
Di rumah, Lilen duduk sendirian di teras. Jake mengamati dari kejauhan sesuai permintaan Cessa.
Selayaknya seorang snaiper, Jake bersembunyi tak terlihat.
Kikk kiiikk..
Mobil Zino dan yang lainnya tiba di depan rumah. Cessa dan Rindu keluar bersamaan. Cessa juga menggendong baby Karsa di gendongannya.
"Hai Aunty Lilen.." Cessa sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama Baby Karsa.
"Hai.." Sapa Balik Lilen.
"Waaahh Karsa punya bibir yang sangat imut... Pasti karna sering nyusu sama Mommy kan.." Lilen memainkan tangan baby Karsa.
"Eeemmm.." Zino bergumam dari jauh.
"Apanya yang eeemmm?" Jake tiba tiba muncul di depan Zino.
"Eeeiittss kamu ini.." Zino terkejut.
"Apa..? Nanti kamu juga bisa nyusu kok.. Apalagi kalau Lilen sudah lahiran.." Ledek Jake.
"Rasa kau.. Tadi kamu ledekin aku tinggal sama Lilen.. Sekarang gantian.." Gumam Jake.
"Eeehh kamu juga bisa looo.." Ledek Balik Zino.
Zino menatap lagi kursi di teras itu yang di dudukki para wanita itu. Tapi yang selalu ia tatap adalah Cessa. Hanya Cessa dan Karsa.
__ADS_1
***
Semuanya berjalan dengan baik selama beberapa hari ini.
Sudah genap Seminggu setelah keberangkatan Lorent, Rindu masih bersama Cessa dan yang lainnya.
Baby Karsa juga semakin aktif. Cessa sangat sibuk bersamanya, Cessa tak bisa meninggalkan baby Karsa pada Asistennya, Cessa hanya ingin menjaga Baby Karsa sendiri. Bebebrapa kali Bella juga menghubungi Cessa untuk melihat Baby Karsa meski hanya dari video.
"Seharusnya hari ini kan Lorent pulang..?" Tanya Cessa pada Rindu.
"Iya.. Harusnya sih gitu..." Jawab Rindu juga tak pasti karna meski sudah hampir seminggu Lorent pergi, ia tidak pernah mengabari Rindu. Rindu hanya berpikiran posotif dan yakin kalau Lorent benar benar sibuk di sana.
"Eeemm di mana Zino..?" Jake datang membawa pipa dan cangkuk.
"Zino.. Mana aku tahu.." Jawab Cessa asal.
"Eeehh kamu mau ngapain di situ Jake..?" Rindu bertanya karna Jake menggali tanah dengan cangkulnya tadi.
"Aku mau perbaiki pipa, air di dalam rumah kan agak macet gitu.. Di liat dari sini dulu.." Jawab Jake.
Sedangkan Lilen hanya diam tak bersuara, bertanya atau melanjutkan ucapan Jake.
Zino juga datang membawa lem khusus untuk pipi. Bajunya juga sudah basah kuyub.
"Kok kamu gak bilang kalau udah pindah sini.. Aku harus di susul Cessa dan Karsa jadinyanya.." Oceh Zino sambil mengelap wajahnya.
"Waaahh sudah main air aja kamu ya.. Seru..?" Ledek Jake sambil mencari pipa dengan tangannya.
__ADS_1
Air mulai berkeluaran dari dalam tanah, Jake tetap memasukan tangannya kedalam tanah agar bisa mematahkan pipa itu.
Rindu dan Lilen masih di tempat yang sama. Memang tak terlalu dekat dengan Jake dan Zino tapi mereka bisa melihat dengan jelas yang kedua laki laki itu lakukan.
Cessa juga sedang berjalan menuju Lilen dan Rindu bersama baby Karsa.
Tiba tiba..
Byuurrrrr...
Air dari pipa itu begitu banyak keluar hingga mengudara. Zino dan Jake juga terkejut bahkan Jake sampai terpental ke belakang.
"Aaaaaaahhh...?" Rindu dan Lilen lebih terkejut lagi air berjatuha mengenai mereka.
"Eehhh jangan lari.. Rindu Lilen..!!" Cessa juga sama terkejut.
Air bercampur lumpur itu bercucuran dari langit bagaikan hujan. Zino yang mendengar ucapan Cessa langsung berbalik dan berlari melindungi Lilen dan Rindu. Sedangkan Jake berusaha mengecilkan aliran air itu.
"Rindu...!" Lorent juga tiba di rumah Zino dan melihat semua kekacuan ini.
Lorent berlari juga dan melindungi Rindu.
"Sayang..?" Rindu tak salah lihat. Ini adalah suaminya. Rindu langsung memeluk Lorent.
Sedangkan Zino masih melindungi Lilen di belakangnya.
Cessa melihat semuanya. Rasanya sngat aneh melihat Zino melindungi Lilen tapi pikiran dan rasa itu hilang begitu saja dan hanya timbul senyuman melihat pasangan itu.
__ADS_1