Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 34


__ADS_3

Zino merasa tak tenang sejak tadi. Tapi ketidak tenangannya ini ia tepiskan karna masih banyak hal yang harus ia lakukan.


"Tuan kami mendapat kabar... Rupanya pemimpin dari Mata elang sekarang ada di negara ini tuan. Tanpaknya ini bukan penyerangan biasa tuan Zino." Salah satu anak buah Zino memberi informasi baru.


"Tumben sekali itu orang." Zino berguman.


"Jake hubungi tim yang menjaga Cessa dan Rindu sekarang." Titah Zino saat itu juga.


"Siap tuan" Dengan cepat Jake menghubungi dan mencari tahu keadaan anak buah yang mereka tingglkan bersama Cessa dan Rindu.


***


"Rin... Kamu kenapa kok panik gitu sih..?" Cessa maju ke arah Rindu di dekat pintu


"Sa... Jangan ke sini.. Tunggu di sana.." perintah Rindu yang membuat Cessa makin bingung dengan semua yang terjadi.


Cessa yang ingin tahu kemudian membuka jendela yang ada di belakangnya. Dan nampaklah seorang pria terseyum dengan misterius padanya.


Cesaa bukannya takut tapi tetap membuka jendela entah karna terpaku atau sudah tidak bisa bergerak lagi.


Whusss..


Satu tembakan bius di tembakan pada Cessa tapi sayangnya hanya mengenai jendela yang Cessa buka.


Rindu yang seperti mendengar sesuatu dari belakangnya dengan segera berbalik dan menemukan Cessa mamatung di depan jendela.


"Cessa...." Pekik Rindu langsung menarik Cessa dengab cepat.


"Rindu... Apa ini...? Kenapa ini bisa terjadi..? Siapa mereka Rin..?" Beragam macam pertanyaan Cessa lontarkan.


"Cessa kamu tahu ini bukan saat yang baik untuk banyak bertanya." ucap Rindu lagi membungkam mulut Cessa tapi semua itu sudah terlambat.


Bruk... Brukk.. Dan Brukkkk..


Pintu kamar itu terbuka dan ada beberapa Pria bermata elang masuk dan langsung menarik paksa Rindu dan juga Cessa.


"Siapa kalian lepaskan aku..." teriak Cessa tak terima di tarik paksa oleh orang orang itu.


Cessa dan Rindu di seret paksa sampai keluar dari kamar itu dan kini sudah berada di depan bos dari orang orang bermata elang itu.


"Yang mana yang namanya Cessa?" Karen memandangi keduanya yang ada di depannya saat ini.

__ADS_1


"Kamukah? Atau kamu..?" Karen melihat Rindu terlebih dahulu dan beralih ke Cessa.


"Aku bernama Cessa kenapa kamu mencariku?" ucao berani Rindu memilih meggantikan Cessa.


"Iyakah?" Karen menoleh pada anak buahnya yang rupanya tahu akan kebohongan Rindu yang mengatakan dirinya adalah Cessa yang Karen incar incar.


Anak buahnya itu mengelengkan kepalanya. Karen tertawa kecil menanggapinya. "Kamu berani juga ya anak kecil" Karen bergeser ke Cessa yang sedari tadi hanya menjadi penontonnya saja dan masih tidak mengerti apa yang kini terjadi.


"Ini yang namanya Cessa Allexsandra. Benarkan nona..?" Karen memegangi dagu Cessa dan malah beralih mengecup bibir tipis Cessa sekilas.


Cessa yang di perlakukan seperti itu hanya bisa membelalak matanya.


"Kamu..." Ingin Cessa marah tapi ia melihat sekelilingnya bukan saatnya yang tepat untuk memarahi orang di depannya saat ini.


"Kenapa nona...? Ada yang salah? Aku hanya tergoda dengan bibir cantikmu itu. Dan eemm rasanya manis sekali. Mungkin ini namanya rasa kemenangan." Karen menjilati bibirnya sendiri bekas ciuman singkatnya dengan Cessa.


"Satu pukulan telak untuk pasti untuk Zino Lois Smith." Karen bangkit dari depan Cessa dan memberikan kode pada anak buahnya.


Anak buah yang Karen beri kode kemudian menyuntikkan bius ada Cessa dan kuga Rindu. Dan seketika keduanya tak sadarkan diri.


Karen teesenyum penuh kemenangan dan setelah itu memasukan Cessa dan Rindu ke dalam mobil yang berbeda. Rindu di bawa dengan mobil anak buah Karen sedangkan Cessa di bawa mobil Karen dan di dudukkan di samping Karen.


***


"Cari keberadaan Karen sekarang. Katakan aku rindu padanya dan ingin bertemu dengannya" Titah Zino pada anak buahnya dan Zino melupakan kecemasannya tentang Cessa karna Zino mendapat kabar yang sangat penting untuknya.


Begitu pula dengan Jake mendengar musuh utamanya sudah ada di depan mata mereka tidak ingin membuang waktu lagi untuk hal lainnya.


"Kami menemukan tampat Karen tuan.." Ucap anak buah Zino setelah melacak keberadaan Karen.


"Kita ke sana sekarang, aku benar benar ingin bertemu dengannya. Aku ingin menusuk lesung pipitnya itu sampai masuk ked dalam mulutnya." Zino masuk ke dalam mobilnya dan berangkat ke lokasi uang telah di kirimkan anak buahnya dengan harapan Karen Stone ada di tempat itu.


Di dalam mobil seorang Karen Stone, pria itu sungguh masih betah menatap wajah cantik wanita di sampingnya.


"Kemarikan data tentang wanita ini..." Ucap Karen pada asistennya di dalam mobil yang sama dengan Karen dan juga Cessa.


