Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 122


__ADS_3

Cessa mengangguk.


"Pasti dia mau tahu tentang tadi malam." pikir Cessa dalam hatinya.


Setelah beberapa saat kemudian, Cessa menghampiri Zino yang membawa Baby Karsa ke kamarnya.


"Zi....?" Panggil Cessa.


"Eeemm kami di sini.." Zino sedang memasangkan bedak di punggung Baby Karsa. Sepertinya mereka berdua baru mengganti baju.


"Oohhj keringatan ya..?" Cessa mencium pipi baby Karsa.


"Ya.. Kasian jadi aku ganti bajunya.." Zino juga tak luput untuk menatap Cessa.


"Cessa.." Panggil Zino.


"Eeemmm?" Cessa menoleh singkat pada Zino dan kembali lagi pada Baby Karsa.


"Cessa.." Panggilnya lagi dan menaikkan satu oktaf nada suara Zino.


"Apa..?" Cessa menoleh juga akhirnya.


"Kenapa kamu beda dari tadi malam sampai saat ini tadi..?" Zino langsung sama mengatakan isi hatinya.


"Apanya, aku biasa aja kok.." Cessa mengelak.


"Aku rasa Sa.. Aku kenal kamu. Kenal sekali.. Kamu gak gitu Sa.. Kamh kenapa..?" Zino tak suka Cessa yang sejak semalam menjauhinya.


"Zi.. Aku baik baik aja.. Apa sih..?" Cessa sedikit tertawa menjawab pertanyaan Zino agar semuanya terlihat baik baik saja.


"Aku rasa gak.." Zino langsung mengambil baby Karsa lagi dari gendongan Cessa.


"Karsa mau di bawa ke mana..?" Cessa terkejut.


"Aku gak akan kasih Karsa sama kamu kalau kamu gak mau jawab pertanyaan aku.." Zino langsung membawa Baby Karsa keluar lagi dari kamarnya.


"Zi.." Cessa tak bisa berkutik apa apa.


***

__ADS_1


Zino hampir seharian ini bersama Baby Karsa. Cessa hanya memperhatikan dari jauh sambil menghela nafas panjangnya.


"Zi.. Apa Karsa Sudah minum susu..?" Cessa menghampiri Zino.


"Sudah..".Jawan Zino singkat saja.


Cessa bingung harus bertanya apa lagi. Ia hanya mengusap lenganya dan melihat Baby Karsa yang sedang di dalam palungan Zino.


Mau tak mau Cessa pergi menjauh lagi Zino dan Karsa. Akhirnya tempat pelariannya adalah Rindu. Cessa menghabiskan waktu bersama Rindu meski mereka hanya memainkan ponsel.


"Astaga Rindu, aku bosan banget gini.. Kita gak bisa kerjakan sesuatu gitu.." Cessa mulai mengeluh.


"Eeemm aku juga gak tahu.. Aku juga bosan kok.. Mau keluar tapi aku di larang Lorent. Makanya di dalam rumah aja.." Rindu juga sama jenuhnya.


Tiba tiba lagu di ponsel Rindu hidup karna ia salah pencet.


Di dirimu aku menemukan


Yang mencintaiku


Yang menyayangiku


Kau biarkanku


Kau tinggalkanku


Bila kamu tak lagi denganku


Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku


Bila memang kau pergi dariku


Ku tak ada lagi di dunia ini.


Mengertikah kau siang malamku


Dan tawa tangisku


Kau semua hidupku

__ADS_1


Pandang aku pandanglah hatiku


Aku tak mampu melangkah tanpamu


Bila kamu tak lagi denganku


Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku


Bila memang kau pergi dariku


Ku tak ada lagi di dunia ini...


Bukan ku tak punya harga diri


Tapi dirimu begitu berarti


Engkau nafasku engkau harga diriku


Mengerti aku..


Bila kamu tak lagi denganku


Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku


Bila memang kau pergi dariku


Ku tak ada lagi di dunia ini...


Cessa membalik badannya agar tak berhadapan dengan Rindu. Terlalu dalam mendengarkan lagu itu membuatnya sedih lagi.


"Yang mencintaiku... Yang menyayangiku.." Gumamnya.


"Suara penyanyinya bagus ya.." ucap Rindu membuat Cessa berbalik dan menganguk setuju.


Tak ingin terus sedih di tempat Rindu, Cessa segera pamit dengan alasan ingin mencari baby Karsa dan Zino.


Cessa masih melihat Zino membawa Karsa kemana pun ia pergi. Kini Zino sedang bersama Jake dan Lorent. Karsa masih di gendongannya. Dengan lengan besarnya Baby Karsa bisa telungkup dengan nyamannya. Posisi yang sangat di sukai bayi bayi menurut ahlinya. Sangat ringan dan Karsa sangat menikmatinya.


Cessa..

__ADS_1


__ADS_2