Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Kabar Bahagia


__ADS_3

" Bagaimana perutmu, masih sakit?", tanya Adrian saat istrinya bangun tidur pagi itu.


" Sudah tidak sayang, cuma kepala ku yang masih sedikit pusing".


" Ayo ke kamar mandi, buang air kecil dan tampung disini", Adrian memberikan wadah kecil kepada Dena.


Dena menolak wadah itu dengan menyingkirkan nya dari tangan Adrian.


" Sudahlah sayang, tidak perlu untuk mengecek dengan alat tes kehamilan itu", ucap Dena.


" Kau tidak usah mengeceknya, aku yang akan melakukannya. Kau cukup buang air kecil dan tampung urine mu disini".


" Ayolah.....", Adrian memohon kali ini.


" Aku malas", Dena masih enggan beranjak dari tempat tidur .


" Sini aku gendong", Adrian mengangkat tubuh istrinya membawanya ke kamar mandi.


" Ayo....", Adrian masih menunggu di dalam kamar mandi.


" Keluarlah, aku malu kalau buang air kecil saja harus kau tunggu", pinta Dena.


" Baiklah", Adrian keluar dari kamar mandi.


Tak lama Dena keluar, menyerahkan wadah kecil berisi urine kepada Adrian .


Dena berlalu menuju tempat tidur, kembali merebahkan tubuhnya tanpa berniat untuk melihat hasil test nya .


Adrian mengambil dua buah test pack, ia celupkan keduanya di urine yang tadi diberikan Dena.


Kurang lebih dua menit ia menunggu hasilnya.


Ia menghampiri istrinya yang sudah berbaring kembali dengan posisi meringkuk memeluk guling.


" Sayang, lihat ini", Adrian mencium kening istrinya memperlihatkan kedua buah test pack tadi.


" Apa ini maksudnya?", Dena masih tak percaya dengan dua garis di kedua buah test pack tersebut.


" Kau hamil sayang",suara Adrian bergetar antara bahagia dan rasa tak percaya.


Dena hanya terdiam, ia bahkan lebih tak percaya lagi dengan hasil yang ia lihat.


" Sayang, hasil tes itu belum 100% akurat. Belum tentu aku hamil".


" Dua buah test pack ini menunjuk hasil yang sama, jadi aku yakin kau hamil".


" Kalau kau masih belum yakin, kita periksakan ke dokter kandungan", Adrian mengelus lembut perut istrinya.


Kemudian ia mencium perut itu seolah benar benar yakin kalau istrinya sedang mengandung anaknya.


" Aku mohon sayang, percaya padaku. Ada anakku di dalam sini", Adrian kembali mengelus perut istrinya.


" Kita ke dokter kandungan ya".


Dena akhirnya mau mengikuti saran Adrian. Mereka datang ke dokter kandungan untuk memastikan apakah benar Dena sedang mengandung.


Dena gugup setengah mati, sementara Adrian dengan wajah berseri sangat yakin dengan kehamilan istrinya.


Dokter mulai melakukan USG di perut Dena dengan menggerakkan transducer ke permukaan kulit di perutnya.


Layar hitam putih di monitor sudah merekam rahim Dena.


" Selamat ya Pak, Nyonya Dena saat ini memang sedang hamil".


" Dari hasil USG ini sudah menginjak usia kehamilan 6 minggu".


Mata Dena berkaca kaca, masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


Adrian memeluk istrinya, tak peduli dengan dokter di Ruangan itu.


" Sayang, benar kan kau hamil. Tuhan ternyata mendengar doa doa kita selama ini", untuk kedua kalinya air mata bahagia menetes di mata Adrian setelah dulu ia menangis bahagia pula saat menikahi perempuan ini.


Dena juga tak mampu menahan tangisnya, ia memegang perutnya.


" Tuhan, benarkah di dalam sini ada nyawa yang harus aku jaga?".


Dokter meresepkan beberapa vitamin untuk Dena, sedangkan untuk obat obatan lainnya ia tak memberikan nya karena dokter itu tahu riwayat Dena dengan terapi cuci darah.


" Kalian harus segera mengkonsultasikan kehamilan Nyonya Dena kepada dokter spesialis yang selama ini menangani Dena".


" Karena kehamilan ini tentu bukan hal yang mudah untuk pasien cuci darah".


Wajah Dena berubah setelah mendengar ucapan dokter, ia tahu resiko apa yang harus ia tanggung dengan kehamilannya.


" Baik dok, kami akan segera konsultasikan ke dokter spesialis ginjal nya", ucap Adrian.


Mereka berdua keluar dari Ruangan dokter dengan wajah penuh kegembiraan.


Di dalam mobil Adrian tak berhenti mengelus perut istrinya.


Tuhan, terima kasih atas doa yang terjawab.


Atas harapan yang di segerakan. Kehamilan ini membawa cerita baru di antara kami.


