
Satu minggu berlalu sejak Hari Pernikahan Dena dan Adrian.
Pagi itu mereka sudah berkemas dengan barang barang yang akan mereka bawa selama satu minggu di Bali.
" Sayang, obat obatan mu sudah semua belum?", Adrian memastikan lagi kepada Dena.
Dena membuka kembali kotak obat yang sudah ia masukkan ke dalam koper miliknya.
" Sepertinya sudah semua sayang".
" Beberapa berkas untuk cuci darah disana juga sudah aku masukkan disini".
Ya, selama satu minggu disana Dena akan tetap menjalani cuci darah.
" Kau tidak lupa kan membawa pakaian tidurmu ?" , Adrian menyeringai tipis menggoda istrinya.
" Hhmm... tentu saja itu yang pertama kali aku masukkan ke dalam koper agar tak ketinggalan", Dena tertawa membalas pertanyaan Adrian.
Dua buah koper milik mereka sudah rapi dan siap untuk dibawa.
Sementara itu, di kamar sebelah Laras masih saja belum selesai dengan barang barang yang akan dibawa.
Hasbi menggerutu kesal pada istrinya itu.
" Hey .. Laras kita ke Bali hanya satu minggu bukan nya satu tahun, untuk apa kau bawa pakaian sebanyak itu?".
Hasbi geleng geleng melihat tiga buah koper hanya untuk pakaian Laras sendiri .
" Sayang, ini 1 koper untuk underwear ku saja, 1 lagi untuk pakaian sehari hari", ia menjelaskan pada Hasbi.
" Terus 1 lagi isinya apa?", tanya Hasbi.
" Ini koper kosong sengaja aku bawa, nanti disana pasti akan banyak oleh oleh yang akan kubeli. Jadi ini khusus untuk oleh oleh nantinya".
Hasbi menepuk jidat dengan kelakuan Laras.
Ia kemudian membuka dua koper yang berisi pakaian Laras, mengurangi setengah isi nya dari masing masing koper. Lalu menyatukan sisa pakaian yang tinggal setengah setengah tadi ke dalam satu koper.
" Nah, begini saja sudah cukup".
" Bawa satu koper ini saja", perintah Hasbi sambil menyingkirkan dua koper yang kosong.
Laras cemberut.
" Hey. sayang kenapa underwear ku tidak di bawa semua?', Laras masih saja protes.
" Sudahlah Ras, kau tidak akan memakai semua itu karena setiap malam aku yakin kau akan tidur telanjang".
Hasbi keluar kamar, menyeret satu koper milik nya dan satu koper lagi milik Laras .
" Cepatlah, kau mau nanti kita ketinggalan pesawat?".
" Lagian kalau kau membawa banyak koper, aku juga yang repot membawanya. Kau tau kan kau tidak bisa membawa yang berat berat dengan perut buncit mu".
Laras hanya melongos kesal, terpaksa mengalah kali ini.
__ADS_1
Ia menatap beberapa lingerie yang tadi di keluarkan Hasbi dari kopernya.
" Huuh...padahal aku sudah membeli banyak untuk dibawa, sia sia...!!".
Adrian dan Dena sudah menunggu mereka di ruang tamu.
" Koper kalian masuk kan ke bagasi mobil, koper kami sudah siap semua", ucap Adrian.
" Mobil akan kita titip di parkir inap Bandara".
Mobil yang dikendarai Adrian melaju menuju Bandara di kota mereka .
Setelah check in, mereka menunggu di ruang tunggu Bandara. Pesawat baru akan berangkat sekitar satu jam lagi .
Bandara ini, lagi lagi mengingatkan Dena dengan pertemuan pertama nya dengan Mas Adam ketika ia pingsan.
" Ahhh, kenapa semua hal yang aku lalui harus selalu berkaitan dengan mu mas", batin Dena.
****
Satu jam kemudian, mereka sudah berada dalam pesawat. Sebentar lagi burung besi raksasa itu akan lepas landas.
" Ini perjalanan pertama ku di angkasa bersama seorang perempuan, perempuan yang aku cintai", Adrian begitu mesra nya menggenggam tangan Dena.
Laras yang duduk di kursi berseberangan dengan mereka memaksa Hasbi menoleh dan menunjuk ke arah Adrian Dena.
" Lihat, Adrian romantis sekali kepada Kak Dena".
" Aku juga ingin kau begitu", ia kembali merengek.
Dan seperti biasa otak mesum Laras sudah melanglang buana ingin cepat sampai di Bali.
