Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 83


__ADS_3

Cup


Cup


Cessa mengecup bibir Karen dan setelah itu Zino juga.


Sontak keduanya terdiam mematung.


"Cessa masa aku bekasnya.." Protes Zino.


"Yang muda kan selalu mangalah pada yang lebih tua.." Bangga Karen.


"Aku gak terima Cessa masa aku bekas dia... Lap bibirmu..." Zino maju dan mengelap bibir Cessa dengan tanganya.


Dan tiba tiba lagi, Cup..


Zino mengecup Cessa tanpa Minta Izin, Karen tentu saja geram tapi ia berusaha menetralkannya dan mengatur ekspresinya.


"Sudah.." Zino tersenyum puas di depan Karen. Karen hanya tersenyum penuh misteri.


"Ayo kita lanjutkan diskusi kita." Zino berlalu menginggalkan Karen dan yang lainnya di situ.


Jake menyusul Zino dan Lorent memilih untuk menjauh dari kamar Cessa karna tuannya pasti memiliki hal yang harus ia selesikan. Lorent memilih menjauh saja.


"Kamu harus membayarnya malam ini.." Ucap Karen dengan jelasnya di depan Cessa dan Rindu di kamar itu.


Karen mengusap bibir Cessa yang tadi di kecup Zino dengan rakusnya. Karen yakin nanti malam maka ia akan menghapusnya dengan bibirnya juga.


Karen berlalu juga menyusul Zino dan yang lainnya dengan tangannyay yang di masukan ke dalam saku celananya.


"Tuh kan.. Gini aja rebutan... Apa lagi kalau.." Rindu menghentikan ucapannya karna Cessa menoleh padanya.


"Iiss Rindu ini kamu malah dukung mereka... Bantu kah gitu.. Malah biarin aja.." Cessa hanya bisa protes.


"Eh tapi tadi kata Karen malam ini maksudnya apa ya Sa...?" Rindu malah penasaran.


"Gak tahu ah..." Cessa tak peduli.


***


Siang berganti malam. Cessa dan yang lainnya sudah selesi makan malam, makan malam ini ada yang berbeda, Karen dan Zino tidak bertengkar seperti biasanya dan lebih terkesan lebih banyak diam, semuanya kembali ke kamar masing masing. Kecuali Karen. Ia memiliki jalur yang berbeda malam ini.


Dengan perlahan Karen mengendap endap menuju kamar Cessa takut ada yang melihatnya. Seperti pencuri di rumah sendiri saja.


TOK TOK TOK..


Karen mengetuk pintu Cessa.


"Siapa ya..?" Cessa mengintip sedikit dari balik pintunya.


nurkrjrjrjrjir


"Karen..." Cessa melihat dengan jelas itu adalah Karen berdiri di depan pintunya.


"Aki datang managih janji..." Ucapnya datar.

__ADS_1


Cessa melihat wajah Karen yang kurang bersahabat itu, mengingat tadi siang sepertinya Karen mengalah dan itu yang membuatnya kurang bersemangat seperti ini. Cessa membukakkan pintu kamarnya dan Karen pun masuk.


Setelah Karen masuk ia langsung saja menarik tangan Cessa dan Karen sendiri yang menutup pintu itu dan menguncinya rapat rapat.


"Karen..." Cessa belum selesai berbicara tapi Karen sudah memeluknya.


"Alu rindu kamu..." Ucap Karen perlahan dari pelukannya.


"Karen... Kamu baik baik saja...?" Pertanyaan yang menurut Karen sangatlah aneh.


"Apa aku akan senang jika melihat ratuku di kecup laki laki lain..?" Masih dengan nada dan suara yang tak bersemangat.


"Ya Aku..." Cessa bingun harus menjawab apa.


"Sudahlah aku malam ini cuma mau di manja manja kamu... Gak mau yang lain. Peluk aku..." Karen semakin banyak maunya.


"Ya Ini dan kita lagi pelukan..." Kenyataannya.


"Iya... Aku maunya di ranjang..." Tak sempat mengelak Karen langsung saja memopong Cessa dan membawanya ke tempat tidur yang empuk itu.


"Karen.. Jangan macam macam..." Peringatan dari Cessa was was itu pasti akan terjadi.


"Iya ya... Tapi kalau iya juga gak apa apa kok, gak ada yang liat kita dua dalam kamar ini. Paling cuma kedengaran suara ******* kamu aja..." Karen mencolek dagu Cessa dengan gemas.


Karen sangat menantikan lagi malam seperti ini. Setelah malam panas itu Karen dan Cessa tidak ada melakukannya lagi atau sekedar tidur bersama karna keberadaan Zino dan yang lainnya di rumah ini maka Karen tidak dapat bergerak bebas seperti biasanya.


"Cessa aku mohon aku sangat merindukan kamu... Apa kamu gak rindu sama aku..." Karen memasang wajah memelasnya.


"Karen aku mohon jangan begini.." Karen semakin mendekatkan tubuhnya dan tubuh Cessa.


"Karen.."


"Aku mohon Cessa jangan tolak aku malam ini.. Aku hanya ingin di sayang sayang kamu.. Aku cuma mau nempel kayak gini aja..." pinta Karen lagi.


