Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Pelajaran untuk Adam


__ADS_3

Perempuanku..


Aku tak ingin bermain drama denganmu


Tapi aku benar benar tak bisa ingat apapun


kecuali kamu.


Hingga tanpa kusadari aku begitu bergantung padamu.


Pada cinta dan setia yang ku habiskan hanya untuk dirimu.


Adrian tak pernah semarah ini sebelumnya pada Dena. Ia melempar bantal dan selimut yang ada di kamarnya ketika pulang.


Mbok Nah bahkan kaget mendengar teriakan Adrian, tak biasanya Tuan muda nya itu semarah itu.


Adrian mengepalkan tangan nya, ia ingin membenci perempuan itu, tapi tak bisa rasanya. Ingin memaafkan perempuan itu, tapi berat rasanya.


" Dena......kurang apa lagi aku padamu. Aku menentang kakak ku demi mempertahankan hubungan kita".


" Tapi kau, meskipun dengan menyesal dan minta maaf kau mengatakan hal menjijikkan itu, tak pernah kau pikirkan bagaimana perasaanku".


Adrian merasa benar benar hancur, ia pernah di khianati oleh kekasih nya dulu sebelum Dena.


Namun tak sesakit ini rasanya, saat itu juga ia tinggalkan perempuan yang sudah menghancurkan kepercayaan nya .


Namun sekarang, jangan kan berniat untuk meninggalkan Dena, untuk marah pun ia merasa berat. Akhirnya ia hanya dikuasai oleh kekecewaan.


Ia tau meskipun Dena tak mau mengatakan siapa lelaki itu. Hanya ada dia dan Adam yang pernah singgah di hati Dena.


Yang sekarang perlu Adrian pertanyakan adalah kapan mereka melakukan itu. Apakah saat ia dan Dena belum berpacaran. Atau justru mereka melakukan nya ketika Adrian sudah penuh memberi semua rasa cintanya pada Dena. " Kalau itu memang benar, habis kau Adam. Kau harus berurusan denganku".


Adrian berteriak sekali lagi, meremas kepalanya sambil menunduk.


Ia meraih ponsel nya, ia tak punya nomor telepon Adam. Lalu berpikir cepat, teringat Hasbi. Adik laki laki Dena itu pasti punya nomor Adam, pikirnya .


Ia mengirimkan pesan singkat kepada Hasbi untuk meminta nomor telepon Adam.


Hasbi sedikit heran ada apa dengan Adrian, namun ia tak berani menanyakan nya. Hanya memberikan apa yang Adrian minta.


Adrian menahan emosi nya ketika ingin menelepon Adam, ia tak ingin terlihat sedang marah ketika berbicara nanti.


Bukan sekarang waktunya untuk marah, nanti jika sudah jelas semuanya Adrian akan menyelesaikan nya dengan cara laki laki.


Meskipun ia sangat yakin bahwa lelaki ini yang melakukan nya, namun ia ingin mendengarnya langsung dari mulut Adam. Karena tak mungkin untuk mendesak Dena, Adrian tak mau kekasih nya itu merasa tertekan sedikitpun.


Ia sudah terhubung dengan panggilan telepon bersama Adam.


Suara laki laki di seberang telepon nampak bingung nomor tak dikenal menghubunginya.


" Hallo, ini siapa?".


" Hallo Adam, ini Adrian".


Adam sedikit terkejut mendengar Adrian memanggilnya tanpa sebutan " Mas".


" Iya ada apa Adrian?".


Adrian tak ingin basa basi.


" Besok aku ingin kita bertemu".


Adam merasa ini semua pasti ada hubungan nya dengan Dena. Tidak mungkin ia menolak Adrian, sebagai seorang laki laki ia harus bersikap gentle.


" Baiklah, dimana?"

__ADS_1


Adrian menyebutkan nama tempat dan waktu untuk bertemu besok.


Ia tak ingin masuk ke kantor besok, menghindar untuk bertemu dengan Dena mungkin bisa meredakan sedikit kekecewaan nya.


