Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Pengakuan cinta Adam


__ADS_3

Aku hanya bisa terdiam menikmati kelam.


Memandangi mu dari tempat ku yang penuh lebam.


Sungguh, jika ini adalah ujian untuk kesetiaan maka sejatinya aku sudah menang.


Jika ini yang dinamakan penantian, maka sesungguhnya hanya hatiku yang paling paham.


Namun nyatanya


Meskipun aku menghabiskan seluruh hidupku,semua takkan mampu membawamu ke dalam pelukanku.


*** Adam memandang langit langit kamar nya malam itu, ia membiarkan beberapa barang berserakan di lantai sisa pertengkaran nya dengan Lisa kemarin malam sepulang dari Resepsi pernikahan Risma.


Ia tak menghalangi kepergian Lisa sama sekali tadi malam. Fikiran nya benar benar kacau tadi malam. Yang ada di otak nya hanyalah Dena saat itu. Ia tak bisa lagi membedakan hal nyata atau hanya impian nya saja.


Ia merasa menjadi suami paling kejam kemarin malam, membiarkan istrinya menangis dan pergi ke rumah orang tuanya tanpa sedikit pun berusaha ia cegah.


Juna putranya memang saat itu ia titipkan di rumah orang tua Lisa sebelum mereka berangkat ke acara tersebut.


Masih teringat jelas di kepala Adam, rentetan pertengkaran semalam dengan istrinya . Ini kali kedua dia bertengkar hebat dengan Lisa selama pernikahan mereka, dan kedua duanya di dasari alasan yang sama " Dena".


Tak pantas rasanya menyalahkan Dena dalam situasi ini, setelah melihat betapa besar usaha perempuan itu untuk pergi menjauh dari kehidupan Adam.


Adam lah yang salah atas keadaan ini, ia yang tak pernah bisa menghilangkan rasa sayang nya kepada Dena meski berkali kali istrinya mengingatkan.


Ia tak tau harus berbicara kepada siapa atas segala masalah yang ia hadapi ini.


Sungguh, definisi kesepian yang sebenarnya adalah ketika kau punya banyak hal yang ingin di ceritakan, namun tak ada telinga yang bersedia mendengarkan.


Tadi malam setelah keluar dari parkiran Hotel, ia mengemudikan kecepatan dengan sangat tinggi hingga membuat Lisa ketakutan dan berpegang erat pada sisi pintu.


" Mas Adam, kenapa dirimu?"


" Bisakah kau menurunkan kecepatan kendaraan mu?"


Ia tak menggubris ucapan istrinya, malah semakin fokus dengan amarahnya .


Setiba di rumah ia masuk ke kamar dan tidak bicara apa pun dengan Lisa.


Lisa menghampiri suami nya dengan suara terisak.


" Aku tau kau sedang menahan amarah mu"


" Tapi, bisakah sedikit saja kau menghargai keberadaan ku".


Adam tak bergeming.


" Sedalam apa kau mencintai perempuan itu?", Lisa sangat hafal dengan suaminya, ia tau hal sekecil apa pun yang suaminya coba tutupi dari nya .


" Sangat dalam", suara Adam memecah di telinga Lisa .


" Kau.... kau .. tega sekali bermain main dengan perasaan", Lisa semakin keras terisak.


Adam merasa tak perlu lagi ia menutupi perasaan nya dari Lisa, karena perempuan ini paling pintar membaca hatinya.


" Apa salahku padamu hah??"


" Apa kurang ku?"


" Aku tau aku tak secantik perempuan itu"


" Tapi apa kau tak ingat perjuanganku melahirkan anak kita juna?", suara Lisa semakin meninggi .


Mendengar nama Juna hati Adam bergetar hebat, di ingatnya wajah lugu dan polos putra semata wayang nya .

__ADS_1


" Ya Tuhan, aku berdosa pada anak ku".


Lisa semakin menjadi tangisan nya karena melihat Adam yang masih tak bersuara.


Ia melempar bantal, selimut, apa saja yang ada di atas kasur untuk menyalurkan kemarahan nya. Tak hanya itu, barang barang di atas meja kecil di sebelah ranjang pun tak luput dari amarah nya. Namun suaminya masih saja diam tak berusaha menenangkan nya.


" Lisa.....", akhirnya keluar juga suara itu


" Aku minta maaf telah menyakitimu, aku tak tau kenapa begitu saja perasaanku mengalir kepada perempuan itu"


" Kau jangan menyalahkan nya, dia tidak tau apa apa tentang perasaan ku"


" Aku yang salah".


Mendengar ucapan suami nya Lisa semakin kehilangan kesabaran, ia berteriak sambil memukul dada suaminya.


" Kau bilang agar aku tak menyalahkan nya?"


" Kau melupakan besarnya cintamu padaku karena kehadiran perempuan itu".


" Lantas kau bilang hanya kau yang salah?".


Lisa semakin sesenggukan, ia berharap suaminya memeluk nya saat itu kemudian berkata maaf dan menenangkan nya .


Tapi Adam hanya mematung, membiarkan Lisa menangis dan mengambil sebuah koper kemudian mengisi beberapa lembar pakaian di dalam nya .


" Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku"


" Kau nampak nya tak butuh lagi diriku", Lisa berkata pilu dalam nada suaranya yang sedikit melemah.


Ia menyeret koper nya, andai saat itu suaminya menahan kepergian nya pasti ia akan tetap mematuhinya.


