
Cessa melihar Karsa sedang menangis hebat dan membuatnya bangun dari tidurnya.
"Karsa..!" Panggilnya. Ia melihat Karsa di sampingnya tidur dengan nyenak tanpa gangguan.
"Kenapa..?" Zino juga terbangun mendengar Cessa memanggil Karsa.
"Aku.. Aku mimpi Karsa nangis, aku kira betulan tapi cuma mimpi.." Cessa menciumi Karsa sangkin takutnya.
"Sayang.. Karsa gak apa apa tuh.. Nah kan.. Cari apa tuh..?" Karsa bergerak gerak, dengan cepat Zino bangun dan membuatkan susu untuk Karsa meski dalam kondisi mengantuknya.
"Minumlah sayang.." Zino menyodorkan dodo itu ke mulut Karsa.
Sedangkan Cessa masih mengamati Karsa yang sedang asik dengan dodonya.
"Minum yang banyak sayang" Cessa mengecupi Karsa lagi.
"Sayang.. Kamu juga.. Ini minum.." Zino sudah mengisikan satu gelas air minum untuk Cessa.
"Makasih Zi.." Cessa menarimanya.
Sebenarnya sejak tadi Zino memang tak tertidur. Ia hanya barada di samping Cessa.
Ada hal penting yang harus Zino lakukan. Setelah Cessa meminum airnya barulah ia merasa sedikit lega.
"Tidurlah lagi sayang.." Ajak Zino dan membelai lembut Cessa.
Cessa tersenyum pada Zino. Ia memeluk lagi Karsa, dan terlelap lagi.
"Aku rasa Cessa sudah bisa merasakan bahaya di dekatnya.." Zino mulai khawatir juga.
***
__ADS_1
Entah kemana para laki laki pagi ini, sejak pagi, Zino, Lorent, dan Jake tidak terlihat batang hidungnya.
Lilen baru bangun dari tidurnya. Di pintunya sudah tergantung mantel yang ia berikan pada Jake kemarin.
"Eehh apa wanginya sudah ada lagi..?" Lilen segera bangun dari tempat tidurnya dan mengambil mantel itu.
"Eeemmm wanginya.." Lilen memeluk mantel itu erat.
Setelah menyegarkan tubuhnya dengan mandi pagi, Lilen pun keluar dari kamarnya dengan suasana hati yang sangat baik pagi ini.
Saat sampai di meja makan hanya ada Cessa di sana, ia bersama pengasuh Karsa dan Baby Karsa juga.
"Cessa.." Sapa Lilen.
"Eehh Lilen.. Sudah bangun..?" Cessa pura pura baik baik saja.
"Iya.." Terlihat sekali di raut wajah Lilen kalau ia sedang senang.
"Ternyara betul ya.. Makanan Jake memang yang paling enak untuk kamu dan baby" Cessa mendekati Lilen dan mengelus perutnya.
"Ehh apanya..?" Lilen tak mengerti.
"Ini tadi Jake yang masak.. Kamu suka..?" Cessa menghibur Lilen.
"Oohn ya kah..? Ini Jake yang masak..?" Lilen menatap isi piringnya.
"Iya.. Tadi pagi sekali kata para bibi, Jake yang masak.. Katanya buat kamu.." Cessa mengedipkan mata Pada Lilen untuk menggodanya.
"Issshh.." pipi Lilen memanas rasanya, malu mendengar penuturan Cessa akan perjuangan Jake memasak ini untuknya.
Tapi makanan ini memang sangatlah enak di lidah Lilen. Tak lama kemudian, datang juga Rindu dari kamarnya.
__ADS_1
"Sa.. Mana Lorent.. Kok aku bangun udah gak ada dia di kamar.. Ada liat..?" Ibu hamil yang manja pada suaminya itu langsung saja bertanya.
"Itu.. Aku juga gak tahu.. Sebelum pagi, Zino juga sudah pergi.. Aku gak tahu kemana mereka pergi. Tapi kata para bibi sebelum jam empat subuh mereka sudah berangkat. Semoga semuanya baik baik aja.." Cessa duduk lagi di samping Karsa mengambilnya dari kereta dan memeluknya.
"Jake juga ikut kah..?" Lilen baru paham.
"Kayaknya.. Tadi kata Bi Minu, sebelum jam 3 subuh Jake masak, berarti kalau mereka berangkat jam 4 satu jam sebelum berangkat Jake masakkan kamu itu.." Sepertinya itu yang sejak tadi Cessa pikirkan.
"Jake.." Lirih Lilen, ia mengingat lagi mantelnya sudah tergantung di pintu kamar, berarti Jake ada masuk kamarnya dan menggantung mantel itu di sana.
"Mereka kemana..?" Rindu langsung panik.
"Aku juga gak tahu Rin.. Aku sudah cari anak buah di belakang.. Mungkin setengahnya di bawa mereka.. Cuma tersisa beberapa orang aja.." Ucap Cessa lagi.
"Ck.. Lorent.."
Masing masing para wanita ini memiliki kekhawatirannya. Lilen mengkhawatirkan Jake, Rindu yang khawatir Lorent dan Cessa yang terus kepikiran Mimpinya dan di tambah lagi Zino yang entah kemana.
"Padahal pas aku bangun karna mimpi itu, Zino ada di samping aku, itu jam berapa ya..?" Lirih Cessa.
Bella datang dari kamarnya. "Sudah gak usah di pikir. Zino dan yang lainnya lagi ada pertemuan aja.. Tapi tentang dunia gelapnya itu.. Makanya mereka gak bilang sama kalian..."
"Mommy tahu..?" ketiganya bersamaan.
"Ya tahulah.. Semua anak mantu mommy pamit sama Mommy kok.." Bella duduk di samping Lilen.
"Gitukah.. Gak bahaya kah?" Cessa sudah kepikiran ke mana mana.
"Gak sayang.." Bella meyakinkan Cessa.
Sementara itu...
__ADS_1