Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Bros Kupu kupu


__ADS_3

Adrian dan Dena pulang ke rumah setelah check out dari hotel siang hari.


Mereka kembali ke rumah orang tua Dena, rumah yang sudah di beli Adrian baru akan mereka tempati setelah pulang dari Bali.


Setiba di rumah, yang pertama kali menyambut Dena adalah Laras.


Tentu saja adik iparnya itu penasaran dengan cerita malam pertama mereka.


Ia menarik tangan Dena masuk ke kamarnya .


" Kak Dena, gimana first night nya?"


" Apa Adrian suka dengan lingerie yang kita beli kemarin?", Laras bertanya penuh rasa penasaran .


Dena menggeleng,


" Aku tidak memakainya, dan Adrian juga belum benar benar menyentuhku".


" Kami belum melakukannya".


" Apa???"


" Jangan bilang Adrian yang gagah itu seorang pria impoten. Kenapa dia tidak menyentuh kakak?", Laras terus saja menyelidik.


" Huuss..sembarangan", Dena mencubit lengan Laras.


" Enak saja kau bilang Adrian impoten".


" Aku kedatangan tamu bulanan, jadi kami belum bisa melakukan itu".


" Yaachhh....", nada bicara Laras terdengar kecewa.


" Padahal aku berharap sekali ingin mendengar cerita malam pertama kalian, hahaha", Laras terbahak.


" Sudahlah, aku ingin menyiapkan makan siang untuk Adrian", Dena meninggalkan Laras di kamar.


Adrian hanya merebahkan diri di kamar milik Dena.


" Sayang, kau mau makan?", Dena mendekat ke tempat tidur.


" Aku belum lapar sayang, nanti saja".


" Kemari lah", Adrian menarik tangan Dena agar ikut berbaring di sisinya.


" Aku ingin memelukmu", tangan Adrian mendekap erat Dena yang sudah berbaring di sebelahnya.


" Apa kau bahagia menjadi istriku?".


Dena menoleh pada Adrian.


" Tentu saja, aku tidak menyangka di usiaku saat ini aku sudah menjadi seorang istri".


" Karena aku saja baru pertama mencintai seseorang saat usia ku menginjak 27 tahun".


" Iya, aku tau... Dan cinta pertama mu itu Mas Adam kan?", Adrian hanya berkata datar.


" Maaf sayang aku tidak berniat mengingat hal itu, aku hanya......", Dena belum selesai melanjutkan kalimatnya .


Adrian meletakkan jari telunjuk di bibir Dena.


" Aku mengerti, dan aku tak keberatan jika kau mengingatnya".


" Bukankah hidup memang penuh dengan kenangan. Yang terpenting bagiku bukanlah siapa cinta pertama mu, tapi aku yang sekarang menjadi laki laki terakhir untukmu".


Ahhhh Dena semakin menyayangi lelaki ini rasanya, ia mengusap usap kepala nya di dada Adrian.

__ADS_1


" Ahhh...rasanya aku sudah tak tahan ingin melakukan itu", Adrian menggigit kecil bahu Dena yang tersibak karena baju longgar yang ia pakai.


Dena tertawa melihat wajah Adrian yang menahan gairah terhadap nya.


Kemudian rencana menyiapkan makan siang hanyalah rencana saja, akhirnya ia menghabiskan waktu siang itu dengan bercumbu bersama Adrian yang mati matian menahan hasrat.


****


Malam hari setelah makan malam bersama Ibu, Ayah serta Hasbi dan istrinya, Adrian berniat mengambil pakaian pakaian nya yang masih tertinggal di Rumah nya bersama Kak Radit.


" Kau mau ikut atau mau istirahat di rumah saja?", Adrian bertanya pada Dena.


" Aku masih lelah sepertinya untuk bepergian, aku di rumah saja ya".


" Baiklah, aku juga hanya sebentar kok"


" Setelah itu aku langsung pulang".


Adrian akhirnya berangkat sendiri mengambil barang barang milik nya.


Dena kemudian menghabiskan waktunya di kamar sendirian dengan menonton televisi .


" Tok, tok, tok...", seseorang mengetuk pintu kamar Dena.


" Kak Dena, ini aku Laras.. boleh aku masuk?", terdengar suara dari luar kamar.


" Masuklah Ras, pintu nggak di kunci".


Kemudian Laras masuk ke kamar, ia tau Adrian sedang tidak ada di rumah .


" Kak Dena, maaf aku mengganggumu. Aku lupa tadi siang memberikannya padamu", ucap Laras.


" Memberiku apa?".


" Ini kak, kemarin pulang dari acara pernikahan mu aku bertemu Mas Adam. Ia menitipkan ini untuk Kak Dena", Laras mengeluarkan kotak kecil dari sakunya dan memberikannya pada Dena .


Laras menggeleng.


" Aku tidak tau kak, aku juga belum membukanya".