Namun lelaki itu entah apa yang ada di fikiran nya saat itu. Pandangan kosong yang belum pernah Lisa lihat selama tujuh tahun berumah tangga membuat Lisa sedikit ngeri .


Namun ia merasa masih punya harga diri, bertahan satu rumah malam ini dengan suami yang mengakui mencintai perempuan lain lebih dalam dibanding dirinya adalah sama saja membiarkan dirinya di injak injak.


Adam bahkan tidak masuk bekerja hari ini, ia tak memberi kabar apa pun kepada rekan nya.


Ponsel nya sengaja ia matikan.


Sampai malam ini ia masih saja mengurung diri di kamar, tidak ada makanan yang masuk ke perutnya sama sekali .


Kamar yang berantakan sisa amukan Lisa tadi malam, wajah kusut nya yang kaku, menjadi pemandangan menyedihkan di ruangan itu.


Ternyata jatuh cinta yang terlalu mendalam akan membuat seseorang semakin dalam pula terluka.


Ia mendesah pelan menyebut nama perempuan itu .


" Dena, apa kau tak tau sedalam ini aku menginginkanmu?"


" Hingga aku mengabaikan istriku"


" Kau...dengan bangganya tadi malam memperkenalkan lelaki itu padaku".


Adam menatap jam di dinding kamarnya, sudah menunjukkan pukul delapan malam. Hampir dua puluh empat jam ia mengurung diri di kamar.


Ia beranjak dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi kemudian membasahi tubuhnya di bawah guyuran air hangat dari shower.


*** Ponsel yang sudah hampir dua puluh empat jam ia matikan kemudian ia nyalakan kembali. Tak ada pesan dari Lisa, tak ada pula pesan dari Dena.


Ia lebih kecewa karena Dena tak mengiriminya pesan untuk sekedar mengkhawatirkan perasaan nya atas perkenalan semalam dengan Adrian. Sementara Lisa, ia tau istrinya itu pasti sangat kecewa padanya hingga tak berniat menghubunginya sama sekali.


Adam kemudian mengetik nama Dena di pencarian kontak nya lalu memutuskan menghubungi perempuan tersebut.


Dua kali ia menghubungi tak ada jawaban dari Dena. Ia mencoba sekali lagi, di panggilan ketiga inilah ia mendengar suara lembut itu menjawab telepon nya.

__ADS_1


" Hallo..."


" Hallo Dena, selamat malam maaf aku mengganggu waktu istirahatmu",


Dena mengernyitkan dahi, ada apa Mas Adam menghubunginya malam hari. " Dimana istrinya", gumam Dena.


" Ada apa Mas?"


Diam tak ada jawaban, namun Dena bisa mendengar suara nafas yang tersengal di ujung telepon.


Adam merapatkan rahangnya,masih menahan kekecewaan . Kemudian suara hangat nya yang terdengar bergetar menjawab pertanyaan Dena, tidak menjawab lebih tepatnya balik bertanya.


" Dena apa kau tau aku sedang hancur?"


" Kau tau aku sudah tak tau lagi bagaimana aku harus menyusun kembali gelas yang sudah aku pecahkan?"


" Apa maksudmu Mas, aku tidak mengerti", Dena kali ini benar benar tak tau apa yang di maksud lelaki ini.


Hening.. tak ada suara..


Namun nafas yang menderu masih terdengar di sambungan telepon.


" Aku mencintaimu"


Kalimat yang tiba tiba meluncur dari mulut Adam membuat lidah Dena terasa kelu. Ia tak tau harus bagaimana menyambut perasaan yang tiba tiba diungkapkan lelaki yang ia inginkan selama ini.


" Mas Adam tidak sungguh sungguh kan dengan kalimat itu?"


" Mas Adam mencintaiku sebagai seorang adik kan?", Dena mengucapakan dengan gemetar di ujung telepon, mencoba menyangkal perasaan lelaki itu.


" Aku sungguh sungguh Dena"


" Kau tau aku sedang terluka hebat?"


" Bahkan aku membiarkan istriku pergi karena ternyata hatiku terlalu erat terikat denganmu".


Dena tercengang mendengar itu semua, terlintas di benaknya wajah Lisa istri Mas Adam.


" Tuhan, sungguh aku tak ingin melukai hati perempuan lain".


" Ampuni aku yang terperosok dalam jurang pernikahan mereka".


" Hentikan omong kosong mu Mas Adam"


" Kenapa kau begitu tega menyakiti hati istrimu".


Kemudian Dena menutup sambungan telepon.


Ia memegang dada nya yang terasa sesak oleh bermacam macam rasa .


Perasaan senang, takut, bingung dan sedih semua membaur seakan ikut menghakimi dirinya.


Sementara Adam, menyandarkan punggung nya ke dinding kamar kemudian ia luluh terduduk di lantai memegang kepala nya.


Ia tak tau harus menentukan pilihan apa, bahkan saat perempuan yang ia cintai sudah mengetahui perasaan nya ia masih saja membuat rasa itu berdesakan di dada nya.


...****************...


Ahhh... Adam kenapa jadi laki laki jahat sih sama istri nya sendiri?


Pengen nya tuh Adam punya istri dua kali ya, hehehe...


Apa Dena mau jadi istri kedua Adam?


Atau tetap bertahan dengan Adrian?

__ADS_1


Duhhh.. author jadi bingung kan😄


Tunggu episode berikut nya ya, author mau istirahat dulu... Tangan masih pegel karena ciuman jarum kupu kupu🥰🥰# curhat#


__ADS_2