Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 70


__ADS_3

Cessa menatap pintu kamar mandi yang tertutup dan Karen di dalamnya.


"Kayak gak ada orang lain . aja..." Cessa menatap sekelilingnya dan memang tak ada seorang pun di dalam kamar itu selain dirinya.


Cessa malah berdecih dan menunggu di depan laptop Karen seperti orang bodoh.


Sekitar lima menit Cessa menatap laptop itu tiba tiba ada notifikasi di laptop Karen. Cessa pun membuka notifikasi tersebut tanpa minta izin dulu dari Karen. Cessa melihat notifikasi itu di sebuah email. Dilihatnya ada sebuah video yang sepertinya untuk karena.


"Karen ada notifikasi masuuuuukkk......" teriak Cessa dari depan laptop.


Karen membuka pintu kamar mandinya mendongakkan kepalanya keluar,


"Coba lihat dari siapa..." Cessa mendengarkan Karen sendiri yang memintanya untuk membuka notifikasi tersebut pun tanpa ragu membukanya.


"Ih ini apa sih namanya nggak paham aku..." Tidak mengerti kode yang diberikan oleh Zino, kode yang membentuk huruf tentunya Hanya mereka yang mengerti artinya.


" Memang isinya apa apa? " karena masih di dalam kamar mandi hanya kepalanya saja yang terlihat.


" Sepertinya ini sebuah video Karen..." Karen terdiam sejenak


"Tunggu dulu ya tunggu 30 detik..." Karen masuk lagi ke dalam kamar mandi dan terdengar suara ribut-ribut dari dalamnya sepertinya Karen berusaha secepat mungkin menyelesaikan ritual mandinya. Dengan segera Karen keluar dari kamar mandi dan langsung menuju meja dan laptopnya bersama Cesa.


" Coba mana lihat...! " Cessa menggeser duduknya dan Karen duduk di tempat Cessa.

__ADS_1


Karen mulai membuka notifikasi di emailnya tersebut. KarenĀ  masih menggunakan handuk dan tubuhnya masih sangat basah sepertinya karena tidak sempat mengelap tubuhnya, langsung saja mengenakan handuk dan keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru.


Itu sangat terlihat dari gulungan handuk Karen yang sembarangan dan juga di sekujur tubuhnya yang masih basah.


Karen mulai mengutak-ngatik dan mencoba mencari arti kode yang Zino kirimkan kepadanya. Akhirnya Karen pun berhasil membuka kode yang Rino kirim, video pun terputar.


.....


Di tempat lain Dino tersenyum penuh kemenangan, Iya yakin Rencananya akan berhasil dan Karen akan masuk perangkap nya juga. Tiba-tiba terdengar dentuman yang sangat keras di depan Hotel Dino sekarang.


Booooommmmm


"Secepat itukah Karen menyerang?" Zino melihat dari jendelanya melihat itu bukanlah anak buah Karen melainkan anak buah dari kelompok lain.


Rasa penasaran Dino pun timbul karena tidak pernah mengirimkan surat sebanyak ini kepada Zino kalaupun karena ingin mengirim surat, Karen akan menggunakan email untuk membuat peringatan tapi kenapa kini menggunakan surat barulah Zino merasa ada keanehan di surat tersebut.


Akhirnya Dino mengambil selembar Amplop yang berisi surat tersebut. Membukanya dan membacanya.


Ada beberapa foto seorang orang anak perempuan yang pastinya zino kenal


"Hai apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja kamu ingat dan dengan foto perempuan ini, Bohong lah kalau kamu lupa akan saudara kembar mu sendiri. Aku tahu banyak tentang dia kalau kamu mau temui aku Bahkan aku ada Ada hadiah untukmu, oh ya aku juga ingin memberitahu kalau hiu putih sedang mengincarmu jadi hati-hati ya oh ya kalau ingin bertemu aku berada di sebuah penthouse megah disini kau akan mudah menemukannya kalau tidak Silahkan hubungi aku maka aku yakin kamu tidak akan menyesal karena ini semua amanah dari saudara kembar Mu datanglah secepatnya sebelum hiu putih mengejarmu... Cepatlah sebelum hiu hiu itu menyerangmu.. Makanya kalau ada surat atau apapun cepat du buka jangan menunda nunda..."


