Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Surat gugatan cerai


__ADS_3

Lisa sudah mulai terbiasa menjalani hari hari barunya sekarang.


Tanpa suaminya ia masih bisa terlihat bahagia.


Meskipun kadang ia sedih memikirkan nasib anak nya Juna.


Bocah lelaki itu bingung dengan apa yang terjadi pada orang tuanya .


Dia lelah mondar mandir kadang bersama Adam, kadang pula bersama Lisa .


Pertanyaan pertanyaan sering keluar dari mulut bocah lelaki itu.


" Mama, kenapa kita nggak tinggal bareng papa lagi?"


" Kok mama di rumah nenek terus?".


Lisa hanya bisa menjawab dengan kata kata yang mudah di pahami Juna.


Ia sendiri merasa beruntung dipertemukan lagi dengan Radit mantan kekasih nya.


Lelaki itu banyak membantunya hingga ia bisa berdiri setegar ini seolah tak terluka sama sekali dengan perpisahan .


Radit yang selalu ada untuk dirinya, mendengar semua keluh kesah nya hingga memberikan semangat.


Laki laki itu juga yang membantu memberikan ia pekerjaan yang layak dengan segala fasilitasnya. Ia banyak berhutang budi pada Radit.


Lisa menyadari mantan kekasih nya itu masih berharap pada dirinya. Namun ia tak ingin memikirkan nya sekarang, yang ia perlukan sekarang adalah segera resmi bercerai dengan suaminya.


Jika ia sudah resmi berstatus janda, akan lebih mudah baginya mengambil langkah untuk menjalin hubungan lagi dengan Radit.


Tapi nampaknya suaminya itu belum juga mengurus perceraian mereka. Akhirnya Lisa memutuskan untuk mengurus sendiri perceraian nya.


" Jika kau butuh pengacara katakan saja padaku, aku punya teman seorang pengacara di kota ini", ucap Radit ketika Lisa mengutarakan niat nya.


Lisa menyetujui tawaran Radit, perceraian mereka akan ia serahkan pada pengacara yang dipercaya Radit untuk menangani kasus ini.


" Lihat saja kau Mas, aku akan tunjukkan aku sangat ingin bercerai darimu".


" Akan ku urus perceraian kita".


" Enak saja kau menggantungkan ku begitu saja", umpat Lisa.


Meskipun ia akui, Adam masih bertanggung jawab penuh atas nafkah terhadap dirinya dan Juna meskipun mereka sudah tak berkomunikasi.


Bahkan penghasilan dari beberapa outlet makanan milik nya, usaha yang ia rintis tiga tahun terakhir ia berikan semuanya pada Lisa.


Lebih tepatnya untuk keperluan Juna.


Surat gugatan cerai sudah diurus oleh Pengacara nya, Lisa membeberkan poin poin penyebab ingin mengajukan cerai.


Ia juga menuntut hak asuh anak jatuh padanya, meski ia tak akan melarang Adam untuk menemui Juna karena bagaimana pun ia tetap Ayah dari anaknya.


Untuk harta gono gini Lisa tidak menuntut nya dalam gugatan, ia memilih menyelesaikan dengan kekeluargaan karena ia tau Adam tidak akan serakah dengan materi.


Lisa meraih ponsel nya, ia menelepon laki laki yang masih menjadi suaminya itu untuk saat ini.


Ini kali pertama nama lelaki itu ia ketik di kolom pencarian kontak nya semenjak memutuskan untuk pergi dari rumah.


" Selamat siang Mas, nanti malam apa kau ada dirumah?".


" Ada yang mau aku berikan".


" Ya, aku dirumah".

__ADS_1


" Datang saja".


Adam bahkan tak penasaran apa yang akan diantarkan Lisa kepadanya.


*** Malam itu Lisa datang ke rumah untuk menemui Adam.


Ia sudah memarkirkan kendaraannya di halaman rumah.


Ada rasa perih yang terselip di dalam hatinya ketika menatap rumah yang selama tujuh tahun menjadi saksi suka duka dalam rumah tangga nya.


" Andai saja kau bisa menepis rasa cintamu kepada perempuan itu, pasti saat ini rumah itu dipenuhi suara riang Juna".


" Ahh..sudahlah apalagi yang kuharapkan dari laki laki yang sudah jelas menggadaikan kesetiaan nya hanya untuk perempuan yang juga belum tentu menerimanya", batin Lisa.


Ia melangkah ke pintu rumah, yang dulu selalu ia buka untuk menyambut kedatangan suaminya.


Kali ini dia hanya jadi tamu disini.


" Silahkan masuk", suara berat lelaki itu tak pernah berubah.


Lisa duduk di sofa ruang tamu rumah itu, seolah ia memang asing di rumah ini.


" Aku kesini hanya ingin memberikan ini padamu", Lisa memberikan sebuah amplop putih kepada Adam.


Lelaki itu masih bersikap tenang, tak tertarik ingin tau apa isi amplop itu.


" Itu surat gugatan cerai dariku, aku harap kau menandatangani nya agar proses di pengadilan bisa segera aku urus".


