Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 142


__ADS_3

Jake hanya tersenyum manis pada Bella.


"Bukan tugas yang sulit.. Cuma perlu aku aja.." Jake pamit lagi dan berlalh segera dari hadapan Bella dan Lilen.


"Permisi tadi saya liat ada tuan Jake di sini.. Ini tali yang di minta.." salah seorang anak buah Jake datang membawa seutas tali panjang yang di gulung.


"Tali.. Untuk apa...?" Bella mengerutkan kening.


"Tuan Jake mau panjat pohon yang di sana itu untuk latihan tembakan kami. Di atas pohon itu nanti ada sasaran yang di gantung oleh tuan Jake sendiri. Dan ini tali untuk menggantungkan sasarannya." Lilen membulatkan matanya mendengar penjelasan anak buah Jake itu.


"Hei mana Jake.. Udah di lapangankah..?" Zino juga lewat di ruangan itu.


"Eemm kayaknya sudah.. Ini tali yang di minta tuan Jake tadi. Pasti di sudah tunggu di lapangan.." Zino mengangguk dan setelah itu ia melimpir dulu pada Bella dan Lilen.


"Zi.. Apa betul Jake harus manjat pohon..?" Bella masih tak percaya dengan anak buah Jake itu tadi.


"Ya itu yang biasanya di lakukan Jake.. Dia harus pasang sendiri pohon dan pasang sasarannya. Pohon yang sana itu. Oh itu Jake sudah di atas pohon.." Zino menunjuk ke luar jendela kaca besar dan terlihat samar samar ada yang sedang memanjat pohon dengan santainya.


Lilen memegangi dadanya "Apa dia gak takut? Itu tinggi loo .." Lilen merasa lemas melihat Jake memanjat pohon tinggi itu.

__ADS_1


"Jake sudah terbiasa. Dia pintar masalah panjat memanjat." sahut Zino.


"Ya sudah Mommy aku ke sana dulu ya awasi Jake dan yang lainnya." Pamit Zino.


"Oo'hoo.." Bella juga terkejut dengan apa yang tengah ia lihat ini.


"Astaga.. Calon menantuku.." Bella mengusap pipinya kasar.


"Jake.." Lirih wanita hamil ini.


"Mommy kita ke sana ya.." ajak Lilen.


"Iya sayang.. Ayo kita kesana.. Mommy marahi calon suami kamu itu.." Bella dan Lilen meninggalkan dapur dan keluar dari rumah ke lapangan latihan Jake.


"Mommy..?" Zino melihat kedatangan Bella dan Lilen juga ke lapangan.


"Zino.. Kapan Jake turun nanti..?" Bella sudah panik.


"Eeemm sebentar lagi. Dia masih pasang sasarannya itu.." Bella melirik lagi Jake di atas sana.

__ADS_1


"Ya ampun.. Lilen kenapa suami kamu itu kayak gitu.." Lilen tak peduli ucapan Bella, matanya hanya tertuju pada Jake yang sedang duduk di salah satu dahan pohon.


"Jake" Tangan Lilen saling meremas.


Zino melihatnya dengan jelas. Seulas senyuman di bibir Zino. "Benarkan.. Itu anak Jake.." Zino yakin seratus persen tentang itu.


Tak jauh dari sana juga ada Cessa. Zino memberi isyarat pada Cessa. Cessa menggelengkan kepalanya.


"Mommy.." Panggil Cessa.


"Cessa liat itu, calon mantu Mommy manjat pohon tinggi, gak takut apa dia.. Liat Lilen itu.. Gak bisa mandang yang lain lagi selain Jake. Lilen??" Panggil Bella karna melihat Lilen tak berkedip sekalipun.


"Lilen.. Panggil suami kamu itu..!!" Bella memegangi bahu Lilen.


"Aahh.." Barulah Lilen sadar.


"Tenang aja.. Jake sudah ahli.." Zino yakin itu bisa sedikit menenangkan Bella dan yang Lilen.


"Eeehhh Zino.. Kalau jatuh itu, gak perlu sudah ahli atau jago atau masih pemula." Hati Lilen berdenyut mendengarnya.

__ADS_1


"Mommy jangan bilang gitu donk.. Jake bisa kok.." Lilen percaya Jake akan turun dengan selamat.


Braaakkk..


__ADS_2