Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Tertunda


__ADS_3

Ball Room Hotel yang tadinya ramai kini sudah berangsur sepi, hanya menyisakan para petugas kebersihan dan crew Wedding Organizer di Ruangan itu.


Para kerabat Ayah dan Ibu pun hampir semuanya sudah pulang.


Hanya Dena dan Adrian yang malam itu akan menginap di Hotel. Adrian telah memesan sebuah kamar President suite untuk menghabiskan malam pertamanya bersama Dena.


Dena sudah berganti pakaian, aksesoris di kepala nya pun sudah ia lepas membiarkan rambutnya tergerai. Sisa riasan make up masih melekat di wajahnya.


Adrian membawa nya ke kamar yang sudah ia pesan, kamar luas itu terlihat mewah dengan living room dan minibar. Kamar yang memadukan desain interior bergaya eropa modern itu sudah dihias serupa mungkin oleh tim Wedding organizer mereka.


Bunga bunga memenuhi setiap sudut ruangan.


" Sayang, kau kelihatan lelah".


" Istirahatlah aku tidak ingin kau kenapa kenapa", Adrian melihat wajah istrinya yang kelelahan karena seharian menyambut tamu.


Dena mengangguk.


" Aku tidur sebentar ya", ia melihat jam di pergelangan tangan nya menunjukkan jam lima sore.


Ia merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk di kamar itu. Tak berapa lama ia sudah terlelap dalam tidurnya.


Adrian tak ingin mengganggu istrinya tidur. Meskipun sebenarnya ia sudah tak bisa menahan untuk menyentuh tubuh perempuan itu. Diusap nya kepala Dena, kemudian ia mencium lembut pipi nya. Sang pemilik pipi hanya menggeliat kecil kemudian kembali tertidur nyenyak.


Adrian ikut merebahkan diri di samping Dena, ia memainkan rambut panjang bergelombang milik istrinya.


" Hey...kenapa kau secantik ini".


Adrian menatap bulu mata lentik yang terpejam itu, kemudian tatapan nya turun ke hidung mancung milik nya, terakhir ia menatap bibir sensual yang terlihat segar meski tanpa lipstik sekalipun.


Tak tahan rasanya ia ingin ******* bibir itu, namun ia tahan karena ia melihat perempuan ini benar benar nyenyak dalam tidurnya.


Ia kemudian memutuskan untuk mandi saja.


Adrian keluar dari kamar mandi melihat Dena sudah bangun dari tidurnya.


" Sayang, kau sudah bangun?"


" Baru sebentar kau tidur, tidurlah biar lelahmu hilang".


Dena menggeleng


" Aku ingin mandi, tubuhku lengket oleh keringat", Dena mengusap lehernya .


Ia melihat Adrian bertelanjang dada hanya mengenakan handuk menutup bagian bawahnya. Laki laki dengan tubuh atletis itu membuat Dena bergetar rasanya ingin segera di sentuh.


" Aku mandi ya" , Dena meninggalkan Adrian yang kemudian berganti pakaian.

__ADS_1


Belum lama Dena masuk ke kamar mandi, terdengar teriakan nya memanggil Adrian .


" Sayang...."


Adrian menghampiri pintu kamar mandi karena mengira istrinya kenapa kenapa, kepala Dena muncul di balik pintu.


" Kau mau menolongku?", ucap Dena.


" Iya ada apa?".


" Bisakah kau ke mini market terdekat, belikan aku pembalut".


" Aku kedatangan tamu bulanan".


" Hah???" Adrian terbelalak mendengar itu.


Dena hanya tertawa melihat ekspresi suami nya itu.


Padahal ia sudah menunggu nunggu untuk momen yang satu ini, tapi istrinya malah datang bulan.


" Gagal lagi aku menyentuhmu", Adrian menepuk jidat nya.


Malam itu, mereka hanya menghabiskan waktu di kamar saja.


Sepertinya rencana malam pertama mereka harus ditunda minimal satu minggu ke depan.


Dena tertawa, mengingat mereka memang akan berangkat ke Bali minggu depan.