Adam membuka amplop tersebut, kemudian mengeluarkan selembar kertas dari dalam nya .


Ia bahkan tidak membaca detail isi dari surat tersebut.


" Penanya mana?", ia berkata pada Lisa


" Tidak perlu, bukan nya tadi kau sudah bilang ini surat gugatan cerai".


" Bukankah semakin cepat aku tanda tangani akan lebih baik".


Lisa geram mendengar ucapan Adam, hati laki laki itu bahkan telah beku.


" Apa tak ada sedikitpun ia berniat mencegah semua ini?".


" Cihh..apa apaan aku ini, tak sudi juga rasanya aku harus kembali dengan nya", Lisa memaki dirinya sendiri.


Ia mengeluarkan pena dari tas kerjanya, ia sengaja tidak pulang ke rumah dulu dari kantor langsung menuju kesini.


Adam dengan sangat yakin segera menandatangani surat yang ada di hadapan nya itu kemudian menyerahkan nya kembali kepada Lisa.


" Terima kasih, nanti surat panggilan dari pengadilan untuk menghadiri sidang akan dikirim ke alamat rumah ini", ucap Lisa .


" Aku pamit".


" Juna menitipkan salam untukmu, ia bilang ia rindu padamu Mas".


" Iya, katakan padanya hari minggu besok aku akan menjemputnya", Adam menyadari kerinduan buah hatinya itu yang sudah satu minggu ini tidak bertemu dengan nya karena ia banyak pekerjaan.


Lisa segera pulang karena untuk apalagi pikirnya berlama lama bersama lelaki yang sudah menorehkan luka di hatinya.


Namun ia tak mengarahkan kendaraan nya menuju rumah ibunya.


Lagi lagi untuk kesekian kalinya, makan malam bersama mantan kekasihnya.


" Aku baru saja mengantarkan surat gugatan cerai kepada Adam", ucap Lisa kepada Radit malam itu.

__ADS_1


" Apa ia keberatan?", Radit bertanya ingin tau.


" Tidak, tidak sama sekali".


" Bahkan tanpa membaca isi nya ia langsung menandatangani surat itu".


Entah mengapa ada rasa lega di hati Radit mendengarnya.


" Hey..diriku, sejak kapan kau mendukung perceraian?", umpat Radit dalam hati.


" Aku yakin kau bisa melewati ini semua Lisa", Radit mencoba memberikan semangat kepada mantan kekasihnya ini .


" Tentu saja, ini semua karena kau banyak membantuku Dit".


" Aku harap suatu saat aku bisa membalas kebaikanmu".


Radit tersenyum, dalam hatinya berucap.


" Kau bisa membalas semuanya cukup dengan membalas perasaanku Lis".


" Lisa, nanti aku berencana ingin makan malam bersama adikku dan kekasihnya".


" Apa kau mau menemaniku untuk ikut bersama kami?".


" Kau tau kan aku belum punya pasangan, aku tidak mau jadi obat nyamuk untuk adikku, hehehe", Radit terkekeh.


" Baik Dit, aku bersedia menemanimu".


" Adik ku nampaknya punya rencana menikah dalam waktu dekat Lis".


" Aku sudah pernah bertemu dan berkenalan dengan kekasihnya".


Lisa mendengarkan cerita Radit dengan seksama.


" Ia pasti gadis yang beruntung bisa menaklukkan hati adik mu ya Dit".


Meskipun belum pernah bertemu dengan adiknya Radit, Lisa bisa menggambarkan bagaimana adik nya .


Radit selalu bercerita kepada Lisa tentang adik nya yang ia akui jauh lebih tampan darinya.


Menurut cerita Radit adik nya lelaki yang mandiri, ia berkarir dengan segala kemampuan yang ia miliki. Adiknya bahkan tak menerima tawaran Radit untuk mengelola perusahaan milik nya saja .


Dan tentu saja menurut Radit adik nya laki laki baik yang tidak mudah menjatuhkan hatinya pada perempuan.


" Semoga semua niat baik adikmu diberi kelancaran ya Dit", ucap Lisa .


" Terima kasih Lis".


" Aku sangat setuju jika adikku dengan perempuan itu, ia cantik, dan nampaknya ia dan adikku saling mencintai".


Semoga saja Adrian tidak hanya menyimpan Dena di dalam hati tetapi juga di dalam doa.


Sebab hati mudah berbolak balik, namun doa akan tercatat di langit selamanya .


...****************...


Author nyelesain episode ini di Ruangan Hai kak.. mampir yuk ke cerita saya " Cinta dalam jarum kupu kupu", kisah yang terinspirasi dari pengalaman pribadi author sebagai penderita gagal ginjal kronis. Jangan lupa follow n like nya ya. terima kasih, mudah mudahan pembaca setia noveltoon selalu sehat semuanya., jadi nggak terlalu panjang ya😁.


Penasaran nggak bagaimana pertemuan Lisa dengan adik nya Radit akan seperti apa?


Terus baca episode berikut nya ya.


Jangan lupa pencet like🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2