Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 67


__ADS_3

BOOOOMMMM...


Bunyi dentuman yang sangat keras dari luar rumah yang disewakan renang saat ini.


"Aaaaaaaaa..." Cessa sontak memeluk lengan kekar Karen karna terkejut sekaligus takut bersamaan.


Karen pun sama ia memeluk Cessa dengan kedua tangannya dan menenangkan Cessa. "****.." Karen melepaskan pelukannya pada Cessa dan bangkit dari duduknya.


Karen membuka jendela kamarnya dan melihat di mana bom baru saja di ledakkan. Asap putih memenuhi pekarangan rumah itu. Banyak anak buah Karen yang mencari jejak jejak lawan yang baru saja menyerang mereka.


"Ini pasti hanya peringatan..." Ucap Karen dan kembali menghampiri Cessa.


"Kamu gak apa apa kan?" Karen mengkhawatirkan Cessa yang baru kali ini mendapati hal seperti ini.


Tangan Cessa bergetar dan Karen langsung memegangi tangan Cessa yang bergetar itu. Karen menangkup wajahnya dengan tangan Cessa.


"Tenang aku di sini sayang.. Aku di sini.. Tenang ya.." Mata Cessa berkaca kaca hendak menangis.


"Karen... Aku takut.." Nafas Cessa sangat memburu dan tak teratur.


"Sayang.. Kamu parcaya padaku kan..? Semuanya akan baik baik saja." Karen memeluk Cessa dan begitu pula dengan Cessa yang langsung menarik agresif baju Karen dan meremasnya, Karen terus mengusap punggung Cessa dengan sangat halus dan terus meyakinkan Cessa tentang semuanya akan baik baik saja.


Kini Cessa malah terlelap dalam tidurnya di pelukan Karen. Karen tersenyum bahagia melihat Cessa yang sudah kembali tenang dan malah tertidur di peluknya.


"Cessa aku janji.. Aku akan melindungimu bahkan jika nyawaku yang harus aku korbankan.." Karen mengelus pipi Cessa dan Cessa pun sedikit tergangu malah semakin erat memeluk Karen.


Karen benar benar menang banyak hari ini.


Tok tok tok... Pintu kamar Karen di ketuk dari luar. Karen yang tak bisa bangkit dari duduknya karna ada Cessa yang tiduran dalam pelukkannya.


"Masuk.." Ucap Karen dengan sedikit berbisik. Tentu saja pintu itu tidak terbuka dan orang dari luar tidak dapat masuk ke dalam Kamar Karen karna belum ada perintah Karen untuk masuk.


Karen berdecak kesal karna orang dari luar tidak masuk juga, tentu karna orang itu tidak mendengar bisikan dari Karen.

__ADS_1


"Masuk.." Ucap Karen sedikit keras dan barulah Lorent memutar knop pintu Karen dan melihat karen sedang memeluk Cessa dan Cessa terlelap di pelukkannya.


"Wah... Pantas aja diam.." Ucap Lorent dan tentu saja Karen mendengarnya.


"Apa...? Diam diam apa?" Karen melotot ke arah Lorent sontak Lorent menundukan kepalanya.


"Kamu ngapain? Ada Info baru apa?" Lorent menangkat lagi kepalanya dan memandang Karen dan Cessa lagi.


"Nunduk lagi.. Apa yang kami lihat lihat." Karen mengambil bantal sofa dan menutupi paha Cessa yang sedikit terbuka karna Dressnya terangkat.


"Ba.. Baik.." Lorent menunduk lagi dengan segera.


"Ini Tentang penyerangan barusan Tuan, sepertinya ini adalah ulah dari Stev Paul. Dan untuk Zino dan juga Lilen, anak buah kita mendapati jejak mereka, mereka sempat makan siang bersama di salah satu caffe dan sepertinya Zino sudah memanipulasi Caffe tersebut." Ucap Lorent membaritahukan info yang ia dan anak buah lainnya temukan.


"Terus cari kemana Zino membawa Lilen, baru saja Zino mengirimkan aku video, video di mana Lilen sudah tak sadarkan diri. Aku hanya takut, Zino malah gelap mata dan melakukan hal yang tak semestinya ia lakukan pada Lilen, karna bagaimana pun juga Lilen bisa di bilang adiknya juga, Lilen medapat darahku dan Aku mendapatkan Darah Ina. Dan Zina sendiri adalah kembaran Zino. Haaaahh.. Kita harus cepat Lorent, kamu sudah siapkan? Dimana Dia?" Inilah Rencana Karen Dan juga Lorent.


"Tentu saja dia juga sudah siap.." Ucap Lorent dengan yakin.


