Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 65


__ADS_3

Lilen berapa kali menggeleng-gelengkan kepalanya menyadarkan dirinya sendiri, berusaha untuk terus mencari topik pembicaraan hingga yakin Lilen benar benar tak sadarkan diri.


Zino mulai membicarakan topik pembicaraannya "kau baik-baik saja?" Lilen menganggukkan kepalanya tak ingin Zino mengetahui dirinya berpikiran yang macam macam tentang dirinya.


"Sepertinya kamu kurang sehat? Mau ku antar pulang? " Dengan segera Lilen menggelengkan kepalanya "Tidak apa-apa Zino. Aku baik-baik saja..." Zino menganggukan kepalanya setuju tapi otaknya terus berputar mencari cara agar Lilen tetap disana dan Zino berhasil membuat Lilen tak sadarkan diri sepenuhnya. Akhirnya, Zino mendapatkan ide bagus


"Lilen kita makan lagi es krimnya mau ke suapi?" Lilen awalnya bingung harus menjawab apa tapi akhirnya lilin menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan Zino.


Zino mengambil sendoknya dan menyentuhkan es krim miliknya dan menyuapkannya langsung kepada Lilen.


Tak percaya Zino melakukan itu padanya mereka dua baru saja bergabung sendok. Zino yang melihat Lilen mau menuruti apa yang ia katakan makan Zino mengambil es krim milik Lilen dan memakannya sedikit setelah itu Zino juga menyuapi Lilen dengan es krim yang sama yaitu es krim milik Lilen yang tercampur dengan obat bius.


Ini memang rencana Zino percaya padanya. Memang ini cukup berbahaya untuk Zino karena dia juga mengonsumsi es krim tersebut. Tapi demi kelancaran rencananya maka mau tak mau Dino juga melakukan hal itu.


Lilen semakin melayang-layang pikirannya tapi tetap pada seorang saja yaitu Zino laki-laki tampan di depannya Zino tak henti-hentinya tersenyum kepada Lilen dan menambah Khayalan Tinggi Lilen menjadi jadi.


Setelah suapan ketiga sepertinya lilin sudah tidak tahan lagi, alhasil Lilen tak sadarkan diri dan setelah Lilen tak sadarkan diri barulah semua anak buah Zino keluar dari tempat persembunyian masing-masing dan meneruskan rencananya.

__ADS_1


Zino sengaja membawa banyak anak buahnya karena ada yang harus berjaga jaga, ada yang harus membantunya memindahkan Lilen dan ada juga yang harus memperhatikan Karen yang kini sudah tiba di Amerika bersama dengan Cessa. Hanya ini satu satunya jalan agar Zino berhasil membawa tawanannya dan jika berhasil maka Zino dan Karen akan melakukan pertukaran, itupun kalau Karen mau. Zino membawa Lilen ke salah satu hotel yang cukup jauh dari tempat makan siang mereka tadi karena ini penting dalam rencana Zino. Tentu saja Zino tak ingin Karen mengetahui rencananya. Tapi tentu saja, Karen tidak sebodoh itu.


Kini Karen dan jasa juga sedang melacak keberadaan Lilen dan juga Zino tapi sayangnya persiapan Zino sungguh matang sehingga Karen tidak dapat menemukannya. Karen kini karena mengajak Cessa untuk beristirahat dulu di salah satu rumah yang di sewa karena untuk beberapa waktu ke depan.


"Cessa kamu istirahatlah dulu kamu pasti lelah perjalanan kita tadi sangatlah panjang." Saran Karen kepada Cessa.


"Tidak Karen aku tidak apa-apa Bukankah aku tadi sudah banyak sekali istirahat saat kita di pesawat. Bahkan aku sampai tertidur diatas badanmu untuk apa aku istirahat lagi?" ucap Cessa sambil berdecak pinggang.


Karen tersenyum melihat tingkah imut Cessa. "Baiklah Ratuku Sesuka dirimu dan selamat menikmati pemandangan Washington, Aku ingin membersihkan tubuhku dulu rasanya sangat lengket."


