Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 75


__ADS_3

Cessa memutar bola matanya malas, apa yang dikatakan Zino tidaklah benar dia hanya ingin menceritakan yang sebenarnya kepada Zino.


"Tapi yang aku katakan ada benarnya coba kamu dengarkan dulu penjelasan dari karen setelah itu baru kau boleh menilai..." ucap Cessa kesal lagi


Dan Zino hanya tertawa "Hahaha dengar aku tahu, kamu dan Sharon pasti sudah..."


Karen bangkit dari duduknya dan menarik baju Zino.


"Cukup kamu salahkan aku jangan bawa bawa Cessa, dia sama sekali nggak ada sangkut pautnya sama masalah kita... " tangan Karen yang mencengkram bajunya dengan kasar


"Nggak ada sangkut nya? Adalah sangkut nya, Cessa wanitaku lalu kau membawanya Apa itu benar, dan ini yang aku dapatkan rupanya Zina kehilangan jantungnya karena kamu dimana otakmu sebenarnya..."


Karen hanya bisa menatap mata Zino dan Cessa hanya bisa berdiri layaknya patung pajangan.


Jake sedaritadi mencuri pandang kepada Lorent yang berdiri di belakang Karen, sepertinya sangat menghawatirkan rindu di kamarnya dan itu sangat dilihat dan ditangkap dengan jelas oleh Jake.


keduanya tidak fokus kepada Tuan mereka yang tengah bersitegang mereka berdua hanya fokus dengan masalah mereka saja.


Lorent mencoba untuk fokus lagi dengan masalah Tuannya Tapi saat ia menoleh ia malah mendapatkan Jake sedang memandangnya dengan tatapan mencurigakan.


"Apa yang dia mau...? " Lorent pura-pura tidak melihat Jake.

__ADS_1


"Zino aku mohon dengarkan aku dulu terserah kau mau katakan aku apa dengan Karen tapi aku hanya ingin mengatakan kalau memang benar jantung dari kakakmu Zina diberikan kepada Karen, tapi itu dengan persetujuan dari Zina sendiri dan sama sekali tidak ada paksaan, bahkan ayah dari Karen pun Sempat ingin menolong Zina dalam kondisinya, tapi Zina sendiri yang meminta untuk melanjutkan pendonoran jantungnya untuk Karen. Aku mohon coba dengar dulu penjelasan dari Karen..."Zino mendengarkan dengan seksama setiap ucapan dari Cessa, Karena sejujurnya ia masih sangat mencintai Cessa dan masih berharap Cessa kembali padanya. Rasa rindu mendengar suara indah Cessa membuat emosi Zino turun ketika mendengar permintaan Cessa untuk mendengarkan dulu cerita yang sebenarnya dari Karen maka Zino mencoba untuk melakukan yang Cessa sarankan


"Baiklah aku akan mendengarnya tapi hanya sekali ini saja setelah itu Maaf, aku akan membawa Cessa aku pergi dari sini... " Karen tertawa mendengar ucapan Zino


"Bukannya kamu bilang tadi dia suka padaku Lalu kenapa kamu mengambilnya?" Zino berdecih mendengar ucapan karena


"Terserah dia mau suka padamu atau tidak Tapi intinya dia tetap milikku dan akan selalu milikku" Ucapan itu sangat panas di dengar di telinga Karen tapi Cessa berusaha untuk menenangkan keduanya lagi dengan memegang masing-masing bahunya


"Kita duduk dulu dan kita bicarakan baik-baik." Cessa menarik Karen dan mendudukkannya di sofa setelah itu dia menarik lagi tangan Zino dan membawanya duduk di sofa seberang dan Cessa duduk di sofa tunggal di tengah-tengahnya mungkin itu adalah posisi yang paling tepat untuk melerai keduanya


"Karen katakan sebenar-benarnya sejujur-jujurnya kepada Zino biarkan dia juga tahu kebenarannya..." Karen menganggukkan kepalanya Cessa kemudian menoleh kepada Zino


"Dan kamu dengarkan baik-baik jangan dulu memotong pembicaraan Karen sebelum ia selesai bercerita, fokus pada ceritanya bukan pada yang lainnya ingat itu...! " Zino sama menganggukkan kepalanya mengerti.


