Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Honey moon Part 1


__ADS_3

Adrian keluar dari kamar mandi, hanya dengan handuk melilit dari perut hingga di atas lutut nya.


Rambut nya masih terlihat basah.


Ia melihat istrinya sudah berbaring di atas kasur besar berukuran king, dengan selimut menutup seluruh tubuhnya hingga hanya kepala nya saja yang bisa ia lihat .


" Hey...kau kedinginan?", Adrian mendekat duduk di sisi tempat tidur .


Dena menggeleng, semakin erat memegang ujung selimut di leher nya seolah takut Adrian ingin menarik nya.


" Aku malu...", ucap Dena dengan wajah bersemu merah.


" Aku tak biasa dengan pakaian tidur seperti ini".


Adrian tertawa melihat tingkah polos istrinya.


" Kenapa malu? Aku suamimu, aku yang akan melihat setiap inci dan lekuk tubuhmu".


Adrian berbaring di sebelah Dena, kemudian tubuh nya ikut masuk ke dalam selimut .


Ia menarik pelan selimut yang membungkus tubuh mereka, Dena akhirnya melepas cengkraman tangan nya di ujung selimut .


Ketika selimut tersibak, Adrian menatap tubuh istrinya yang hanya terbalut lingerie tipis berenda model baby dol warna merah dengan bagian terbuka di bagian dada dan perut nya, tak ketinggalan G string berwarna merah juga membalut bagian sensitif nya.


" Aku malu", Dena masih berusaha menutup bagian dada nya dengan kedua tangan .


Adrian menarik tangan itu.


" Izinkan aku menyentuh semua yang kau punya".


Jantung Dena semakin berdegup tak karuan .


" Sayang, apa kau tak kecewa karena aku sudah tak perawan?", Dena ternyata masih mengkhawatirkan hal itu.


Adrian menghela nafas.


" Kenapa kau masih ragu kepadaku, aku tidak butuh tanda merah diatas ranjang malam pertama kita".


" Karena cintaku tulus, bukan sebuah hasrat yang menuntut syarat".


Mendengar kalimat itu dari bibir Adrian, Dena pasrah menyerahkan tubuhnya.


Ia memejamkan mata,


" Lakukanlah....."


Adrian menggamit bibir istrinya dengan penuh nafsu yang ia tahan selama ini.


Membuat perempuan itu tersengal, mencoba mencuri nafas di antara ciuman ciuman yang tak ada jeda nya itu.


Kali ini tangan nya tak mau diam, berjelajah ke bagian bagian intim milik istrinya . Menimbulkan suara de***an halus yang kian membuat birahi nya semakin tinggi.


Mulut Adrian sudah turun ke bagian leher, kembali membuat tanda merah yang kemarin kemarin saja belum hilang bekas nya .


Kemudian ia bermain main di dada berukuran besar itu, membuat istrinya berteriak kecil karena semakin tersulut kenikmatan.


Setengah jam mereka habiskan hanya dengan bercumbu. Adrian nampak nya sudah tak sabar untuk melakukan adegan utama dari semua ini.

__ADS_1


Ia melepas lingerie yang sedari tadi sudah melorot hingga di bawah dada, di lemparnya lingerie itu sembarang ke lantai.


Tubuh mulus itu kini sudah hampir telanjang, hanya G string mini berwarna merah yang masih melekat di tubuhnya.


Adrian menarik satu satunya penutup tubuh istrinya yang masih tersisa .


Kali ini ia berjelajah di bagian yang paling intim itu, memainkan nya dengan jemari nya.


Dena berulang ulang berteriak kecil, menahan kenikmatan yang ingin ia lepaskan .


Ia semakin kencang berteriak ketika bagian intim nya tak lepas dari serangan mulut suaminya.


Suasana malam yang dingin itu terasa sudah semakin panas di atas ranjang. Adrian sudah siap ingin menunjukkan keperkasaan nya pada perempuan yang sekarang sudah ada di bawahnya.


Dena hanya bisa mengerang kesakitan, ketika Adrian dengan penuh nafsu melakukan hal itu dengan berbagai posisi.


