
Banyak hal yang di lakukan percuma. Salah satunya menjelaskan pembenaran atas pilihan pilihan dan tindakan kuta kepada orang yang tidak percaya akan hal itu.
Sepanjang apapun penjelasan mu tetap saja tidak akan merubah keyakinan orang tersebut.
Dena merasa semakin keras ia meyakinkan Mas Adam kalau ia sungguh sungguh dengan hubungan barunya, semakin lelaki itu tidak mempercayainya.
" Hallo, Adrian nanti malam jadi kan menemaniku ke acara pernikahan rekan ku?", Dena menghubungi Adrian siang itu ketika ia pulang dari acara akad nikah Risma.
" Iya Den pasti, nanti malam aku jemput kau di rumah".
Begitulah pasangan kekasih itu, meskipun sudah resmi pacaran tidak ada panggilan sayang ataupun panggilan khusus bagi mereka. Masih saja memanggil dengan nama masing masing.
Dena membuka lemari mencoba beberapa gaun, memilih gaun mana yang akan ia kenakan nanti. Pilihan nya tertuju dengan gaun hijau muda, ia kemudian terlintas dengan Adrian.
" Lebih baik aku minta Adrian memakai baju yang sama dengan warna gaunku", gumam Dena.
Pasti mereka akan terlihat serasi sehingga Mas Adam akan mempercayai hubungan serius antara keduanya.
Kembali menelepon,
" Hallo Adrian"
" Nanti malam kau kenakan baju berwarna sama ya denganku"
" Hijau muda"
Adrian memutar bola matanya, mengingat ingat lagi isi baju di lemari pakaian nya.
" Hijau Muda?"
" Baiklah".
Adrian mengiyakan padahal ia sendiri tidak mempunyai baju dengan warna yang Dena katakan.
Demi wanita itu, Adrian langsung bergegas ke Pusat Perbelanjaan membeli atasan hijau muda.
*** Ballroom Hotel
Tamu undangan sudah ramai memenuhi Ball room yang berkapasitas 500 orang tersebut.
Risma dan suaminya berdiri di pelaminan menyambut tamu yang datang untuk memberikan ucapan selamat.
Adam bersama istrinya sudah lebih dahulu datang, ia terlihat mencari cari keberadaan Dena . Riuh nya tamu undangan yang hadir membuat ia kesulitan menemukan sosok itu.
" Cari siapa Mas, kok dari tadi kayak gelisah gitu?", tanya Lisa yang bisa tau kalau suami nya itu mencari Dena.
" Ehhh... iya sayang aku mencari Lukas, dia bilang akan datang malam ini bersama kekasih baru nya", Adam berbohong kepada Lisa.
Bagaimana Lisa bisa percaya, bahkan dalam radius puluhan kilometer pun ia bisa mencium kebohongan suaminya .
" Kau fikir aku bodoh apa?, aku tau kau mencari perempuan itu kan?", Lisa mendengus kesal di dalam hati.
Adam dan Lisa mencari tempat duduk setelah mengambil beberapa potong kue.
" Mungkin ia belum datang", gumam Adam.
Matanya terus mengawasi pintu masuk ballroom , siapa tau Dena tiba tiba datang.
Sementara Lisa semakin dibuat kesal dengan tingkah suaminya yang tidak fokus sama sekali diajak bicara.
Adam masih memandang lekat ke arah pintu ketika seorang perempuan bergaun hijau dengan anggun nya berjalan memasuki ruangan, di sebelah nya ia menggandeng seorang lelaki yang memakai baju berwarna sama. Mereka terlihat seperti pasangan serasi yang sudah berjanji untuk mengenakan baju couple.
__ADS_1
" Dena, kau cantik sekali", batin Adam.
" Hey ... lelaki itu kan orang yang waktu itu membawa Dena ke rumah sakit saat pingsan".
" Ahh... ternyata kekasih Dena adalah teman sekantor nya".
Adam terlihat terbakar cemburu ketika Dena dan Adrian berjalan bergandengan dengan sangat mesra. Tangan Adrian melingkar di pinggang Dena sementara tangan Dena setengah memeluk perut laki laki itu.
Adam geram, mengepalkan tangan nya. Entah alasan apa untuk membuat nya cemburu, padahal ia tak punya hubungan apa apa terhadap Dena.
" Mas Adam, mas kenapa seperti menahan marah?, Lisa menyadari kelakuan suaminya.
Adam diam dan tak mau menjawab.
" Aku permisi ke toilet sebentar", ucap Adam seraya berlalu meninggalkan Lisa duduk sendirian.
Lisa masih mengawasi suaminya, memperhatikan kemana ia melangkah.
Benar dugaan Lisa, ternyata ada perempuan itu sehingga suaminya meninggalkan dirinya dengan alasan ke toilet.
" Apa?? Dena bersama seorang lelaki??", Lisa terbelalak melihatnya.
Pertama ia bahagia karena ternyata perempuan itu benar benar sudah mempunyai kekasih.