Sudah hampir di penghujung cerita, Zino bersuara


"Jadi orang-orang itu dari dulu sudah memusuhimu?" Karen menganggukan kepalanya


"Sebenarnya mereka bermasalah dengan ayahku, tapi dulu kelemahan terbesar Ayahku adalah aku sendiri Oleh sebab itu mereka lebih mengincarku dan seperti itulah yang terjadi, aku minta maaf sebelumnya karena kepayahanku yang dulu membuat Zina saudara kembarmu yang berkorban, Aku membenci kondisiku saat itu kondisi yang hanya mengandalkan orang lain, berlindung di belakang orang lain, Semuanya serba membutuhkan pertolongan orang lain, Padahal aku juga mau sehat Aku juga mau melindungi orang-orang di sekitarku tapi entah kenapa Tuhan sangat jahat kepadaku dan memberikanku cobaan yang sangat berat kala itu. Mungkin di kehidupan sebelumnya aku berbuat jahat makanya aku diberikan hukuman yang setimpal, tapi kalau itu memang terjadi di Meka Biarkan di kehidupan ini aku tidak melakukan kesalahan lagi oleh sebab itu aku benar-benar minta maaf padamu Zino dan jantung ini... " Karan memegangi dadanya nya


"Aku tidak tahu harus melakukan apa dengan jantung ini, aku sudah menerimanya, aku sudah memakainya bertahun-tahun ini, dan baru 1 tahun kemarin aku tahu asal-usulnya. Oh ya Ada beberapa pesan dari kakakmu, dia bilang kamu anak yang ceria, kamu mempunyai satu permainan yang sangat kamu sukai, kamu sangat suka main petak umpet... Bagaimana Apa kamu suka main petak umpet denganku?" Jujur Zino tersentuh dengan ucapannya karena sangat benar yang Karen katakan jika Zino sangat suka main petak umpet dulu bersama Zina saudara kembarnya sendiri tapi sepertinya ego yang dimiliki Zino lebih tinggi daripada rasa harunya. " Cih... Aku bukan lagi anak kecil yang suka bermain petak umpet, lalu apa lagi yang ia katakan?" Zino masih penasaran dengan apa saja pesan pesan dari kakaknya.

__ADS_1


"Ya... yang sedang aku lakukan ini adalah pesan dari kakakmu Zina, dia memintaku untuk bermain-main denganmu menggantikan dirinya Oleh sebab itu aku bawa kamu bermain-main petak umpet tapi secara dewasa bukan anak kecil... " Zino langsung bangkit dari duduknya


"Oh jadi karena itu kamu menculik Cessa, kamu menyembunyikan dia begitu? "


Karen mengangkat bahunya


"Tentu saja iya, aku sembunyi kamu yang jaga... " Karen masih tersenyum dengan puasnya karena berhasil mengelabui Zino.


sedangkan Zino sendiri merasa sangat bodoh rupanya Ia hanya masuk perangkap dari karena yang sedang mengerjai nya "Ayolah Zino untuk terakhir kalinya, aku janji setelah ini aku akan berhenti dan kau akan berkuasa ini hanya misi terakhir ku, Cessa Apa nama misi ini?"


Cessa terkejut Karen malah bertanya padanya, nanti Makasih Zino akan mengira Cessa juga ikut ambil bagian dalam permainan Karen.


"Kenapa aku? Kamulah yang jelaskan! " Cessa melipat kedua tangannya dan bersandar di sofa tersebut.


"Satu hal lagi ingin aku tahu, Cessa Apa kamu juga tahu rencana Karen ini hanya ingin mengerjai aku? " Kali ini Zino bertanya kepada Cessa.


Benarkan yang Cessa pikirikan Zino mengira Cessa juga ikut mengerjai Zino


"Aku sama sekali nggak tahu apa-apa, aku diculik, aku dibawa kesini, aku ditinggalkan dalam kamar sendiri, dan setelah itu barulah Karen menceritakan semuanya Kenapa ia menculikku.. Aku sama sekali enggak ada campur tangan dalam masalah dia aku hanya, apa ya...? Mungkin lebih tepatnya umpan... Mungkin? "Jelas Cessa apa yang terjadi dengan dirinya yang hanya dijadikan sebuah umpan agar rencana karena berjalan dengan lancar.


"Jadi kamu sama sekali nggak tahu apa-apa tentang ini semua...?" Cessa menganggukan kepalanya

__ADS_1


"Karen kamu...!" Zino semakin gerah dengan Karen.


Karen...


__ADS_2