Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 113


__ADS_3

Zino sangat senang bermain dengan baby Karsa. Sedangkan Cessa berkali kali sudah Zino minta untuk tidur saja. Ia bisa menjaga baby Karsa seorang diri.


"Cessa sayang tidurlah.. Karsa bisa aku yang jaga kok.. Gak apa apa sumpah.." Zino meyakinkan Cessa lagi.


"Nanti Karsa mau nyusu lagi.." Cessa beralasan.


"Gak apa apa sayang.. Aku bisa kok.." Zino percaya diri.


"Emangnya bisa..?" Cessa menatap dada Zino.


"Eeehhh.. Ya kan pakai dodot.." Zino menutup dadanya.


"Hehehe.. Ya ya.. Aku tidur dulu.. Nanti kasih bangun aja kalau ada apa apa." Cessa mulai membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Sayang Karsa.. Pintar banget sih.. Eeemm..." Zino menggendong, membawa Baby Karsa dalam palungannya, bergoyang goyang, dan masih banyak lagi yang di lakukan Zino bersama Baby Karsa.


Sekian lamanya akhirnya Baby Karsa lapar. Ia menjadi cerewet seketika. Zino menawarkan susu formula di dalam Dodot di tolak mentah mentah oleh Baby Karsa.


"Oohh ya ampun Karsa mau susu mommy kah..?" Zino bangkit membawa Baby Karsa.


"Ayo kita minta sama Mommy.." Ajak Zino. Mereka berdua pun menghampiri Cessa di tempat tidur.


"Cessa.. Sayang.. Ini baby Karsa mau Susu.." Zino tidak bisa menggunakan tangannya untuk membangunkan Cessa.


"Cessa..?" Zino tak bisa membangunkan Cessa.


"Ya ampun Karsa Mommy mu tidak bisa bangun.. Padahal Karsa haus kan.." Zino malah bermain dengan Karsa yang menangis.


"Eeeeemmm bagaimana kalau kita ambil aja langsung sama Mommy yokk.." Zino mulai usil.


Ia meletakan Baby Karsa di samping Cessa. Zino membuka baju Cessa dari bawah.


"Waahh Mommy mu tidak pakai pelindung di dalam sini Sayang.." Zino kesenangan.


"Ayo sini sayang.. Ini kan milikmu.." Zino memberikan apa yang Baby Karsa inginkan.


Baby Karsa sangat menyukainya. Zino tenang karna Baby Karsa sudah tak menangis lagi. Karsa sudah tenang di dada Cessa.


"Haaahh senangnya kamu Karsa.. Enak ya....?" Ada rasa iri yang Zino rasakan ketika melihat nyamannya Karsa.


"Apa Daddy juga boleh coba sayang..?" Zino mulai nakal.


"Oke makasih sayang.. Daddy coba juga ya.."


Zino juga ikut meniru Baby Karsa dengan asupannya.


"Eeemmm enak.. Karsa..." Zino sangat menikmatinya.


"Eeemm.. Ck.. Aaahh." Cessa merasa terganggu sekarang.


"Ada apa ini.. Kok gini rasanya" Cessa belum sepenuhnya membuka matanya.


"Eeemm Baby Karsa..?" Cessa melihat samar samar Baby Karsa di dada kirinya.


"Eeehh Zi..?" Cessa akhirnya melihat Zino juga di sana.


"Zino kamu ngapain.?" Cessa mendorong Zino.

__ADS_1


"Aku.. Coba juga kayak Karsa.. Enak banget Cessa.." Zino dengan matanya yang sudah sayu tergoda.


"Oohhh ya ampun kamu ini.. Karsa.. Kamu ajak Daddy kamu ini ngapain..?" Cessa terus mengomel.


"Sayang satu aja ya.." Zino meminta.


"Zino.. Ini sudah malam looo.. Kamu tidur aja, ayo ya.." Cessa menolak.


"Aku mohon.. Gak akan lama kok.. Sebentar aja.. Aku janji.. Satu kali aja.." Zino terus meminta.


"Zino..." Cessa mengelus pipi Zino.


"Aku mau.." Bisik Zino lagi.


"Zino.. Ini Karsa lagi nyusu looo.." Alasan selanjutnya.


"Aku gak akan banyak guncang.." Zino terus menbujuk.


"Aataga.." Cessa menepuk keningnya.


"Aaahh.." Zino sudah memulai aksinya tanpa Izin Cessa.


Cessa tidak dapat berbuat apa apa lagi selain merengang dan resah dengan gerakan dari Zino di bawah sana.


