senggal berucap Dengan Karen yang berkuasa di atasnya.


"Aku Akan melakukanya dengan lebih baik...." Karen menghentikan Gerak agresifnya dan mengendong Cessa menuju tempat tidur mereka dan melempar Cessa dengan kasar dari gendongannya dan kemudian Karen juga ikut naik ke tempat tidur.


"Aku tidak akan melepaskanmu mulai saat ini... Kamj gak akan bisa bebas seperti hari hari yang lalu.. Nona Cessa..." Cessa merasa Ini bukanlah Karen yang ia kenal beberapa Hari yang lalu. Ini orang lain.


***


"Kita mau kemana...?" Ucap Lilen yang di bawa Jake keluar dari kamarnya dengan masih di ikat di sebuah Kursi.


"Kita akan menemui Kakakmu..." Ucap Jake malasnya.


Sedangkan itu Zino sedang berusaha menghubungi Karen dari tadi tapi Karen tidak menjawabnya. Padahal yang Zino tahu, Karen sangat cekatan bahkan Jika Zini yang menghubunginya maka Karen tidak akan berpikir panjang untuk menjawabnya, Karen pasti menerima dengan cepat apa yang Zino kirimkan padanya melalui email atau semacamnya. Dan ini Zino menghubungi Karen dengan nomer yang di terterakan di surat Karen tadi.

__ADS_1


"Karen... Ke mana kamu..." Gumam Zino sendiri di depan jendela tak jauh Dari Jake dan Lilen.


Lilen menatap laki laki di hadapannya, laki laki yang dengan cepat mencuri hatinya dan beberapa jam yang lalu. Lilen menemukan Zino menikmati tubuhnya dengan senangnya.


"Zino..." Lilen sangat memelankan suaranya hingga hanya dia yang dapat mendengarkan ucapannya.


Jake hanya menoleh sebentar dan Setelah itu Jake berlalu dan menemui Zino yang tengah galau karna Karen tak kunjung menerima panggilannya.


"Tuan... Semuanya sudah siap. Nona Lilen juga sudah Siap." Ucap Jake dengan sopan Pada Bosnya.


Zino menoleh ke segala arah dan termasuk Lilen yang masih terikat di kursi. "Bagus... Tapi aku tidak dapat menghubungi Karen, apa kita trobos saja penjagaan Hiu putih. Kalau kita bisa menghubungi Karen kita bisa minta tolong agar membantu kita keluar daru kepungan Hiu putih ini. Setelah itu barulah kita nego dengan aman..." Zino frustasi dengan keadaannya yang semakin parah saja.


"Apa yang di lakukan Karen sehingga mengabaikan panggilanku?" Tanya Zino pada angin yang berhembus di jendelanya.


"Apa mungkin..." Zino terpikirkan sesuatu dan teringat dengan video yang sempat ia kirimkan tadi, "Apa mungkin Karen marah karna aku membuat video itu dan mengirimnya..?" Duga duga Zino.


Jake memiringkan kepalanya. "Atau.. Karen juga sedang mempraktekkannya.." Ucapan Jake itu langsung mendapatkab tamparan keras di pipinya dari Zino.


"Apa kamu bilang... Praktek... Sains, atau kimia..?" Zino kesal sekali rasanya mendengar ucapan Jake.


"Halo.. Karen..." Zino buru buru menjawbanya.


"Maaf ini saya Lorent tuan Zino." Ucap orang dari sebrang telpon itu yang ternyata adalah Lorent.


"Aku kira ini adalah nomer Karen..." Zino melemah.


"Ini memang nomer ponsel tuan Karen tapi tadi tuan sedang sibuk dan tadi keluar dari kamarnya dan memberikan ponselnya pada saya."


Flashback on


Di tengah tengah aksinya Karen dan Cessa, ponsel Karen malah berdering tak henti henti. Karen yang kesal dengan ponselnya itu yang terus berdering pun memanggil Lorent.

__ADS_1


"Jawab panggilan yang ada di ponselku.. Aku sibuk. Apa pun yang ia minta berikan saja.." Ucap Karen saat menyerahkan ponselnya.


