
Setelah sarapan usai Laras langsung mengambil ponsel nya. Ia akan segera menghubungi Mas Adam untuk mengundang nya makan malam.
Laras mengambil gerak cepat sebelum nanti suaminya berubah pikiran.
" Hallo.. selamat pagi Mas Adam".
" Hallo, pagi Laras".
" Bagaimana keadaanmu?".
" Baik, Mas Adam sendiri bagaimana?".
" Sekarang sibuk apa?".
" Biasa lah Ras sejak berhenti bekerja aku lebih banyak mengurus usaha ku".
" Ohh ya, ada apa meneleponku?",Adam bertanya karena tak seperti biasanya tiba tiba Laras menghubunginya.
" Mas Adam... aku sekarang lagi hamil dan aku lagi ngidam sesuatu".
Adam berpikir keras, kenapa juga dia ngidam harus memberitahuku, gumam Adam.
" Ngidam apa Ras, apa ada yang bisa kubantu?".
" Itulah kenapa aku menelepon mu Mas Adam, aku ngidam ingin makan bersama dengan Mas Adam", ucap Laras tanpa ada rasa malu malu.
" Hah...??", Adam kaget mendengar ngidam nya Laras yang tak biasa itu.
" Kau yakin dengan ngidam mu Ras?", Adam masih merasa kalau Laras hanya bercanda.
" Yakin Mas Adam, lagi pula aku sudah mendapat izin dari suamiku, Ibu, dan tentu izin dari Kak Dena juga".
Adam menahan nafas ketika nama itu disebut.
" Kalau begitu kita makan di luar saja Ras, jadi aku tak perlu datang ke rumah mu", Adam memberi tawaran lain agar tak bertemu Dena.
Bukan membenci, namun menghindari hati nya terasa sakit lagi .
" Hahaha, aku bisa di gorok Hasbi kalau kita makan di luar berdua", ucap Laras.
" Tidak berdua Ras, tentunya dengan suami mu lah".
" Tidak mau, aku maunya makan di rumah".
" Ngidam ku kali ini tidak boleh di tawar lagi, TITIK....".
Adam menarik nafas panjang.
" Baiklah Ras, nanti malam aku akan datang".
" Tapi kau sungguh meminta hal ini karena ngidam mu kan?", berusaha menyelidik.
" Hehehe, tadinya iya", Laras terkekeh.
" Maksud mu tadinya?".
" Mas Adam, aku tau sesuatu tentang Mas Adam dan Kak Dena".
" Hasbi pernah bercerita kepadaku, dan aku merasa Kak Dena lebih cocok dengan Mas Adam".
" Makanya, aku ingin Mas Adam dan Kak Dena bertemu lagi".
" Uuuppss...keceplosan",Laras tertawa lagi.
" Hey...benar kan dugaan ku, kau tidak sungguhan dengan ngidam mu kali ini", gerutu Adam .
" Mas Adaaaammmmm.... Please datang malam ini" .
" Apapun itu tujuan ku, anggap lah kali ini aku beneran NGIDAM......!!!".
Adam akhirnya menyerah dan mengikuti kemauan Laras, gadis ini jika punya kemauan pasti akan merengek sampai dapat.
__ADS_1
" Eehhh... Mas Adam, sudah dulu ya ada Hasbi".
" Bye, sampai jumpa nanti malam Mas".
Belum sempat Adam menjawab, Laras sudah mematikan telepon nya.
" Sayang kamu telpon siapa barusan?", tanya Hasbi ingin tau.
" Aku menghubungi Mas Adam, mengatakan kalau nanti malam ia diundang datang kesini".
" Ciihh", Hasbi membuang muka .
" Belum melihat wajahnya saja aku sudah mau muntah", Hasbi menggerutu kepada istrinya.
" Mudah mudahan jika nanti anak kita laki laki wajah nya tidak mirip lelaki itu karena kau ngidam ingin makan dengan nya".
" Hehehe, mirip juga nggak apa apa kan sayang".
" Mas Adam juga kan tampan", Laras terkekeh .
Hasbi sudah memasang wajah masam .
" Tak sudi, lagi pula aku lebih tampan dibanding dia . Jadi mestilah anak ku mirip dengan Bapaknya yang tampan ini".
Laras bersungut kecil menggoda suaminya .
" Kau... beraninya meledek ku ya".
" Apa kau mau pagi pagi begini aku hukum di kamar?", Hasbi sudah menggendong istrinya .
Laras tentu saja dengan senang hati menerima hukuman itu.
" Sayang, pelan pelan".
" Sisa tadi malam saja masih terasa sakit", pinta Laras ketika suami nya mulai menghentak hentak kan tubuh nya dengan irama kencang.
" Bukankah kau suka, kau yang selalu minta aku untuk mengeluarkan semua tenaga ku", ucap Hasbi tanpa berhenti bergerak seirama ke segala arah.
Tak peduli dengan kehamilan nya yang masih muda, aktifitas itu selalu mereka lakukan sudah seperti minum obat 3 kali sehari.
***
Sementara itu, Dena sudah berada di rumah sakit. Ada Adrian yang menemaninya hari ini karena sedang libur kerja.
" Selamat pagi jarum kupu kupu, aku datang lagi".
" Dan aku selalu datang dengan membawa ingatan tentang seseorang yang selalu memegang kau jarum kupu kupu ku".
" Tapi itu dulu, sebelum aku membuat semuanya berantakan dalam hidupnya".