Karen pun bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya kini Cessa termenung sendiri, ia Masih memikirkan Bagaimana caranya agar perselisihan antara Karen dan juga Zino cepat berakhir. Zino bukanlah orang yang mudah percaya apalagi kepada musuhnya sendiri. Dan Karen sendiri, kenapa dia tidak langsung saja mengatakan yang sebenarnya tapi malah menyimpan rahasia itu sendiri Sementara Zino juga harus tahu kenyataannya. Ini benar benar membingungkan. Beberapa kali Cessa pun menghembuskan nafas kesalnya, memang ia akui yang salah disini adalah Karen pertama karena tidak memberitahu kebenarannya kepada Zino, yang kedua karena harus menculik dirinya untuk melakukan misi anehnya ini, misi mengganggu adik CK CK CK...Pikir Cessa. Tanpa Cesa sadari Karen sudah selesai mandi dengan handuk putih di pinggangnya dan satu handuk kecil lagi tepat di kepalanya dan satu tangannya mengusap usap handuk tersebut ke rambutnya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah itu.


"Aku heran, kenapa kamu bisa selalu tahu isi pikiranku? Apa kamu bisa membaca isi pikiran atau kemampuan lainnya?" Karen menanggapinya dengan tawanya dan tak lupa selalu saja lesung pipit manisnya timbul di pipinya.


"Sayang.. Sangat mudah untuk melihat apa yang sedang wanitaku ini pikirkan Kamu tenang saja Aku disini untukmu dan akan ku hadapi Zino Jika perlu dan seperti yang kamu pikirkan tadi aku akan berterus terang kepada Zino tentang kebenarannya walaupun resikonya sudah pasti Zino tidak akan mempercayai aku." Cessa beberapa mengedipkan bulu matanya beberapa kali.


Sungguh baru kali ini Cesa menemukan laki-laki seperti Karen laki-laki di luar sana jarang sekali bisa seperti Karen, laki laki yang sangat pengertian. Karen mengusap Puncak kepala Cessa dengan sangat lembut

__ADS_1


"Aku janji semuanya akan baik-baik saja..." Cessa masih menatap Karen dengan tak percaya,


"Baiklah jika kamu yakin dengan apa yang baru saja kamu pikirkan kan maka aku yang tidak tahu apa-apa ini hanya bisa mengiyakan dan mendoakan yang terbaik. semoga kamu dan Zino cepat berbaikan dan menjadi satu keluarga yang utuh dan kamu Ingatkan seperti yang di Ina bilang kamu harus menjaga adiknya yaitu Zino. Ingat itu!"


Karen menganggukkan kepalanya dengan yakin dan mantap.


"Aku sudah mengirimkan beberapa anak buahku ke tempat di mana adikku bekerja dan juga rumahnya tapi dari keterangan mereka mereka tidak menemukan keberadaan Zino. Aku takutnya Zino sudah beraksi dan menunggu kita dan kita tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan kebenaran ataupun berterus terang itu karena hal yang pertama harus kita lakukan adalah menyelamatkan sandera yang Zino pilih karena Lilen bukanlah target yang tepat untuk Zino jadikan tawanan." Cessa mendelik terkejut dengan yang kalian katakan


"Tunggu tunggu, bukankah aku juga bukan tawanan yang pas untuk kau ambil? Lalu kenapa kau mengambil aku menjadi tawanan mu?" Lagi lagi Karen tertawa kecil menanggapi ucapan Cessa.


"Kau pikir aku ini bodoh jadi tidak tahu wanita mana yang Zino cintai. Tapi aku akui, Zino memiliki selera yang bagus masalah wanita karena jujur aku juga suka wanitanya..." Karen mengedipkan sebelah matanya kepala Cessa.


Dan itu bagaikan serangan bom maut di depan Cessa Saya ingin terus berlama lama menghadapi Karen dan rayuan mautnya Cesa memilih untuk mandi terlebih dahulu untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sudah diobrak abrik habis habisan oleh karena.


off dulu kawan sudah 1 bab bertambah...


ingat ya minggu depan karya kita ini bakal crazy crab jadi Author jamin tiap hari 3 bab on the way to you ingat ya minggu depan dari tanggal 21 sampai tanggal 27.

__ADS_1


Ingat ya readers tersayang dan Author sampaikan juga selamat datang untuk pembaca baru dan pembaca lama, terima kasih ya sudah dukung author dan kali ini author minta lagi dan tak bosan bosannya author terus minta like dan komen kalian untuk karya aktor yang satu ini... karena itu sangat berharga lho untuk author 1 like atau satu tanda love dari kalian sudah sangat menyentuh untuk autor terima kasih ya...


__ADS_2