
Cessa menatap serius keduanya.
"Eeemmm aku mau coba juga donkk.." Pinta Lorent. Ia membuka mulutnya dan Rindu menyuapkannya.
"Eeemm memang enak.. Aku boleh mita juga..?" Lorent tersenyum sangat lebar pada Cessa.
"Tentu.." Cessa menyiapkan mangkuk untuk Lorent yang berisikan Bubur buatannya.
"Aku juga boleh..?" Jake juga ikut duduk. Ia duduk tepat di samping Lilen.
"Tentu Jake..." Cessa juga sudah menyiapkan untuk Jake.
"Zino mau..?" Karna tak ada suara apa apa dari Zino Cessa sendiri yang bertanya.
"Ya aku mau.." Zino sangat bersemangat dan duduk di samping Jake juga.
Cessa senang melihat mereka makan dengan baik, ia sudah merasa menjadi ibu dari kelima orang itu.
"Nyonya sepertinya baby Karsa juga perlu asupan gizi.." Seorang pengasuh Karsa datang membawa Karsa bersamanya dan menangis.
"Aaah anak Mommy.. Sini.." Cessa hendak membawa baby Karsa ke kamarnya.
"Selamat makan ya.. Aku ke kamar dulu sama Karsa.." Pamitnya
__ADS_1
"Kamu sudah makan Sa..?" Lilen bertanya.
"Ya aku sudah makan dari tadi pagi jam 6.. Aku masih kenyang." Cessa tersenyum lebar pada Lilen.
"Aku sudah makan dari pagi tadi kamu makanlah, makanya jangan bangun kesiangan.." Ucap Karen saat Lilen masih sangat muda, begitu pula dengan Karen saat itu masih remaja, tapi Lilen masih bisa menggingat kenangannya itu dengan Karen.
"Dia benar benar mirip.." Ucap Lilen seketika itu juga dan di dengar yang lainnya.
"Hahh..?" Jake menyadarkan pikiran Lilen.
"Eeeeehh maaf maaf.." Lilen malah meminta maaf dan Lorent memperbaiki kacamatanya karna sepertinya ia mengerti yang baru saja di gumamkan Lilen.
***
Cessa ada di dalam kamar hanya saja sepertinya sedang fokus pada Baby Karsa saja, ia memainkan tangan kecil itu, mengerak gerakkan dan menciumi tangan Karsa yang teramat lembut itu.
"Ssstt.." Zino bersuara juga akhirnya.
"Zi..?" Cessa memperbaiki duduknya.
"Eeemmm.. Lagi apa..?" Rasanya sangat canggung Zino menemui Cessa lagi. Sejak kejadian semalam Zino merasa tidak enak pada Cessa.
"Lagi main aja sama Karsa.. Dia makin aktif." Cessa terlihat sangat senang.
__ADS_1
"Cessa... Sa.." Panggil Zino lagi.
"Apa..?" Cessa memicingkan matanya.
"Aku minta maaf.." Zino tak ingin rasa ini semakin menjadi.
"Untuk apa..?" Cessa pura pura tak tahu.
"Semalam aku buruk sama kamu.. Kamu cuma kasih tahu aku.. Tapi aku malah..." Zino malu mengakuinya.
"Iya.." Cessa menjawab singkat.
"Aku tahu dari Jake juga kalau kamu juga sudah kasih tahu dia tentang Lilen. Tadi aku ada bicara sama Jake juga. Dia setuju dengan yang kamu bilang. Dia juga gak banyak protes dan paham kondisi Lilen juga. Tapi aku aja yang beda.." Zino merasa malu.
"Ya.. Sebelum aku kasih tahu kamu, aku sudah bilang duluan sama Jake. Dia bilang akan usahakan.. Aku berterima kasih juga sama dia dan berharsp dia benar benar bisa bantu aku untuk jaga Lilen.. Bagaimana pun Lilen adik Karen dan sangat di sayang Karen. Karen melakukan apapun untuk Lilen dulu. Kenapa kita tak melakukan yang sama.." Zino menganggukkan kepalanya setuju.
"Aku juga usahakan untuk jaga dia. Tapi kadang aku canggung sama Dia.." Zino memainkan tangannya.
"Lilen juga canggung sama kamu.. Jake juga gitu, makanya kalau becanda itu jangan berlebihan. Bingung kan..!" Ledek Cessa.
"Eeehh mana ada.. Apa sih..?".Zino salah tingkah.
"Eeehh iya.. Betul yang aku bilang itu.. Kamu sama Jake itu, kalau mau suruh Jake ya Jake aja, kamu gak usah ikut ikutan. Kalau kamu aja ya kamu aja yang coba.. Ini ngajak ngajak yang lain. Jadi susah sendiri kan..!" Ceramah Ala Cessa untuk Zino.
__ADS_1
"Eeemmm" Hanya bisa mengangguk yang Zino lakukan