Seorang perawat perempuan sudah mendaratkan dua kupu kupu di lengan kiri Dena. Meski sudah beberapa kali Adrian menemani Dena, dia tetap saja ngilu setiap melihat jarum jarum itu ditusuk di lengan kekasih nya .
Perempuan di hadapan nya ini tetaplah terlihat cantik meski tubuh nya sedang terhubung dengan mesin pencuci darah dan selang selang panjang serta jarum yang mengerikan itu.
Adrian menatap sekeliling, ada sekitar 15 pasien cuci darah di ruangan itu.
Namun ia rasa, Dena lah yang tak tampak seperti orang sakit kronis pada umum nya .
" Apa karena ia perempuan cantik dan selalu merawat diri", gumam Adrian .
Dena masih memikirkan tentang ngidam nya Laras tadi pagi .
Jika nanti malam Mas Adam sungguhan datang, ia harus bagaimana?
Ia tak mau menutupi hal hal yang berhubungan dengan Mas Adam kepada Adrian. Kekasih nya itu sudah banyak mengalah dan bersabar. Ia tak ingin ada pertengkaran dan salah paham lagi .
Lagi pula nanti malam kan malam minggu, Adrian pasti datang ke rumah nya . Lebih baik ia katakan dari sekarang dari pada nanti Adrian terkejut ketika melihat Mas Adam ada di rumah .
" Sayang, Laras akhir akhir ini ngidam nya selalu yang aneh aneh", Dena mencari awalan tepat untuk mengatakan nya pada Adrian.
" Ya.. nama nya juga orang ngidam, kebanyakan ya begitu", jawab Adrian sok tau tentang kehamilan .
__ADS_1
" Tapi ngidam nya yang satu ini sepertinya akan membuatmu sedikit kesal".
" Aku?? Kesal??" .
" Apa hubungan nya Laras yang ngidam tapi aku yang kesal?".
" Kan suaminya Hasbi?", Adrian tak mengerti .
" Ngidam nya di luar nalar mu sayang", ucap Dena lembut.
" Aku akan mengatakan nya padamu, tapi aku mohon kau jangan marah dengan Laras atau denganku".
" Hahaha, kau tak perlu memohon, mana mungkin aku marah sayang"
" Kau tau aku kan, sudah dibuat kecewa pun aku rasanya tidak bisa marah", kalimat yang barusan diucapkan Adrian terasa menyindir di telinga Dena.
" Sebenarnya Laras ngidam ingin makan bersama dengan Mas Adam"
" Kalau tak di turuti ia katanya akan mogok makan".
" Jadi ibu menyuruh Mas Adam untuk makan malam di rumah malam ini", Dena takut takut melihat wajah Adrian.
" Huuhh....", Adrian menghela nafas.
" Kenapa lagi lagi harus berhubungan dengan laki laki itu?", ucap Adrian dengan wajah yang memang terlihat kesal.
Dena mengangkat kedua bahunya .
" Tidak tahu, kan itu Laras yang ngidam"
" Bukan aku".
" Tuhan, kenapa sih ngidam nya Laras harus aku yang menanggung akibatnya".
" Tidak bisakah kau merepotkan suami mu saja", gumam Adrian.
Tentu sudah dipikirkan oleh Adrian akibat dari ngidam nya itu . Mau tak mau kekasih nya akan bertemu lagi dengan cinta pertama nya itu.
Ia takut akan ada benih benih cinta lagi di pertemuan mereka .
Namun bukan Adrian nama nya jika ia mengutarakan keresahan nya . Ia memilih mengatakan tidak keberatan untuk hal itu.
" Ya sudah lah, mau gimana lagi namanya juga ngidam daripada nanti keponakan mu ileran", ucap Adrian.
" Hehehe", Dena terkekeh membayangkan nanti keponakan nya selalu meneteskan liur hanya gara gara ketika di dalam perut, tak di izinkan makan malam dengan Mas Adam.
" Sayang, aku mau kau juga datang makan malam bersama nanti malam".
" Aku tak ingin kau salah paham", Dena buru buru mengucapkan itu sebelum Adrian berpikiran dia tidak akan diajak.
" Ohh jadi kau mengundangku hanya karena takut aku salah paham? bukan karena kau memang wajib mengajakku?", Adrian cemberut.
" Tidak begitu sayang, maksudku kau juga harus datang sebagai bentuk pembuktian ku bahwa aku mengakui mu sebagai lelaki yang aku cintai di hadapan Mas Adam", Dena meralat lagi alasan nya tadi.
" Ciihhh...kenapa kau jadi sensitif seperti Laras yang sedang hamil", gerutu Dena dalam hati.
Adrian tersenyum, bahagia sekali dia mendengar pengakuan Dena .
" Adam, kau memang cinta pertama Dena tapi kali ini aku menang beberapa langkah di hadapanmu".
" Aku yakin aku yang akan menjadi pemenang nya di akhir, aku yang nanti akan menjadi pasangan hidup Dena".
...----------------...
Hasbi..... Laras.... kalian berdua bikin para jomblo dan yang belum menikah jadi pengen cepet cari pasangan🤭
Kalau nanti Adrian jadi menikah dengan Dena, akan seperti apa ya aktifitas malam mereka, hehehe...
Author jadi gak sabar pengen bikin episode malam pertama Adrian Dena😂😂
Ikuti terus ya update nya
__ADS_1
Jangan lupa like, komen n kasih vote nya🥰🥰🙏