" Sayang, apa kita langsung ke dokter spesialis sekarang?", tanya Adrian.


" Nanti saja, besok masih bisa. Aku lelah sayang".


" Ya sudah, besok aku izin kerja satu hari lagi".


" Tapi kau ingat kan tadi apa kata dokter, usia kandungan ku masih sangat muda. Kita harus hati hati saat berhubungan", Dena mengingatkan kembali Adrian yang kalau libur bekerja, pasti seharian selalu minta dilayani di tempat tidur.


Adrian menggaruk kepala nya yang tidak gatal .


Ia baru sadar kenapa kemarin istrinya sampai merasakan kram di perut, tenaga nya yang begitu besar membuat kandungan istrinya yang lemah terasa sakit.


" Kita kemana sekarang? Pulang ke rumah atau kita ke rumah Ibu menyampaikan berita bahagia ini?", tanya Adrian.


" Ya sudah, kita ke rumah ibu saja. Aku juga rindu ingin menggendong Viola".


Mereka akhirnya ke rumah Ibu siang itu.


Ibu berkali kali memeluk Dena saat ia mendengar kabar bahagia itu .


" Doa Ibu selalu menyertaimu sayang, semoga kau dan kandungan mu sehat sampai 9 bulan ke depan", Ibu mencium putri kesayangan nya.


Laras turut berbahagia mendengar nya.


" Hai Viola, nggak lama lagi kamu akan punya teman, doa in Aunty ya sayang", Dena menggendong bayi mungil itu lalu mencium nya tanpa henti.


Adrian terlihat begitu bahagia, membayangkan nanti ia dan Dena akan menimang bayi lucu seperti Viola.


" Dena, kau mau makan apa biar ibu yang masak", Ibu ingin memanjakan putri nya yang sedang hamil.


Dena nampak berpikir, kemudian matanya beralih ke Adrian.


" Ada yang janji mau mengajak ku makan mie ayam, tapi belum di tepati", ia menyindir Adrian.


Adrian tertawa.


" Iya, iya sayang aku ingat. Tidak perlu menyindirku seperti itu".


" Ayo sekarang aku bawa kau makan mi ayam di tempat favoritmu".


Dena mengangguk penuh semangat seperti anak kecil yang ditawari makan permen dan coklat.

__ADS_1


" Aku mau makan 2 porsi mi ayam spesial", ucap Dena sambil menelan ludah membayangkan nya.


" Terserah kau mau makan sebanyak apa, kau harus sehat bersama anak ku di dalam sana", Adrian tak bisa menahan untuk tidak mencium perut istrinya..


Laras dan Ibu hanya tersenyum melihatnya.


Kenyataannya, setiba di tempat mi ayam favoritnya, Dena hanya menghabiskan setengah porsi mi ayam yang ia pesan.


Adrian sudah paham bagaimana kelakuan wanita yang sedang hamil. Ia ingat dulu Laras juga begitu.


" Asalkan kau jangan ngidam untuk bertemu Mas Adam seperti yang dulu di lakukan Laras, karena aku tidak akan mengizinkan nya", gumam Adrian dalam hati.


Malam harinya, untuk pertama kali Adrian bisa menahan nafsunya untuk tidak menjamah istrinya.


Ia takut istrinya merasakan sakit seperti kemarin.


Adrian terus memeluk istrinya.


" Sayang, jaga anak kita ya. Aku begitu menginginkannya", bisik Adrian mesra di telinga istrinya.


" Tentu saja, aku akan menjaga nya dengan nyawaku", ucap Dena.


" Aku ingin anak kita nantinya perempuan, biar cantik seperti dirimu".


" Tidak, tidak ... aku ingin anak kita laki laki biar tampan seperti dirimu".


" Hahaha ya sudah kita nanti akan punya anak laki laki dan perempuan", lalu tawa keduanya menghiasi ruangan kamar malam itu


Shyam saat bulan dan bintang bercengkrama


Beberapa sinarnya berlarian membawa


seuntai doa.


Gurat wajahku seakan menutup duka


Perasaan ini entah apa namanya


Sangat jelas termaktub dalam rasa


Ragaku luruh diterpa rindu


Beberapa doa ku biarkan merayu


Kau dan wangimu berpeluh keluh


Ku benamkan seluruh imaji rasa


Mencumbui bait aksara luka


******* habis manis sajak rindu


Aku mencintaimu dengan sepenuh rasa


Melangitkan segenap pinta dan doa pada sang Kuasa.


Pada kedalaman rasa kita berjumpa,


Denganmu, telah kutemukan bahagia.


Adrian


...----------------...


Hari ini udah denger kabar bahagia.


Tapi masih ada kabar sedih yang menanti Dena dan Adrian di episode mendatang.

__ADS_1


Ikuti terus ya up nya🥰🥰🙏


__ADS_2