Perempuan itu memang sudah tak perawan, tapi bagi Adrian tetap saja ia harus bekerja keras melakukan tugas nya.


Ia begitu menikmati tubuh istrinya yang terus mengeluarkan suara des***n yang semakin panjang.


Dena sudah tak mampu menutup mulut nya untuk berhenti berteriak. Berkali kali ia menggelinjang hebat, namun laki laki itu masih belum juga menyelesaikan permainan nya.


Pada rinai rintik malam


Kau dekap aku dalam temaram


Kalut suasana membuat otak runyam


Dibelai tiada henti pangkal rambut hingga


Dibalut dengan janji suci


Peraduan dua insan pun terjadi


Dua kaki halus beradu saling memberi sensasi


Gelagat adu cumbu saling bertukar birahi


Terlantung lantung dadaku


Lidah mulai berkelana ke hilir hartaku


Dirangsang penuh nafsu


Hingga terperanjat tak menentu


Dalam hitungan detik saja,


Pedang itu menjerumus ke dalam mahkota


Sesuatu yang paling aku anggap berharga


Meringik keras bagai sambitan delman


Dua tangan manis berpegangan


Hentakan terakhir di sambung erangan

__ADS_1


Hingga tetes demi tetes benih persenggamaan


kau tumpahkan


Keduanya terkulai lemas setelah pertempuran hebat itu terjadi.


Adrian berkali kali mengecup kening istrinya setelah itu.


" Terima kasih sayang untuk malam pertama kita, meskipun sekarang belum malam, hehehe", Adrian tertawa .


Dena memeluk Adrian tanpa berani menatap wajah suaminya. Ia masih malu rasanya karena tadi meracau dengan teriakan yang tak jelas maknanya karena menikmati apa yang dilakukan Adrian.


" Maaf kalau membuatmu sedikit kesakitan", Adrian mencium lagi bibir merah itu.


Dena semakin kencang memeluk tubuh suaminya yang masih telanjang itu .


" Sudahlah, jangan katakan lagi. Aku malu...".


Adrian tertawa mendengar istrinya yang masih saja merasa malu.


" Berhentilah untuk malu kepadaku, karena malam kita masih panjang".


" Sekarang saja baru pukul enam sore, malam nanti aku akan melakukan yang lebih dahsyat dari yang tadi".


Dena menutup mulut nya dengan tangan, terkejut dan ingin mengeluarkan suara.


" Apa kau bilang? Lebih dahsyat dari yang tadi?".


" Tadi saja aku berkali kali kau buat gemetar", Dena membayangkan bagaimana lagi nanti malam suaminya itu akan melakukan hal yang lebih membuatnya semakin gila.


" Benar kan, selama pacaran dia selalu menahan hasrat nya. Dan lihatlah saat ia menjadi suamiku, ia menunjukkan betapa lihainya dia memuaskanku", ucap Dena dalam hati.


" Pakailah pakaian mu sayang, nanti kau masuk angin".


" Nanti malam kita cari makan diluar bersama Laras dan Hasbi".


Adrian beranjak dari tempat tidur kemudian ke kamar mandi membersihkan sisa sisa persenggamaan nya tadi yang masih melekat.


Dena berganti pakaian, memungut lingerie yang tergeletak di lantai kemudian memasukkan nya ke dalam keranjang .


Ia merapikan tempat tidur yang berantakan dengan bantal terjatuh di lantai dan sprei yang setengah terbuka karena adegan tak terkendali dari Adrian.


Ia duduk di tepi tempat tidur, masih malu membayangkan tadi saat mereka bercinta .


Tuhan, barang kali ada sedikit pahala


sunah Mu, yang bisa kureguk bersama dahaga takdirku.


...----------------...


Udah ya, janji otor udah ditepatin🙏


Bikin episode ini nafas otor turun naik😂, selamat menikmati malam jumat ya bagi yang sudah punya pasangan halal😁


Yuk, ikuti terus lanjutannya di episode berikutnya.


Jempol nya jangan lupa 🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2