Karen kemudian membaca sedikit demi sedikit kata kata yang ada di sana. Lalu ia tersenyum misterius.


"Jadi dia pernah keguguran beberapa waktu yang lalu dan itu yang membuatnya di temukan oleh Zino" Karen menoleh pada Cessa yang masih tak sadarkan diri.


Karen mendekatkan wajahnya dengan wajah Cessa lagi. Lalu.. CUP.. Satu kecupan lagi Karen berikan pada Cessa.

__ADS_1


"Entah mengapa aku tiba tiba ingin terus mengecupmu. Bibir manismu itu menggodaku selalu sedari tadi" Karen mengusap bibir lembut Cessa.


Karen malnjutkan membacanya lagi.


"Jadi anak itu anak Zino, dan sebenarnya wanita ini tidak ingin ikut Zino tapi ingin berkerja sendiri.. Wah kamu wanita yang sangat menarik, dia tidak tahu berapa banyak wanita yang ingin tidur dengan Zino dan bahkan mengandung anaknya. Kamu benar benar istimewa ya..." Karen memegangi tangan kecil Cessa dan mengelus elusnya


Lanjut lagi membacanya. "Apa jadi... Wanita ini baru melakukan pertama kalinya bersama Zino. Apa setelah itu dia ada melakukannya lagi?" Kini Karen bertanya pada anak buahnya yang sedari tadi seperti patung pajangan.


"Iya tuan dari data yang aku dapat dari Niky, aku miminta paksa data ini. Dan itu yang Niky berikan. Wanita ini berhasil membeli dirinya sendiri dari tampat bernama Khayangan dengan uang yang di berikan Zino. Setelah mereka berhubungan badan untuk pertama kalinya bagi Cessa. Dan setelah itu wanita ini malah mengandung dan tak sengaja keguguran saat di suatu perjalanan. Kurang lebih seperti itu yang saya ketahui tuan." Ujarnya.


"Ooohh kamu benar benar kasian baby... Kamu tenang saja sekarang kamu sudah bersamaku. Dan aku jamin kamu akan lebih bahagia bersamaku di banding bersama Zino." CUP.. Karen mengecup lagi bibir Cessa lalu tersenyum indah, senyuman itu membentuk lesung pipit yang indah pula. Di kiri dan kanannya, mata elangnya yang indah juga tak kalah mempesona.


***


"Apa kalian yakin ini tempat Karen?" Tanya Zino ketika sampai di salah satu rumah yang di gadang gadang tempat Karen barsembunyi.


"Menurut infonya di sini tuan" kata anak buah Zino yang sedari tadi memegang Laptopnya.


Zino tanpa takutnya langsung menerobos masuk dan mencari keberadaan Karen.


Tibalah mereka di sebuah kamar besar. Zino dan anak buahnya pun membuka pintu kamar dengan paksa. Saat pintu terbuka dan menampakkan isinya, rupanya hanya ada gambar simulasi dari Karen yang sedang duduk manis dan tersenyum manis pada Zino dan semua anak buahnya.


"Kamu mencariku? Hei benar juga kamu pasti mencariku. Karna kamu pasti sudah Rindu denganku kan...!? Oohh ya.. dan apa kamu tidam rindu pada wanitamu? Cessa Allexsandra? Maaf ya... Aku ambil dia darimu. Dan ya... Akanku lakukan apa yang sepatutnya aku lakukan padanya seperti yang kamu lakukan padanya. Mulai dari mengecup, mencium, bahkan kalau perlu ranjang akan menjadi saksinya..." Dengan di sertai tawa renyah Karen di ujungnya. Mata Zino membulat tak percaya. "Kamu tidak perlu khwatir, dia tidak akan keguguran kali ini karma kemungkinan besar akulah Daddynya nanti.. Kamu ingin melihatnya.. Ini wanitamu kan..?" Karen memperlihatkan Cessa yang terbaring tak berdaya di samping Karen. Rupanya ini bukan sekedar simulasi tapi Video langsung yang di kirim Karen untuk memanasi Zino.


Karen merai tubuh mungil Cessa dan menyandarkan Cessa padanya, Karen kemudian meraih dagu Cessa dan mengecup setiap inci wajah Cessa. Dan kecupan yang terakhir kecupan di bibir merah muda Cessa. Kali ini kecupan itu cukup lama. Nampak Karen meresap kecupanya yang ini.


Setelah pengutan itu di lepas, Karen kembali mengelap bibir Cessa yang nampak sedikit basah karna ulahnya. Setelah melakukan itu Karen memeluk Cessa dan kembali tersenyum.


"Bagaimana kamu suka?" ucap Karen terlihat sangat puas.


Tit...


Video itu mati dam Zino langsung kalang kabut mencari kabar dari anak buahnya yng menjaga Cessa.


Karna Zino terfokus pada Karen membuatnya lupa akan segalanya dan lengah untuk Cessa. Ambisi Zino untuk bertemu dan menyelesaikan masalahnya dengan Karen membuat Zino lupa akan Cessa.


Kini Zino memdapat kabar kalau anak buahnya sudah di kalahkan. Pantas saja saat beberapa markas Karen di hancurkan tidak ada tanda tanda dari anak buah Karen yang menjaga. Rupanya karen pun sama seperti Zino membiarkan harta bendanya di hancurkan tapi tujuan utamanya berhasil. Tujuan utama Karen adalah Cessa. Demi mendapatkan Cessa, Karen harus membawa semua anak buahnya untuk menghadapi tim elite Zino yang melindungi Cessa.


Tak sia sia perjuangan Karen dan pengorbanannya itu, sekarang Cessa ada di tangannya.


Zino...

__ADS_1


__ADS_2