Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Hanya Kau yang tau kondisiku


__ADS_3

Aku merindukan sebuah kisah kasih klasik


Tentang dua pasang bola mata


yang tak berani saling tatap


Tatapan syahdu yang layu


Kadang tak sengaja bertemu dan terhenti,


Menghasilkan sebuah euforia


bersifat ironi


Tapi sayang, aku frasa dan kau analogi...


Adam duduk di kursi kerjanya, menatap layar laptop yang sudah dari tadi ia buka tapi belum ia sentuh sama sekali keyboard nya .


Suara alarm mesin hemodialisa berbunyi saling bersahutan.


Rata rata pasien sudah menyelesaikan cuci darah nya hari itu.


Sabtu...


Hari ini hari sabtu, harusnya Dena seperti biasa duduk di tempat tidur paling ujung di ruangan itu.


Menjalani empat jam cuci darahnya.


Adam menunggu kehadiran perempuan itu sejak pagi.


Meskipun ia hanya diacuhkan namun baginya cukup melihat wajah nya dan memastikan ia baik baik saja sudah membuat hatinya tenang.


Namun hingga semua pasien selesai, perempuan itu tak kunjung datang.


Mengirimkan pesan singkat pada Dena sudah, menelepon nya juga sudah, namun tak ada jawaban.


Tadinya ia sempat berfikir kalau Dena sedang sakit hari itu, jadi tidak bisa datang.


Perasaannya tak karuan, khawatir akan keadaan perempuan yang masih sangat ia cintai itu.


Ia baru tau alasan Dena tidak datang ke rumah sakit setelah Laras mengatakan mulai hari ini Dena sudah pindah ke rumah sakit XX.


Adam hanya terpaku, nelangsa membayangkan ia tak punya kesempatan lagi untuk bertemu Dena .


Padahal baginya jika Dena tak ingin lagi berhubungan dengan nya pun tak apa, tapi ia berharap gadis itu tetap disini.


Melihatnya dari kejauhan dan memastikan ia baik baik saja sudah lebih dari sekedar cukup.


Ia ingin terus jadi orang yang mengirimkan dua kupu kupu hijau kepada Dena.


" Dena, apa kau tau aku merasakan hampa?".


Ruangan Hemodialisa ini terasa tak ada nyawanya tanpa ada perempuan itu lagi.


Cinta bisa membuat seseorang menjadi terpuruk seperti ini rupanya.


Ruangan Hemodialisa Rumah sakit yang baru.


" Sayang, aku masih bingung dengan alasanmu untuk pindah ke rumah sakit ini", ucap Adrian pada Dena.


Hari itu ia menemani Dena ke rumah sakit yang baru untuk cuci darah. Dua jarum kupu kupu baru saja hinggap di tangan kiri Dena.


Tak ada bedanya, jarum disini sama saja dengan jarum yang tujuh bulan terakhir menemani nya di Ruangan Hemodialisa.


Yang berbeda hanyalah Tuan sang pemilik jarum kupu kupu, kemarin ia selalu melihat cantik kupu kupu hijau itu ada di tangan nya.


Hari ini ia membenci dua kupu kupu yang biasa selalu ia tunggu, ia pun merasa hampa di ruangan baru ini.

__ADS_1


Tak ada lagi perhatian yang ia dapatkan, tak ada lagi orang yang selalu bertanya hal sekecil apapun. Dan tak ada lagi yang selalu berkata "kalau butuh bantuan, panggil saja aku".


" Adrian, kau tau kan aku sudah tujuh bulan ini selalu datang ke rumah sakit itu, aku merasa bosan dengan suasana disitu".


" Maka dari itu aku ingin pindah ke rumah sakit ini", Dena berkilah mencari alasan yang tepat.


Adrian mengernyitkan dahinya, masih bingung dengan alasan yang seperti itu.


Tapi ya sudahlah, ia tak mau membebani kekasih nya itu dengan pertanyaan pertanyaan tak penting .


Baru dua jam cuci darah dilalui, alarm mesin hemodialisa Dena berbunyi .


Seorang perawat perempuan datang untuk mematikan alarm. Namun bunyi alarm masih terus saja berbunyi.


" Tuut.. tuut.. tuut".


Seorang perawat laki laki menghampiri rekan nya yang tadi mematikan alarm.


" Ada apa?"


" Kenapa alarm tak mau berhenti?", tanya perawat laki laki itu.


" Tekanan di vena meningkat",jawab rekannya.


" Coba dorong dengan cairan infus", perawat laki laki memberi perintah.


" Tuut... tuut.... tuut...", alarm masih terus berbunyi .


Dua orang perawat itu nampak menjentikkan jarinya ke beberapa bagian selang.


Namun tekanan di vena semakin meningkat.


" Bagaimana ini?".


" Sudah ku dorong dengan cairan infus tetap tidak mau masuk".


" Sudah aku naikkan".


" Tapi akses di vena tampak nya membeku".


