
Laras pulang ke rumah siang itu tak lama setelah Dena juga pulang dari Rumah sakit.
Ia menghampiri kakak ipar nya itu yang sedang duduk di meja makan.
" Kak Dena, tadi aku bertemu Mas Adam. Aku menyuruhnya datang ke Ruang hemodialisa untuk memberikan kalung dari Kak Dena", ucap Laras setengah berbisik takut ibu mendengar pembicaraan mereka.
" Ohh ya, bagaimana kabar nya Ras?".
" Mas Adam baik baik saja Kak, namun aku masih melihat raut wajah kecewa nya ketika aku mengatakan kalau Kak Dena baru saja berbulan madu".
" Apa dia menyukai kalung perak itu Ras?", Dena mengalihkan pembicaraan, tak ingin membahas tentang perasaan nya pada lelaki itu.
" Mas Adam pasti menyukainya Kak, ia menitipkan salam untuk Kak Dena".
" Ia juga bertanya tentang keadaan Kakak".
" Ya sudah Ras, terima kasih telah memberikan titipan ku untuk Mas Adam. Aku mau istirahat sebentar ya di kamar", Dena sengaja meninggalkan Laras karena ia tak ingin lama lama membahas lelaki itu.
Tak pantas rasanya ia membahas laki laki lain sementara ia sudah punya Adrian yang tak pernah kurang memberikan perhatian padanya.
Perihal ia masih memikirkan laki laki itu, biarlah cukup ia saja yang tau di dalam hatinya.
Sore hari, Adrian pulang tepat waktu.
Setelah jam kantor nya usai ia buru buru segera meninggalkan ruangan nya .
Setiap hari baginya meninggalkan istrinya beberapa jam saja sudah membuat ia rindu berat.
Di parkiran ia sempat bertemu dengan Aurel, perempuan itu seperti biasa menyapa Adrian dengan akrab.
Namun Adrian tak menghiraukan nya, ia segera melajukan kendaraan nya.
Aurel meremas jemarinya karena kesal lagi lagu diacuhkan oleh Adrian.
Dirumah ia di sambut hangat oleh istrinya, hal yang pertama ia lakukan adalah mengecup lembut kening perempuan itu.
" Mandi lah sayang, kau pasti lelah dan berkeringat", Dena membantu melepaskan dasi dari kerah kemeja suaminya.
Sebelum masuk ke kamar mandi ia masih sempat mencumbu istrinya.
" Jangan sekarang sayang, nanti malam saja", Dena masih saja merinding dengan cumbuan halus di telinga dan sekitar lehernya .
Adrian terkekeh, kemudian masuk ke kamar mandi.
Dena mengangkat ponsel nya yang berdering.
__ADS_1
Nomor tak dikenal, namun tetap ia angkat.
" Hallo, ini siapa", Dena bertanya ketika ia mengangkat telepon itu
" Hallo Dena, ini aku Aurel. Maaf mengganggumu, ada yang mau aku tanyakan", suara di seberang telepon terdengar ramah .
" Ohh Aurel, bertanya apa?memangnya kau masih di kantor?", tanya Dena heran karena sekarang sudah bukan jam kerja lagi .
" Ehh iya, aku masih di kantor", Aurel berbohong.
Ia pun pura pura bertanya mengenai beberapa berkas yang ia bilang belum ia mengerti.
Dena menjelaskan nya secara rinci karena ia tak curiga sama sekali dengan perempuan ini.
" Terima kasih ya Dena sudah mau membantuku".
" Ohh ya kapan kapan apa kita bisa jalan berdua? makan atau aku boleh main ke rumahmu?".
" Aku ingin bersahabat denganmu", ucap Aurel di ujung telepon.
" Iya, boleh kok Rel.. Kau boleh main ke rumahku atau kapan kapan kita bisa jalan bareng Puji juga", Dena menyambut hangat tawaran Aurel.
Di ujung sana Aurel merasa rencana awalnya berhasil untuk mendekati Dena .
Dena baru mengakhiri perbincangan nya dengan Aurel ketika Adrian keluar dari kamar mandi.
" Telepon dari Aurel, ia masih di kantor dan ia bertanya sedikit tentang pekerjaan yang belum ia mengerti".