"Janji ya jangan macam macam.." Cessa menunjuk wajah Karen dengan telunjuk kecilnya.


Karen menarik telunjuk kecilnya ke dalam mulutnya dan melahapnya bagaikan melahap makanan.


"Karen...!" Pekik Cessa terkejut.


"Aku sudah bilang aku merindukan kamu..." Karen melepaskan jari kecil itu dari mulutnya.


"Ya jangan juga kayak gitu.. Jorok...!" Protesnya lagi.


"Lalu apa yang gak jorok..." Karen mendekatkan wajahnya kini ke wajah Cessa dan jelas saja tujuannya bibir Cessa.


"Stop.." Cessa menempelkan jari telunjuknya lagi di bibi Karen yang semakin mendekat.


"Apa..?" Dengan bibir yang di bungkam Karen barusaha berbicara.


"Aku sudah bilang jangan macam macam..." Tambah Cessa lagi dan mengulang ucapannya sejak awal.


Tanpa aba aba lagi Karen melahap Jari yang menelpel di binirnya seperti awal tadi.


"Katanya tadi jorok tapi tetap kamu tempelkan juga di bibir aku ya udah kau langsung hap aja.." Ucap karen dan ua sangat menikmati jari itu.

__ADS_1


Lidah nakalnya memainkan jari telunjuk Cessa dan membuat Cessa geli di setiap gerakannya. Beberapa kali Cessa ingin melepaskan jarinya tapi Karen lebih kuat.


"Ka.. Karen jangan gitu.." Cessa bersuara di tengah kegeliannya.


"Hahahaa.. Kenapa...? Geli kah..? Mau yang lebih kah...?" Tanya bertubi tubi Karen menyinggung yang lainnya.


"Karen..." Cessa menatap Karen dengan geramnya.


"Haha iya iya... Aku ini laki laki sejati kok... Aku udah janji tenang aja..." Ucap Karen lagi.


Sebenarnya tak mudah mempercayai Karen tapi Cessa tetap berusaha mempercayainya.


"Cessa ada tanda tandanya kah..?" Karen merubah posisinya dan kembali memeluk Cessa dengan mesra.


"Tanda tanda...?" Ulang karna tak paham.


"Iya tanda tanda kayak Rindu itu..!" Tambahnya.


"Rindu..? Apa... Karen...!" Setelah beberapa menit barulah Cessa mengerti maksud ucapan 'tandan tanda' itu.


"Looohh memangnya salah pertanyaanku.. Betul itu... Apa kamu tidak ada tanda tandanya...? Malam itu kan kita..." Karen mulai membahasnya lagi.


"Karen...!! Dengar... Itu baru beberapa hari yang lalu mana ada apa apanya..." Cessa benar benar sensitif membahas itu.


"Hei... Apa salahnya aku mau tahu.. Siapa tahu kan ada... Karen kecil atau Cessa kecil mungkin...?!" Goda Karen lagi tak ada habisnya.


"Haduhh.. Karen..." Cessa menepuk keningnya.


"Aku sangat menginginkannya Cessa.. Aku bahkan sudah menyiapkan nama nama untuk anak anakku.. Mau dengar..? Kalau anak kita perempuan, aku akan memberinya nama Karsa Stone.. Cantik kan? Kalau laki laki, aku akan memberinya nama..." Karen seperti sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius.


"Apa namanya...?" Rupanya Cessa juga ingin tahu.


"Eeemm aku bisik aja ya..." Karen pun membisikannya.


"Kenapa itu..?" Tanya Cessa setelah mendengar nama yang di bisikan Karen di telinganya.


"Karna aku mau..." Ucapan yang singkat tapi sangat mengganggu pendengaran Cessa.


"Cihhh.." Akhirnya Cessa hanya berdecih.


"Ya Cessa aku sangat menginginkannya, kita akan membangun rumah besar di tempat kita piknik kemarin, kita akan memiliki dua anak, yang pertama perempuan dan itu tadi namanya dan jika laki laki yang tadi juga namanya... Wah.. Senangnya aku.." Karen sangat gemas dan ******* ***** selimut yang ada di dekatnya.


"Oohh ya ampun.. Kamu raja halu.." Cessa mendapat panggilan baru untuk Karen.


"Terserah kamu mau bilang aku apa, tapi kamu tidak dapat mengubah kenyataanya nanti kalau aku akan menjadi Daddy dari anak anakmu.."


Cup..


Karen mengecup kening Cessa dengan lembut.


"Eeem yalah itu.. Asal kamu senanglah.." Acuh tak acuh Cessa setelah mendengar kehaluan Karen.


Off dulu kawan... Like ya..Maaf selow lagi setelah ini part romantis dan setelah itu part actionnya lagi ya... Harap bersabar.


Author juga ucapakan selamat bergabung di novel ini untuk para pembaca baru.. Terima kasih sudah mendukung dan membaca kisah rumit ini. Semoga yang Author terapkan dalam kisah ini cocok dengan minat bacaan kalian.

__ADS_1


Janga bosan menunggu dan menanti bab bab baru... I like you all..


__ADS_2