Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Kembali


__ADS_3

Masa isolasi 3 hari sudah berlalu, Dena sudah bisa dipindahkan ke Ruangan Rawat Inap.


Namun kondisi Adrian masih belum terlalu stabil saat itu, sehingga masih dalam pengawasan para tim transplant.


Ibu dan Hasbi menjenguk Dena hari itu.


" Bu, tolong hubungi Adrian. Aku ingin mengabarinya".


Keadaan Dena sudah jauh lebih baik, sudah bisa duduk dan berjalan pelan.


Telepon Adrian berdering, Mas Adam yang saat itu memegang ponsel nya.


" Adrian, ada video call dari istrimu. Apa kau ingin bicara padanya?", Adam menyerahkan ponsel pada Adrian.


Adrian mengangguk mengiyakan.


" Hallo sayang, operasi ku tiga hari lalu berjalan lancar. Maaf aku baru bisa menghubungi mu sekarang", Dena terlihat riang menyapa Adrian.


Adrian tak bisa berkata banyak, ia masih sangat lemah sekali. Ia hanya mengangguk.


" Kau kenapa sayang?", Dena bingung melihat wajah pucat Adrian tanpa suara.


" Tidak apa apa, aku hanya butuh istirahat. Aku masih di rumah sakit menjalani pengobatan ku", Adrian memaksa untuk bicara.


" Aku ingin istirahat sayang, nanti aku hubungi kau lagi", ini untuk pertama kalinya Adrian tak ingin berlama lama bicara dengan istrinya.


Ia tak ingin Dena melihat kondisi nya yang buruk dan malah menjadi beban pikiran nya.


" Baiklah sayang nanti aku akan menghubungimu lagi, aku mencintaimu", Dena menutup telepon nya.


Dena begitu mengkhawatirkan Adrian, melihat tadi bagaimana wajah suaminya yang sedang menahan sakit. Ia tak merasa curiga sedikitpun, yang ia tahu Adrian menjalani operasi kedua untuk tulang rusuk nya.


" Kak Dena, aku tidak bisa lama lama di Jakarta. Besok aku harus kembali, karena pekerjaan ku tidak bisa ditinggalkan. Kak Dena tidak masalah kan hanya berdua dengan Ibu?", ucap Hasbi membuyarkan lamunan Dena.


" Ehh..iya kau pulang saja. Lagi pula beberapa hari lagi jika kondisi ku membaik, aku sudah bisa kembali ke kota kita".


Tentu saja sebelum kembali Dena ingin menemui Adrian terlebih dahulu.


****


Hasbi pulang keesokan harinya, di sambut Laras dan putri kecil nya Viola.


" Bagaimana keadaan Kak Dena dan Adrian?", tanya Laras.


" Kak Dena kondisi nya cukup stabil, tapi tidak untuk Adrian. Aku sempat menjenguk nya kemarin sebelum pulang. Ia begitu lemah dengan wajah pucat nya".


" Apa kau tak menanyakan keadaan ku selama sepuluh hari kita tak bertemu?", Hasbi mendekatkan wajahnya pada Laras.


" Haha, kan setiap hari kau selalu menghubungiku. Tentu saja aku tau kau pasti baik baik saja".

__ADS_1


" Hhmmm, sepuluh hari waktu yang berat bagiku untuk berpuasa", Hasbi terlihat menyeringai menatap kancing baju Laras.


Bukan Laras nama nya kalau tak mengerti maksud seringai suaminya. Selesai memandikan Viola, bayi cantik yang hampir berusia dua tahun itu di titipkan pada Ibu.


Hari masih sore, tapi bagi Laras dan Hasbi tak mesti malam hari jika ingin menuntaskan hasrat yang terpendam.


" Nampak nya Viola sudah pantas untuk punya adik lagi, hehehe", Hasbi terkekeh ketika Laras sudah menunggunya di tempat tidur.


Tak lama, ruangan kamar mulai dihiasi dengan suara suara Laras yang berteriak kencang.


Peluh menetes di tubuh mereka, menunjukkan betapa besar tenaga yang mereka keluarkan untuk itu.


Waktu hampir satu jam bagi Hasbi sudah cukup untuk menuntaskan permainan sore ini, tentu saja nanti malam mereka akan kembali mengisinya dengan aktifitas panas yang sama.


" Kenapa kau selalu menjadi candu bagiku? Dulu aku pikir setelah mempunyai anak, kita akan sedikit mengurangi kegiatan ini. Tapi nyatanya aku makin tergila gila untuk menikmati mu", bisik Hasbi pada istrinya yang masih belum mengenakan pakaian nya.


" Aaahhhh, jangan menggodaku lagi. Kau tahu kan aku sulit menahan untuk itu", Laras sudah menarik tangan suaminya untuk kembali merebahkan diri.


" Hey...kau mau apa lagi?",


" Mau apa lagi??? Salah sendiri kenapa tadi kau menggodaku hah".


" Ya ampun", Hasbi hanya menepuk jidat nya ketika Laras sudah mengambil posisi duduk diatas tubuh nya yang terbaring.


Merengek lagi.


" Diam lah, kau bilang tadi kau tergila gila pada tubuh ku kan?", Laras sudah mulai beraksi.


