Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Aku akan terus menunggumu


__ADS_3

Dia yang sederhana


Berusaha untuk selalu ada


Mencoba berbagai cara


Meski aku menghardiknya dengan sengaja


Dia yang begitu mendamba


Menebar banyak bahagia


Mengukirkan guratan guratan cinta


Walaupun kadang aku tak menghiraukan nya


Dia yang bahkan saat kecewa


Masih berusaha untuk membuatku tertawa


Berkali kali berharap aku baik baik saja


Bahkan saat aku sama sekali tak mengingatnya.


Dena belum tertidur malam itu, ia berdiri di sisi jendela menatap rintik hujan yang turun membuat kaca di hadapan nya mengembun.


Lima bulan sudah berlalu sejak kepergian Adrian, namun setiap malam Dena masih merasa kehadiran suaminya itu di kamar hangat ini. Ia tak pernah sedikit pun melupakan laki laki yang sudah memberikan ginjal untuk nya.


Namun malam ini ia tidak bisa tertidur bukan karena memikirkan Adrian. Ucapan Ibu tadi sore begitu mengganggu pikiran nya.


" Dena, kau sudah melewati masa iddah mu. Apa tidak sebaiknya kau memulai hubungan yang serius dengan Adam", ucap Ibu saat Dena berkunjung ke rumah nya.


" Ibu bicara apa, aku tidak punya perasaan apa apa untuk Mas Adam. Tak kan ada yang bisa menggantikan Adrian di hatiku", Dena sendiri tak yakin dengan ucapan nya, ia tahu impian untuk hidup bersama lelaki itu masih ada.


Namun entahlah, rasanya tak adil untuk Adrian jika setelah kepergian nya Dena menikah dengan Mas Adam.


" Kau ingat kan, Adrian sendiri yang meminta Adam untuk menjaga kau dan Noah. Lagi pula ibu lihat, Adam begitu menyayangimu".


Dena hanya diam tak ingin menanggapi ucapan Ibu, selama ini memang Mas Adam selalu memberikan perhatian pada nya dan Noah. Ia pun tak bisa menyangkal kalau ia pun haus akan kasih sayang dari laki laki itu. Tapi baginya, untuk saat ini ia masih ingin sendiri dan menikmati peran nya sebagai orang tua tunggal untuk Noah.


Lamunan nya buyar, kala suara dering telepon nya berbunyi.


" Selamat malam Dena ", suara khas lelaki itu menyapa nya di ujung telepon.


" Malam Mas, belum tidur?".


" Belum, aku belum mengantuk. Apa aku mengganggu mu?".


" Tidak Mas, aku juga belum bisa tidur ".


" Hhhmm, kau merindukan Adrian?".


Dena diam sejenak, tentu saja ia selalu merindukan Adrian namun saat ini justru kaulah yang mengganggu pikiran ku, ucap Dena dalam hati.


" Ohh ya, ada apa Mas Adam menelepon ku?".

__ADS_1


" Dena, besok aku berencana menghadiri acara pernikahan rekan ku. Apa kau mau menemani ku datang ke acara itu?", tanya Mas Adam.


Dena nampak berpikir sejenak, jahat sekali rasanya kalau ia sampai menolak ajakan Mas Adam, mengingat banyak hal yang dilakukan laki laki itu untuk membantunya.


" Iya Mas aku mau menemani mu".


" Terima kasih ya Dena, besok aku akan menjemputmu. Sekarang tidur lah, kau harus cukup tidur ".


Telepon berakhir dengan ucapan terima kasih dan selamat malam dari Mas Adam.


****


Mas Adam dan Dena berjalan berdampingan menuju pintu masuk Gedung tempat resepsi pernikahan di adakan.


Mereka tampak serasi bagaikan sepasang suami istri. Dena memakai gaun berwarna hijau muda, sebuah kebetulan yang tidak di sengaja karena Mas Adam juga mengenakan tuxedo berwarna sama dengan gaun Dena. Padahal mereka tidak berjanji satu sama lain.


Mereka hanya tertawa ketika pertama melihat baju yang mereka kenakan berwarna senada.


Mas Adam dan Dena menuju pelaminan, memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


" Terima kasih sudah datang Dam, cantik sekali calon istrimu. Kapan kau menyusul untuk menikah, jangan terlalu lama sendiri ", pengantin laki laki itu menepuk bahu Mas Adam.


" Ehh ini bukan tunanganku, ia temanku", Mas Adam merasa tak enak hati melihat wajah Dena yang berubah.


" Aku yakin kau bisa menaklukkan hati perempuan ini ", bisik lelaki itu di telinga Mas Adam.


Mereka kemudian duduk di salah satu kursi dan menyantap hidangan yang tersedia.


Suasana pernikahan ini mengingatkan Dena dengan pernikahan nya dengan Adrian. Matanya berkaca kaca, mengenang momen indah saat ia dipersunting laki laki yang banyak berkorban untuk nya.


Dena mengangguk.


" Aku tak ingin berlama lama disini ".


Mas Adam mengerti sekali apa yang perempuan ini rasakan.