Lorent mematung di tempat melihat tuannya yang berdiri di depannya. Bekas bekas merah yang menyala di bagian tubuh Karen di kiri dan kananya sangat mengatakkan dengan jelas apa kesibukan yang Karen lakukan saat ini.


Karna tak ada pertanyaan dari Lorent yang mematung, Karen pun meutup pintu kamarnya lagi dan kembali ke tempat tidurnya.


"Maaf ya sayang.. Ada ganggun sebentar. Tapi aku jamin setelah ini tidak ada gangguan lagi." Bisik Karen di telinga Cessa dengan sangat lembut dan masih meminta.


Cessa yang tidak dapat berbuat apa apa du tambah lagi dengan tubuh yang bergetar karna aksi Karen terhadapnya.


Karen memeluk tubuh Cessa dengan Erat dan Cessa juga memeluk balik Karen. Rasanya ia lega dengan memeluk Karen dengan erat seperti itu. Getaran tubuhnya di salurkan bersama peluknya. Dan karen tentu saja tak menyia nyiakan kesempatannya.


Flashback off


"Lalu kemana Karen...? Kenapa ia memberikan ponselnya padamu..?" Zino meragukan alasan dari Lorent.


"Tuan Karen sedang sibuk katanya, dan ia menyerahkan ponselnya pada saya. Eeemm tuan ada yang bisa saya bantu. Apa anda ingin menuju kemari?" Lorent memilih untuk mengalihkan perhatian topik Zino.


"Ooh ya.. Aku akan ke tempat kalian secepatnya, tapi masalahnya ada kelompok Hiu putih yang mengepung kami. Sehingga aku dan beberapa anak buahku tida dapat keluar dari hotel ini. Bisa kirimkan sesuatu untuk membantu kami?" Zino sebenarnya tak ingin meninta ini Pada Karen karna ia juga gengsi, dirinya juga mafia dan juga berkuasa, masa harus meminta mafia lain. Tapi mengingat lagi ini bukan area kekuasaannya Zino memilih untuk meminta tolong saja. Amerika termasuk area kekuasaan Hiu putih dan sisanya Karen. Sedangkan Zino di tempat ini hanya sekedar tamu saja karna ia tidak dapat menguasai area ini karna sudah cukup dengan dua orang itu saja sudah sering terjadi perselisihan.


"Oohh baiklah tuan Zino, saya akan mengirimkan helikomper saya kepada anda dan anda akan menggunakan helikomper itu dengan anak buah anda lainnya dan akan ada juga tim black yang ikut melalui jarur mereka, dan nanti jika tim black sudah tiba maka mereka akan membawa tim anda juga untuk keluar dari tempat itu. Bagaimana tuan...?" Ucap Lorent memberikan sarannya.


"Oke kami tunggu.." Panggilan pun berakhir. Zino terdiam dan masih terus memikirkan apa yang memnuat Karen sampai sampai memberikan ponselnya pada Lorent dan mengatakan ia sangat sibuk, kesibukan apakah itu? Pikiran itu berputar putar di kepala Zino.


***


"Tim black.. Ini titik yang harus kalian lalui, titik ini akan lebih aman dan kalain akan tiba 30 menit setelah helikopter berbalik pulang kemari. Bawa semua tim tulip hitam dan jangan sampai ada yang terluka. Karna sepertinya kita akan mengadakan perang besar, ingat itu, takutnya kalian tak bisa berpartisipasi di perang tersebut." Ucap Lorent memberi intruksi dengan tim black yang akan menjemput kelompok tulip hitam.


Lorent menoleh pada Rindu yang duduk menatapnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan Lorent.


Saat ini Lorent sedang di kamarnya dan menghubungi timnya dengan Earphone yang ada padanya. Dan di sampingnya Rindu yang terduduk dan sedari tadi hanya menatap Lorent.

__ADS_1


Lorent..


Off dulu ya.. Nanti setelah ini masuk part Rindu dulu ya.. Biar kalem dikit jangan yang hot terus, entar kebakar kalau hot terus. oke.. Di jamin part Rindu juga seru kok... like ya... pasti udah tunggu tunggu bab yang ini.. Klau kalian udah lama tunggu like ya...


__ADS_2