Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Hari berganti hari, waktu terus berjalan .


Dena masih rutin dengan cuci darah nya di rumah sakit. Meskipun beberapa kali hasil lab menunjukkan tidak ada kemajuan dengan kesehatan nya.


Ia masih wajib dua kali dalam seminggu bertemu dengan jarum kupu kupu.


Pernikahan nya dengan Adrian pun sudah di depan mata, satu minggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.


Semua persiapan sudah hampir 90 %. Mereka telah memilih sebuah Ball room di hotel ternama di kota mereka untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Akad nikah juga akan akan diadakan di tempat dan hari yang sama.


Kabar baiknya lagi Kak Radit sudah kembali merestui hubungan Adrian dan Dena.


Ia tak ingin mencampuri urusan perasaan nya terhadap Lisa dengan hubungan percintaan adiknya.


Sebagian undangan telah di sebar.


Sepertinya pernikahan Adrian dan Dena menjadi kabar hangat yang diperbincangkan akhir akhir ini di kantor.


Malam itu Adrian berada di rumah Dena, mereka sedang memilih beberapa undangan yang akan mereka antar besok ke tempat kerabat Dena.


" Sayang, aku tak sabar menunggu satu minggu lagi", Adrian meraih tangan Dena.


Dena tersenyum, berada di dekat laki laki ini ternyata senyaman saat ia berada di dekat Mas Adam.


" Mas Adam, maaf aku tak mengirimkan mu undangan pernikahanku. Karena aku yakin Adrian akan keberatan akan hal itu", gumam Dena dalam hati.


" Sayang, apa kau tak ingin mengundang Mas Adam?", baru saja Dena kepikiran tentang Mas Adam tapi Adrian seolah bisa membaca isi hatinya.


" Entahlah, aku rasa tak penting lagi", Dena berbohong pada Adrian .


" Aku tak keberatan kalau kau ingin mengundangnya, semarah apapun aku kepada lelaki itu tapi rasanya tak baik jika kita memutuskan silaturahmi".


Meskipun sebenarnya Adrian takut Dena akan berhubungan lagi dengan Mas Adam, namun Adrian bukan lah seorang lelaki yang menyimpan dendam .


Ia meraih sebuah undangan, kemudian memberikan nya kepada Dena.


" Berikan ini pada Mas Adam, aku percaya padamu. Dan aku yakin kau tak akan menyia nyiakan kepercayaan ku".


Dena menggeleng.


" Tidak, aku tidak akan mengantarnya sendirian. Aku akan datang bersamamu mengantarnya", Dena menolak.


" Sayang, kau tau kan besok kita akan ke rumah kerabat mu di luar kota. Terus hari senin aku masih tetap bekerja sampai satu hari sebelum pernikahan kita".


" Jadi aku rasa aku tak punya waktu untuk mengantar nya ke rumah Mas Adam".


Dena berpikir, kemudian mengiyakan ucapan Adrian. Karena Dena sudah cuti kerja mulai besok, dan punya banyak waktu untuk mengantar beberapa undangan yang belum terkirim.


" Baiklah, nanti aku yang akan mengantar sendiri undangan ini ke Mas Adam. Tapi aku mohon jangan ada salah paham lagi di antara kita".


Adrian mengangguk.


" Bagaimanapun juga Mas Adam pernah ada di hatimu, ingat lah ia sebagai kenangan dan masa lalu mu saja".


" Karena sekarang ada aku yang akan menjadi masa depanmu".

__ADS_1


Dena terharu akan sikap laki laki ini, ia begitu berbesar hati menghargai perasaan yang pernah ada antara ia dan Mas Adam.


" Aku janji, tak akan mengecewakan mu lagi", Dena semakin erat meremas jemari laki laki yang akan jadi calon suami nya ini.


" Sayang, apa surat pengajuan pengunduran diri mu sudah di tanda tangani HRD?", Adrian menanyakan pada Dena perihal status bekerja nya .


Karena di Perusahaan mereka, tidak di perbolehkan suami istri bekerja disana meskipun dengan divisi berbeda.


" Sudah di ajukan, tapi kabarnya dua atau tiga minggu lagi baru bisa di tanda tangani karena harus mencari penggantiku dulu".


Adrian memang tak mengizinkan Dena untuk bekerja lagi.


" Kau di rumah saja, melayaniku siang dan malam", begitu kata Adrian membuat Dena bergidik ngeri membayangkan ia akan seperti Laras.


" Hahaha, memang nya kau tidak akan bekerja sampai sampai siang hari pun kau ingin aku layani?", Dena membalas ucapan Adrian .


" Bisa jadi, hehehe", Adrian terkekeh .


Karena memang di samping bekerja di Perusahaan itu, Adrian punya usaha sampingan yang jika di nilai pendapatan nya berkali lipat dibandingkan ia bekerja.


Dan sepertinya Adrian mengambil cuti panjang setelah pernikahan mereka.


Rencana berbulan madu ke Pulau Dewata sudah mereka rencanakan . Tentu saja mereka tak hanya pergi berdua, Laras memaksa Hasbi untuk ikut pergi berbulan madu.


