Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Tak akan tergoyah


__ADS_3

Amira, kau mengajarkanku rasanya tersakiti. Kini, aku belajar tak mengulanginya pada Laras ku.


Hasbi duduk termangu bersandar di kursi kerjanya.


Pikiran nya terganggu bukan hanya karena pertemuan dengan Amira kemarin siang.


Pagi ini, ia mendapat pesan dari nomor tak dikenal. Ternyata pesan dari Amira, ia mengajak Hasbi untuk makan siang bersama hari ini.


Sebesar apapun rasa cinta nya dulu terhadap Amira, saat ini ia sudah memiliki istri walaupun tak bisa ia sangkal kalau kenangan tentang Amira masih sedikit tertinggal di hatinya.


Makan siang, ya hanya sekedar makan siang . Hasbi memutuskan untuk menerima ajakan Amira, ia akan datang hanya sebagai teman lama tak akan lebih dari itu.


Ia sadar dan ia tak akan berbuat lebih.


" Baiklah, jam makan siang kita bertemu", Hasbi membalas pesan dari Amira.


Siang itu mereka akhirnya bertemu di Restoran tempat mereka dulu sering bertemu ketika masih menjadi sepasang kekasih.


Hasbi sudah duduk berhadapan dengan Amira, ia menjaga pandangan nya agar tak terlalu menatap Amira. Ia tak ingin ada perasaan apa apa lagi yang muncul karena mengagumi wajah Amira yang dulu selalu ia pandangi setiap waktu .


Ada Laras yang sekarang bahkan sedang mengandung anaknya, perempuan yang sekarang sudah menjadi istrinya itu lebih berharga dari apapun.


" Hasbi, terima kasih sudah mau datang siang ini", Amira membuka obrolan .


" Iya, anggap saja kita teman lama yang sudah lama tak bertemu".


" Kegiatanmu apa sekarang?", hasbi bertanya hal yang tak akan mengungkit perasaan di antara mereka berdua.


" Aku bekerja di Perusahaan pamanku".


" Hasbi... aku minta maaf , aku meninggalkanmu tanpa kabar", Amira menunduk dengan rasa penuh sesal.


" Sudahlah Amira, jangan kau bahas lagi masalah itu", Hasbi tak ingin terlibat pembicaraan tentang masa lalu mereka.


" Begitu cepatnya kau mendapatkan penggantiku, aku pergi saat itu agar memberi waktu untuk kita berdua agar saling berpikir".


" Tapi kenapa kenyataan yang ku terima saat aku kembali kau sudah menikah", Amira meraih tangan Hasbi,menggenggamnya seolah ia masih berhak atas lelaki itu .


Hasbi buru buru melepas tangan Amira.


" Maaf Amira, kau tak seharusnya begini. Meskipun istriku tak disini, aku harap kau menghargainya".


Terlihat jelas wajah Amira yang menelan kekecewaan.


" Apa kau mencintai perempuan itu lebih dari kau mencintaiku dulu?", Amira masih belum menyerah tampaknya. Ia masih ingin mengorek perasaan Hasbi lewat kenangan masa lalu mereka.


" Lebih dari segalanya, aku mencintai Laras lebih dari apapun yang pernah ada di hidupku. Termasuk masa laluku bersama mu", Hasbi membuat Amira semakin kehilangan harapan dengan kata kata nya.


" Hasbi, aku tak percaya aku sudah benar benar kehilanganmu", Amira tertunduk.


" Amira, istriku sedang hamil saat ini. Sebentar lagi kami akan mempunyai anak. Aku harap kau juga lupakan aku, carilah laki laki yang juga mencintaimu".


" Dan jangan kau sia sia kan lagi".


Amira terisak. Dulu Hasbi akan jadi orang pertama yang mengusap air mata itu, tapi sekarang Hasbi tak ingin ada harapan apa apa lagi di hati mantan kekasih nya itu.


Hasbi mengambil beberapa lembar tisu di hadapan nya .


" Hapus air matamu, tak ada gunanya lagi kau sesali", Hasbi menyerahkan tisu pada Amira agar ia menghapus sendiri air mata nya.

__ADS_1


" Amira maaf aku tidak bisa lama lama bersamamu, aku harus pulang. Aku tak mau ada yang melihatku berdua denganmu".


" Aku takut istri ku salah paham, kasihan dia sedang mengandung anakku. Aku tak ingin membuat nya sedih", Hasbi bangkit dari duduk nya.


" Hasbi.....", Amira masih mencoba menahan langkah lelaki itu dengan menarik tangan nya .


Namun lagi lagi Hasbi melepaskannya.


" Maaf, aku harus pergi. Jaga dirimu baik baik", Hasbi meninggalkan Amira yang masih ingin bersamanya.