Wajah Adrian berubah mendengar nama Aurel, ia tau kalau perempuan itu berbohong. Karena ia tadi bertemu dengan nya saat ia di parkiran. Ini pasti hanya akal akalan Aurel saja mengatakan bahwa ia masih di kantor .
" Bicara apa lagi dia, kenapa juga tidak bertanya pada Puji tanpa harus meneleponmu", ucap Adrian dengan nada gusar.
" Dia hanya bertanya urusan pekerjaan sayang, ia juga bilang kapan kapan ingin main ke rumah dan mengajak ku makan bersama".
" Apa??? Ia ingin main ke rumah? Sayang, aku tidak suka kau dekat dekat dengan Aurel", nada bicara Adrian terdengar meninggi .
" Hey... kau kenapa sayang? Jangan bilang kau cemburu dengan teman perempuan ku juga", Dena bingung dengan Adrian yang menunjukkan ketidaksukaan nya pada Aurel.
Adrian berpikir, sepertinya ia harus jujur dengan Dena.
" Sayang, maafkan aku yang tadi sedikit emosi", Adrian memegang tangan Dena dan meminta maaf.
" Sebenarnya ada hal yang aku ingin kau tahu".
" Kau pernah dengar kan dulu sebelum kita menikah, aku pernah bercerita padamu kalau aku pernah dikhianati oleh seseorang di masa laluku", Adrian mulai membicarakan nya.
__ADS_1
" Iya, aku tahu kau pernah di selingkuhi oleh kekasih mu. Maksudku mantan kekasihmu", ucap Dena .
" Kau tahu kalau perempuan itu adalah Aurel".
Dena terdiam, masih sedikit tak percaya.
" Maksudmu Aurel perempuan yang menggantikan ku di kantor?", tanya Dena lagi.
" Iya.. dan aku tidak ingin ia masuk dalam kehidupan kita ".
" Aku takut ia punya rencana lain untuk mendekatimu", Adrian akhirnya mengutarakan kekhawatiran nya.
Dena menatap suaminya, ia begitu bangga bahwa Adrian dengan sangat jujur mengakui semua itu di awal. Ia yakin laki laki itu tak ada perasaan apa apa lagi dengan masa lalunya.
Tak seperti dirinya yang masih saja tak bisa sepenuhnya melupakan masa lalu.
" Sayang, berjanjilah untuk tidak lagi berkomunikasi dengan Aurel. Blokir nomor telpon nya, jangan biarkan ia mencoba berteman dengan mu".
" Aku akan melakukan hal yang sama, aku akan memblokir nomor telepon nya dan aku tak akan pernah menghiraukan nya meskipun hanya sekedar membalas salam nya", ucap Adrian seraya mengambil ponselnya.
Ia benar benar memblokir kontak Aurel.
Dena tersenyum bangga pada suaminya, ia kemudian melakukan apa yang diminta Adrian.
" Terima kasih sayang, kau sudah mau mengerti kekhawatiranku".
" Aku yang seharusnya berterima kasih padamu, karena kau sudah jujur padaku dan menunjukkan kau tak punya perasaan apa apa terhadap Aurel", Dena memeluk suaminya itu.
" Sungguh, aku tidak ingin ada duri dalam rumah tangga kita. Aku tak ingin ada orang ketiga dalam pernikahan kita sayang".
" Termasuk dari masa lalumu juga".
Dena mengangguk, merasa bersalah atas ketidakjujuran nya yang selama ini masih diam diam ingin tau tentang Mas Adam.
" Baiklah, mulai sekarang jangan pernah lagi kita membahas tentang Aurel. Jangan beri ia celah untuk menghubungimu".
" Aku berjanji, akan menjaga diriku di kantor dan tidak akan membiarkan Aurel mendekati ku sedikitpun".
Dena semakin erat memeluk suaminya, aku percaya padamu sayang.
...----------------...
Daahhh pelakor😁😁, thor kan udh bilang pelakor nya cuma numpang lewat karena memang inti cerita ini bukan merebut pasangan kok🙏
Kalau ada sedikit bumbu bumbu pelakor gak apa apa lah ya, dan nggak akan berkelanjutan kok.
__ADS_1
Ikuti terus up berikut nya ya🥰🥰🙏