Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 72


__ADS_3

Lorent menatap Rindu juga, "Kenapa sayang..?" Rindu tersentak terkejut mendengar pertanyaan Lorent pakai ada sayangnya lagi.


"Is.. " Rindu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Sayang... Baby Baby Daddy sedang apa...?" Lorent mengelue elus perut rata Rindu dan mengecupnya dengan pelan dan langsung berbaring di atas paha Rindu.


"Oohh lelahnya Daddy nak... Sayang sayang Daddy ya.." Lorent sok manja di depan Pertut rata Rindu.


Flashback on


Lorent barusa selesai menjalankan tugasnya dan Kembali ke dalam kamanya melihat Rindu sudah tersadar dan bingung di mana dirinya berada.


Rindu melihat kedatangan Lorent itucpun histeris berteriak. "Aaah... aaaa..." Rindu berteriak dan dengan lembut Lorent memeluk Rindu dan menenangkan Rindu yang histeris.


"Maaf... Ampuni aku... Ampuni aku tuan... Aku... aku.."Lorent mengunci bibir Rindu dengan bibirnya dan Rindu tak bisa berbuat apa apa, Rindu merasakan bibir hangat Lorent yang menjalar di kulit bibirnya.


Lorent melepas ci*mannya dan menatap dalam dalam Rindu. "Sudah tenang...?" Tanya Lorent sambil memperbaiki Rambut Rindu yang berantakan karna histerisnya.


Rindu tak mampu menjawab dan hanya menganggukan kepalanya. Lorent mengecup lagi kening Rindu dengan lembut menyalurkan cintanya.


"Maaf ya... Aku menculik kamu lagi... Aku sangat merindukanmu.. Makanya aku melakukan ini semua, bahkan aku rela terluka ini demi mendapatkan kamu.." Lorent mempelihatkan luka yang ia dapatkan ketiak mencoba menerobos penjagaan yang Jake buat untuk menjaga Rindu. Luka yang cukup besar di dekat dadanya, sepertinya itu luka tusukan benda tajam.


Luka itu tidak di obati atau pun di jahit walaupun kelihatannya sangat parah lukanya.


TOK TOK TOK...


Pintu ruangan Lorent dan Rindu di ketuk dan Lorent bangkit meninggalkan Rindu di tepi ranjang.


"Ya..?" Lorent mendapati orang dari bagian medis datang dan membawa sebuah amplop coklat.


"Ini hasil pemeriksaannya tuan." Ucap petugas medis itu dan setelah itu petugas itu berlalu daru hadapan Lorent.


Lorent masuk kedalam ruangannya dan duduk lagi di samping Rindu.


"Kamu mau tahu apa isinya?" Tanya Lorent pada Rindu agar komunikasi di antara mereka membaik.

__ADS_1


"Ini tentangmu looo... Gak mau tahu kah?" Tawar Lorent lagi.


"Aku...?" Rindu tak mengerti maksud sebenarnya dari Lorent Apanya yang tentang dirinya?


"Iya ini tentangmu kamu pasti ingin tahu, karena mereka tidak memberitahumu tentang hal ini karena suatu hal."


Lorent pun membuka amplop tersebut, Rindu pun memperhatikan.


"Mau aku bacakan kah? " tanya Lorent lagi sebelum melanjutkan membaca surat di amplop tersebut.


"Nama pasien, Rindu Molla. Umur 24 tahun, golongan darah B, dan biodata Rindu yang lainnya.


"Berikut adalah hasil pemeriksaan dan menyatakan bila pasein beratasnamakan Rindu Molla saat ini tengah mengandung usia kandungan 7 minggu." Setelah membacakan itu Lorent menoleh pada Rindu yang mendengarkan baik baik laporan yang di bacakan Lorent.


Cup... Lorent mengecup Rindu di bibinya dan Rindu tak bergeming dan sepertinya masih mencerna apa yang baru saja Lorent bacakan.


"Kamu hamil..." Ucap Lorent santai dan memasukan surat kesehatan itu dalam saku celananya dan merebahakn tubuhnya di tempat tidur empuk itu.


"Hamil....?" Rindu mengulang ucapan Lorent.


"Iya..." Jawab Lorent lagi sambil memejamkan matanya.


Lorent bangkit dari rebahannya dengan sangat cepat. "Kamu tidak ingat...?" Lorent tak percaya Rindu melupakan beberapa hari Rindu dengannya di gudang itu.


Rindu hanya menatap Lorent dengan tatapan Polosnya.


"Sejak kapan aku hamil...?" Lorent memijit mijit keningnya.


"Tujug Minggu yang lalu..." Seropoh Lorent dengan malasnya.


