
" Mas Adam, terima kasih sudah mau datang", kalimat pertama yang Adrian ucap ketika Mas Adam masuk ke Ruangan.
" Adrian, apa yang terjadi?", Mas Adam terkejut melihat keadaan Adrian yang tubuh nya masih berbalut perban dan kepala yang penuh jahitan dan luka.
Ia pikir Adrian dirawat di Rumah sakit karena sakit biasa.
" Aku kecelakaan Mas, dan sekarang aku sudah tak berguna lagi sebagai seorang laki laki".
" Hey, kau tak boleh berkata seperti itu. Tidak lama lagi luka mu akan pulih dan kau akan baik baik saja", Mas Adam belum tau apa yang sebenarnya terjadi.
Adrian menggeleng.
" Tidak .. semua tidak akan pernah kembali".
Mas Adam bingung dengan Adrian yang seperti orang kehilangan harapan.
Adam bisa tau dari perban yang melilit tubuh Adrian,
" Tulang rusuk mu yang patah akan bisa pulih dalam waktu kurang lebih 2 bulan, dan setelah itu semuanya akan normal", ucap Mas Adam.
" Bukan karena tulang rusuk yang patah ini", Adrian berkata pelan.
Adam semakin bingung, lantas apa yang membuat Adrian patah semangat.
Adrian tiba tiba menyibak selimut yang sedari tadi menutupi kaki nya.
Adam yang tadi nya duduk, melonjak kaget dan refleks berdiri melihat kedua kaki Adrian sudah tidak ada.
" Adrian, separah ini kah kecelakaan mu?", Adam masih tak bisa percaya.
" Ya, Mas Adam lihat kan bagaimana kondisi ku sekarang. Kaki ku terjepit badan mobil saat itu, membuat tulang kaki ku remuk dan terpaksa harus di amputasi", Adrian berkata dengan nada bergetar.
" Aku turut prihatin atas apa yang menimpamu, percayalah ada sesuatu yang indah di balik ini semua".
" Tentu saja, aku tadinya berpikir kenapa aku tidak mati saja saat kecelakaan itu terjadi. Namun nyatanya tidak, Tuhan masih menyelamatkan ku karena mungkin Tuhan benar benar punya rencana indah untuk ku. Lebih tepat nya untuk orang yang aku cintai", Adrian berkaca kaca .
Adam merasa kagum dengan ketegaran Adrian.
" Lalu kenapa kau memintaku untuk datang kesini, apa ada yang bisa aku bantu?", tanya Adam.
Adrian mengangguk.
" Aku ingin mendonorkan ginjal ku untuk Dena, dan aku butuh bantuan Mas Adam untuk itu".
Mas Adam lagi lagi dibuat terkejut oleh Adrian .
" Kau yakin? Ini bukan hal yang mudah untuk mu".
__ADS_1
" Aku yakin dan aku butuh informasi dari Mas Adam bagaimana proses untuk itu. Karena aku ingin melakukan ini diam diam, tanpa sepengetahuan Dena. Aku tau dia tak akan pernah mau menerima ginjal ku jika aku jujur".
Mas Adam menarik nafas panjang, ia tak salah selama ini membiarkan Dena menikah dengan Adrian. Lihatlah betapa ia ingin mengorbankan apapun untuk kesehatan Dena. Hal yang belum tentu bisa di lakukan semua orang.
" Proses nya tidak mudah, operasi nya pun tidak bisa di lakukan disini. Harus di rumah sakit di Jakarta", ucap Adam.
" Tidak masalah, untuk itulah aku butuh Mas Adam untuk mendampingiku karena aku tidak tahu harus minta tolong dengan siapa lagi".
" Berapa lama proses nya Mas?", tanya Adrian.
" Kurang lebih 5 atau 6 bulan, itu pun sudah yang paling cepat. Tahap pertama, kau perlu melakukan screening berupa cek darah lengkap, faal ginjal, USG ginjal dan foto thorax".
" Jika semuanya normal, kau akan diminta untuk mengurus berkas di bagian humas advokasi", Adam mulai menjelaskan.
" Berapa lama waktu untuk itu?", tanya Adrian.
" Sekitar 3 minggu sampai 1 bulanan, nanti kau akan dipanggil untuk advokasi, setelah dinyatakan lolos kau akan diminta untuk mengurus ke Notaris", Adam juga mengatakan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk proses advokasi yang sangat penting dalam proses transplant ginjal. Hal ini berguna untuk menyatakan bahwa tidak ada kegiatan jual beli organ dalam hal ini".
Adrian sudah membayangkan proses nya yang begitu rumit.
" Lalu apa lagi yang perlu aku lakukan?", tanya Adrian lagi.
" Kau harus mengurus beberapa surat menyurat serta rujukan dari dokter tim transplant. Lanjut pemeriksaan lain lain dan konsul ke poli rujukan jantung, paru, psikologi, gigi, dan sebagainya. Semua ini digunakan untuk meminimalisir kemungkinan infeksi pasca operasi", Adam masih dengan sabar menjelaskan semuanya.
Adrian menghela nafas .
Mas Adam mengangguk setuju, meski sebenarnya ia tak tega dengan keadaan Adrian yang seperti itu.
