Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 18


__ADS_3

"Z Zii.. ini bukan resto tempat aku berkerja. Dan ini rumah siapa Zi.." pertanyaan Cessa terlontarkan saat dirinya mendapati ia tidak sedang berada di resto tempat kerjanya, tadi Cessa pikir Zino akan mengantar dirinya dan Rindu ke resto dimana tempat mereka berkerja, nyatanya tidak sama sekali malah mereka di bawa ke rumah yang sangat megah dan mewah.


"Ini rumahku. Aku tinggal sendiri di sini. Oohh tidak, tidak sendiri ada beberapa pembantu dan juga tukang kebun tapi mereka tinggal di belakang rumah ini. Mari masuk." Ajak Zino pada keduanya


"Untuk apa kami berdua masuk Zi, sebaiknya kamu antar saja kami dua ke resto tempat aku dan Rindu berkerja." Ucap Cessa takut kalau Zino tak memperbolehkan dirinya untuk pargi dari tempat itu, otomatis dirinya akan tinggal bersama Zino di dalam rumah istana itu.


"Ooohh Cessa Ayolah tidak apa apa. Tidak ada yang akan memarahimu. Mari ikut aku pliss... " Zino memohon pada Cessa dengan mata yang berbinar binar mengharapkan Cessa untuk masuk.


"Baiklah hanya sebentar saja oke. " Kata Cessa mungkin karna Cessa dan Zino sudah berkenalan tadi membuat Cessa sekarang tidak terlalu kaku lagi dengan Zino, mungkin untuk sekarang saat dirinyaasih bersama Rindu dan tentu saja tadi si sopir tampan.


Kini mereka bertiga, Zino sang tuan rumah, Cessa yang kini masih status tamu, tidak tahu kedepannya apakah Cessa akan menjadi nyonya di rumah tersebut, dan juga ditambah Rindu yang fixs adalah tamu.


"Baiklah selamat datang di rumahku Zino Louis Smith." Zino membungkungkan mengayunkan tangannya memberi hormat. "Apakah kalian berdua ingin beristirahat dulu di sini. Ya walaupun hanya baring baring saja. Kalian pasti lelahkan, apalagi kamu" Zini menunjuk Cessa sebagai orang yang paling di perdulikan Zino.


"Zi bukannya aku menolak tapi aku harus pulang ke ZL RESTO aku harus kembali berkerja." Kata Cessa masih terus memberanikan diri.


"Emmm maaf Cessa aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini, aku harus merawatmu sampai kau benar benar pulih." Ucap Zino akhirnya ia jujur pada Cessa apa maksud dan niatannya.


"Tapi Zi aku tidak apa apa kok, aku sudah sehat kok, sudah tidak ada yang sakit lagi. Aku sudah sangat pulih Zi kau tak perlu khawatir." Cessa kembali berani dan meminta apa yang ia inginkan mungkin ketakutannya membuatnya semakin berani untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan.


"Aku tidak akan menuruti permintaan yang satu ini Cessa, aku sangat mengkhawatirkan dirimu, aku tidak akan kecolongan lagi kali ini, aku tidak mau kembali kehilangan. Cukup kemarin aku kalah, tidak dapat menyelamatkan kamu tapi tidak ingin itu terjadi kembali. Tidak akan Cessa Allexsandra" Zino sudah tidak tahan lagi. Dia kali ini tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada Cessa tapi Cessa malah salah mengartikan maksud Zino.


Zino kesal? Ya dia sangat kesal. Niatnya kali ini sungguh ingin melindungi tidak ada maksud lain. Tapi Cessa masih saja tidak dapat mepercayai Zino. Ya Cessa juga tidak salah tentang hal itu karna pertemuannya dengan Zino bukanlah kenangan yang indah. Cessa masih takut takut bila berhadapan dengan Zino walau hanya memberi tahu apa yang ia inginkan.

__ADS_1


"Tolonglah Cessa mengertilah, aku tidak akan bertindak yang tidak tidak, kalau kau mau kangen juga boleh tinggal di sini. Mau ya kangen temani Cessa tinggal di sini. " Pinta Zino pada Rindu dan masih memanggil Rindu dengan sebutan kangen


Rindu paham apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua sejoli itu. Maka Rindu memihak Zino karna memurut Rindu ini adalah salah satu Cara agar Cessa dan Zino kembali bersama. Memang cara bertemunya sedikit berbeda dari cinta lainnya, tapi Rindu melihat kobaran kobaran cinta di mata Zino yang lebih hangat dari pada api.


