Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Pernikahan yang mendadak


__ADS_3

Siang itu, Laras dan Hasbi memutuskan untuk ke dokter kandungan. Ditemani Ibu dan Dena, mereka berempat sudah berada di Ruangan Praktek salah satu dokter kandungan di kota mereka.


Seorang perawat perempuan mengoleskan sedikit gel di perut Laras, kemudian dokter perempuan paruh baya itu mengarahkan alat bernama transducer ke perut Laras yang tadi di oleskan gel .


Alat ini nantinya akan memancarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi sehingga bisa mengetahui apakah ada janin di dalam rahim.


Dokter itu menggerakkan transducer, mencoba mencari posisi yang tepat sedangkan matanya tajam menatap layar monitor hitam putih yang merekam gambar di rahim Laras .


Lalu dokter itu berhenti setelah mendapatkan posisi yang tepat .


" Lihat ini kantung janin sudah mulai terbentuk", dokter menunjukkan sebuah bulatan kecil di layar monitor yang menurut nya adalah kantung janin yang sudah mulai terbentuk.


" Menurut hasil USG, usia kandungan sudah berusia 7 minggu".


" Detak jantung nya pun sudah mulai bisa di dengar", mereka semua di ruangan itu bisa mendengar suara berdetak dari layar tersebut menandakan ada kehidupan di dalam rahim sana.


Mata Hasbi berkaca kaca, terharu karena ia akan menjadi seorang Ayah.


Setelah meresepkan obat mual muntah,pusing dan beberapa vitamin penambah darah serta asam folat yang penting bagi ibu hamil, mereka keluar dari ruangan dokter tersebut.


Tujuan mereka selanjutnya adalah ke rumah orang tua Laras yang akan mereka tempuh dalam waktu kurang lebih dua jam.


Ibu belum berhasil membujuk Ayah tadi malam untuk memaafkan Hasbi dan bersedia ikut dengan mereka hari ini.


Mungkin Ayah sekarang sedang di kantor sementara Hasbi dan Dena mengambil cuti kerja.


" Kak Dena, kakak kuat kan menempuh perjalanan selama dua jam?", Hasbi mengkhawatirkan kakak perempuan nya itu.


" Mudah mudahan kuat",ucap Dena .


Mereka masih berada di halaman parkir ketika Dena menerima telepon dari Ayah.


" Hallo Dena, kalian dimana?".


Dena menyebutkan posisi mereka saat ini, kemudian Ayah meminta untuk menunggunya disitu.


Begitulah seorang Ayah, semarah apapun ia kepada anak anak nya ia tetap tak bisa lama lama mendiamkan anak nya.


Akhirnya Ayah ikut mengantar Hasbi untuk menemui keluarga Laras.


*** Hari itu menjadi hari yang menegangkan bagi Hasbi,namun ia sudah melewatinya dan berhasil mendapatkan restu dari kedua orang tua Laras meskipun ada kekecewaan yang mereka tunjukkan.


Pernikahan di rencanakan satu minggu ke depan. Mereka memutuskan hanya melangsungkan akad nikah sederhana di kediaman Hasbi.


Hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat saja.


Meskipun sebenarnya Hasbi dan Laras ingin sekali mengadakan resepsi megah dan berbulan madu ke tempat yang mereka impikan selama ini.


Tapi apa boleh buat, kondisi laras yang sedang mengalami morning sick hanya membuatnya ingin tidur dan berbaring saja.


Ponsel Dena berdering ketika mereka di perjalanan pulang. Adrian yang menghubungi nya.


" Hallo, sayang kau dimana?".

__ADS_1


" Aku tidak melihatmu hari ini di kantor dan di kantin".


"Iya, maaf aku lupa menghubungi mu".


' Hari ini aku izin tidak ke kantor karena ada urusan".


" Urusan apa sayang?".


" Nanti aku ceritakan, sekarang aku lagi di jalan", Dena melirik Hasbi dan Laras yang duduk di sebelahnya. Tak mungkin kan menceritakan pada Adrian di depan mereka berdua, gumam Dena.


Telepon di tutup.


Dena kemudian mengirimkan pesan kepada Adrian.


" Sayang, aku hari ini tidak masuk kantor karena menemani Hasbi dan Laras ke dokter kandungan".


Hasbi membalas cepat pesan dari Dena :


" Hah, maksudnya? siapa yang hamil?".


" Laras sekarang sedang mengandung, usia kandungan nya sudah tujuh minggu".


" Semua di luar rencana, jadi hari ini aku dan keluargaku datang menemui keluarga Laras untuk membicarakan pernikahan mereka".


Adrian membaca pesan yang dikirimkan Dena merasa sedikit tak menyangka, ia menggeleng geleng kan kepala tak habis pikir.


" Kapan mereka akan menikah?".


"Satu minggu lagi, hanya melangsungkan akad nikah."


" Nanti kalau aku sudah di rumah aku telepon ya".


Mereka mengakhiri percakapan, Adrian masih menggantungkan banyak pertanyaan di kepalanya.


Takut takut kalau pernikahan nya dengan Dena yang akan kena imbas nya.


