
"Baiklah aku akan tempelkannya nanti, kau cari saja stiker seperti apa yang kau inginkan." Kata Cessa dan di jawab dengan senyum dan anggukan Zino.
"Oke bagaimana bila kita mulai memasak sekarang?" Kata Zino lalu ia bangkit dari duduk dan mengarah ke kompor dan mengambil sebuah celemek biru dengan bunga bunga dan mengenakannya.
Cessa yang menyaksikan kegiatan Zino kembali bingung bukan kepalang
"Kenapa dia mengenakan celemek? Apa dia tidak memiliki pembantu." Batin Cessa.
Zino meneruskan kegiatannya mengambil sayur sayuran, beberapa daging ayam dan membumbuinya dengan sangat cekatan dan lincah. Jujur Cessa terpukau dengan aksi Zino yang lincah dengan peralatan memasak berserta bahan bahannya.
Bosan hanya menjadi penonton Cessa bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Zino, ia ingin melihat apa yang ingin Zino masak untuk makan siang mereka.
"Apa ada yang bisa aku bantu" Tanya Cessa ketika sudah sampai di samping Zino yang masih sibuk dengan kegiatannya.
"Aahh eemmm apa ya.. Bagaimana bila kamu duduk saja di kursi itu dan memperhatikan aku di sini." Kata Zino menjawab pertanyaan Cessa
"Haahh? Kau tak percaya aku juga bisa memasak?"
"Bukan begitu, aku ingin kau membiarkan aku menunjukan ke ahlianku yang lainya selain apa yang kau pikirkan, asal kau tau aku ini masih banyak keahlian yang lain ya.." Zino pamer akan kehebatan dirinya yang lain.
"aku juga ahli dalam menaklukkan dirimu" Zino membatin sambil terus senyum senyum sendiri.
"Tapi aku juga ingin membantu. Apa boleh?" Desak Cessa lagi.
__ADS_1
"Emm tidak boleh, kau duduk di sana dan saksikanlah." Ucap Zino dengan sedikit lebay.
"Eeemm Zino masa aku hanya menjadi penonton, apa tidak ada pilihan lain. misalnya membantu kamu mengorengkah atau Mengadukkah? tanya Cessa lagi.
"Aku mohon, aku tidak ingin kamu mengingat kalau aku ini hanya seorang mafia, aku ingin kamu tau aku juga memiliki bakat lainnya." Jelas Zino juga tak mau kalah.
"Haaa.. ya sudah tuan Zino lakukanlah seperti yang engkau inginkan, hamba akan menunggu." Cessa kembali duduk di kursinya tadi dan terus menoleh ke arah lain.
Zino hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Cessa, kemudian Zino membuka kulkas dan ia mengambil susu dan menuangkannya dalam gelas dan menyerahkannya kepada Cessa.
"Minumlah, jangan marah oke aku lakukan ini hanya untukmu. Tunggulah, aku akan memasakan masakan yang sangat lezat untukmu." Kata Zino penuh semangat.
Cessa menoleh pada susu yang Zino berikan padanya di atas meja dan sejenak memandang Zino, Zino tersenyum kepadanya dan menganggukan kepala meyakinkan Cessa.
"Rupanya kau cukup handal juga dalam memasak." Kata Cessa memecahkan konsentrasi Zino yang sedang memasak.
"Eehh iya lumayanlah" Kata Zino singkat
"Ooohh oleh karna itu kau menjadi pembisnis kuliner dan masakan modern. Rupanya kau memiliki hobi memasak." Kata Cessa lagi sambil meneguk susunya tadi.
"Ooohh itu hanya iseng, aku sebenarnya hanya mencoba coba saja awalnya, eh malah banyak peminatnya dan juga banyak yang menyukai masakanku di beberapa tempat makan yang aku dirikan." Zino menjelaskan.
"Ooohhh lalu resto yang tempat aku berkerja kemarin?" Tanya Cessa masih penasaran.
