Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Gadis Belia


__ADS_3

Oktober, waktumu begitu basah, lembab, mengigilkan jiwa, menggugah rindu di atas cinta semu .


Adam baru saja selesai menggantikan baju dan diapers Ibunya, dia memang sudah terbiasa dengan semua itu karena profesi perawat nya dahulu.


Biasanya sehari hari ada seorang asisten yang ditugaskan untuk mengurus Ibu, namun Adam memutuskan untuk merawat ibunya sendiri selama ia berada di kampung halaman.


" Kau laki laki yang baik, sayang dengan Ibu mu. Ibu harap nanti jika kau berumah tangga lagi, kau akan menyayangi istrimu sepenuhnya", ucap Ibu sambil terbatuk.


Adam kemudian menyuntikkan insulin di perut Ibunya, itu sangat berguna sekali membantu sel tubuh mengubah glukosa dari makanan menjadi energi agar Ibunya tidak terkulai lemas seperti sekarang.


Pintu kamar terbuka, Ayah menyembul dari balik pintu.


" Adam, kemari lah. Kita kedatangan tamu ", ucap Ayah meminta Adam untuk bergabung di Ruang depan bersama nya.


Adam mengangguk, lalu mengecup kening Ibunya.


" Ibu istirahat ya, aku tinggal sebentar. Nanti malam aku akan menemani Ibu tidur "


Ia lalu menuju Ruang tamu, menyusul Ayah nya yang sudah terlebih dahulu.


Ada seorang laki laki seumuran Ayah nya dan seorang perempuan muda yang mungkin masih berusia 20 tahun duduk di Ruangan tamu.


" Adam kemarilah, kau masih ingat dengan Om Wisnu?", ucap Ayah sambil menyuruh Adam memberi salam pada tamunya malam ini.


Adam mengingat ingat kembali laki laki di hadapan nya ini. Sepertinya ia pernah bertemu dulu.


" Ini Om Wisnu, suaminya Tante Lastri. Dulu mereka sering berkunjung ke rumah kita", sambung Ayah lagi.


Adam baru teringat ketika Ayah nya mengatakan Tante Lastri .


" Ohh iya aku ingat, Om wisnu apa kabar?", tanya Adam setelah mengingat dulu saat ia masih duduk di bangku SMA, laki laki ini sering berkunjung ke rumah nya.


" Baik Dam, begini lah keadaan Om yang sudah tak muda lagi ini. Kadang sehat kadang ya sakit, apalagi semenjak istri om meninggal 3 tahun lalu. Semuanya memburuk" ,ucap Om Wisnu dengan sedikit tertunduk .


" Ini siapa?", tanya Adam .


Yang dimaksud oleh nya adalah gadis muda yang duduk di samping Om Wisnu.


" Ohh, ini anak Om. Namanya Sekar Ayu. Kau sudah pernah bertemu dengan nya", jawab Om Wisnu.


Adam mengerutkan kening mencoba mengingat lagi.


" Kapan?".


Om Wisnu terkekeh.

__ADS_1


" Hehehe, dulu saat Sekar masih berusia satu tahunan".


Adam pun terkenang, bayi perempuan lucu yang dulu sering ia gendong.


" Iya aku ingat, kau sudah besar ya sekarang. Dulu waktu aku masih duduk di bangku SMA, kau masih imut imut ", Mas Adam ikut tertawa mengenang itu semua .


Sekar Ayu hanya tersenyum malu, menundukkan wajah nya tak berani menatap Mas Adam.


Om Wisnu, Adam dan Ayah pun terlibat perbincangan hangat, hanya Sekar yang tak banyak bicara, ia hanya bicara ketika ditanya. Ia lebih banyak memandang Mas Adam secara diam diam, lalu memalingkan wajah nya ketika Mas Adam melihatnya.


Om Wisnu bercerita banyak tentang bisnis yang ia rintis.


" Usiaku sudah tidak muda lagi, dan aku sering sakit sakitan. Aku ingin ada seseorang yang mengembangkan bisnis ku" ,ucap Om Wisnu pada Ayah.


" Sekar masih kuliah semester 3, nampak nya ia belum mampu untuk mengurus usahaku", lanjut Om Wisnu lagi.


Nampak nya Ayah dan Om Wisnu sudah lama membicarakan hal ini.


Ayah dan Om Wisnu lalu tertuju pada Adam.


" Nak, sebenarnya ada hal yang ingin Ayah sampaikan. Ini semua sudah kami bicarakan matang matang", kami yang dimaksud adalah Ayah dan Om Wisnu.


" Kau sudah lama kan menduda, lalu untuk apa kau merantau di tanah orang hidup sendirian. Ayah kau ingin tinggal disini, meneruskan usaha Om Wisnu. Nikahilah Sekar", ucapan Ayah membuat Adam terkejut bukan main.


Ia tak menyangka maksud Ayah nya menyuruh nya pulang bukan semata mata karena ingin ia bertemu Ibu, tapi lebih menjodohkan nya dengan perempuan yang jauh sekali terpaut umur dengan nya .


" Maaf Yah, Om Wisnu, Sekar kan masih muda sekali. Umurnya saja belum genap 20 tahun, kenapa buru buru menikahkan nya?", padahal Adam ingin sekali berkata, hey tidak mungkin aku menikah dengan bocah seperti ini.


