Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 137


__ADS_3

Jake kembali lagi pada Lilen. "Kata penjaganya tadi stoknya habis.. Kita cari tempat lain.." Ajak Jake sambil memainkan ponselnya.


Tanpa menunggu jawaban dari Lilen Jake langsung mendahului Lilen. Padahal Lilen ingin membawa Jake pulang saja, tak ingin terus berlama lamaan dengannya hanya untuk mencari biskuit itu.


"Ayo.." panggil Jake yang melihat Lilen sangat lambat berjalannya.


"Aahh iya.." Lilen segera menyusul Jake.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya mencari Biskuit Lilen. Rasa canggung juga tak ketinggalan bersama Lilen di dalam Mobil.


Beberapa kali Lilen mencuri padang daro ekor matanya pada Jake yang sedang mengendari mobilnya.


"Kita coba di sini dulu ya.." Ajak Jake lagi.


"Eemm" Lilen mengangguk dan memberanikan diri untuk memandang Jake.


"Ayo.." mata Jake dan Lilen saling bertabrakan.


"Eemmm" Lilen mengalihkan pandangannya dengan berpura Pura membuka pintu mobilnya.

__ADS_1


Tiba tiba Jake memegangi tangan Lilen.


"Aaahh..?" Lilen berbalik.


Jake memicingkan matanya. "Kamu mau keluar bagaimana..?" Mata Jake menunjuk sabuk pengaman yang di gunakan Lilen.


Barulah Lilen juga mengikuti arah mata coklat itu. "Aaahh.. Astaga..!" Lilen sangat malu.


Jake yang membuka sabuk itu barulah Lilen turun dari dalam mobil dengan detak jantung yang mungkin akan terdengar Jake nanti.


Jake menggelengkan kepalanya. Ia juga turun dari mobil dan barulah mereka masuk ke dalam supermarket ini lagi. Berharap barang yang mereka cari ada di sini.


Lilen dan Jake mencari dan terus mencari. Lilen hanya menemukan satu kotak saja. Tapi dengan satu kotak itu ia bisa membawa Jake pulang.


"Eeemm ya lah.. Eemm tapi ada beberapa barang juga yang harus aku beli.. Kita ke satu tempat dulu ya.." Lilen mengangguk setuju. Tak apalah setelah itu mereka pasti pulang. Paling paling Jake hanya ingin mencari peralatannya yang baru.


Jake menjalankan mobilnya lagi. Lilen duduk tenang di sampingnya. Mobil hit itu masuk area perkotaan yang besar dan di hidangkan dengan suasana kota yang ramai raya. Semua aktivitas dan orang orang yang sibuk dengan aktivitas mereka.


Mobil Jake berhenti di sebuah Minimarket kali ini.

__ADS_1


"Di sini..?" Lilen bertanya, ia kira Jake akan membawanya ke toko khusus persenjataan atau semacamnya tapi ternyata hanya sebuah minimarket


"Eeemm ya.. Ada orang kenalan aku di dalam sana, jadi aku mau ketemu dia dulu.. Kamu mau tunggu di mobil atau ikut aku masuk..?" Jake menoleh Pada Lilen.


"Eeemm aku di mobil aja.. Tadi kita sudah berapa kali keluar, aku sedikit capek.." Sahut Lilen.


"Oke.. Tunggu di mobil.. Aku gak lama.." Jake keluar dari dalam mobil. Lilen menatap punggung Jake. Hatinya lega ketika kini ia sendiri di dalam mobil.


Rasa candu itu muncul lagi. Ingin sekali rasanya Lilen menciumi aroma mantel ini. Tapi ia terus ragu. Tapi karna sangat inginnya, Lilen tak memperdulikannya lagi.


Lilen menghirup dalam dalam aroma mantel ini. Lilen menutup matanya. Aroma itu memenuhi penciumannya. Seulaa senyum di bibir Lilen. Aroma yang sangat menenangkanya, tak terasa Lilen mengelus elus mantel itu sambil terus di ciuminya.


"Aaahhh.." Lilen sangat gemas dan memeluk erat mantel itu.


"Eehh aku kenapa..?" Lilen sadar. "Oohh ya ampun.." Lilen sangat malu dan menutupi wajahnya, pipinya merona, dan aroma mantel itu tetap masuk ke penciumannya.


Lilen tetap melakukannya lagi lagi dan lagi. Tak ada bosan bosannya. Bila di tempat itu sudah tak ada lagi aromanya maka Lilen mencari lagi bagin lain yang memiliki aroma wangi itu.


Tak lama kemudian Jake keluar dari minimarket itu dengan troli belanja dan sepertinya banyak sekali barang yang Jake beli, semua barang itu sudah di kemas di dalam plastik hitam. Lilen yakin itu sangat rahasia, sehingga di masukkan ke dalam plastik hitam.

__ADS_1


Jake memasukkannya kedalam bagasi mobilnya bersama kotak biskuit Lilen juga yang sudah ada di sana. Setelah semuanya masuk, Jake mengembalikan lagi troli itu dan kembali ke dalam mobil.


"....


__ADS_2