Suara ponsel Adrian terus berdering, panggilan masuk dari Dena berkali kali tak diangkat oleh Adrian. Begitu pula dengan pesan yang dikirim perempuan itu, ia tak ingin membalasnya.


****


Senin pagi di kantor


Dena membawa beberapa berkas laporan yang butuh di tanda tangani oleh atasan nya.


Ia menuju Ruangan di Lantai dua Gedung perusahaan, namun ia sempat singgah ke lantai tiga. Ruangan kantor divisi umum tempat Adrian.


Ia melihat dari luar ruangan kaca, mencari Adrian di tempat nya namun tak melihat lelaki itu sama sekali.


Akhirnya Dena memberanikan diri menanyakan keberadaan Adrian pada seorang perempuan, salah satu staff di ruangan itu.


Ternyata Adrian tidak masuk bekerja hari itu.


" Adrian, apa sebegitu marah nya kau kepadaku hingga menghindariku. Bagaimana caranya agar aku bisa menebus kesalahan ku?".


Dena rasanya tak fokus bekerja hari ini, ia ingin bertemu Adrian. Ia tau dan sadar atas kesalahan nya, sepertinya rasa takut kehilangan mulai ada di dalam hati Dena. Itu berarti ia sudah begitu mencintai Adrian.


Celotehan dan candaan Puji hari itu tak mampu membuat Dena melupakan masalah itu sebentar saja. Ia tak bisa menjelaskan nya pada Adrian apa yang saat itu ia rasakan hingga khilaf melakukan perselingkuhan itu.


Adrian sudah bersiap ingin bertemu Adam siang itu di sebuah cafe. Apa yang akan ia katakan sudah ia siapkan dari tadi malam di kepalanya.


Ia tiba di cafe itu dan melihat Adam sudah terlebih dulu datang. Lelaki itu sudah memilih tempat di bagian luar cafe yang teduh dengan pohon pohon rindang di sekitar nya.


Adrian menghampiri Adam.


" Terima kasih sudah datang kesini", Adrian berbasa basi.


" Maaf Adrian, langsung saja katakan apa tujuanmu mengajak ku bertemu."


Hal ini mengingatkan bagaimana dulu nya Lisa juga pernah mengajak Dena untuk bertemu.


Begitulah resiko yang akan di tanggung jika menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain.


" Tentu saja, aku juga tak ingin berlama lama bicara lain hal padamu", ucap Adrian setenang mungkin karena ia tau bagaimana lelaki di hadapan nya ini.


Lelaki ini bukan lelaki yang mudah terpancing emosi dan perkelahian. Ia bahkan lebih terlihat tenang di bandingkan Adrian.


" Aku sekarang sedang bertengkar dengan Dena".


Benar saja yang di duga oleh Adam, ini semua ada hubungannya dengan Dena.


Adam masih diam, menunggu Adrian melanjutkan kalimatnya.


" Kau tau, aku begitu kecewa mendengar pengakuan Dena. Ia mengatakan kalau ia sudah tidak perawan lagi."


" Dan aku yakin kau tau tentang hal ini, katakan satu hal padaku!!!", suara Adrian terdengar sinis.


Wajah Adam pias, entah dengan apa ia menjelaskan nya.


" Apa kau memarahi Dena ketika kau tau hal itu?", Adam justru mengkhawatirkan Dena .


" Hey...kau tak perlu tau hal itu. Aku menjaga Dena lebih dari yang kau lakukan, aku tak pernah menyakitinya".


" Sekarang kau cukup jawab pertanyaanku, apa kau tau hal itu hah?", Adrian sudah tak bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar.


Adam masih diam.


" Jawab lah jika kau benar benar laki laki sejati dan bukan pecundang. Aku ingin dengar langsung dari mulutmu agar prasangka dalam hatiku menjadi nyata"

__ADS_1


" Ya... kami melakukan itu, dengan perasaan cinta yang kami punya", Adam menjawab begitu saja pertanyaan Adrian.


Tangan Adrian sudah terkepal mendengar jawaban itu, ditambah lagi ia mengatakan nya dengan perasaan cinta di antara mereka.


