Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 126


__ADS_3

Di rumah, Zino sibuk menenangkan Karsa lagi.


Flashback on


Zino dan Baby Karsa sedang di teras tapi tiba tiba Zino menyenggol pot bunga dan menjatuhkannya. Membuat bunyi bisik dan membuat Baby Karsa terkejut dan menangis lagi.


"Eeeheeeeqqq.. Eeeee.." Zino panik lagi.


"Aduh.. Maafin Daddy nak.. Maaf ya.. Aduh ini pot juga kenapa ada di sini.." Zino jadi menyalahkan semua yang ada di dekatnya.


"Haduh Cessa.. Mana kamu kok belum pulang pulang juga.. Kalau tahu gini aku aja tadi yang bawa Lilen ke dokter kandungan." Zino menyesali pilihannya.


"Eeemmm apa aku harus..." Zino berpikir.


***


"Sayang.. Ayo coba.." Zino mendekatkan dadanya pada Baby Karsa.


"Sayang ayo..." Zino melakukan apa saja untuk Baby Karsa tenang.


Zino bertelanjang dada. Ia mencoba melakukan yang Cessa lakukan pada Baby Karsa biasanya saat Karsa cerewet.


Tapi sayangnya hal itu malah membuat Karsa semakin menangis kencang. Zino pun makin panik. Ia tawarkan botol dodot, tapi hasilnya tetap sama. Karsa menolaknya lagi.


"Zi..?" Rindu mengetuk kamar Zino.

__ADS_1


"Sebentar.." Zino mengenakan bajunya lagi dan segera membuka pintu.


"Rindu...?"


"Aku dengar Baby Karsa nangis terus dari tadi.. Gak mau diam ya..?" Rindu melirik Karsa di tempat tidur.


"Ya.. Eemmm Kamu bisa bantu aku kah..?" Zino sudah kehabisan akal untuk menenangkan Baby Karsa.


"Sini.." Zino segera menggendong baby Karsa dan ia berikan pada Rindu. Rindu membawanya jalan jalan dan menawarkan mainan mainan yang berwarna warna serta bersuara indah.


Karsa mulai tenang dan memandangi mainan itu. Rindu juga memutar lagu untuk Karsa. Zino terduduk di lantai melihat Rindu yang berhasil menenangkan Baby Karsa. Sedangkan ia tadi sangat sulit.


Rupanya Karsa hanya ingin bermain. Jika Zino terus berharap ia akan tidur lagi maja hanya membuat baby Karsa menangis tak suka.


Suara suara kecil dan lembut Karsa terdengar. Hati Zino merasa hangat mendengarnya. Suara bayi yang lembut dan penuh arti yang tak ada yang tahu artinya.


***


"Mungkin.. Aku kan gak suka biskuit dari dulu.." Sahut Lilen.


Mereka berdua sedang di super market dan mencari keperluan mereka masing masing. Lilen sibuk mencari biskuit yang di sarankan Dokter tadi. Sedangkan Cessa juag sedang mencari dodot dodot yang baru untuk Karsa dan juga mainan mainan yang lebih melatih motorik Baby Karsa. Mulai dari boneka yang bisa berbicara, mainan yang terbuat dari Karet, selimut warna warni, dinding kamar yang penuh warna cantik juga dan masih banyak lagi untuk Karsa tersayang.


"Waaahh udah gak terasa ya kita udah lergi selama dua jam.." Lilen melihat jam yang ada di ponselnya.


"Iya kah..?" Cessa juga terkejut. Padahal ia hanya ingin pergi selama satu jam tapi ternyata ia kelewatan karna terlalu asik.

__ADS_1


"Ya udah apa lagi nih yang kita beli..? Aku jadi khawatir sama Baby Karsa.. Pas dia nangis di rumah terus Rindu gak bisa tanganni pasti..!?" Cessa mengira ngira.


"Ya udah.. Aku ambil biskuit ini aja, ayo cepat kita bayar.." Ajak Lilen juga.


Cessa mengangguk setuju dan segera menuju kasir.


****


"Karsaaaaaa..?" Cessa sampai di rumah dan langsung memanggil nama anak tersayangnya itu hingga penuh ke penjuru rumah.


"Cessa..?" Rindu dan Karsa dan di temani Zino tak jauh dari mereka. Hanya saja mereka bertiga tidak terlihat karna terhalang sofa.


"Karsa sayang Mommy.. Sini nakk.. Mommy kangen banget.." Cessa langsung memeluk Karsa, menciuminya, terus memanggilnnya sayang dan penuh cinta.


Lilen melirik Zino dan Zino juga meliriknya. Seketika Lilen langsung grogi di pandang Zino seperti itu.


"Cessa..?" Rindu mencolek bahu Cessa agar Cessa menoleh pada Zino di belakangnya.


"Apa..?" Cessa berbalik dan melihat keadaan Zino yang berantakan.


"Zino..?" Cessa terkejut.


Mulai dari wajah yang tak ada senyum dan terkesan frustasi, rambutnya acak acakkan, dan yang paling parah bajunya terbalik. Yang dalam ke luar dan yang depan ke belakang.


"Apa..? Kenapa kamu lama banget perginya.. Karsa nangis cari kamu.." Zino sangat frustasi mengingat kejadiannya tadi dan Karsa.

__ADS_1


"Oohh ya kah..? Heeemm baru juga satu tapi udah parah gitu kamu.." Ledek Cessa.


Zino...


__ADS_2