Mereka baru berhenti ketika suara Viola terdengar menangis di luar sana.


" Viola, papa mu masih haus Nak. Berbagilah sore ini dengan papa mu", celetuk Laras yang di iringi tawa kental suaminya.


Tak ada yang berubah dengan kehidupan percintaan mereka. Masih sama gila nya seperti di awal mereka menikah. Lagi dan lagi, Hasbi semakin dibuat jatuh cinta pada perempuan mungil ini.


Sementara, jauh di kota sana ada yang sedang habis habisan menahan gelora nya.


Adrian merindukan tubuh hangat istrinya, enam bulan tak bertemu perasaan nya semakin kacau. Namun apalah daya, jangan kan untuk bercinta seperti dulu. Bernafas untuk dirinya sendiri saja ia merasa harus berjuang habis habisan.


Tim dokter transplant mengatakan ada infeksi di tubuhnya yang membuat kondisi nya tidak kunjung membaik. Namun ia sudah memutuskan untuk segera pulang ke kota nya.


Mengingat Dena yang sudah lebih awal kembali ke kota mereka.


" Mas Adam, aku ingin dirawat di rumah saja. Aku sudah tidak bisa berlama lama lagi di Rumah sakit, aku merindukan anak istriku".


Mas Adam menghela nafas panjang.


" Luka operasi mu saja belum pulih, nanti Dena akan curiga ", Mas Adam mengutarakan kekhawatiran nya .


" Aku akan tetap pulang Mas".

__ADS_1


" Dengan keadaan mu yang seperti ini tidak memungkinkan kau untuk dirawat di rumah Adrian. Itu sama saja kau bunuh diri nama nya", Mas Adam tampak tak setuju dengan keputusan Adrian.


" Tidak mengapa Mas, jika memang Tuhan ingin memanggilku, aku ingin saat itu aku berada di rumah dikelilingi anak dan istriku. Tidak di rumah sakit ini", nada bicara Adrian terdengar putus asa.


Adam lagi lagi tak bisa menahan keinginan Adrian. Ia juga mengerti bagaimana rasanya berpisah dengan orang yang begitu dicintai.


" Hey Adrian, kau tahu? Aku bahkan lebih lama dari mu tidak bertemu dengan orang yang ku sayang kala itu", ucap Mas Adam dalam hati.


" Baiklah, kalau memang ini mau mu. Aku akan segera mengurus kepulangan kita".


Setelah ini, mungkin tugas Mas Adam sudah selesai untuk membantu Adrian. Karena tidak mungkin baginya untuk mengunjungi Adrian jika nanti ia sudah pulang ke rumah.


Dena yang mendengar kabar kepulangan suaminya terlihat begitu bersemangat.


Meskipun masih dalam tahap observasi, ia merasa akan lebih kuat dengan ginjal barunya. Ia akan punya banyak waktu untuk merawat suaminya, ia tak lagi harus mendatangi rumah sakit untuk bertemu jarum kupu kupu.


Baginya saat ini, ia hanya akan mengabdikan diri merawat anak dan suaminya. Mengingat bagaimana dulu Adrian dengan sempurna menerima segala kekurangan nya, seperti itu pula yang akan ia lakukan .


Dena bahkan menyiapkan acara sederhana di rumah untuk menyambut kedatangan Adrian.


Kak Radit dan Lisa yang saat itu belum lama melahirkan pun turut hadir.


Adrian dan Mas Adam berpisah ketika tiba di Bandara di kota mereka.


" Mas Adam, sekali lagi aku mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan mu".


Mas Adam menepuk bahu Adrian.


" Semangat lah, istri dan anak mu butuh itu darimu".


Adrian hanya menunduk, ia tau betapa tidak berdaya nya ia saat ini. Ia bahkan merasa sudah tak pantas rasanya mendampingi Dena.


Namun semua itu ia kesampingkan, ia ingin cepat sampai ke rumah memeluk istrinya, memeluk Noah yang sekarang berusia 1 tahun lebih. Ia dengar dari Dena, anak laki lakinya itu sekarang sudah mulai belajar berjalan.


Sepanjang perjalanan dari Bandara menuju rumah nya Adrian tak hentinya melakukan sambungan video call pada Dena, mengatakan sebentar lagi ia akan tiba.


Bagi Adrian, sebenarnya bahagia itu sederhana. Tidak perlu banyak menata kata, cukup duduk di samping nya saja sudah menjadi risalah jika senyum itu adalah istrinya.


Meski semesta selalu punya cara terbaik untuk mengajarkan keikhlasan.


...----------------...


Hai semua nya, maaf ya kalau othor slow up soalnya kondisi fisik lagi drop.


Doain cepat membaik ya 😇


Di episode berikutnya, mungkin Adrian gak bisa lama lama menutupi semuanya.


Mau tahu kan bagaimana reaksi Dena ketika bertemu setelah 6 bulan terpisah dan mendapati kondisi Adrian yang kian memburuk dengan bekas sayatan di perut sama seperti dirinya .

__ADS_1


Apakah Dena akan langsung curiga dan bisa mengungkap siapa sebenarnya yang mendonorkan ginjal pada nya?


Tungguin up nya ya🙏🥰🥰, jangan bosen, hehehe...


__ADS_2