Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Dipaksa Ikhlas


__ADS_3

Aku ingin mencintaimu


sebagaimana para penyair


yang kerap bercinta bersama puisi


Aku ingin mencintaimu


sebagaimana para sufi


yang kerap uzlah untuk dekat dengan Nya


Aku ingin mencintaimu


sebagaimana para filsuf


yang kerap tak tertidur karena pertanyaan


Aku ingin mencintaimu


sebagaimana para perokok


yang kerap menghancurkan paru paru


Aku ingin mencintaimu


tidak sebagaimana siapa siapa


Aku ingin mencintaimu dengan caraku saja.


Kau tahu dengan cara apa aku mencintaimu?


Dengan cara paling sulit, namun harus...


" Ya... tabah melepaskan mu bersamanya".


Adam melamun berbaring di kamar nya sore itu, ia baru saja sampai di rumah setelah seharian berkeliling mengawasi beberapa outlet usaha yang ia rintis .


Sejauh ini semua berjalan lancar, walau terkadang ada kerinduan akan dunia yang 9 tahun lalu ia geluti namun harus ia tinggalkan demi melupakan seseorang.


Namun nampaknya usaha nya itu sia sia, karena sampai saat ini ia masih saja merindukan perempuan itu.


Perempuan yang bahkan sudah memilih menikah dengan laki laki lain.


Ia meraih buket bunga, di atas nakas sebelah tempat tidurnya. Ia mencium bunga itu, kemudian memeluknya karena hanya itu kenangan yang ia punya.


Tentu saja itu harus nya jadi kenangan yang menyakitkan, karena hanya akan mengingatkan nya pada pernikahan perempuan itu.


Namun naif nya, ia harus menjadikan buket bunga itu sebagai kenangan manis yang harus ia simpan.


Ponsel nya berbunyi, sebuah pesan dari Laras.


" Mas Adam, besok apakah kita bisa bertemu?"


" Mas Adam bisa kan datang ke Ruang Hemodialisa, ada sesuatu yang ingin kuberikan".


" Titipan dari Kak Dena".


Adam bersemangat mendengar Laras mengucapkan nama kakak ipar nya itu.


Ia sebenarnya sudah tak ingin melihat lagi ruangan hemodialisa karena ia ingin meninggalkan semua yang pernah terjadi disitu.


Namun hatinya tak bisa menolak untuk mengetahui apa yang ingin di titipkan Dena padanya. Ia membalas pesan dari Laras.


" Baiklah, besok aku kesana. Terima kasih Ras".


Laras kemudian membalas lagi.


" Ok Mas Adam, jangan balas lagi pesan ku ya karena aku sedang di rumah. Aku takut suamiku membacanya".


Sudah seperti orang yang sedang berselingkuh saja mereka berkirim pesan.

__ADS_1


Laras takut kalau sampai ketahuan Hasbi, habislah dia .


Adam menghela nafas panjang, kembali memikirkan perempuan itu. Tak sabar rasanya ia menunggu besok, meskipun pada kenyataan nya ia tak bertemu dengan Dena.


" Dena, setelah melepasmu, ternyata ada satu fase lagi yang lebih sulit.. Yaitu rasa ingin tahu keadaan mu".


****


Rabu Pagi


Adam melangkahkan kaki berjalan di lorong rumah sakit lantai 2 yang dulu selama 9 tahun ia lewati setiap pagi.


Dari kejauhan suara alarm mesin yang dulu akrab di telinga nya sudah terdengar.


Tentu banyak sekali kenangan di Ruangan hemodialisa ini, namun kenangan yang paling melekat hanyalah kenangan yang hanya sebentar bersama perempuan itu.


Adam membuka pintu Ruangan, menuju meja para perawat mencari Laras.


Risma yang terlebih dahulu melihat Adam langsung memekik memanggil nama nya.


" Mas Adam......", suara teriakan Risma sontak saja membuat semua yang ada di Ruangan itu menoleh.


Laras dan Lukas pun menghampiri mantan senior nya itu.


Mereka saling berpelukan melepas rindu.


" Bagaimana keadaan mu Lukas?"


" Apa selama kita tidak bertemu kau sudah mendapatkan kekasih, hehehe", Adam menggoda Lukas


Lukas menggaruk garuk kepalanya.


" Aku terlalu tampan Mas, jadi standar untuk jadi kekasihku di atas rata rata. Minimal seperti Dena lah, hahaha", Lukas terkekeh.


" Ahh, kau menyebut lagi nama itu", batin Adam.


" Ciihh, lepaskan saja gelar playboy mu itu dan ganti dengan gelar jomblo karatan", Laras berkata dan disambut tawa Risma.


" Lihat saja kalian, nanti aku akan membawa seorang perempuan yang akan kukenalkan sebagai kekasihku".


" Ohh ya, Mas Adam ada apa kesini?", tanya Risma.


" Aku ada sedikit urusan dengan Laras".


" Laras kita bicara disana saja", Adam menunjuk bangku panjang di depan Ruang hemodialisa.


Dia tak nyaman membicarakan masalah Dena di hadapan Risma dan Lukas.


Laras dan Adam pun keluar dari Ruangan.


" Mas Adam, aku punya sesuatu untuk Mas Adam. Ini dari Kak Dena, ia memintaku untuk memberikan nya pada Mas Adam", Laras memberikan kalung perak itu kepada Mas Adam.


