
HUUEEEKKK HUUEEKKK
itulah suara yang keluar dari mulut Cessa sambil dirinya menutup mulut dan berlari ke toilet. Rindu yang kagat dengan apa yang terjadi dengan Cessa langsung menyusul Cessa ke dalam toilet karna cessa tidak menguncinya.
Rindu membantu Cessa dengan memijat punggung Cessa. Cessa terus mangeluarkan suara itu tapi tidak keluar isi perutnya sama sekali.
Di tempat lain juga...
HUEEKKK HUEKKK..
Seorang pria memuntahkan isi perutnya di meja kerjanya.
Cessa sedang mengontrol lagi nafasnya yang terengah engah. Wajahnya kini pun berubah pucat. Cessa dan Rindu keluar dari toilet Cessa langsung didudukan di kursi agar merasa baikan. Rindu memberikan minyak kayu putih pada Cessa agar tidak mual lagi.
..........
Zino yang masih bingung aa yang terjadi padanya. Ia mengusap dagunya yang masih ada sisa muntahannya.
"Apa yang terjadi padaku. Kenapa aku muntah gini siihh...? "
Zino lalu menghubungi Dokter Billy.
"Bill koc Aku muntah muntah sihh? " tanya Zino saat telponnya tersambung pada dokter Billy
"Hah koc kamu muntah muntah? Apa kamu lagi kambuh asam lambung? "tanya Billy dari sebrang telpon.
"Enggak Bill aku baru aj abis makan. Tapi semuanya udah keluar lagi ni di atas meja kerja ku. " jelas Zino tentang apa yang terjadi pada dirinya.
"Zi... apa lagi yang kamu rasakan? apa ada pusing atau masih mual?" tanya Billy lagi.
__ADS_1
"iya ni Bill aku kenapa niii...?. Kok rasanya kayak ada yang aneh gitu. Aku jadi gelisah Bill." jawab Zino lagi.
"Zi apa ada kabar dari wanitamu? " tanya lagi Billy pada Zino yang membuat Zino langsung gelagapan.
"Tidak ada Bill, aku belum mendapat informasi dari anak buah ku" Jawab Zino lesu.
"Zi... apa kau ingat apa saran ku kemarin? aku menanyakan apa wanitamu tidak hamil? " Tanya Billy mendadak.
"Ahhh Billy kamu makin bikin aku gelisah. Ck bagaimana ini? Apa dia hamil sekarang? Apa dia muntah muntah juga seperti aku Bill? " tanya Zino emosinya sudah tak bisa terkendali, rasanya ingin Zino langsung menangis membayangkan bila sang wanita sedang muntah muntah sepertinya sekarang ini.
"aku akan mencarinya sendiri saja lah.." ucap Zino tak tau harus apa lagi. Zino tidak dapat memikirkan cara lain.
"Zi.. ingat kamu tu lagi pusing nanti kalau kamu kenapa kenapa gimana? nanti bila memang wanita mu hamil anakmu dan kamu kenapa kenapa bagiamana? apa kamu mau anakmu tidak punya Daddy? " kata Billy menakut nakuti Zino tanpa ampun.
"Billlyyyyyyy... Hikss hiksss Bill..... " tangisnya tak tertahankan lagi membayangkan apa yang billy katakan barusan.
"Sa.. Sa sabar Zi.. Oke oke aku ke situ sekarang ya kamu tenang oke.. Haduuhh" Billy bingung apa yang telah dia lakukan apakah itu membantu atau malah menambah buruk keadaan.
Rindu yang khawatir dengan kondisi Cessa sore itu langsung membawa Cessa ke klinik terdekat dan memeriksakan Cessa saat itu juga tapi Cessa tak percaya yang di katakan oleh dokter itu.
"iya.. Coba anda lihat tespack ini ada dua garis biru. itu tandanya positif dan kini kandungannya memasuki usia 1 bulan. Jadi saya harap ibu bisa lebih hati hati dalam berkerja. Jangan mengangkat beban berat. Hati hati saat berada di toilet, makan makanan yang sehat dan jangan lupa minum susu kehamilannya oke." jelas dokter itu pada Cessa untuk menjaga kandungannya.
pandangan Cessa hanya kosong, tidak dapat memikirkan dan memdengarkan apa saran dokter. Di otaknya hanya terbayang apa yang telah terjadi padanya di dalam hotel bersama pria yang ia tak kenal. Perlahan air matanya membasahi pipinya. Cessa tak menyangka bahwa hubungan tubuh semalam dengan pria itu bisa membuatnya langsung hamil.