Perjalanan dua jam di atas pesawat di lalui Dena dengan tiduran menyandarkan kepala di bahu Adrian.
" Tidurlah, jangan sampai kau kelelahan".
" Aku akan selalu menjagamu", Adrian mengecup kening istrinya, tak mempedulikan seorang laki laki yang duduk di sebelahnya menatap heran karena sepanjang perjalanan Adrian terus memberikan ciuman ciuman kecil entah di pipi, kening atau pun kepala istrinya.
Pesawat bersiap untuk landing, Adrian membangunkan Dena.
Mereka tiba di Bandara Ngurah Rai disambut dengan rintik hujan gerimis.
Kemudian mereka memesan taksi menuju Cottage yang sudah mereka booking di kawasan Ubud, Bali dengan perjalanan kurang lebih satu setengah jam.
Rintik hujan masih turun setiba mereka di Cottage sore itu.
Hasbi dan Laras sudah terlebih dahulu masuk ke dalam cottage yang mereka pesan bersebelahan.
" Istirahatlah sayang, wajahmu terlihat lelah sekali", ucap Adrian ketika mereka sudah masuk ke cottage.
" Aku tidak lelah, karena ada kau di sisiku", Dena bergelayut manja pada Adrian.
" Sayang, apa tamu bulanan mu belum selesai?"
" Menurutmu?", Dena malah balik bertanya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Kau bilang satu minggu sudah selesai, sekarang kan sudah satu minggu".
" Kenapa kau tak memeriksanya sendiri", Dena masih menggoda suaminya.
" Yakin kau mau aku memeriksanya?", tangan Adrian sudah meraba bagian sensitif itu meskipun hanya dari luar.
Dena memekik terkejut.
" Tidak..tidak, aku mau mandi sekarang sayang, aku tidak mau kita bercinta untuk pertama kalinya dengan tubuh ku yang lengket dengan keringat", Dena melepas pelukan suaminya kemudian mengedipkan mata menuju ke kamar mandi .
" Huuhhh... jadi aku harus menunggu lagi?", tanya Adrian sedikit tak sabar.
" Tunggu aku selesai mandi dan kau juga mandi, baru kita melakukan nya", ucap Dena.
" Kalau begitu kita mandi bersama",Adrian nampak semakin tak sabar .
" Hahaha, tidak sekarang sayang kalau kau ingin mandi bersamaku. Aku juga tidak mau kita bercinta untuk pertama kalinya di kamar mandi" , Dena kemudian menutup pintu kamar mandi sambil tertawa meninggalkan Adrian yang cemberut.
****
Dena keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono membalut tubuhnya.
" Sayang, aku sudah selesai. Sekarang giliran mu yang mandi".
" Aahhh...bisakah mandi nya nanti saja, aku sudah tak bisa menahan nya lagi", Adrian sudah mendekat ke arah Dena yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi .
" Hey...sabarlah, aku ingin kau mandi. Kau mau melihatku memakai lingerie terbuka kan?", Dena menahan Adrian yang tinggal satu langkah lagi di hadapan nya.
Adrian mengacak acak rambutnya sendiri.
" Baiklah tuan putri, aku ikuti permainan mu"
" Pastikan setelah aku mandi kau sudah siap di atas tempat tidur", Adrian menekan dagu istrinya.
Dena hanya tertawa, terlihat senang sekali membuat suaminya itu gelisah tak karuan karena hasrat yang sudah menggebu.
Dena mengganti pakaian dengan lingerie yang waktu itu ia beli bersama Laras.
Ia harus menyiapkan diri untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri yang sudah tertunda satu minggu sejak pernikahan mereka.
" Apa akan terasa sakit seperti saat aku melakukan nya dengan Mas Adam?", batin Dena.
" Ahh..lupakan kejadian itu, jangan sampai ketika aku bercinta dengan suamiku malah laki laki lain yang ada di bayanganku", Dena berusaha menghilangkan kenangan yang melintas di depan nya.
Adrian masih di kamar mandi, membersihkan diri semaksimal mungkin. Ia ingin menjadi laki laki paling tampan di mata istrinya.
Sementara di cottage sebelah, pasangan Hasbi dan Laras menikmati cuaca dingin karena hujan sore itu dengan bercinta di kamar mandi.
...----------------...
Hehehe... masih di jeda satu episode ya sebelum masuk ke adegan utama.
Next episode janji deh author bikin readers semangat malam jumatan😁
Biar intip intip Adrian Dena kayak gimana.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen juga vote nya ya buat si jarum kupu kupu🥰🥰🙏