Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 33


__ADS_3

Kini acara pemotongan pita dan peresmiannya sudah selesai. Kini mulailah acara penyeleksian para koki, dan juga pelayan karna Resto ini ingin memberikan suasana Restoran j$iiberbintang, tapi dengan harga yang terjangkau dan juga dengan menu menu pilihan dan juga pelayanan yang nyaman untuk para pengunjung yang datang.


Rindu yang sudah mendengar ucapan dari Jake memilih untuk mengikuti perintah Jake melihat ekspresi Jake yang serius.


Sedangkan itu Cessa tidak mau jauh dari Zino saat ini. Entah mengapa tapi rupanya Cessa pun merasa ada yang aneh dengan Zino maupun Jake, memang Cessa baru 2 hari tinggal bersama Zino tapi Cessa sudah terbiasa di perhatikan oleh Zino. Dan merasa Zino berbeda setelah pemotongan pita membuat rasa aneh timbul di hati Cessa.


Sedangkan Zino kini sedang menjaga jarak pada Cessa, ia takut akan membahayakan pujan hatinya itu. Karna hari ini tanpa Zino perkirakan musuhnya mulai melakukan penyerangan perdananya. Penyerangan ini mungkin yang pertama setelah Zino selamat dari sekapan musuhnya yang telah membunuh satu keluarganya. Karna hanya Zino selamat membuat musuhnya ini geram, ia gagal menghabisi Zino berserta keluarganya. Dan kini sang musuh itu siap dengan segala kekuatan dan peralatannya untuk mulai mencari Zino. Musuh Zino ini bernama Karen.


Karen bukanlah orang yang sudah menghabisi keluarga Zino tapi sang ayahlah. Tapi menurut Karen musuh ayahnya adalah musuhnya. Apa lagi saat Karen mencari tahu tentang Zino, Karen mengetahui kalau Zino lebih unggul darinya dari segala hal. Itu yang membuat benci Karen pada Zino semakin menjadi. Karen ingin menguasai sepenuhnya bisnis gelap tapi ia tidak dapat melangkahi Zino yang sama tingkatannya dengan sang ayah yang kini sudah renta. Makin naik level kebencian Karen.


Hari ini Karen berencana menghancurkan semua yang Zino punya, mulai dari rumah, kakayaan Zino dan yang paling ingin Karen habisi adalah, wanita dari Zino yaitu Cessa. Belakangan dari info yang Karen dapatkan Zino dengan susah hati mencari keberadaan Cessa. Saat Zino mencari Cessa Karen pun sama mencari Cessa wanita yang Zino cintai itu. Tapi Karen kalah satu langkah dari Zino. Zino berhasil menemukan Cessa terlebih dahulu.


Hari ini sebelum berangkat ke Resto Zino yang baru ini Zino sudah mendapat kabar dari anak buahnya yang dia andalkan untuk mencari info dari musuh bebuyutannya. Zino mendapat kabar penyerangan mendadak oleh kelompok mata elang di salah satu gudang senjata Zino. Memang senjata itu tidak membuatnya terkejut. Zino menanggapinya biasa saja, toh ia bisa membeli sanjata baru. Tapi Zino lebih terkejut mendengar penyerangan ini mungkin sedikit berbahaya untuk Cessa karna ia termasuk orang yang akan di incar Karen.


Hati Zino tidak tenang memikirkan Cessa yang akan dalam bahaya. Kalau ia tingalkan Cessa seorang diri, Zino takut ia akan kecolongan dan jika Zino membawa Cessa kemana pun ia pergi itu juga berbahaya. Mana yang harus Zino pilih. Kini semua anak buahnya sibuk mengatur strategi untuk menghadapi Karen dan kelompok mata elangnya.


Zino sama sekali tidak mementingkan harta benda yang akan di hancurkan Karen. Tapi yang Zino khwatirkan adalah Cessa. Zino sendiri sedang mencoba menenangkan dirinya agar tidak panik di depan Cessa dan membuat Cessa ikut panik juga.


Zino memilih untuk menjauhi Cessa tapi nampaknya Cessa malah mengikuti Zino kemana pun Zino pergi.


"Cessa..." Zino menatap binar mata Cessa yang hari ini nampak sangat bahagia di banding hari hari yang lalu bersama Zino.


"Iya Zi..." Kini Cessa benar benar sudah menerima pertemanannya dengan Zino dan mulai mengakrabkan diri dengan Zino dengan memanggil Zino dengan panggilan 'Zi'.