" Terima kasih Ras, sampaikan ucapan terima kasih ku pada Dena", Adam menerima kalung itu dan memasukkan nya ke dalam saku.


" Kak Dena bilang ini oleh oleh darinya sebagai balasan bros kupu kupu yang Mas Adam berikan waktu itu".


" Laras, bagaimana kabar Dena?", Adam berusaha mencari tau tentang perempuan itu.


" Baik Mas, Kak Dena sekarang sudah tidak bekerja, kami baru saja pulang dari Bali".


" Aku dan Hasbi ikut pergi ke Bali selama satu minggu bersama Kak dena dan Adrian yang bulan madu kesana".


Wajah Adam tertunduk lesu, mendengar Laras mengatakan bahwa Dena baru saja berbulan madu dengan Adrian.


" Apa ia tau hari ini aku akan bertemu dengan mu?"


" Hhmm, aku belum mengatakan itu pada Kak Dena Mas. Tadi pagi pagi sekali ia sudah berangkat ke rumah sakit. Kan hari ini hari Rabu, jadwal Kak Dena cuci darah", ucap Laras.


" Ya sudah Ras, sampaikan salam ku untuk Dena ya. Aku sepertinya harus pulang sekarang".


" Baik Mas Adam, pasti akan ku sampaikan".

__ADS_1


" Ohh ya Mas, bros kupu kupu yang mas berikan kepada Kak Dena selalu ia pakai".


" Tadi pagi juga aku melihat ia memakainya, tampak nya Kak Dena suka dengan bros itu", Laras ingin menghibur Mas Adam karena ia tau Mas Adam masih menyimpan kecewa.


" Syukurlah Ras kalau Dena menyukai itu, aku tau ia akan tertarik dengan kupu kupu".


Mas Adam kemudian masuk kembali ke Ruangan Hemodialisa, berpamitan pada Lukas dan Risma.


Ia juga menyempatkan menyapa satu persatu pasien di Ruangan itu yang sudah akrab dengan nya bertahun tahun.


Masih saja wajah wajah mereka penuh haru menatap lelaki teduh ini.


Mereka ingin berbincang lama dengan lelaki hangat yang selalu terbuka untuk mendengarkan semua keluh kesah pasien.


Namun sayang, Adam tak bisa berlama lama disitu. Dada nya terasa nyeri setiap memandang tempat tidur di ujung sana, yang mengingatkan ia dengan momen momen dimana ia selalu mendaratkan jarum kupu kupu di lengan perempuan itu.


Pulang dari rumah sakit Adam langsung menuju ke rumah nya.


Hal pertama yang ia lakukan ketika sampai di rumah adalah mengamati kalung yang diberikan Dena kepada nya.


Ia mengamati kalung perak panjang dengan liontin khas Bali. Di belakang liontin itu terukir inisial huruf " D ".


Adam mengusap ukiran huruf itu, menggenggam nya dan kemudian ia kalungkan di lehernya.


" Dena, aku akan selalu memakainya".


" Aku tak mengerti apa maksudmu memberikan kalung dengan inisial nama mu di kalung ini"


" Apa kau masih mencintaiku, apa kau ingin namamu tetap hidup di dalam hatiku?".


Adam meraih ponsel nya, mencari nama Dena.


Ia ingin sekali mendengar suara perempuan itu, ia berniat menelpon nya tanpa berbicara apapun. Cukup mendengar Dena mengucapkan Hallo atau selamat siang.


Namun niat itu ia urungkan, ia sadar diri akan status Dena saat ini. Perempuan itu sudah menjadi istri orang.


Kenapa cinta serumit ini, dulu mereka terhalang oleh status Adam yang sudah memiliki istri. Dan sekarang mereka terhalang oleh status Dena yang sudah memiliki suami.


Kau tidak pernah tahu rasanya di paksa pergi


saat hati ingin terus bersama.


Kau tidak pernah tahu rasanya menangis dalam sujud menyalahkan diri sendiri karena masih bertahan dengan perasaan.


Kau tidak pernah tahu sakitnya aku saat ku minta Tuhan menghapus paksa namamu


dalam hati dan ingatanku.


Ikhlas itu bohong, yang ada hanyalah terpaksa


lalu terbiasa.


Sayangnya kini aku sudah memaksa, namun tak kunjung terbiasa .


Paham kan sakitnya seperti apa?


...----------------...


Hai readers, author mau tanya nih.


Bosen nggak sih kalau baca novel yang isinya dicampur dengan prosa/ syair seperti yang banyak author tulis di novel " Cinta dalam jarum kupu kupu".


Monggo kritik dan saran yang membangun dari para Readers, biar ke depan nya di perbaiki lagi.


Kalau menurut Author sih setiap orang punya gaya bahasa tersendiri ya .


Ada yang suka hanya dengan percakapan saja, ada yang suka dihiasi dengan kalimat pembuka.


Pokok nya Author tunggu krisan dari para readers ya.


Terima kasih atas like, vote dan lima bintang yang sudah di berikan kepada karya Author🥰🥰🙏

__ADS_1


Semoga tetap suka dan ikuti kisah nya sampai tamat, meski masih banyak kekurangan disana sini.


__ADS_2