Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 151


__ADS_3

***


Jika Cessa melindungi semua orang di rumah, maka Zino berpikir keras untuk melindungi si kecil Karsa dari kejahatan Marino.


Sudah 2 jam berlalu setelah pertemuannya dan Marino tadi. Mungkin karna semua ini sudah terencana oleh Marino, jadi sampai detik ini tidak ada perlawanan sengit dari Marino, tapi ia mengambil kelemahan terbesar Zino yaitu Karsa.


Marino pergi entah kemana di dalam rumahnya itu. Alasannya membiarkan Zino untuk berpikir sejenak apa yang patut ia pilih, apakah Si kecil Karsa atau kekuasaan Ayah dari Karsa yang sebenarnya. Zino tak bisa sembarangan memberikan kekuasaan Karen, Karen sudah memintanya untuk mengambil alih Mata Elang, maka itulah janjinya pada Karen. Jika Marino meminta kekuasann Zino, malah akan ia berikan dengan senang hati, tapi ini masalahnya yang di inginkan Marino adalah milik Karen.


Milik Karen dan Milik Karen. Mata Elang milik Karen dan Karsa kecil juga adalah milik Karen, bahkan kesayangan Cessa juga.


Mata cantik yang di miliki Karsa terus membayangi Zino.


"Aku akan memilih Karsa.. Bagaimana pun.. Karsa segalanya.." Zino menatap kosong di depanya.


"Aarrggghh.." Kedua anak buah Marino pulang.


"Kenapa kalian ribut ribut..?" Marino keluar dari tempatnya dan memperbaiki celananya. Sepertinya ia habis bersenang senang dengan wanitanya.


Zino yakin itu karna sejak tadi ia mendengar desah*an dan teriakkan wanita dari dalam tempat Marino.


"Wahh kalian luka..?" Marino tal percaya kedua anak buahnya itu terluka cukup serius.


"Ya tuan.. Maaf kami tidak berhasil bawa ibu pemilik Mata Elang.. Ada seorang wanita yang berhasil menyelamatkannya.

__ADS_1


"Wanita..? Siapa..?" Marino tertarik ketika mendengar sebutan Wanita dari anak buahnya itu.


"Kami gak tahu tuan.." Marino menggerakkan tangannya dan anak buahnya yang lain membantu kedua orang itu.


"Oh apa yang ini..?" Marino mengeluarkan foto Cessa dan Mendiang Karen.


"Yahh.. Ya itu dia tuan.. Dia menikam kami dengan pisau.." Zino melirik juga foto yang di perlihatkan Marino.


"Ck ck ck.. Ganas juga ya.. Pantasan cantik.." Kuping Zino terasa panas seketika.


"Sebenarnya dia juga akan segera ke sini.. Aku yakin itu.. Karna anaknya.. Aahhh itu dia.." Saat itu juga Karsa di bawa anak buah Marino.


"Lepaskan Karsa..!" Zinot tak tahan lagi, apalagi melihat Karsa sejak tadi manangis, entah ada yang sakit atau Karsa kelaparan. Bayi umur 5 bulan itu belum bisa mengatakan yang ia rasakan.


"Mau dia.. Berarti mata Elang milik aku..?" Marino terlihat senang.


"Jangan percaya Zi.. Dia.. Dia sudah hancurkan gudang kita.. Bukan cuma mata Elang yang dia inginkan.. Tapi mata Elang dan tulip hitam." Jake juga bersama dengan Lorent.


"Apa..?" Zino menoleh pada Marino.


"Ups.." Marino menutup mulutnya sambil tersenyum jahat.


Karsa di gendongan Marino menangis kencang.

__ADS_1


"Diam!!!!" bentak Marino pada Karsa.


"Baji**ngan.. Jangan berteriak pada Karsa ku." Zino sudah tak tahan melihatnya.


"Uuu.. Daddynya marah.." Ledek Marino.


**


Bella mondar mandir tak tenang, "Semoga Karsa baik baik aja.." Doa yang terus ia lanturkan.


"Mommy sebenarnya kemana Zino dan yang lainnya..?" Lilen yakin ibunya tahu sesuatu.


"Zino mereka.. Kamu pasti tahu Marino kan..?" Lilen menutup mulutnya.


"si Ba*ngan itu..?" Sepertinya Lilen juga tahu tentang Marino.


"Iya.. Dia.. Zino dan mata Elang.." Bella sulit menjelaskannya.


Marino dan keluarga Stone memiliki urusan yang tak ada ujungnya. Setelah penghinaan yang di lakukan Karen dulu pada Marino, Marino tak melupakannya dan terus berambisi membalaskannya. Selama ini ia di halang oleh kakak Tirinya yaitu Stev.


Sejak kepergian Stev dari muka Bumi ini, Marino membuat rencana yang lebih besar.


***

__ADS_1


"Mati kau.." Marino mengeluarkan pistolnya dan ia arahkan pada Baby Karsa.


.......


__ADS_2