"Baiklah saya akan tinggal disini tapi tuan harus memanggilku Rindu, nama saya Rindu bukan kangen. Kalau tuan bisa memanggil saya dengan benar maka saya akan tinggal bersama Cessa di sini." Kata Rindu meminta persetujuan Zino.


"Rindu kau ini. Akukan belum setuju. Bagamana Si kau ini.." Cessa malah di lupakan, Rindu memgambil keputusan tanpa bertanya pada dirinya yang seharusnya lebih dulu di tanya di bandingkan Zino karna sebenarnya karna dirinyalah kini mareka berdua ada di rumah ini dan dengan permintaan yang tak masuk akal menurut Cessa hanya karna ia keguguran dan sakit kini Zino memperlakukannya berlebihan? Aahh memang tidak salah Zino melakukan itu tapi yang Cessa inginkan hanya kembali berkerja seperti biasa tidak harus tinggal serumah dengan Zino.


Setelah bergulat dengan pikirannya barusan akhirnya Cessa mengambil keputusan.


"Baiklah. Aku akan tinggal di sini, tapi hanya sebulan bagaimana Z..Zi" Cessa juga memberikan penawaran kepada Zino.


"Apa? sebulan. Mana bisa. Masa hanya sebulan?" Zino tak terima keputusan Cessa.


Rindu yang tadinya ada si situ kini malah pergi keluar, malas rasanya dirinya juga ikut campur urusan kedua manusia itu. Dari pada ia menjadi obat nyamuk mending jika ia jalan jalan menikmati alam di sekitar rumah yang megah satu ini. Bukannya melihat alam yang segar dan sejuk, eh malah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat.


Di rumah belakang yang bisa dipastikan adalah rumah para perkerja di rumah Zino, Rindu melihat seorang lelaki sedang memegang pistol, mengenakan kaca mata dan eadphone di telinganya dan sedang membidik sasaran yang sangat jauh jangkauannya.


Doorr..


Satu tembakan melesat kearah apel yang jauh di gantung di sebuah pohon yang tinggi dan besar pula. Apel itu pecah bak kaca dan berhamburan ke bawah, entah berapa ratusan meter sasaran itu, Rindu harus memicingkan mata saat melihat buah tersebut pecah dan terjatuh dari ketinggian pohon itu.


Rindu mengamati laki laki tadi yang menembak, dan ternyata itu adalah Jake yang sedang melakukan latihan tembak menembaknya.

__ADS_1


"Kau. Rindu kan? " Jake membuka earphonenya dan kaca matanya lalu berjalan ke arah Rindu berdiri kini.


"Aaahh... Ak aku.. Rindu.. Kamu.. Aaahh tidak. " kata Rindu terbata bata.


"Hei.. kan nama kamu Rindu, ya kamu Rindu kan?" Jake mengangkat satu alisnya ia juga bingung apa yang terjadi pada Rindu.


"Eehh iya namaku Rindu. Hehehe.. " Rindu mengira Jake mengatakan bahwa ia merindukan Jake, salah kira tu..


Sedangkan di dalam rumah yang megah satu ini, masih terdapat dua manusia yang berdebat. Yang satu hanya ingin sebulan, tapi yang satunya lagi ingin 6 bulan.


"Ayolah Cessa apa kau tidak takut diluar sana, pasti banyak mata yang mengintaimu dan menginginkan dirimu dan melakukan yang tidak tidak." Zino terus mencoba meyakinkan Cessa


"Tapi Zi.. Jujur aku lebih takut disini." Cessa akhirnya jujur apa yang ia rasakan.


"Kau takut apa? Takut aku memakanmu? Aku ini normal ya bukan kanibal. Dan untuk yang ada di otakmu itu bisa tidak di lupakan dulu. Aku tau kamu pasti masih mengingat yang terjadi di hotel waktu itu kan, aku tidak akan melakukannya Sa.. Aku berjanji. Aku hanya ingin menjagamu. Jangan kamu berpikir yang tidak tidak. Aku tak sebejat itu Sa.. Aku mohon kali ini saja, setelah enam bulan kau disini, barulah kau boleh pergi, bebas kau ingin kemana saja, aku tidak akan mempermasalahkannya. Aku janji." Zino meminta sekali lagi pertimbangan Cessa untuk tinggal selama enam bulan di rumahnya.


Cessa


Off lagi kawan. Nanti lagi lanjutnya. ayo dong baca terus novel otor, otor janji koc bakal up terus dan para readers juga baca terus ya..


Dan jangan lupa komen, like, favoritkan, dan vote otor dan novel otor ini.


Salam dari Zino dan Cessa

__ADS_1


__ADS_2