" Mudah mudahan aku sudah selesai dengan tamu bulananku".


Adrian memutar memainkan bola matanya .


"Memangnya berapa lama aku harus menunggu untuk itu?".


" Hahaha, sabarlah sayang. Nanti kalau kita sudah di Bali aku yakin kita sudah bisa melakukan nya".


Adrian menggendong tubuh Dena dan meletakkan nya di atas kasur.


" Kita memang tidak bisa menikmati malam pertama kita dengan benar benar bercinta, tapi aku tak ingin membiarkan tubuh mu malam ini tak tersentuh begitu saja", tangan Adrian mulai menyusuri bagian bagian sensitif istrinya .


Ia ******* bibir ranum yang selalu membuatnya tergila gila, Dena membalas ciuman panas itu lebih dalam .


Berkali kali Dena memekik karena tangan Adrian tak henti hentinya membuat ia merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa hanya dengan sentuhan sentuhan lembut.


" Tadinya aku mau memakai lingerie yang sudah aku siapkan untuk malam pertama kita, tapi nampak nya aku tunda saja sampai nanti kita di Bali", Dena mengatakan nya dengan malu malu.


" Kau tak perlu memakainya malam ini, karena aku pastikan kau tak akan mengenakan apapun kecuali dalaman mu", Adrian terkekeh.

__ADS_1


" Hah... apa?? Kau....", belum selesai Dena meneruskan kalimatnya, bibir nya sudah kembali di bungkam oleh Adrian dengan ciuman nya.


Tangan nya melepas pakaian yang melekat di tubuh istrinya malam itu.


Mereka saling beradu nafas karena ciuman tanpa henti yang mereka lakukan.


Adrian melepas ciuman nya, berbisik nakal di telinga Dena.


" Tubuh ini milikku sepenuhnya", kemudian ia mengecup keras leher jenjang istrinya menyisakan bekas merah di sekitar nya .


Dan ia melakukan hal yang sama di dada istrinya, membuat perempuan itu berkali kali mengeluarkan des***n halus.


Mereka melakukan itu sampai keduanya benar benar lelah dan mengantuk .


Adrian memeluk tubuh setengah telanjang istrinya, menutup tubuh mereka dengan selimut lalu tak henti hentinya ia mengecup bahu Dena yang tidur membelakanginya.


" Selamat tidur sayang, aku bahagia malam ini meskipun belum lengkap malam pertama kita", Adrian berbisik.


Dena membalikkan tubuhnya membiarkan sekali lagi suaminya itu memberi kecupan sebelum mereka tidur.


Tak lama, Adrian sudah tertidur pulas. Sementara Dena masih belum memejamkan matanya.


" Mas Adam, kau sedang apa saat ini?"


" Malam ini Adrian belum benar benar menyentuhku, jadi hanya dirimu lah satu satunya laki laki yang pernah menyentuhku sedalam itu", Dena lalu mendekap semua kenangan yang tak kenal henti.


Silir semilir bayu menyapa dalam keheningan, jauh berkilo kilo meter disana seorang lelaki juga belum tertidur.


Ia sedang mendekap buket bunga yang ia dapatkan hari ini. Raganya kelihatan begitu menggeletuk , dibungkus dengan gulana dan kerinduan yang telah lama di tinggal angan nya.


" Dena, kau sedang apa saat ini?".


" Pasti kau sedang menghabiskan malam panjang mu bersama Adrian".


" Andai kau tau, aku masih mengingat jelas lekuk tubuhmu, aku masih mencium aroma tubuhmu, dan aku masih mendengar desah nafasmu kala itu ketika kita menyatukan raga".


...----------------...


Hayooo jangan kecewa ya karena gak jadi tau gimana malam pertama mereka .


Cukup Adrian aja yang kecewa, hihihi...


Yang hot hot nya masih ditunda dulu ya sampai Adrian Dena ada di Bali.


Ikuti terus update berikutnya .


Jangan lupa pencet like nya, kasih vote biar karya otor populer🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2