*****
Zino masih menangisi apa yang ia pikirkan walaupun kini Billy berada didepannya memberi saran dan samangat tapi tetep saja Zino tak bergeming dari tangisnya.
"Zi.. Ayo minum obatnya dulu biar kamu gak mual mual lagi. Dari tadi kamu tu mual mual terus sambil nangis. Aku gak tega Zi... " kata Billy meyakinkan Zino untuk minum obat.
__ADS_1
"Bill apa kalau Cessa minum obat saat dia hamil apa ada pengaruhnya? " tanya Zino aneh.
"Iya tergantung, tapi itu beresiko pada kandungannya Zi. Bisa terjadi kontraksi ringan atau bahkan keguguran Zi" jelas Billy membuat Zino berpikir sejenak.
"Kalau begitu aku tidak mau minum obat takut Cessa ku kanapa kenapa" Jawab Zino polos sepertu orang bodoh.
"Astaga Ziii.... Ampun aku... Tolonglah Zi jangan seperti orang bodoh gini, pliss!! "
Billy juga makin pusing dengan temannya yang satu ini.
Zino memang pria yang bisa dianggap playboy tapi baru kakli ini Billy mendapati Zino yang amat mencintai dan merindui seorang wanita. Entah bagaimana lagi Zino menghadapi kondisi seperti ini. Billy pun menghubungi kedua teman mereka lagi untuk membantu Zino dalam keadaannya.
****
"Cessa ayo makam dikit ya kasian anak kamu tu pasti dia laparkan nanti dia kurus loo.. " Kata Rindu memberi motivasi pada Cessa agar memikirkan anak dalam kandungannya. Rindu juga tau itu anak Cessa dan pria yang menyetubuhi cessa beberapa waktu lalu di tempat kerja cessa sebelumnya, tapi itu bukan alasan cessa untuk tidak makan karena menurut Rindu anak yang sedang di kandung cessa sama sekali tidak bersalah, Rindu berharap cessa mempertahankan anak yang kini tengah Cesaa kandung.
"Tapi Rin, anak ini anak..." mata Cesaa mulai berkaca kaca menahan tangisnya. Cessa merasa jijik pada dirinya sendiri, tapi Cessa juga tidak dapat menyalahkan anak yang berada dalam kandungannya karna ia hanya korban dari perbuatan yang tak senonoh. Hanya satu malam tapi sudah memgeluarkan hasil sungguh hebat kamu nak... Pikir Cessa sekilas.
Cessa menarik nafasnya dan mengambil piring yang sedari tadi di pegang oleh Rindu lalu Cessa menyuapkan sendok demi sendok ke dalam mulutnya. Rindu yang melihat hal itu pun tersenyum melihat Cessa akhirnya makan juga dan kembali mengembangkan senyum lagi setelah makanannya habis Ia makan.
"Tenanglah Rindu, aku akan membesarkan anakku ini apapun tanggapan orang, anakku tidak bersalah. Dia akan lahir dan tumbuh seperti anak lainnya, aku karena aku mommynya." senyu. aku Cessa sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.
******
Zino sekarang kembali tenang setelah Billy memberinya obat penenang karna sedari tadi Zino tak terkendali marah, menangis, tertawa, lalu marah lagi dan begitu seterusnya. Sekarang Zino telah terlelap dalam tidurnya. Ketiganya menghela nafas tenang akhirnya. tiba tiba
TRING TRING TRING..
Bunyi handphone Billy berdering. Billy melihat pesan dari siapa dan alangkah terkejutnya Billy membaca pesan tersebut.
__ADS_1
"Teman teman???? " Seketika kedua orang di dapannya terkejut dengan pesan yang di perlihatkan Billy.
Apakah isi pesan itu? aku ayo simak kisahnya besok ya kawan kawan... author masih berusaha menulis sampe tamat doain ya....