" Kau dan Dena juga perlu melakukan pemeriksaan HLA crossmatch untuk menentukan apakah ginjal mu cocok untuk Dena. Karena tidak semua pendonor bisa mendonorkan ginjal nya. Apa kau memiliki golongan darah yang sama dengan Dena", Mas Adam bertanya pada Adrian.
" Iya Mas, golongan darah kami sama. Aku sudah beberapa kali mendonorkan darahku pada Dena".
" Syukurlah kalau begitu, itu akan sedikit mempermudah prosesnya", ucap Mas Adam lagi.
" Setelah screening dan konsul komplit kau harus menunggu untuk dihubungi oleh tim dokter untuk penentuan tanggal operasi. H-5 operasi kau dan Dena sudah harus di karantina di rumah sakit untuk screening ulang dan tindakan plasmapheresis untuk mengurangi resiko rejeksi pasca cangkok", jelas Mas Adam lagi.
Adrian masih setia mendengar penjelasan dari Mas Adam lagi.
" Setelah semuanya selesai, baru lah kalian bisa melakukan tindakan operasi pemindahan ginjal dari tubuh mu ke tubuh Dena. Setelah operasi kalian harus di isolasi di Ruangan ICU selama beberapa hari agar tetap steril guna menghindari infeksi".
" Setelah itu apa sudah selesai semuanya", Adrian nampak memikirkan betapa panjang nya proses ini.
Mas Adam mengangguk.
" Setelah operasi kalian tetap di pantau oleh tim dokter dengan terus melakukan check up dan terus mengkonsumsi obat obatan untuk daya tahan tubuh kalian yang hanya memiliki satu ginjal".
" Mas, apa bisa semuanya kita lakukan tanpa sepengetahuan Dena karena kalau ia tahu aku yang akan mendonorkan ginjal padanya, ia pasti tak akan mau menerima nya".
__ADS_1
" Kita bicarakan lagi dengan tim dokter nya nanti, untuk urusan Dena sepertinya kita juga perlu melibatkan keluarga nya agar semua berjalan lancar. Biarlah nanti keluarga nya mengatakan bahwa ada pendonor yang mau menjual ginjal nya", ucap Mas Adam.
" Iya Mas, aku juga perlu melibatkan Kak Radit untuk hal itu. Semuanya perlu rencana yang matang".
Adam kembali menatap Adrian, ia tak menyangka laki laki ini akan berbesar hati mempertaruhkan hidup nya untuk Dena.
" Kau harus segera pulih jika ingin melakukan semua itu, tapi aku mohon pikirkan sekali lagi untuk rencana ini. Ini tidak mudah, apa lagi dengan kesehatan mu yang seperti ini", Mas Adam kembali mengingatkan Adrian.
" Sudahlah Mas, aku tak perlu memikirkan lagi kesehatan ku. Untuk apa? semuanya sudah tak ada gunanya, lebih baik aku memikirkan kesehatan Dena agar ia tetap bisa menjaga anak kami sampai tumbuh dewasa".
Mas Adam hanya diam, ia berjanji akan membantu Adrian sepenuhnya.
" Baiklah, kau jangan khawatir. Aku akan mendampingi mu sampai semuanya selesai. Kabari saja aku kapan kau siap untuk menjalankan semuanya".
" Terima kasih ya Mas Adam", Adrian menatap laki laki yang dulu pernah ia benci.
Adam mengangguk.
Adrian menatap jam di dinding Ruangan.
" Sebentar lagi Dena akan kembali, sebaiknya Mas Adam pulang duluan. Aku takut nanti Dena mengetahui keberadaan Mas Adam disini", ucap Adrian.
Mas Adam lalu pamit, dan tetap menyemangati Adrian atas apapun yang ia hadapi.
Adrian sungguh merasa nyaman berbincang dengan Mas Adam, sudah seperti ia berbincang dengan kakak nya saja. Semua perhatian, sikap hangat dan teduh nya selalu ia tunjukkan pada siapapun.
" Pantas saja dulu istriku jatuh hati padamu Mas", gumam Adrian dalam hati.
" Aku pamit ya, jaga kesehatan mu. Bersemangat lah demi Dena dan anak mu", Adam pun pulang meninggalkan Adrian.
Sepanjang perjalanan pulang Adam pun mengucap janji dalam hatinya.
Ia berjanji akan memastikan Adrian tetap baik baik saja sampai nanti selesai operasi cangkok ginjal. Kini ia tak hanya harus memastikan kebahagiaan Dena, tetapi juga harus memastikan kebahagiaan Adrian.
Lelaki itu banyak berkorban, jadi Adam rasa Adrian pantas untuk hidup berbahagia dengan Dena. Tentang keinginan nya untuk bisa hidup dengan perempuan itu, biarlah ia kubur hidup hidup.
...----------------...
Tuhan mengatur semuanya dengan sangat indah kan?
Meskipun pada kenyataan nya Adrian lah yang paling banyak berkorban.
Doa in Thor juga suatu hari nanti dapet donor ginjal ya, he he he.
Walaupun nggak mudah, karena walaupun ada saudara yang mau mendonorkan ginjal tapi biaya untuk itu perlu menyiapkan uang ratusan juta rupiah😇
Next next kita tunggu ya perkembangan Adrian agar cepat pulih.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen.. serta jangan lupa vote nya untuk karya author di hari. senin ini🥰🥰🙏🙏