" Mas Adam bilang, ia ingin Kak Dena selalu menyimpannya".


"Ayo buka kak , aku penasaran ingin tau".


Dena kemudian membuka kotak kecil itu.


Ia hanya termenung ketika melihat isi dari kotak itu. Digenggam erat benda kecil itu, lalu mengenang proses hidup yang ia lewati selama hampir satu tahun ini.


" Itu apa Kak dena?", Laras membuyarkan lamunan Dena .


Dena membuka genggaman tangan nya dan menunjukkan kepada Laras benda kecil itu.


Dua buah bros kupu kupu berwarna hijau.


" Ini Ras, aku tau Mas Adam memberiku ini agar aku selalu mengenang bagaimana kupu kupu walaupun dalam bentuk jarum bisa menghadirkan cinta di antara kami".


Laras terdiam, merasakan begitu harunya perjalanan cinta Kakak iparnya ini.


" Aku tidak hanya akan menyimpan nya Ras, tapi aku akan selalu memakainya".


" Kau bisa kan menyimpan rahasia ini? Jangan katakan pada siapa pun kalau bros ini dari Mas Adam".


" Aku tidak ingin mereka salah paham, aku memakainya karena aku masih ingin cinta nya tetap terasa hidup lewat kupu kupu ini".


Dena seperti memohon pada Laras.

__ADS_1


" Iya Kak, aku pasti akan menyimpan rahasia ini", ucap Laras.


" Kak Dena, apa aku boleh tau satu hal?".


" Apalagi Ras yang kau ingin tau".


" Eemmm...apa Kak Dena masih mencintai Mas Adam?".


Dena menarik nafas perlahan, kemudian menghembuskan sama pelannya.


" Saat ini laki laki yang aku cintai adalah Adrian, tapi entah kenapa bagiku cinta Mas Adam masih hidup di dalam hatiku".


" Kau tau Ras, perasaan cinta itu tak seperti sepotong makanan , yang semakin banyak kau bagi bagikan maka akan sedikit bagian yang diterima".


" Bagiku mencintai itu tak begitu, perasaan cinta kita untuk satu orang rasanya berbeda dengan cinta kita untuk yang lain nya".


Laras memutar bola matanya ke kiri dan ke kanan, ia bingung mencerna kalimat Dena.


" Terlalu berbelit, aku tak mengerti maksudmu Kak, hehehe", Laras hanya terkekeh.


" Seperti kau mencintai ayahmu dan suamimu, itu rasa cinta yang berbeda kan?", Dena memberi gambaran.


" Jadi kak Dena mencintai Mas Adam seperti Kak Dena mencintai Ayah?", Laras yang otak nya dangkal semakin berat untuk berpikir .


Dena menepuk jidat.


" Laras, sepertinya kau perlu mengulang pelajaran bahasa indonesia di bangku SMP tentang majas", Dena sudah malas menjelaskan.


" Hehehe, iya sih Kak dulu aku nggak suka pelajaran bahasa Indonesia".


Dena menepuk jidat nya sekali lagi, karena Laras masih menganggap serius perkataan nya tentang pelajaran bahasa Indonesia.


" Sudahlah Ras, kau kembali saja ke kamar mu. Sepertinya kau hanya pintar pelajaran di atas kasur".


Laras tertawa mendengar ucapan Dena.


" Benar juga omongan kakak, baiklah aku malam ini ingin belajar lebih dalam lagi pelajaran di atas kasur, hehehe".


" Terserah kau saja Ras"


" Sekali lagi, terima kasih ya untuk ini", Dena menunjuk lagi bros kupu kupu yang ia pegang.


Laras keluar dari kamar Dena, dan benar saja ia serius dengan ucapan nya tadi.


Ia menarik lengan suaminya untuk masuk ke kamar.


" Hey.. Laras, ini baru jam berapa kau sudah minta jatah saja", Hasbi enggan melangkah karena istrinya terus menyeret nya ke kamar.


" Ayolah sayang, biar ilmu kita bertambah dan aku bisa pintar".


Hasbi hanya bengong dengan ucapan Laras.


" Apa hubungan nya?".


Akhirnya Hasbi patuh juga dengan ajakan Laras.


" Sayang...lutut ku lemas kalau sehari kau selalu minta 3 kali", ucap Hasbi tanpa berhenti menghentakkan tubuhnya.


Sementara di kamar sebelah, Dena menunggu Adrian pulang sambil menggenggam dua buah bros berbentuk kupu kupu yang menjadi simbol rasa cinta nya dan Mas Adam.


...----------------...


Hai readers, ikuti terus ya up nya .


Maaf agak telat up . Author lagi nyambi novel yang kedua soal nya😁

__ADS_1


Ikuti terus ya lanjutan nya. Malam ini mudah mudahan up lagi spesial episode Bali .


Pencet like, komen n vote ya buat karya otor🥰🥰🙏


__ADS_2