Amira masih menangis, menyesali semuanya.


Ia menyesal karena tak sabar menunggu Hasbi kala itu, padahal lelaki itu sudah serius untuk menikahinya .


Saat itu Amira pikir Hasbi tak akan pernah bisa melupakannya, tak akan bisa mencari penggantinya dan tetap setia menunggu dirinya kembali.


Tapi dengarlah apa yang laki laki itu katakan tadi, ia mencintai istrinya . Mereka sebentar lagi akan mempunyai anak.


Aku tak apa apa


Kelak semua akan melupa


Oleh sapa serupa nestapa


Yang perlahan lahan hilang dan takkan


lagi terusik jumpa.


****


Hasbi sudah kembali ke kantor nya, ia tak ingin mengingat lagi pertemuan nya tadi dengan Amira. Ia tiba tiba saja merindukan istrinya, merasa bersalah karena diam diam sudah menemui Amira meskipun tak terjadi apa apa di antara mereka.


" Sayang kau masih di tempat kerjamu?", Hasbi menghubungi Laras lewat sambungan telepon.


" Aku rindu padamu".


Laras senyum senyum sendiri mendengar suaminya berkata seperti itu.


" Rindu?? Apa yang kau rindukan dari ku?? Bukankah setiap hari kita bertemu?".


" Hahaha, tumben kau bicara lurus. Biasanya otak mu dipenuhi mesum", Hasbi meledek Laras.


" Siapa bilang aku bicara lurus, justru sekarang otak ku sedang mesum karena kau mengatakan rindu, hehehe', Laras terkekeh.


" Kau.. di telepon saja kau selalu menggodaku ya", Hasbi terasa gemas dan ingin sekali mencubit istrinya itu.


Laras tertawa..


" Aku jadi ingin pulang sekarang, lagian sekarang aku tak terlalu sibuk", ucap Hasbi.


" Hey...jangan mentang mentang kau punya jabatan lantas seenaknya saja kau bilang mau pulang".


" Tidak apa apa, aku ingin pulang kan karena aku ingin melepas rindu denganmu, cepatlah kau pulang Laras", Hasbi berkata seolah satu tahun ia tak bertemu istrinya.


Laras terkekeh, jangan melempar umpan pada istrinya itu. Ia akan sigap menyambar kail nya.


" Baiklah, aku tunggu kau di kamar".


Benar saja, Hasbi benar benar pulang ke rumah siang itu. Laras sudah menyambut nya dengan pakaian terbuka di tempat tidur mereka.

__ADS_1


Tak ada siapa siapa di rumah saat itu .


Hasbi melepas kemeja kerjanya, menampilkan tubuh atletis dengan dada bidang nya yang dipenuhi rambut.


Laras selalu terpesona menatap tubuh itu.


" Hey... liur mu mau menetes, jangan membuka mulut seperti itu, hahaha", Hasbi menggoda Laras yang sudah siap menerkam nya.


Padahal tadi pagi sebelum berangkat kerja mereka sempat bercinta walaupun sebentar.


Dan siang ini, Hasbi kembali dibuat mabuk kepayang dengan tingkah liar istrinya di atas ranjang. Lagi lagi ia lupa akan segala hal, termasuk Amira.


Laras...


Aku ingat saat pertama kali berkenalan denganmu


Begitu manis kau meramu temu


Dengan tingkah pecicilan hadir selayaknya tamu.


Tanpa permisi masuk dan begitu saja meninggalkan jejak mu.


Aku ingat saat pertama kali kau mengusik hatiku.


Satu satunya makhluk yang tak mampu mengalihkan pandanganku.


Membuat aliran darahku seakan membeku.


Memaksaku cemburu dengan segala tingkah laku.


Aku ingat semua hal kecuali waktu.


Kau membuat rasaku kian tak menentu


Sering kali membuatku menggerutu


Hingga mati kutu dan otakku semakin buntu.


Aku tak ingin bermain drama denganmu.


Tapi aku benar benar tak bisa ingat apapun


kecuali kamu.


...----------------...


Pesan dari kisah Hasbi :


Ikhlaskan yang telah pergi, karena pasti akan terganti .


Yang terkenang pasti akan usang,


karena waktu berjalan ke depan bukan ke belakang.


Jika memang hatimu terlanjur terluka, maka jangan pernah mencari siapa pelakunya, namun carilah yang dapat membalut dan mengobatinya.


Hubungan Hasbi dan Laras nampaknya aman aman saja ya,karena Hasbi type lelaki yang setia terhadap pasangan.


Next kita lanjut ke rencana pernikahan Adrian Dena ya.

__ADS_1


Pasti banyak yang nungguin😁


Jangan lupa tinggalin like, komen n vote nya🥰🥰🙏


__ADS_2