Karena memang setelah mereka menikah, Hasbi belum mengajak Laras untuk pergi ke tempat romantis untuk berbulan madu.


Baginya setiap hari juga di rumah ia seperti merasakan bulan madu. Bukan karena tak ingin menyenangkan istrinya, namun kala itu kondisi Laras yang mengalami morning sick rasanya tidak memungkinkan.


Dan sekarang dengan rengekan nya, Laras berhasil merayu Hasbi untuk ikut bersama pasangan Adrian dan Dena ke pulau Dewata.


" Ayolah sayang, bayi dalam perutku juga bilang kalau ia ingin ke Bali", seperti biasa Laras selalu menjadikan alasan atas kehamilan nya.


Ia khawatir Laras akan kecapekan dan beresiko dengan usia kandungan nya yang baru menginjak bulan ke empat.


Laras tak kehabisan senjata, ia terus merengek sampai menangis.


" Kau ternyata tidak menyayangiku seperti Adrian menyayangi Kak Dena, apa kau tak ingin melihatku bahagia?".


" Aku suntuk dengan rutinitas ku, aku juga ingin berlibur".


Hasbi tetap pada pendirian nya, menggeleng kepala.


" Nanti saja, setelah kau melahirkan aku akan ajak kau liburan".


Bukan Laras namanya kalau ia sampai kehilangan akal .


" Sayang, kau tau kan nanti Kak Dena di Bali akan tetap menjalani cuci darah? Itu tidak gampang mengurus Hemodialisa Travelling".


" Kalau aku ikut, sedikit banyak nya aku akan membantu Kak Dena", Laras melirik suaminya yang nampak berpikir.


" Lagi pula Kak Dena pasti akan kelelahan dengan perjalanan jauh, kalau terjadi apa apa bagaimana. Adrian belum sepenuhnya bisa menangani Kak Dena".


" Aku kan perawat, jadi aku bisa mengurus keperluan Kak Dena", ucap Laras kembali meluncurkan peluru peluru untuk membuat Hasbi kembali mempertimbangkan keputusan nya .


" Benar juga apa yang di bilang Laras, Adrian kan bukan Mas Adam yang mengerti kondisi tubuh kakak nya", gumam Hasbi dalam hati.

__ADS_1


" Ciihhh ..kenapa juga aku membandingkan Adrian dengan Mas Adam", umpat Hasbi.


" Baik lah, aku akan bicara dulu dengan Adrian dan Kak Dena apa mereka tidak keberatan kalau kita ikut bersama mereka", akhirnya Laras berhasil juga merayu suaminya.


" Yeeahhhh...", Laras bersorak girang karena ia yakin sekali Adrian dan Kak Dena akan senang hati jika mereka ikut


" Jangan senang dulu kau Laras, belum tentu Adrian setuju kita ikut. Karena kau pastinya hanya akan mengganggu bulan madu mereka", ucap Hasbi .


Laras tak mempedulikan omongan suami nya, saat itu yang ia rencanakan adalah pergi ke Toko Underwear membeli sebanyak mungkin lingerie terbuka untuk ia kenakan bergantian setiap harinya selama di Bali.


Ia menyeringai, tersenyum sendiri membayangkan nya .


" Hey..pasti kau sudah membayangkan hal mesum kan?", ucap Hasbi pada istrinya .


" Adrian dan Kak Dena yang ingin bulan madu, tapi nampaknya kau yang lebih menggebu di bandingkan mereka".


Laras hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya .


" Tentu saja, karena aku yakin kau akan menghukum ku setiap malam nantinya disana".


Hasbi menjewer kecil kuping Laras.


" Berhentilah kau menggodaku, aku sedang lelah saat ini".


Dena dan Adrian hanya bisa tertawa melihat tingkah pasangan ini.


" Lihatlah sayang, Laras saja begitu bersemangat untuk pergi berbulan madu meskipun mereka sudah hampir setiap hari melakukannya", Adrian berbisik di telinga Dena.


Wajah Dena bersemu merah.


" Aku ingin kau tak kalah semangat di banding adik mu dan istrinya".


" Besok aku akan membelikan mu pakaian dalam yang akan kau kenakan nanti", Adrian sudah melanglang buana dengan pikiran nya, pakaian seperti apa yang nanti akan ia beli.


Dena semakin malu di buat laki laki itu.


" Adrian, aku mencintaimu", ucapan Dena kali ini benar benar tulus ia ucapkan.


Hujan kembali turun lagi, membasahi waktu senja yang terlewati .


Serupa hari yang pernah kita lalui.


Semoga kamu masih ingat..


Kita pernah berlari bersama di bawah rintiknya,


mencoba menyembunyikan kebahagiaan


bahkan tangisan dalam sebuah ikatan.


...----------------...


Lancar lancar ya Dena Adrian sampai hari H.


Mas Adam apa kabarnya ya?

__ADS_1


Menurut readers apa setelah pernikahan ini perasaan Adam dan Dena selesai begitu saja??


Ikuti terus lanjutan nya di episode yang masih panjang ya😁😁


__ADS_2