Adrian mulai melihat kepanikan, ia ngeri mendengar alarm mesin yang terus berbunyi menandakan ada yang tidak lancar dalam proses hemodialisa kali itu.


Suara alarm mesin itu terus berbunyi. Perawat perempuan menggeleng kan kepalanya, mengisyaratkan sudah menyerah dan tak bisa di lanjutkan lagi .


" Ada apa ini?".


" Apa yang terjadi?", Adrian memberanikan diri bertanya .


" Maaf pak, cuci darah nya kita hentikan karena darah membeku di ujung akses vena", perawat laki laki yang menjawab .


" Jadi maksudnya?", Adrian melirik pada dua selang bening panjang yang terhubung antara jarum kupu kupu dengan mesin hemodialisa masih terisi darah.


Sementara wajah Dena terlihat pucat sekali, keringat dingin mulai memenuhi wajah nya.


Matanya terasa berkunang kunang.


" Itu berarti darah yang ada di dalam selang ini tidak bisa lagi masuk ke tubuh, terpaksa kita buang", perawat itu berkata seraya mencabut tabung dializer.


" Bagaimana bisa terjadi?", Adrian terlihat marah kepada kedua perawat itu .


" Maaf Pak, Nona Dena pasien baru disini jadi kita belum mengetahui kalau ia rentan mengalami pembekuan darah" .


" Tadi pengaturan heparin atau pengencer darah di mesin hemodialisa tidak kami atur di angka maksimal".


Wajah Adrian semakin panik.


" Lalu bagaimana dengan pasien yang kehilangan banyak darah?", Adrian memegang tangan Dena mengusap nya berusaha menguatkan.

__ADS_1


" Lakukan transfusi darah lagi Pak, untuk mengembalikan darah yang banyak terbuang".


Adrian tampak emosi sekali, ia ingin marah menghardik kedua perawat itu namun berusaha di cegah Dena dengan menarik tangan Adrian .


" Aku baik baik saja Adrian".


" Sudahlah, aku hanya perlu transfusi darah".


" Setelah itu hemoglobin akan naik kembali", Dena berkata pelan karena tubuh nya terasa lemas.


" Sayang, sudahlah kau lebih baik cuci darah di rumah sakit kemarin".


" Aku lebih percaya kau ditangani Mas Adam, karena ia hafal semua tentang kesehatanmu".


" Dia perawat yang dari awal cuci darah mu yang selalu menangani mu dengan hati hati".


Dena semakin lemas mendengar kalimat Adrian barusan .


Ia justru pindah kesini karena menghindari lelaki itu, dan sekarang kekasih nya malah meminta ia untuk kembali.


Meskipun Dena mengakui pada dirinya sendiri, dia merasa tenang jika lelaki itu yang menanganinya.


Ia selalu merasakan lelaki itu melakukan nya dengan penuh kasih sayang .


Seperti janjinya di awal pertemuan di ruang hemodialisa.


" Aku berjanji, aku akan memastikan kau baik baik saja".


Ahh... kenapa kita selalu terpaut dengan janji, batin Dena.


Dua jarum kupu kupu sudah dicabut, kali ini jarum kupu kupu itu terpaksa dibuang bersama darah di dalam selang nya.


" Sayang, aku lemas".


" Bisakah kau bantu aku untuk berdiri?", Dena mengusap kepalanya yang sedikit pusing.


" Tidak... tidak .. kau jangan berdiri".


" Aku ambilkan kursi roda, aku akan mendorongmu dengan kursi roda sampai di parkiran nanti".


" Tidak perlu sayang, aku masih kuat jalan kok", Dena masih saja berupaya menolak padahal untuk berdiri saja tubuhnya terasa melayang


" Kalau kau tidak mau aku dorong dengan kursi roda, aku akan menggendong mu sampai ke mobil", ucap Adrian memberikan alternatif lain.


" Hah.. apa?".


" Tidak mau, ya sudahlah ambilkan saja kursi roda", Dena menyerah daripada ia harus di gendong Adrian .


Pasti akan malu dilihat orang orang.


Lagi lagi lelaki baik itu jadi malaikat penolong bagi Dena, kalau saja Adrian tidak menemaninya hari itu pastilah ia hanya akan membuat panik keluarga nya karena menelepon minta bantuan .


Untung saja kekasih nya berada di samping nya saat ini. Ia memastikan Dena bisa sampai ke rumah dengan selamat.


" Ayo kita pulang, kau perlu istirahat".


" Secepatnya jadwalkan transfusi darah, aku tidak mau kau kenapa kenapa sayang".


Adrian mengantar kekasih nya sampai ke rumah, lalu memastikan Dena istirahat di kamar nya.


Ia pamit pulang dan sebelum meninggalkan kamar Dena, Adrian mengecup lembut kening perempuan yang ia cintai itu.


...----------------...


Kira kira Dena lebih baik pindah lagi ke rumah sakit sebelumnya atau tetap di rumah sakit yang baru ya???


Komen ya readers. di tunggu..

__ADS_1


Jangan lupa like n vote nya🥰🥰🙏


__ADS_2