__ADS_1


Bingung harus mengatakan apa Zino hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


"Kamu itu kenapa Zi... Sakit perut?" Cessa menduga duga mimik wajah Zino saat ini yang nampak tak tenang seperti menahan sakit.


"Tidak aku... Aku..." Zino gagap dengan ucapannya sendiri.


"Cessa..." Rindu yang melihat tingkah Zino yang semakin tidak tenang pun mencoba membantu Zino untuk melindungi Cessa.


"Rindu apa kamu tidak sibuk?. Aku pikir kamu sibuk membantu yang lainnya." Di sini hanya Cessa yang tidak tahu apa apa membuatnya menjadi sangat polos dan nampak bodoh.


"Aahh tidak Sa.. Aku tidak sibuk. Tuan Zino kalau kamu masih banyak pekerjaan silahkan kerjakan aku dan Cessa akan berjalan jalan, aku akan tunjukan beberapa tempat di Resto ini yang indah indah." ucap Rindu mengalihkan pembicaraan demi membantu Zino.


"Eemm iya aku..." Zino menoleh ke arah Cessa mencari tanda tanda tak percaya tapi Cessa tetaplah Cessa yang tak tahu apa apa.


"Iya kamu kerjakanlah dulu. Aku akan bersama Rindu saja. Tapi nanti makan siangnya sama sama ya Zi..." ucap Cessa dengan cerianya.


***


Kini tinggal Cessa dan Rindu.


"Rin... Kenapa kamu bawa aku ke kamarmu seperti ini? Kenapa tidak bergabung dengan yang lainnya saja. Kok kita seperti sedang bersembunyi dari orang saja." Protes Cessa saat dirinya hanya di kurung di dalam kamar tempat Rindu beristirahat di Resto ini.


Sedangkan Rindu tidak memperdulikan ocehan Cessa pada dirinya kana Cessa tidak tahu situasi apa yng sedang terjadi di luar sana. Entah mengapa tidak ada lagi suara orang orang di luar sana. Pikiran Rindu ke mana mana sudah.

__ADS_1


Sementara itu Zino dan Jake kini sedang menuju suatu tempat yang di kabarkan adalah tempat persembunyian Karen, jika Karen menghancurkan milik Zino maka Zino juga berhak menghancurkan apa saja milik Karen juga. Jari di balas jari, nyawa di balas nyawa menurut Zino.


Tapi Zino juga tidak lupa untuk memberikan perlindungan pada Cessa bahakan perlindungan Cessa lebih kuat dari pada perlindungan Zino sendiri.


Kini sampailah Zino gudang milik Karen. Dan tanpa berlama lama lagi Zino juga menghancurkan gudang itu. Gudang yang di kabarkan berisi obat obatan gelap Karen.


Gudang itu hancur berserta isi isinya tapi anehnya tidak ada tanda tanda dari anak buah karen.


"Jake apa kamu yakin Karen memantau semua ini dari luar negeri?" Zino merasa ada yang aneh saat ini.


"Iya tuan. Menurut informasi yang aku dapatkan Karen pemimpin Mata elang sedang di luar negeri dan tuan tahu sendiri kalau Karen bukanlah orang yang suka menyia nyiakan waktunya hanya untuk menghancurkan gudang gudang kita dengan menyaksikan langsung. Dia lebih suka menyaksikannya dari jauh saja. Dibanding ia harus ke sini dan itu akan membahayakan nyawanya. Oleh sebab itu Karen lebih suka menjadi penonton dan orang yang hanya memerintahkan anak buahnya." jelas Jake tentang informasi yang ia dapatkan.


"Kamu benar Jake. Dari dulu Karen memanglah orang yang seperti itu" Spekulasi Zino juga dari pengalaman pengalaman sebelumnya tentang Karen.


Sedangkan itu kini Rindu panik bukan main. Banyak orang orang yang tak di kenali Rindu berdatangan seperti sedang mencari seseorang.


Orang orang itu memiliki mata elang yang khas. Berbeda dengan mata Zino dan juga Jake yang cenderung biru atau hijau.


"Siapa mereka ini? Apa mereka anak buah Zino atau lain.." Guman Rindu.


Karna Rindu dan Cessa di dalam kamar sehingga meraka tidak melihat anak buah yang Zino berikan untuk menjaga mereka telah di kalahkan semuanya.


Dan seorang pria dengan mata elangnya dam wajah kebenciannya berseri seri mengetahui posisi sandranya.

__ADS_1


"Mari sini kau..."


Zino..


__ADS_2