" Jawab lagi dengan jujur, apa kalian melakukan nya saat aku sudah menjalin hubungan dengan Dena?".


Adam tak langsung menjawab, ia berpikir cepat jika ia mengatakan iya pasti hubungan Dena dan Adrian akan berantakan atau bisa saja berakhir.


Betapa pun ia mencintai perempuan itu, ia tak ingin mendapatkan nya dari hasil merusak hubungan mereka yang bahkan sebentar lagi akan menikah .


Sepertinya kali ini Adam harus berbohong, bukan karena ia pecundang tetapi ini demi hubungan Adrian dan Dena.


" Tidak... ini terjadi sebelum kau mengenal Dena, dan ini juga terjadi ketika Dena belum mengetahui aku sudah beristri", Adam berusaha melindungi Dena di mata Adrian.


Ia tak ingin Adrian tau bahwa mereka melakukan itu bahkan saat Dena sudah mengetahui ia sudah memiliki istri meskipun saat itu sebenarnya ia sudah pisah ranjang dengan Lisa.


Adrian geram mendengar ucapan Adam, tetap saja ia tak sudi laki laki beristri ini merenggut kesucian seorang perempuan lajang yang sekarang jadi calon istrinya .


" Kurang ajar kau, dasar laki laki bre****k ".


" Kau sudah beristri tapi kau tega meniduri perempuan lain dengan alasan kalian saling mencintai".


Tangan Adrian yang sudah sejak tadi terkepal, ia arahkan ke wajah Adam. Pukulan keras mengenai sudut bibir sebelah kiri Adam hingga mengeluarkan darah.


Adam tak melawan, ia hanya memegang sudut bibir nya. Biarlah ia terluka, asalkan jangan Dena yang menanggung itu semua .


" Itu balasan untuk laki laki bejat sepertimu, kau tau kau sudah menghancurkan masa depan seorang perempuan", Adrian masih terlihat marah bahkan tangan nya masih terkepal siap untuk memukul lagi .


" Silahkan kalau kau mau meluapkan kemarahan mu padaku, pukul lagi aku jika itu bisa meredakan amarah mu".


" Tapi tolong jangan lukai Dena, ia tak bersalah. Aku yang salah", Adam masih mencoba berbicara meski darah sudah mengalir di sudut bibir nya.


" Diam kau Adam, jangan mengajariku cara melindungi Dena. Kau tak ada hak mengkhawatirkan nya, aku menyayanginya lebih dari rasa sayang mu" .


" Aku tak akan pernah menyakiti nya sedikitpun".


Adrian berdiri dari duduk nya, ingin meninggalkan lelaki yang sedang berdarah di mulut nya itu .


" Dengar aku sekali lagi, jangan pernah kau muncul lagi di hadapan Dena", Adrian berkata dengan nada mengancam.


Kemudian ia pergi, ia sudah mendengar penjelasan Adam bagaimana itu semua terjadi.


Dan sekarang, lihatlah apa yang ada di pikiran nya? Ia ingin buru buru menemui Dena dan meminta maaf atas prasangka buruk nya .


Adrian, kapan kau berhenti menjadi bodoh seperti itu?


...----------------...


Yang bisa membolak balikkan hati memang Tuhan, tetapi kamu bisa mengendalikan hatimu.


Kamu punya kendali terhadap hatimu, kamu membiarkan nya melapang atau menyempit.


Jangan menyalahkan orang lain atas luka pada hatimu, apalagi menyuruh mereka menjaga hatimu dari rasa sakit


Sering kali yang membuat kita terluka, itu karena harapan harapan yang kita gantungkan pada orang lain.


Ingat, yang bisa menjaga hatimu hanya dirimu sendiri bukan orang lain .


Adrian ......sesabar itu kau jadi lelaki .


Ini masalah serius, tapi kau masih tetap membuka hatimu dengan lebar untuk Dena😢


Next episode, apa ya yang akan Adrian lakukan pada Dena?


Ikuti terus up nya.. Jangan lupa like n tinggal jejak komen🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2