
Cessa menuruni tangga dengan bersemangat. Tapi semangat itu pudar ketika melihat ada seseorang yang tak ia kenali berada di ruangan itu.
Wajah Zino, Karen, Jake, Lorent sangat serius memandang orang tak Cessa kenali itu.
"Ooohh jadi itu ratu kalian...?"Tanya orang itu menatap Cessa yang masih mematung di tangga.
"Zino naiklah ke tangga dan lindungi Cessa..." Titah Karen dengan berbisik pada Zino karna Zinolah yang berada di samping Karen.
"Kenapa harus aku, Aku mau menghadapi orang itu Karen..." Tolak Zino karna sudah lama sekali Zino ingin beradu kekuatan dengan tamu tak di undang ini.
"Zino mengertilah... Di antara kita berdua kamu yang gesit. Kalau masalah menghadapi orang ini, bisa kamu lakukan setelah melindungi Cessa." Ucap Karen lagi sambil menyingkut ngingkut Zino.
"Tapi kamu..." Ucap Zino tak terima lagi.
"Aku tidak apa apa... Aku bisa menjaga diriku sendiri." Ucap Karen lagi meyakinkan Zino.
Zin langsung saja berlari menuju Cessa, laki laki itu tentu saja tidak tingal diam.
DOR DOR DOR...
Tembakan di lesatkan oleh orang itu dengan senyuman jahat dan senang melesatkan tembakan tembakan itu.
"Aaaaaa..." Teriak Cessa dan berjongkok di tempat dan Zino berlari kencang manuju Cessa tanpa mengkhawatirkan semua amunisi itu menabrak tubuhnya. Karen dan yang lainnya pun yakin dengan kehebatan Zino dalam kegesitannya.
Karen juga tidak tinggal diam dan memilih untuk menyerang laki laki itu juga dengan barlari kemudian menendang kaki laki laki itu dan karna laki laki itu kurang memperhatikan Karen dan masih fokus dengan Zini dan pistolnya sehingga tendangan Karen tepat sasaran.
Laki laki itu tersungkur dan meringis sambil tersenyum.
"Ho'oooohhh... Rupanya kalian ini sudah berkerja sama rupanya... Ck ck ck... Jadi aku terlambat ya..." Ucap Laki laki itu dengan terus mengelus kakinya ynag di tendang Karen dengan cukup Keras itu.
"Stev, ini semua tdak ada sangkutannya denganmu... Ini masalah aku dan Zino.. Kenapa kamu yang ikut campur juga..." ucap Karen dan memperbaiki bajunya yang berantakan karna aksinya tadi dan Zino kini juga sudah merangkul Cessa dan melindunginya.
"Hehehe... Aku kan juga ingin semakin akrab dengan kalian... Atau Mungkin lainnya.." Ucap Laki laki itu yang tak lain adalah Stev Paul. Musuh yang di gadang gadang menganggu rencana Karen dari awal hingga penyerangan mendadak kemarin.
"Zino aku takut..."Ucap Cessa gemetaran.
"Tenanglah Cessa, ada aku dan karen di sini, aku jamin kamu akan baik baik saja.." Ucap Zino berbisik pada Cessa.
__ADS_1
Stav terus menatap Zino dan juga Cessa. Tatapanya sangat menyeramkan, dan sangat mengintimidasi Cessa. Karen juga menyadari tatapan itu
"Stev pergilah kami tidak membutuhkan kehadiranmu di tempat kami ini..." Usir Karen berkelas sekali.
"Cihh baiklah aku pergi tapi aku tidak akan menyerah seperti ini saja.. Aku akan kembali dan lihat saja... Kalian pasti akan meminta ampun padaku... Sampai jumpa cantik..." Ucap Stev dan melambaikan tanganya pada Cessa yang brada di belakang Zino dan menggengam erat baju Zino.
Stev sudah pergi dari area rumah Karen dengan menggunakan helikopternya, Stev bergelantungan di tali pengaman yang di sediakan Helikopter itu. Mungkin itu sangat keren tapi di sini itu sangat mengganggu.
"Cessa... Zino..." Karen juga manaiki tangga dan menuju Zini dan Cessa.
"Kalian tidak apa apa kan...?" Karen sangat khawatir dengan keduanya.
"Tidak apa apa Karen..." Zino meyakinkan Karen karna tampaknya Karen sangat khawatir.
"Syukurlah... Ck.. Orang itu... Lorent semuanya baik baik saja kan... Lilen bagaimana...Dan Istrimu bagaimana..?" Tanya Karen mengabsen yang berada di rumahnya.