"Zi.. Pelan pelan.." Cessa meremas rambut Zino.


"Pelan pelan Zi..." Cessa menegang, tubuhnya merespon apa yang Zino perbuat di tubuhnya.


"Aaahh Karsa maafkan Mommy.. Mommy berisik ya..?" Baby Karsa bergerak gerak juga tak nyaman karna Cessa banyak bergerak.


Zino membuat Cessa melayang ke puncak nirwana, tubuh Cessa semakin melemah karna aksi Zino. Zino menatap Cessa, "Kamu suka sayang.. Aku cinta kamu.." setelah mengatakan itu Zino mengecup Bibir Cessa dengan lembut.


"Zino... Oohhh.. Sstttt" Zino melanjutkan aksinya lebih banyak lagi.


***


"Nyonya.. Tolong aku.." pagi ini keributan di rumah besar ini.


"Ada apa ini?" Cessa terkejut mendengar teriakan Lorent.


"Cessa.. Tangkap Lorent.. Dia udah janji.." Rindu berjalan pelan mengejar Lorent.


"Nyonya tolong aku.. Rindu sayang aku.. Ini sakit.." Lorent mengelus dagunya.


Dari kamar tadi Rindu berusaha mencabuti jenggot Lorent yang hanya beberap helai saja.


"Oohhh sayang.. Katanya sayang aku dan baby Twins" Rindu datang membawa penjepit.


"Nyonya tolong aku ini sakit" Lorent memperlihatkan dagunya yang memerah.


"Itu sudah banyak yang di cabut..?" Cessa pun penasaran.


"Mana ada banyak, baru 1 aja.." Rindu datang dan menarik tangan Lorent.


"Oohhh ampun.." Lorent pasrah.


"Sini.." Rindu menarik Lorent lagi.

__ADS_1


"Sayang.. Pelan pelan sakit.." Lorent merasa sedang di siksa rasa cintanya. Cinta dan sakit yang ia rasakan.


Buuutt..


"Aaaaarrrggghh... Aaaauuu.." Lorent mengerang sakit.


Cup..


Rindu mengecup Lorent di dagunya. "Sudah.." Rindu mengelus dagu itu.


"Uuuuuuhhh..." Zino dan beberapa orangnya merasa ngeri juga. Bahkan Jake lebih merasa ngeri karna ia memiliki cukup banyak jenggot.


"Aaahh sayangku.. Cinta ku.." Lorent memeluk Rindu.


"Ya.. Aku di sini kok.." Rindu mengelus punggung Lorent.


"Aaaauuhh.. Sakitnya.. Haiss untung aku sayang kamu.. Haaa.." Lorent mengecup Rindu dengan rakusnya.


"Haaiisss sana kalian dua ke kamar aja.. Jangan di depan kami.." protes Zino.


"Eehh kenapa..?" Lorent meledek.


"Nanti aku juga mau gawat.." Zino pura pura tak terjadi apa apa padanya dan Cessa.


"Ya lah itu.. Awas kamu.. Jangan tidur sama aku dan Baby Karsa lagi nanti.." Ancam Cessa.


"Eehh jangan gitulah.. Nanti Baby Karsa Cari aku gimana..?" Zino tak terima tindak Cessa.


"Masa Bodoh.." Cessa berlalu.


Rumah besar dan orang orang yang beragam membuat ramai dan rumah terasa hangat. Banyak tingkah orang orang di rumah ini membuat rumah ini sangat nyaman.


***


Malam menyapa lagi. Zino tak di izinkan untuk masuk ke dalam kamar Cessa dan Karsa.


"Cessa aku mohon.." Zino terus memelas.


"Gak.. Gak boleh.." Cessa menyahut dari dalam.


"Sayang ayolah.. Aku janji gak akan kayak malam kemarin lagi.." Zino terus mencoba.


"Aahh aku lewat jalan tikus aja lah.." Zino masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Ia segera membuka lemari membuka baju bajunya. "Ini dia jalannya.." Jalan yang pernh Zino lalui saat pertama dulu Cessa di sini.


Cessa mengunci kamarnya tapi Zino bisa masuk dengan santainya saat Cessa sedang memilih baju di lemari.


Zino masuk dan menyerang dari lemari kamarnya dan masuk ke kamar Cessa dan Karsa.


"Sayang.. Pintarnya.." Cessa sedang memberi susu formula dari Dodot untuk Karsa.


"Sayang.. Apa Daddynya tidak di beri susu asupan gizi juga..?" Zino membuat Cessa terkejut.


"Zino..?"


Cessa...

__ADS_1


__ADS_2