Namun yang kedua, ia kesal melihat suaminya yang ternyata terbakar cemburu melihat kehadiran Dena bersama laki laki lain.
Adam berjalan menghampiri Dena dan Adrian yang baru saja memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
" Dena....", suara Adam terdengar berat.
Dena dan Adrian serempak menoleh ke arah Adam.
" Ehh Mas Adam, sendirian?", Dena mencoba bersikap biasa saja.
" Aku bersama istriku"
Dena mengitari pandangan di sekitar, tidak melihat keberadaan Lisa.
" Ohh ya, Mas Adam kenalin ini Adrian kekasih ku", Dena menggandeng lembut tangan Adrian sengaja agar terlihat semakin mesra.
" Apa kita pernah bertemu sebelum nya?", tanya Adrian sambil mengingat ingat dimana ia pernah melihat lelaki ini.
" Tentu saja sayang, saat kau mengantarku ke rumah sakit ketika aku pingsan kalian pernah bertemu", ucap Dena
" Hah.. sayang?"
" Sejak kapan Dena memanggilku sayang?", tanya Adrian dalam hati.
Adrian menepuk dahi nya, ingat pertemuan di IGD kala itu .
" Saya Adrian , kekasih Dena", Adrian mengulurkan tangan kepada Adam.
" Adam", ia menjawab singkat sambil mendengus menunjukkan wajah kesal.
Lisa tak ingin ketinggalan momen bertemu dengan kekasih Dena, ia menghampiri suami nya yang masih mematung di hadapan Dena dan Adrian.
" Dena, kau disini?", Lisa bertanya basa basi sambil tangan nya melingkar di pinggang suaminya.
" Hey, ini kekasih mu?"
" Iya, bukankah aku pernah berjanji kepada Kak Lisa untuk memperkenalkan kekasihku".
__ADS_1
" Mumpung kita bertemu disini kenalkan ini kekasih ku Adrian".
Lisa dan Adrian berjabat tangan berkenalan.
" Jadi kapan kau menyusul mengirimkan undangan kepada kami Dena?"
" Kau sudah cukup umur untuk menikah, jangan di tunda lagi", Lisa berpura pura bersikap manis padahal maksud dari perkataan nya adalah
" segeralah kau menikah agar suamiku berhenti mengejar mu".
Dena belum sempat menjawab karena Adrian sudah terlebih dahulu membuka suara.
" Doakan saja ya kak kami segera menikah"
" Karena memang aku tidak ingin lama lama pacaran", Adrian terlihat serius dengan ucapan nya
Raut wajah Dena berubah pias membayangkan bagaimana kalau Adrian sungguh sungguh mengajak nya menikah .
Adam sudah tidak tahan berada di sini, ia benar benar sudah tak bisa menahan api cemburu yang terus terbakar melihat betapa mesra nya Dena melingkarkan tangan di perut lelaki itu sambil bergelayut manja.
Ia membayangkan bagaimana Dena dan Adrian ketika berduaan,ia tak rela rasanya laki laki itu menjamah sedikitpun tubuh Dena.
Adam dan Dena hanya diam mendengarkan Lisa dan Adrian terus melanjutkan pembicaraan mereka tentang pernikahan .
Dena bisa menangkap gurat kekecewaan di wajah lelaki itu.
" Ya Tuhan jika dalam diam nya saja sudah membuat ku jatuh cinta sedalam ini, bagaimana jika ia tersenyum hangat kepadaku?".
Adam tiba tiba melepaskan tangan Lisa yang merangkulnya, tanpa mengucapkan apapun ia pergi meninggalkan Lisa yang masih terlihat berbicara pada Adrian .
Lisa berlari kecil menyusul langkah suaminya.
" Mas, kau mau kemana?"
" Aku mau pulang, aku tiba tiba tidak enak badan"
Adam berjalan ke arah pelaminan untuk berpamitan kepada Risma dan suaminya, diikuti Lisa di belakang nya.
Sementara itu Adrian memasang wajah bingung kenapa tiba tiba Adam pergi tanpa permisi dengan terlihat kesal.
" Dena, Mas Adam tidak cemburu karena aku berbincang dengan istrinya kan?" tanya Adrian mengutarakan opini nya.
Dena tertawa mendengar nya.
" Bisa jadi, hahaha".
Adrian menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal dan bergumam " over protected sekali dirimu Adam".
Dena menyadari apa yang membuat lelaki itu pergi begitu saja . Itu berarti rencana nya berhasil kan untuk membalas kecemburuan nya kala itu, ia berhasil membuat Mas Adam benar benar percaya dengan kemesraan yang ia tampilkan .
" Sekarang rencana ku telah berjalan lancar, lalu apa yang akan aku lakukan kepada Adrian?".
" Memutuskan nya?"
" Ahhh... jahat sekali dirimu Dena", suara Malaikat baik berseru dalam hati Dena.
...****************...
Wah wah wah, Adam ternyata type lelaki pencemburu ya .
Kira kira sampai di rumah dia aman nggak ya dari amarah Lisa?
__ADS_1
Lanjut terus , dan jangan lupa like nya🥰🥰