" Sekar anak satu satu yang Om Wisnu punya, ia pemalu sekali. Om Wisnu takut kalau Om Wisnu tak bisa lama menjaga nya karena usia Om yang sudah tua. Dan Om mau laki laki baik yang mendampingi Sekar. Tak masalah bagi Om dengan status duda mu ".


Adam memaki dalam hatinya .


Hey, kalian tidak mempermasalahkan itu. Tapi aku ini berusia hampir 37 tahun dan kalian memintaku untuk menikahi gadis berumur 19 tahun. Mana bisa aku melakukan nya?


" Tapi, Om....", belum sempat Adam melanjutkan kalimatnya, Ayah sudah memotong nya.


" Tapi Apa?? Sekar juga tidak keberatan dengan perjodohan ini" .


" Bukankah begitu Sekar?", tanya Ayah pada perempuan yang sejak tadi hanya diam saja


Sekar mengangguk malu. Ia memang terlihat menyukai Adam sejak sebelum mereka bertemu, Ayah sudah memberikan beberapa foto Adam kepada Sekar sebelumnya.


Tentu saja ia suka, di usianya yang sekarang ia terlihat masih sangat gagah dan tampan. Kharisma nya tak banyak dimiliki oleh laki laki lain. Ia tampaknya seperti simbol kesempurnaan seorang laki laki.


" Maaf Om, Yah, aku tidak bisa menjawab sekarang. Aku butuh waktu untuk berpikir", ia kecewa sebenarnya dengan Ayah. Kenapa tak memberitahunya terlebih dahulu tentang semua ini . Tak bertanya padanya, apakah ia punya kekasih.

__ADS_1


Om Wisnu mengangguk, ia mengerti sekali bahwa Adam harus mempertimbangkan ini terlebih dahulu. Namun tidak untuk Ayah, laki laki itu tampak gusar.


" Apalagi yang perlu kau pikirkan? Kau hidup sendiri, lebih baik kau segera menikah dengan perempuan baik baik seperti Sekar".


Adam menarik nafas berat. Baru saja ia menolak Julia, dan sekarang ia di sodorkan dengan gadis belia seperti Sekar. Ayah nya tak akan pernah mengerti bahwa hatinya sudah tak mungkin menerima perempuan lain lagi.


" Maaf semuanya, aku permisi. Sepertinya Ibu membutuhkanku" , ucap Adam ketika mendengar Ibu nya terbatuk dari dalam kamar. Akhirnya ia punya alasan untuk pergi dari situasi itu.


Di dalam kamar, Ibu belum tidur sama sekali. Ia jelas mendengar semua pembicaraan di Ruang tamu tadi.


" Kenapa kau menolak untuk menikahi Sekar Nak?", tanya Ibu dengan suara lemah.


Adam mendekat, duduk di disi tempat tidur sambil memijat lembut kaki Ibu nya.


" Karena aku sudah memiliki seseorang Bu, aku begitu mencintainya".


" Ibu ingin kau hidup disini, dan menjaga Sekar. Ia tidak punya siapa siapa lagi selain Om Wisnu', tatapan mata Ibu seperti memohon kepada Adam.


Laki laki itu kembali dibuat sakit kepala oleh permintaan kedua orang tuanya. Ia pikir, Ibu akan menjadi orang terakhir yang mengerti keinginan nya, bisa menolak perjodohan ini.


" Kau mau kan memenuhi permintaan Ibu mu yang sudah sakit sakitan ini? Itu bisa jadi permintaan terakhir dari Ibu", ucap nya lemah .


" Ibu bicara apa? Ibu akan selalu sehat, aku sendiri yang akan merawat Ibu. Jadi tolong jangan meminta aku melakukan hal yang tak bisa aku lakukan ".


Terlihat wajah kecewa Ibu yang terpampang nyata di hadapan Adam.


Ibu tak berbicara lagi, ia hanya diam. Adam tahu sekali kalau Ibu sudah begitu berarti ia amat kecewa.


" Keluarlah dari kamar Ibu, Ibu ingin istirahat sendirian ", ucap Ibu terdengar sengit di antara bibirnya yang bergetar.


Adam tetap mencium kening Ibunya, kemudian langsung masuk ke kamar nya. Tak berniat untuk kembali bergabung dengan Ayah dan Om Wisnu yang masih nampak seru berbincang tentang bisnis nya. Sementara Sekar, gadis belia itu hanya mencuri tatapan ke arah Adam yang keluar dari kamar Ibu.


Adam menghempas tubuh ke kasur, mengacak acak rambutnya karena pusing.


Ayah, Ibu, bukan aku tak mau menunjukkan baktiku. Tapi untuk hal satu ini aku benar benar tak bisa memenuhi nya. Dan kau Sekar, engkau masih terlalu belia untuk kunikahi. Kau lebih pantas jadi adik ku.


...----------------...


Maafin thor ya readers, harus menghadirkan perempuan baru lagi di kehidupan Adam😁.


Seperti apa nantinya keputusan yang akan diambil Adam?


Kali ini thor belum mau up ke episode berikutnya, masih mau denger komen kalian semua pengen nya Mas Adam langsung nikah sama Dena apa harus di belokin dulu ke Sekar?


Kalau menikahi Dena, kisah ini nggak lama lagi ENDπŸ˜„πŸ˜„.

__ADS_1


Thanks untuk yang setia mampir dan memberi dukungan lewat like n vote nya πŸ™πŸ™πŸ₯°


__ADS_2