__ADS_1
"Aahhh kalau yang itu adalah resto yang paling pertama aku dirikan, dulu aku membuat beberapa masakan disana dan aku jual dengan harga yang murah tapi tetap rasanya tak kalah jauh dari resto resto berbintang, karna aku ingin orang yang sedang dalam masalah keuangan atau semacamnya sedang membutuhkan makanan, resto itu bisa menjadi pilihan, dan terbukti banyak yang menyukai resto kecilku itu." Jelas Zino tentang awal mula bisnisnya.
"Aaahh aku paham kenapa detak jantungku berdetak dengan sangat hebat kamarin saat aku akan mengunjungi resto itu, rupanya naluriku mengatakan kau ada disana, Cessa sadarkah kau kita sudah memiliki ikatan yang sangat kuat, entah itu dari anak yang kau kandung kemarin, atau karna hal yang lain tapi yang pasti, aku tidak akan bisa melepaskanmu karna aku sudah terikat denganmu." Zino membatin sambil terus memasak. Akhirnya ia paham apa yang terjadi saat ia akan mengunjungi resto kecilnya itu.
"Ooohhh.. Tapi memang betul resto itu sangat membantu orang orang yang membutuhkan, aku saja tertolong waktu itu. Ups!!" Cessa tak sengaja keceplosan tentang dirinya yang tiba tiba menghilang tanpa jejak, yang rupanya ia bersembunyi di sarang harimau itu sendiri tapi sayangnya sarang harimau itu sudah diambil oleh kancil yang bijak.
Senyum tersungging di bibir Zino mendengar celetukan Cessa yang tiba tiba itu. Rupanya Cessa sangat pandai dalam bersembunyi, pikir Zino.
"Tapi apa kau tau itu sebenarnya adalah restoku?" Zino bertanya kepada Cessa sambil berbalik dan membawa piring saji yang sudah di isi dengan masakan Zino yang cukup menggoda.
"Tidak. Karna saat aku sudah berkerja disitu, pemilik dari resto itu adalah Tuan Raka. Tepat saat hari pertamanya menjadi pemiliknya." Cessa juga menjelaskan keberadaannya saat itu.
"Ooohh berarti itu hari dimana aku dan Raka melakukan serah terima restoku itu, pandai juga kau bersembunyi ya.. Tapi bila kau tahu kalau resto itu adalah milikku apa yang akan kamu lakukan?" tanya Zino mendudukan tubuhnya di kursi samping Cessa.
"Mungkin aku akan secepatnya pergi dari situ, tapi saat itu kan aku tak tahu jadi aku bahkan berkerja di sana dengan santainya. Oohh ya bagimana dengan perkerjaanku Zi.. Nanti bila aku telah kembali dan ingin berkerja lagi disana apa bisa? Aku kan sudah beberapa hari ini tidak turun kerja, pasti aku akan di pecat, apa lagi aku akan tiga bulan berada si sini pasti sangat pasti aku akan di pecat Zi.. " Cessa mengutarakan apa yang ia khwatirkan tentang perkerjaannya tapi sebenarnya ia ingin secepatnya keluar dari dalam rumah itu.
"Kau tak perlu khwatir, aku akan membeli lagi resto itu dan aku akan jadikan itu resto milikmu. Kau tak perlu ambil pusing masalah sepele begitu." Kata Zino sambil menyendokan nasi dan menarohnya di piring Cessa.
"Sepele kamu bilang? Itu tidak sepele Zi, aku bergantung di sana beberapa bulan kemarin" Kata Cessa lagi protes
"Ya dan itu membuatku sangat susah menemukanmu." Kata Zino mencolek hidung Cessa membuat sang empunya tersentak kaget.
off dulu readers maaf ya alurnya masih santai santai aja nih belum memanas, nanti ya.. ini tu masih pemanasan belum panasnya sabar ya.. panasnya itu bukan yang gimana gimana tapi alur dan ceritanya ini, otor yakin readers nanti akan di uji hatinya saat dimana panasnya itu otor keluarkan, dan otor bolehkan kata kata bijak apa saja yang akan readers berikan otor persilahkan, tapi untuk sekarang belum ya.. masih jauh tu panasnya. nanti kalau waktunya otor keluarkan pasti akan keluar koc. Sabar ya... makanya ikuti terus novel otor yang satu ini..
__ADS_1