Itulah pesan singkat yang dikirimkan oleh karena, walaupun Karen mengirimkan beratus-ratus amplop surat hanya itu yang tertulis di dalam surat tersebut dan ada beberapa foto foto seorang anak gadis sedang mendorong anak laki-laki di atas kursi roda, ada foto seorang anak gadis sedang makan buah apel dan di sampingnya juga ada dan laki-laki berkursi roda, dan masih ada beberapa foto dengan foto gadis yang sama dan tentunya Zino yang paling tahu itu siapa menatap keluar jendela nya melihat asap putih yang berterbangan mulai memenuhi pekarangan hotel benar yang dikatakan rupanya anggota hiu putih sudah melakukan penyerangan,

__ADS_1


Ini Rino yang lambat tahu atau memang Zino tidak ingin tahu.


"Jadi Karen sudah mengetahui kalau hiu putih sudah mulai mengintai... Cih surat ini sok tau.. Lambat buka konon.. " Zino memegangi foto-foto yang tadi ada di dalam amplop surat dari Karen. Mengamati foto tersebut mendapatkan sesuatu yang janggal dan ia mulai sangat penasaran. Tiba tiba Zino mengedipkan matanya berkali kali. "Tapi aku memang lambat membukanya..." Zino memperhatikan surat itu dan setelah itu Zino turun dan menuju ruang tengah tempatcZino menrobek robek surat pertama dan kedua sampai yang ketiga yang Karen kirimkan.


Beruntungnya surat surat itu hanya terobek menjadi dua bagian dan Zino masih bisa membacanya.


Di surat pertama sampai ketiga, Karen tidak memberikan ledekan di kalimat terakhir, berarti jika Zino lebih cepat membuka surat surat itu Zino mungkin akan lebih waspada pada penyerangan Hiu putih. Dan mungkin secepatnya Zino akan menemui Karen dan tentu saja Zini tidak akan membuat video panasnya dengan Lilen, tapi sekarang bagaimana, video itu sudah terkirim dan bahkan sudah ada notif kalau Karen sudah membuka kode yang Zino buat dan itu berarti Karen sudah menonton video tersebut.


"Bagaimana ini...?" Zino bingung harus melakukan apa karna yang ia lihat di luar anak buah Stev Paul sudah berkeliaran dan kini anak buah Zino dan Anak buah Stev sedang adu kekuatannya.


"Jake... Kita harus secepatnya menemui Karen Stone." Ucap Zino pada Jake yang baru saja selesai menembak musuhnya dari atas pohon di dekat hotel tersebut.


Zino menghubunginya mengunakan earphone yabg selalu menempel di telinga anak buahnya. Dan juga tentu Jake memilikinya juga


"Jadi kita akan mempercapat rencana penyelamatan Cessa dan Rindu..."Jake membidik lagi sasarannya tapi tetap menjawab ucapan Zino dengan tenang.


"Tidak.. Tapi ini sangat perlu." Ucap Zino lagi dan mengakhiri infonya pada Jake. Mau tak mau Jake turun dan langsung masuk ke dalam hotel dan menemui Zino.


Jauh dari tempat Zino dan Lilen, Karen dan Cessa kini sama sama membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Cessa sampai sampai menutup mulutnya tak percaya.


Karen mengepalkan tangannya dan menahan amaranya, sedangkan Cessa menatap tak percaya. Nafasnya memburu seakan ingin menerkam Zino saat itu juga.


Karen...

__ADS_1


Off dulu kawan... Ingat ya Auhtor ajak readers mampir ke novel baru author judulnya Dendam 100 Kilogram, author tunggu ya..


__ADS_2