
Adrian dan Dena sudah rapi malam itu, hujan diluar sudah reda sedari tadi.
Mereka menghampiri Laras dan Hasbi di kamarnya, Laras masih sibuk membenarkan pakaian nya ketika Dena masuk ke kamar mereka.
" Huuh...pasti mereka masih menyempatkan diri untuk bercinta sesaat sebelum keluar untuk makan malam", gerutu Dena dalam hati.
" Ayo Ras buruan, Adrian sudah menunggu diluar".
Laras hanya cengar cengir membetulkan tali baju di bahu nya.
" Kita akan makan malam dimana Kak?"
" Aku baru pertama kali ke Bali jadi belum pernah tau tempat tempat kuliner disini", ucap Laras.
" Adrian sudah memesan tempat di sebuah Restoran katanya, aku juga tidak tau dimana".
" Yang pasti ia memilih tempat romantis".
Laras berbinar matanya mendengar Dena mengatakan tempat romantis.
Ia meraih tas kecil di atas tempat tidur, menyeret lengan Hasbi yang sedari tadi menunggunya berpakaian.
" Ayo buruan, aku lapar...."
Hasbi menggerutu kepada Laras.
" Hey...bukan nya dari tadi kau yang lambat, sekarang kau menyeret ku seolah kau yang sudah menunggu lama".
Dena hanya tertawa melihat kelakuan Laras yang konyol. Ia menepuk bahu adik nya,
" Sabar ya, punya istri seperti Laras hahaha", Dena terkekeh menggoda adiknya.
Mereka berempat berangkat ke Restoran yang sudah di pesan Adrian dengan mobil yang mereka sewa satu minggu penuh selama berada di Bali.
Adrian memilih Restoran CasCades yang memiliki daya tarik luar biasa dengan suasana romantis nya.
Laras berdecak kagum menikmati keindahan malam yang tersuguh di tempat itu.
Adrian menarik tangan Dena, mengajak nya duduk di tempat yang sudah ia pesan. Ia sengaja memesan dua tempat karena Adrian ingin makan malam romantis berdua saja dengan istrinya tanpa ada yang mengganggu.
Laras dan Hasbi sudah duduk di seberang sana.
" Sayang, kau suka dengan suasana disini?", Adrian menggenggam jemari istrinya.
Dena mengangguk
" Suka sayang, terima kasih untuk semua ini".
Restoran yang berlokasi tepat di punggung bukit yang menghadap ke lembah " Maha Raja" ini, memang luar biasa menyajikan keindahan alam. Di tepi lembah juga terdapat infinity pool
yang dikelilingi oleh hutan lebat di sekitarnya.
Dengan menu menu khas dan inovatif yang bernuansa Eropa dan Asia, semakin melengkapi kesempurnaan tempat tersebut.
" Makan lah yang banyak sayang, nanti malam kau butuh banyak tenaga di tempat tidur kita", Adrian membuat wajah Dena memerah.
" Apa kau ingin melakukan nya sampai pagi?", Dena bertanya dengan wajah takut.
__ADS_1
Adrian tertawa.
" Hahaha, kenapa sayang kau takut?".
" Aku tidak sejahat itu, aku tidak akan membiarkanmu kurang tidur".
Dena menarik nafas lega, ia tak harus seperti Laras yang setiap malam bergadang hanya untuk aktifitas panas itu.
Lantunan suara piano menciptakan sebuah harmoni indah saat berpadu dengan suara suara dari alam sekitar.
Dena benar benar bahagia menikmati suasana makan malam romantis bersama suaminya.
Mereka berempat memutuskan untuk kembali ke Cottage setelah selesai makan malam disitu .
" Istirahatlah malam ini, besok kita akan berkunjung ke banyak tempat menarik disini", Adrian berkata pada Laras dan Hasbi.
Tentu saja istirahat yang ia maksud adalah mengurung dirilah kalian di kamar, bercinta lah malam ini sebanyak yang kalian bisa.
Pasangan itu memasuki kamar masing masing.
Adrian sudah mengganti pakaian nya dengan piyama tidur.
" Sayang, kau tidak mengganti bajumu seperti yang kau kenakan tadi sore?", Adrian menyeringai tipis menggoda istrinya.
" Kau suka?".
Adrian mengangguk.
"Tentu saja aku suka, tubuh indah mu terlihat sempurna dengan balutan pakaian seksi itu".
Akhirnya Dena mengganti pakaian tidur dengan lingerie bermodel chemise berwarna hitam, yang tampak backless di bagian belakang.
Laras. Adik iparnya itu bilang model seperti ini akan membuat Kak Dena lebih seksi jika membelakangi pasangan.
Adrian yang sudah berbaring di tempat tidur, beranjak lalu menggendong tubuh perempuan yang begitu menggoda di hadapannya.