"Nona Lilen saya sudah amankan tuan..." Ucap Jake menyambungi percakapan.
"Ooohh terima kasih Jake.." Ucap Karen dengan lega.
"Cessa..." Ucap Rindu dan segera menuju Cessa. Begitu pula dengan Cessa juga sama menuju Rindu dan saling berpelukan.
Tak lama juga Lilen datang bersama anak buah Zino yang Jake perintahkan melindunginya.
"Rindu..." Cessa memeluk sahabatnya itu.
"Cessa kamu tidak apa apa kan...?" Tanya Rindu lebih panik dari pada Cessa.
"Aku tidak apa apa Rindu..." Jawab Cessa meski airmatanya tetap mengalir bebas dan tangannya juga terlihat bergetar.
"Aku melihat semunya tadi.. Dan itu sangat menakutkan Cessa.." Rupanya Rindu mengintip dari balik pintunya apa yang terjadi di luar kamarnya.
"Haha.. Iya.. Aku tidak apa apa.. Aku kan di lindungi mereka.." Ucap Cess dan menoleh pada Zino dan Karen.
Zino dan Karen sepertinya sedang saling menenangkan satu sama lain. Karen mengelus elus punggung Zino dan Zino menganggukan kepalannya.
Lilen juga memperhatikan yang terjadi di sekitarnya, hal yang sangat jarang ia lihat dalam hidupnya.
__ADS_1
"Ini masih pagi bisa bisanya Stev datang seperti itu." Ucap Karen dan mendudukkan tubuhnya di sofa terdekat.
"Iya.. Aku juga sangat terkejut..." Sambung Lorent.
"Karen sepertinya kita harus bertindak segera..." Ucap Zino juga.
"Bisa saja, dia sudah melakukan penyerangan tiba tiba seperti ini.. Kita juga harus selalu siap sedia... Dan aku rasa target utamanya pasti..." Karen menoleh pada Cessa yang juga sedang menatap mereka semua yang ada di tengah itu.
"Apa?" Tanya Cessa ketika dirinya dan Rindu sudah di depan semua orang.
"Aahh tidak apa apa... Tidak apa apa.. Aku hanya minta bonus telah menolongmu dan Zino" Ucap Karen cepat mengganti topiknya.
"Hah...?" Ucap Cessa dan Zino bersamaan.
"Iya... Kalau aku tidak cepat mendendang Stev tadi maka salah satu tembakannya akan menyenai salah satu dari kalian..." Tutur Karen lagi dan senyum nakalnya saja yang terlihat dan kekhawatirannya ia sembunyikan di hadapan Cessa.
"Karen..." Ucap Zino dalam hatinya mengerti yang Karen lakukan.
"Cihh.. Kalau begitu aku juga minta bonus... Aku kan juga melindungi Cessa dan aku melakukan perintahmu dengan benar..." Ucap Zino tak kalah juga.
Dan terjadi lagi pertengkaran di antara keduanya. Pertengkaran yang sungguh tak berfaedah.
"Karen... Zino.. Aku mohon hentikan.." Ucap Cessa harus selalu menengahi keduanya.
"Cessa ke sini..." Ucap Karen dengan nada yang sedikit berbeda dari yang tadi saat bertengkar dengan Zino.
"Ya...?" Cessa pun menjawabnya dengan Serius.
Zino pun bergeser tempat duduknya yang tadi bersebelahan dengan Karen dan menepi kepinggir. Cessa pun duduk di tengah tengah keduanya. Rindu pun seperti itu, ia di jemput Lorent dan duduk di samping Lilen dan Lorent berserta Jake di belakangnya.
"Cessa mulai sekarang penjagaan ketat di sekitar tempat ini. Kalau kamu melihat orang yang mencurigakan menurut kamu jangan di dekati. Dan tentu saja tidak akan ada yang akan mendekati kamarmu kecuali aku atau Zino dan yang lainnya ini." Ucap Karen menjelaskan perlahan.
"Tapi kan aku gak tahu bedanya kelompokmu dan kelompak Zino..."Ucap Cessa ada benarnya juga.
"Eeemm gimana ya...?" Ucap Karen malah menoleh pada Zino dan Zino hanya mengangkat bahunya.
Off dlu ya kawan... Like like like ya... Ada sedikit actionnya ya.. Suka gak nih...? Semoga semua Readers suka ya...
__ADS_1