"Masa kamu lupa kita dua ngapain kemarin...?" Lorernt masih tak mengerti kenapa Rindu bisa tak ingat dengan dirinya padahal hasil pemeriksaan Rindu baik baik saja tidak ada yang salah dengannya. Tapi kenapa Rindu lupa tentang Lorent.


Lorent memicingkan matanya dan sepertinya mengerti apa yang tengah terjadi pada Rindu. "Apa kamu ingin aku ingatkan lagi? Mau aku praktekan lagi?" Lorent memberikan tatapan mengoda di depan Rindu dan sontak Rindu memundurkan tubuhnya takut Lorent akan berbuat macam macam lagi padanya.


"Kamu... Aku sedang mengandung ya.. Jangan... Jangan macam macam..." Rindu menunjuk Lorent dengan jari telunjuknya dengan berani.

__ADS_1


"Tuhhh kan... Ketahuan..." Lorent mencolek hidung Rindu dan setelah itu Lorent mengecup pipi Rindu yang terlihat sekarang sedikit mengembul karna kenaikan berat badan yang Rindu dapat karna mengandung.


"Kamu..." ucapan Rindu melemag setelah paham taktik Lorent dan membohonginya.


"Iya aku tahu... Kamu pura pura lupa sama aku, padahal... Aku yang selalu teriang ngiang di ingatan kamu kan..." Pedenya Lorent.


"Dan anak anakku yang manis, jangan nakal ya.. Baik baik di dalam..." Lorent mengelus perut rata Rindu dan mengecupnya juga dua sampai tiga kali.


"Anak anak?" Rindu masih tak paham.


"Loohhh aku kira kamu sudah tahu... Belum?" Lorent memanjukan wajahnya.


"Apa sih... Aku hamil maksud kamu..? Rindu belum mengetahui kalau ia sedang mengandung anak dari hasil Lorent di gudang kemarin, Jake tidak memberitahukan Rindu karna Jake ingin memusnahkan secepatnya tapi karna pekerjaan Jake yang terlalu banyak sehingga Jake melupakannya dan Loretn malah menemukan Rindu.


Lorent awalnya tak tahu juga tapi saat dia sudah membawa Rindu dengannya dan meminta orang medisnya merawat Rindu dan daru situlah Lorent tahu kalau Rindu sedang mengandung dan meminta pemerikasaan lebih lanjut pada Rindu.


"Aku... Aku hamill... Anak Anak?" Rindu sepertinya masih syok dengan apa yang ia dengar ini.


"Iya Kamu hamil, hamil anakku... Hasil kita berdua di gudang kemarin... Mereka Jake tidak memberitahu kamu karna ini.." Lorent menunjukan obat obatan yang Jake biasanya berikan pada Rindu dengan mengatakan kalau itu akan membuat Rindu secepatnya pulih lagi.


"Ini adalah obat pengguru kandungan" Ucap Lorent lagi sambil meletakan obat obat itu di tempat tidurnya.


Rindu membulatkan matanya. "Tapi... Obat itu katanya untuk..."


"Iya untuk kamu segera pulih dan sehat kembali. Tapi itu adalah obat penggugur kandungan dengan perlahan, dengan dosis yang sedikit tapi jika terus di konsumsi maka akan menyebabkan keguguran padan janin yang masih muda." Jelas Lorent lagi.


Rindu mengeleng gelengkan kepalanya, obat obat itu selalu Jake berikan pada Rindu jika Jake datang menjengungnya. Rindu kadang tak memakannya karna ia sudah cukup bingung dengan kondisinya sehingga membuat Rindu tak mengonsumsi obatnya.


"Kalah kamu mau ya makanlah.. Aku tidak melarangnya, karna kalau pun kandungan ini keguguran, maka aku bisa saja membuatnya lagi denganmu kan... Oohh ya.. Anak yang kamu kandung kembar looohhh.. Hebatkan aku..." Bangga Lorent lagi tak ada habis habisnya.


"Kembar...?" Rindu membulatkan matanya.


"Iya.. Maaf ya aku dan keluargaku memiliki gen kembar sehingga anakku yang ini juga kembar." Ucap Lorent lagi dengan senyum yang tak lepas di bibirnya.


"Bagaimana? Kamu masih mau konsumsi obatnya? Kalau kamu mau berarti kita berdua buat lagi yang baru, kalau tidak maka kita akan bersarkan yang ini saja, apalagi yang ini kembar.. Uuuu... lucunya... Dua...." Lorent bergelut manja manja di tempat tidurnya dan bahkan sampai berguling guling di tempat tidur.

__ADS_1


Rindu...


Lanjut ya partnya Rindu... Setuju? Kalau setuju besok part Rindu lagi ya.. Ini kan belum selesai Flashbacknya... oke oke.. Like ya like yang banyak untuk author..


__ADS_2