Adrian sepertinya tak main main dengan ucapan nya tadi sore yang mengatakan malam ini ia akan melakukan hal yang lebih dahsyat.
Cuaca dingin malam itu membuatnya semakin menggila di penuhi birahi untuk di lampiaskan kepada istrinya.
Berkali kali ia menghujam dengan keras tubuh istrinya hingga perempuan itu berteriak kencang tak kalah kencang nya seperti yang biasa ia dengar dari kamar Laras.
Adrian berkali kali memuji sensualitas tubuh istrinya saat istrinya itu berada di posisi membelakanginya.
Nampaknya pendapat Laras tentang lingerie model seperti ini akan menambah kesan seksi dari belakang itu benar adanya.
Adrian sengaja tak membuka pakaian terbuka itu dari tubuh istrinya, ia merasa semakin bergairah menatap tubuh itu berbalut pakaian mini.
" Sayang, apa kau lelah?", Adrian masih sempat bertanya kepada Dena saat ia belum berhenti menghentakkan tubuh nya.
Dena hanya menggeleng, keringat sudah membasahi hampir semua tubuhnya.
" Teruskan lah sayang, aku ingin kita menuntaskan nya bersama sama", suara Dena terdengar bercampur erangan yang tak ada henti dari mulutnya.
Adrian dengan tubuh atletis itu tentu saja masih menyimpan banyak tenaga untuk bekerja keras menikmati tubuh istrinya.
Semakin keras dan cepat tempo yang ia berikan setiap menghentakkan dan menghujam dengan dalam ke tubuh perempuan yang sudah meringis di bawah tekanan nya.
__ADS_1
Satu jam lebih sudah mereka bergumul di atas tempat tidur. Dena sudah hampir kehilangan tenaga menghadapi suaminya yang masih belum enggan mengakhirinya.
" Sayang, aku menyerah..Hentikanlah", suara Dena setengah berteriak mengucapkan itu.
Adrian semakin mempercepat gerakan nya, tak lama ia melepaskan juga benih benih itu ke dalam rahim istrinya.
Ia melepas diri dari tubuh Dena, kemudian berbaring sambil mengusap peluh di wajah istrinya.
" Terima kasih sayang, sudah mau melayani aku yang sudah tak terkendali ini", Adrian mengecup kening Dena .
Perempuan itu lagi lagi dibuat malu oleh suaminya, ia hanya meringkuk membenamkan tubuh nya di balik selimut.
" Apa kau belum mau tidur?", Dena menyelidik suaminya yang masih duduk bersandar dengan bertelanjang dada.
Ia takut kalau suaminya masih ingin di layani, ia sudah tak punya energi untuk itu.
" Kenapa? Kalau kau sudah mengantuk tidurlah, kan aku sudah bilang tak ingin membuatmu kehilangan waktu untuk tidur".
" Syukurlah", ucap Dena lega di dalam hati .
" Kalau aku masih ingin melakukan nya kau cukup tidur saja, aku akan melakukan nya dengan lembut hehehe....", Adrian tertawa nakal sambil meraih G string yang tergeletak di ujung tempat tidur mereka.
" Ini, pakailah... Nanti malam aku masih ingin menikmati balutan tubuh seksimu dengan pakaian dalam ini", Adrian menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya kemudian memakai kan G string itu menutupi bagian intim istrinya.
Dena menutup kedua matanya dengan tangan, masih dibuat malu oleh tingkah laki laki yang sekarang jadi suaminya.
Kemudian ia tertidur karena kelelahan, hingga setengah sadar rasanya ia merasakan saat sedang terlelap tubuhnya terasa terguncang karena suaminya masih saja menikmati liang nya .
Seribu desah telah tertumpah ruah
di diary madah.
Namun hasrat masih saja bergemul
menelanjangi sukma.
Bererotika senandung birahi mementaskan
kata kata.
Di malam dalam cahaya pendar remang remang
Saat jiwa mendengus liar bagai kuda kuda binal.
"Dena,semoga nasib selalu menggamit seringai mesum kita sepanjang hasrat yang terus bergelora ."
Adrian berbisik lembut di telinga istrinya yang terpejam dalam tidurnya, saat untuk ketiga kalinya ia selesai dengan senggamanya.
...----------------...
Adrian๐๐๐๐ luar biasa๐๐
Sepertinya ia memang lebih HOT dibandingkan Hasbi ya, hehehe...
Kalau dibandingkan Mas Adam nggak tau deh, hanya Dena yang tau jawabannya.
Secara pengalaman Mas Adam lebih unggul dibanding Adrian, tapi nampak nya Adrian punya caranya sendiri untuk membuat istrinya bertekuk lutut.
__ADS_1
Jangan lupa like n tinggal jejak komen ya..
Kalau suka boleh kasih vote atau tips juga buat karya otor๐ฅฐ๐ฅฐ๐