"Tidak tuan saya jamin, saya juga tidak melakukan apa apa kok.." Karen menaikan satu alisnya.


"Aku gak tanya itu looo.." Lorent gugup seketika, Karen peka sekali ya.


"Bukan apa apa tuan," ucap Lorent lagi.


"Dengar jika terjadi sesuatu oada rencana ini maka bukan hanya kamu yang terancam, aku juga, karna sudah pasti yang tertidur ini juga akan menghukumku.. Aku gak mau ya.." Karen sudah mewanti wanti resikonya.


"Baiklah tuan.. Saya mengerti." Karen mengsngugkan kepalanya yakin pada Lorent bisa menjalankan tugas darinya itu.


Lorent keluar dari ruangan Karen dan Cessa Karen pun menggigit bibir bawahnya sendiri. "Jujur Cessa sayang, aku gak mau kamu marah sama rencana aku ini... Jangan marah ya.." cup.. Karen mengecup kening Cessa dengan bibir lembutnya.


Lorent menuju ruangannya. Lorent membuka pintu ruangannya dengan perlahan, Lorent mengintip apakah tawanannya masih tertidur atau sudah sadar.


"Maaf ya.. Aku harus melakukan ini padamu.. Aku sangat menyayangimu.." Senyum Lorent melengkung di bibir tipisnya.

__ADS_1


Ini dia rencananya dan Lorent sedang melaksanakannya. Lorent mengambil kamera dan juga gawainya. Ia memoto beberapa fotonya dengan seseorang di sampingnya kini. Memeluk, mencium, mengecup dan lainnya juga ia fotokan. Lalu ia kirimkan ke salah satu medsosnya.


GEBRAAAAAKKKK..


Meja di banting Jake dengan kasarnya. Zini sangat terkejut dan tanpa aba aba Jake berlari dan mencari sesuatu.


"Jake apa yang terjadi..?" Zino menghampiri Jake yang tampak panik bukan main.


"Jake.." Panggil Zino terus pada Jake.


Jake menemukan titik di mana Lorent mengirimkan fotonya. "Jadi di sini... Zino ini Lokasi Karen dan juga anak buahnya dan ada yang lebih parah lagi Zino.."


Zino sudah sangat penasaran apa ya g Jake lakukan pun langsung mengambil gawai tersebut dan melihat apa yang sebenarnya Jake temukan. Zino juga membulatkan matanya tak percaya.


Lorent tersenyum melihat rencananya Dan Karen berjalan dengan kancar. Lorent menoleh ke arah Rindu yang masih terlelap tidur dengan sangat pulas.


Flashback on


Lorent di perintahkan oleh Karen untuk mencari keberadaan Zino da di juga Lilen, saat Lorent terus mencari ia malah menemukan sesuatu.


Jake asisten Zino rupanya lalai di salag satu website dan ini adalah keuntungan Lorent untuk menghacker data Jake. Tapi sayangnya data yang di dapatkan Lorent tak sesuai ekspetasi Lorent, tapi Lorent malah mendapat hal baru.


Lorent kini tahu kelemahan Jake itu apa. Lorent bertindak secepatnya dan membawa Rindu dengannya. Seperti awal, Rindu kembali di culik oleh Lorent. Rindu di bawa di dalam pesawat pribadi milik Bella ibu dari Karen yang Lorent pinjam sebentar.


Rindu sempat sadar saat ia di dalam pesawat bersama Lorent, dengan cepat Lorent menenangkan Rindu dan karna terkejut, Rindu malah tak sadarkan diri dan hingga kini ia masih tak sadarkan diri. Lorent sudah mengonfirmasi sebelumnya pada Karen, Karen pikir pikir, ada baiknya juga jika sang wanita tercinta memiliki teman. Maka Karen menyetujui rencana Lorent untuk memancing Jake terlebih dahulu dan setelah tahu lokasi Jake barulah Karen dan yang lainnya beraksi.


Lorent juga baru tahu rupanya Jake menyukai gadisnya itu, hal itu tentu saja membuat Lorent merasa di saingi dan tentu saja Lorent tidak menyianyiakan kesempatan ini, selain ia bisa menjalankan tugas dari Karen, Lorent juga dapat mengambil kembali gadisnya yaitu Rindu.


Kini Rindu masih di tangani oleh medis yang Lorent bawa dari rumah sakit tempat Lilen berkerja. Karna rumah sakit itu sangat terkenal dengan pengobatannya. Lorent kembali tenang mendengar Rindu baik baik saja.


Jake...


off dulu kawan.. udah jam 00.09. author off dulu ya.. jangan lupa like dan koment dan tentu saja favoritkan.

__ADS_1


__ADS_2