" Maaf kalau membuatmu tak nyaman karena sudah hadir di acara ini. Ayo kita pulang".


Mas Adam menarik tangan Dena, mereka pun meninggalkan gedung itu.


" Kau mau aku ajak ke pantai?", tanya Mas Adam ketika mereka sudah berada di mobil.


Ia tahu perempuan ini sangat menyukai pantai.


" Memandang lautan akan mengurangi sedikit kesedihan mu".


Dena pun kembali menyetujui tawaran Mas Adam.


Mereka mendatangi pantai dimana dulu untuk pertama kali nya Mas Adam berjanji memastikan agar ia selalu baik baik saja.


Mas Adam menemani Dena duduk di pasir putih pinggiran pantai. Membiarkan angin laut membelai rambut panjang Dena yang terurai mengenai wajah Mas Adam.


Ia masih bisa menghirup aroma wangi perempuan itu, aroma yang tak pernah berubah sejak dulu ia mengenalnya.


" Mengapa semua yang aku lihat dan aku alami selalu mengingatkan ku pada Adrian?", ucap Dena di sela sela hembusan angin yang bertiup.

__ADS_1


Mas Adam membelai rambut Dena, kemudian kembali membiarkan nya jatuh tertiup angin.


" Karena Adrian ingin tetap hidup di dalam hatimu, oleh karena itu begitu banyak kenangan indah yang ia tinggalkan untuk mu. Nikmati saja, jangan kau lawan ".


Dena menghirup nafas dalam, merasakan Adrian hadir mengisi udara yang memenuhi paru parunya .


" Dena, aku masih menyimpan perasaan cinta untukmu" .


Ucapan Mas Adam yang tiba tiba itu membuat dada Dena kembali bergemuruh.


" Jika Tuhan bertanya padaku sekali lagi. Hal baik apa yang aku inginkan terjadi? Dengan lantang aku akan menjawab, menjadi suami dari seorang perempuan yang aku cintai ".


Dena masih diam, tak mampu menjawab pernyataan cinta Mas Adam.


Ia sadar, kehadiran Mas Adam bukan tanpa sengaja. Lelaki inilah yang saat ini menjadikan nya kuat menghadapi hiruk pikuk dunia. Tanpa harus bertanya tanya tentang apa itu setia.


" Maafkan aku Mas, untuk saat ini aku tidak ingin ada cinta lain di hatiku. Aku belum mampu menggantikan Adrian dengan siapapun di hatiku", ucap Dena tertunduk.


Meskipun sebenarnya perasaan cinta masih membuncah di dada Dena.


Ia berani berbagi keluh kesah dengan Mas Adam, sudah pasti lelaki ini sangat istimewa baginya.


Mas Adam satu satunya orang yang dia percaya takkan pernah menghakimi nya . Takkan pernah bertanya mengapa atau bagaimana. Apalagi jika itu tentang lembaran kehidupan yang mati matian ia coba lupakan.


" Kau tak perlu minta maaf Dena, aku tidak perlu jawaban mu sekarang. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan selalu menunggumu sampai kapan pun. Bahkan sampai aku tak punya lagi kesempatan untuk itu ".


Dena hafal sekali dengan sifat lembut Mas Adam. Ia beruntung dicintai oleh lelaki yang tak pernah memaksakan kehendak ini.


" Tapi aku harap, aku tak akan kehilangan mu untuk yang kedua kalinya. Karena bagiku musuh terbesar yang harus aku hadapi bukanlah kenyataan, namun berbagai macam ingatan yang terus berkelanjutan ", Mas Adam meneruskan kalimatnya .


Ia mengerti, mungkin terlalu cepat bagi Dena untuk mendengar pernyataan cintanya meski tanpa diungkapkan pun mereka berdua sama sama tahu tentang perasaan mereka masing masing.


" Sampai kapan Mas Adam mau menungguku, bagaimana kalau aku tak bisa melupakan Adrian?".


" Aku sudah bilang padamu, aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun. Mungkin sampai akhir hayatku".


" Dan aku juga tak pernah ingin kau melupakan Adrian, karena bagiku Adrian tetap lah akan selalu ada dalam hidupmu dan juga hidupku".


Dena begitu tersentuh dengan ketulusan laki laki ini.


" Terima kasih Mas, untuk rasa cintamu padaku dan Adrian. Semoga suatu saat aku bisa membalas perasaan mu dengan sebuah ikatan".


Mas Adam mengangguk, kembali membelai rambut panjang Dena dan menyelipkan di kuping nya .


Aku selalu lupa, bahwa waktuku ketika bersamanya tak berlangsung lama. Begitu kita terpisah, kehidupan ku kembali pada mode hampa dan sepinya.


...----------------...


Semoga Dena secepatnya bisa menerima ajakan Mas Adam untuk menikah.


Ayolah Dena, Mas Adam sungguh sungguh dengan ucapan nya. Jangan bikin dia patah hati lagi untuk yang kesekian kalinya.


Terima kasih untuk dukungan dari Readers semuanya, untuk like komen dan vote nya.


Jangan jenuh ya sama karya thor yang satu ini.

__ADS_1


Terima kasih🥰🙏🙏


__ADS_2