Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 139


__ADS_3

Jake dan Lilen pun tiba di rumah. Lilen turun terlebih dulu sedangkan Jake masih mengambil belanjaannya.


"Dapat Biskuitnya sayang..?" Bella segera menyambut Lilen di muka pintu.


"Eeemm dapat satu kotak ada Mommy. Tapi ya lumayanlah.." Jawab Lilen.


"Eeemm itu yang dibeli Jake apa.. Masa satu kotak aja.." Bella menunjuk dengan matanya pada Jake yang mengeluarkan barang dari bagasi Mobilnya.


"Eeemm itu pe.." Lilen juga menoleh pada Jake dan ternyata Jake membawa beberap kotak biskuit yang di cari Lilen. Bukan satu rasa juga tapi banyak rasa. Lilen mengerjap matanya tak percaya.


"Tadi hanya satu.. Tapi.." Lirih Lilen.


"Tadi aku ketemu banyak di minimarket yang aku datangi, jadi aku beli.." Sahut Jake.


Lilen diam seribu kata. Jake mengeluarkan lagi beberapa barang dan ternyata itu susu untuk Lilen juga.


"Aku belikan susu, kamu bilang gak suka susu tapi coba dulu rasa Coklat biasanya lebih enak." Saran Jake.


Bella menyenggol Lilen. Bella juga berbisik di telinga Lilen. "Kamu beruntung sekali punya calon suami kayak Jake.." Lilen salah tingkah dan wajahnya tak bisa berbohong kalau ia sedang malu malu kucing.

__ADS_1


Lilen melirik Jake lagi. Tak ada barang yang di keluarkannya. Hanya susu dan juga biskuit untuk Lilen.


"Apa tadi dia ke minimarket itu hanya untuk membeli susu dan Biskuitku..?" Hati Lilen meronta ingin tahu.


"Jake.. Tadi kamu bilang mau cari peralatan kamu.. Mana..?" Rasa ingin tahu itu tidak bisa di halangi lagi.


"Eeemm aku cari tapi gak ada di sana tadi.." setelah menjawab pertanyaan Lilen itu, Jake membawa semua belanjaannya iti ke dalam rumah.


"Oohh ya ampun calon menantu Mommy keren sekali.." Bella kagum pada Jake.


"Mommy.." Lilen yang menanggung malu.


"Untung saja aku tanya Beny.." Gumam Jake.


Flashback on..


Saat Lilen dan Jake di suparmarket pertama dan di sana kosong persediaan biskuit yang Lilen cari Jake langsung menghubungi sepupunya yang bekerja menjadi crew di salah satu Minimarket.


Jake menanyakan tentang biskuit yang sedang Lilen cari cari ini. Sepupunya Beny itu tidak tahu nama biskut yang di cari Jake dan Lilen itu. Untungnya di supermartket yang kedua Lilen menemukan satu kotak, dengan satu kotak itu Jake mengabari Beny lagi dan menanyakannya.

__ADS_1


Beny mengabari Jake dan mengatakan barang itu baru datang di minimarketnya, dan jika Jake ingin maka harus ke tempat kerja Beny. Jake dengan semangat mengajak Lilen ke sana. Tapi dengan alasan membeli peralatannya. Padahal Jake hanya pergi membeli biskuit dan susu Lilen.


Jake membawanya dengan plastik hitam dari minimartket agar Lilen tak menyadarinya. Pikir Jake nanti Lilen pasti tidak enak dengannya kalau tahu Jake membawanya jauh jauh hanya untuk mencari biskuit saja. Dan benar dugaan Jake, Lilen lebih santai dan bahkan mengajaknya berbincang sebentar. Tapi jika saja Lilen tahu kalau Jake datang ke miniamarket itu hanya untuk biskuitnya maka jangankan bicara. Menatap saja mungkin Lilen tak berani.


Flashback off..


Jake pun hendak keluar dari kamar Lilen saat itu juga berpapasan dengan Lilen.


"Biskuit kamu ada di dalam.. Makanlah.." Jake berlalu setelah mengatakan itu.


"Jake.." Lirih Lilen.


Setelah Lilen pikir pikir lebih baik dia masuk kamarnya dan menikmati wangi mantelnya.


Lilen melihat lihat rasa yang di beli Jake. Beragam rasa tapi seperti yang di katakan Jake tadi, rasa coklat lebih enak. Maka Lilen mencoba membuat susu rasa coklat dan membuka biskuit rasa coklat juga.


"Eeemmm enak.." Lilen baru merasakan susu rasa coklat ini rupanya sangat cocok dengan biskuit rasa coklat pula.


Yang menambah nafsu makan Lilen juga adalah wangi mantel yang menempel di tubuhnya. Wangi itu sungguh menenangkan.

__ADS_1


Jake...


__ADS_2