Satu Minggu Kemudian


Minggu pagi rumah kediaman Hasbi sudah mulai di datangi keluarga dan kerabat dekat.


Ia dan Laras akan melangsungkan akad nikah sederhana hari itu, mereka memilih di kediaman Hasbi karena keluarga dan kerabat Laras lebih banyak di kota ini dibandingkan kediaman orang tuanya di kabupaten.


Bisik bisik mengenai kehamilan Laras sepertinya di bicarakan diam diam oleh mereka yang hadir saat itu .


Pernikahan yang mendadak dan kondisi Laras yang terlihat mual setiap saat, bisa membuat orang orang menyimpulkan sendiri apa yang terjadi.


Hasbi tidak mengundang satu pun rekan kerjanya, hanya Laras yang mengundang rekan perawat di Ruangan Hemodialisa tempat nya bekerja .


Tentu saja hari itu Adam juga turut hadir di pernikahan Laras.


Junior nya itu sudah dianggap seperti adik baginya. Dan sebuah alasan klise untuk datang kesitu adalah setidaknya bisa melihat Dena setelah satu bulan lebih tidak bertemu semenjak kepindahan Dena ke rumah sakit lain.


Hari ini ia datang sebagai tamu undangan dengan membawa status barunya yaitu Duda.

__ADS_1


Akta perceraian sudah ia terima dari pengadilan. Namun ia tak begitu mempedulikan hal itu, toh baginya ia akan tetap sendiri meskipun sebenarnya sekarang ia bebas mencintai perempuan manapun .


Rumah sudah tampak ramai, Hasbi dan Laras masih berada di kamar ganti. Laras masih terus ingin muntah sepanjang MUA merias wajahnya, tubuhnya dibalut kebaya putih dengan sanggul di kepalanya.


Kehamilan yang masih muda itu belum menampakkan perut yang buncit.


Adrian baru saja datang, ia mencari Dena dan menemui kekasih nya itu di ruang keluarga yang sudah ramai dengan kerabat Dena.


" Dena, apa itu kekasihmu?",seorang kerabat dekat Dena bertanya.


Dena memperkenalkan Adrian dengan wajah malu bersemu merah. Apalagi ketika kerabat kerabat nya yang lain menanyakan kapan ia menyusul Hasbi untuk menikah.


Adrian yang tampak bersemangat bercerita mengenai rencana rencana baiknya.


Tentu saja kerabat Dena , apalagi sepupu sepupu perempuan nya yang masih singel menyambut hangat berbincang dengan Adrian yang tampan.


Acara sebentar lagi akan dimulai, penghulu sudah datang. Hasbi dan Laras juga sudah bersiap duduk di depan penghulu bersama Ayah dan orang tua Laras.


Dena dan Adrian duduk berdampingan di sebelah Ibu, saat acara akan di mulai Dena melihat lelaki yang sebenarnya masih ia rindukan itu datang.


Mereka sempat bertentangan mata selama beberapa detik, membuat perasaan Dena seperti diaduk aduk. Betapa rasa rindu membuncah di antara keduanya namun tak bisa lagi mereka ungkapkan.


Adam menatap tajam Adrian yang terus menggenggam tangan Dena.


Namun ia tak bisa berbuat apa apa untuk mencegahnya, karena Adrian sebagai kekasih Dena lebih berhak atas itu dibanding dirinya .


Acara akad nikah berlangsung khidmat, penuh keharuan. Tak henti hasbi berulang ulang meminta restu pada orang orang yang ia cintai dan hormati.


Adam turut memberikan ucapan selamat kepada Hasbi dan Laras, ia tidak ingin berlama lama di ruangan itu .


Meskipun sebenarnya ia masih ingin menatap wajah perempuan yang ia cintai itu, namun rasanya hanya bertambah sakit yang ia rasakan melihat perempuan yang pernah ia jamah dengan segenap perasaan nya sekarang ada di genggaman lelaki lain.


" Aku pamit pulang", ucap Adam pelan ketika berpapasan dengan Dena .


Adrian kala itu sedang berbincang dengan salah satu paman Dena.


" Aku tau aku harus sadar diri, namun biarlah aku menjadi lelaki yang tak tau diri agar aku bisa terus mencintaimu", Adam kemudian meninggalkan Dena yang masih terpaku dengan pertemuan singkat dalam jarak dekat tadi.


Dena masih berat rasanya melepas kepergian lelaki itu, ingin ia tahan agar keberadaannya tetap disini namun ia tak kuasa untuk melakukan hal bodoh yang bisa menghancurkan hubungan nya dengan Adrian.


Ia hanya meratapi perasaan nya di dalam hati.


" Maafkan aku Mas, kita mungkin ditakdirkan bertemu tapi belum di takdirkan untuk bersatu".


...----------------...


Proses tersulit dari melupakan itu adalah ketika seseorang kembali datang, lalu memberi harapan seolah ingin balikan.


Setuju gak readers?


Kisah Laras dan Hasbi sementara ini sudah aman ya, up episode berikutnya tentang kelanjutan hubungan Dena, Adam dan Adrian.


Simak terus ya, jangan lupa like nya🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2