Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 131


__ADS_3

"Ini anak... Anak.." Lilen berpikir keras.


"Siapa..?" Bella terus mendesak Lilen.


"Aku.. Aku juga.."


"Itu anakku.." Seorang masuk juga ke dalam kamar Lilen.


"Kamu..?" Bella menatap laki laki itu.


"Iya nyonya maaf.. Saya yang sudah menghamili Lilen. Saya benar benar minta maaf tentang itu dan sebisa mungkin saya bertanganggung jawab." Jake berdiri dengan tegak di depan Lilen.


Jantung Lilen berdetak dengan cepat. Seorang pria baru saja mengakui ini anaknya. Dan pria itu adalah pria yang sama juga di malam bejat itu.


"Kamu anak buahnya Zino kan..? Kamu pertahanan pertamanya kan..?" Bella mencoba mengingat ingat.


"Iya Nyonya.. Maaf kalau saya sudah lancang." Jake memberi hormatnya pada Bella yang bisa di bilang Nyonyanya juga.


"Eeemmm ya.. Jaga Lilen baik baik. Dia lagi hamil itu perlu perhatian lebih. Ini masa yang paling perlu untuk suami istri..." Bella memberi ceramahnya ada Jake.


"Ya Nyonya.." Jake menganggukkan kepalanya.


"Lilen.. Mommy tahu.. Tahun tahun yang lalu, Mommy besikap buruk sama kamu.. Semenjak Karen pergi tinggalkan kita semua.. Mommy paham sesuatu. Kalian itu sangat berharga. Karen sayang sama kamu. Sayang adiknya.. Egoku hancur.. Rasa benci yang jadi racun hilanh bersama perginya Karen. Apa kita bisa mengulang dari awal Lilen..?" Bella merentangkan tangannya pada Lilen.

__ADS_1


"Mommy..!" Lilen langsung memeluk Bella. Ia kira ketangan Bella ke kamarnya ini hanya untuk menghinanya lagi seperti dulu. Tapi ternyata Lilen salah. Bella membuka hati untuknya.


Jake hanya diam di tempatnya. Tak berani bergerak dan hanya menjadi penonton kisah baru untuk Lilen.


Sejak tadi Jake mengamati Bella. Dan saat Bella masuk ke kamar Lilen Jake menguping apa pembicaraan Bella dan Lilen, Lilen semakin tersudut, akhirnya Jake masuk dan langsung membantu Lilen untuk menjawab pertanyaan Bella. Jake juga tak mau nama tuannya Zino menjadi buruk, biarlah ia yang menjadi tameng Zino dari masalah luar dan masalah dalam.


"Kalau begitu saya permisi.." Jake membeir hormat lagi dan akan meninggalkan kamar Lilen saat Lilen dan Bellla sudah akan selesai saling menyampaikan perasaan masing masing. Jake rasa itu bukan tempatnya.


"Eeehh kamu mau kemana.. Kan tadi saya sudah bilang seorang wanita yang sedang mengandung itu perlu perhatian lebih.. Kamu mau ke mana tinggalkan Lilen sendiri di kamar ini..?" Bella berbalik dan menghentikan Jake.


"Aaaa.. Saya kira Nyonya akan menamani Lilen..." Jake mencari alasan pergi.


"Gak.. Kamu perlu di samping Lilen sebagai suami.. Oohh ya.. Kapan kalian nikah.. Kok Mommy gak dengar dari Cessa atau pun Zino..?" Bella bergantian melemparkan padangannya ke Jake dan Lilen.


"Eeemmm itu.." Jake menggaruk kepalanya.


"Jangan tunggu sampai perut Lilen semakin besar loo Jake.." Saran Bella lagi.


"Ya.. Rencananya secepatnya tapi.. Eemm Lilen.. Kadang dia... Gak mau makan gitu, terus dia pasti lemas, cepat lelah dan ya gitulah.. Jadi aku gak berani ambil resiko dulu sekarang." Jake mengingat penerangan dari Cessa padanya dan Jake mengambil itu sebagai alasan.


"Ooohhh... Astaga Lilen.." Bella mengusap pipi Lilen, padahal kamu pintar rawat irang sakit tapi kenapa kamu rawat diri kamu sendiri susah.. Untung kamu punya Jake yang bisa pahami kamu.." Jakr semakin teterosot dalam kebohongannya sendiri.


"Ya udah kalau sekarang belum bisa ya nanti aja, tunggu babynya lahir juga gak apa apa kok.." Saran Bella lagi.

__ADS_1


"Ya Mommy.." Lilen hanya bisa menjawab itu.


"Oke ini sudah malam ayo mommy balik ke kamar dulu ya.. Kalian berdua juga ya.. Selamat malam.." Pamit Bella dan keluar dari kamar Lilen meninggalkan kedua insan yang ia kira pasangan itu.


Jake menggaruk tengkuknya dan mengusap pipinya sendiri. Suasana canggung pun terjadi. Lilen juga tidak tahu harus bagaimana, apalagi Jake.


"Eemmm aku pergi dulu.." Jake berbalik dan hendak pergi.


"Jake..?" Cessa dan Zino juga sudah berdiri di depan pintu kamar Lilen.


"Kalian?" Jake juga terkejut.


"Apa Mommy Bella sudah tahu..?" Zino sangat khawatir.


Jake menggeleng. "Aku berbohong.."


"Kamu bohong apa Jake..?" Cessa mendorong Zino masuk juga ke dalam kamar Lilen.


"Kita bicara di dalam.." Cessa menutup pintu kamar Lilen dan mereka berempat di dalamnya.


"Haaahhh.. Tadi aku bohong.. Aku bilang itu anak aku." Jake menceritakan bagaimana ia mendengar dan membuat kebohongan pada Bella.


"Waahh gak salah kok itu Jake.. Itu namanya bukan bohong, tapi berkata Jujur." ledek Zino.

__ADS_1


Jake


__ADS_2