Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Selingkuh yang sesungguhnya


__ADS_3

Dena sudah berada di dalam mobil bersama Adam, untung saja tadi Laras tidak membuntuti Adam yang izin untuk pulang lebih awal hari itu.


Laras tampaknya tidak curiga sama sekali.


" Dena, terima kasih untuk waktumu".


" Kau mau langsung aku antar pulang ke rumah atau mau makan siang terlebih dahulu?".


Dena menggeleng .


" Tidak dua duanya".


" Lalu kau mau kemana?".


Diam...tak ada jawaban dari Dena.


Mereka masih hening dengan pikiran masing masing.


Dena mengarahkan pandangan nya ke laki laki yang matanya menatap tegak ke depan.


Jambang yang ditumbuhi rambut halus itu membuat Dena tak tahan ingin menyentuh nya


" Bukankah dulu aku selalu berimajinasi untuk memiliki laki laki ini sepenuh nya?", batin Dena.


Ada hasrat yang sedang meletup di dada nya,melebihi hasrat saat ia bersama Adrian.


Adam pun membayangkan hal yang sama, berada sangat dekat dengan perempuan yang ia inginkan ini, menjadikan ia seperti budak yang terperdaya oleh nafsu.


Nafsu yang lebih ia inginkan dibanding saat ia bersama dengan istrinya.


" Aku muak dengan pandangan orang orang di luar sana yang mengatakan orang ketiga itu menjijikkan", ucap Dena pada Adam.


" Kau tau kan aku mati matian menunjukkan pada orang orang di sekelilingku kalau aku perempuan baik yang memiliki kekasih seorang pria lajang", Dena masih melanjutkan kalimat nya .


" Tapi lihatlah, aku tersiksa dengan menahan perasaanku yang sesungguhnya".


" Lalu apa mereka peduli dengan luka ku?"


" Mereka hanya menilai baik dengan versi mereka sendiri".


Dena menumpahkan emosi yang selama ini ia pendam untuk pendapat orang orang mengenai buruk nya menjatuhkan hati pada suami orang.


" Kenapa orang orang hanya sibuk mencela, sedangkan mereka tak pernah tau kalau suatu saat bisa saja mereka merasakan ada di posisi seperti kita".


Adam terus setia mendengar semua yang diucapkan Dena, ia pun merasakan hal yang sama.


" Biarlah ia di cap sebagai suami buruk di hadapan semua orang".


" Mereka tak berada di posisi ini, jadi biarkan mereka berpendapat".


" Jadi kau mau aku membawamu kemana?".


" Bawa ku ke tempat dimana kau bisa jadi milikku dan aku bisa jadi milikmu".


" Biarlah aku jadi perempuan gila hari ini', ucap Dena.

__ADS_1


" Baiklah, akan kubawa kau bersamaku".


Mobil Adam meluncur ke arah kota kabupaten, ia mengarahkan kendaraan nya ke sebuah pantai dengan villa villa kecil di pinggir nya.


Mereka memesan sebuah villa di pantai itu .


" Kau yakin kan ingin bersamaku hari ini?", tanya Adam .


Dena tak perlu menjawab, dengan ia mengikuti langkah Adam untuk masuk ke villa sama saja dengan sebuah jawaban " iya".


Mereka sudah berada dalam ruangan villa dengan sebuah tempat tidur berukuran king, dengan penataan kamar penuh ornamen ornamen klasik.


Dena mematikan ponsel nya, ia tak ingin Adrian terus menelepon nya .


Ia perempuan dewasa, ia tau apa yang akan mereka perbuat di villa itu .


Namun Dena sudah memasrahkan dirinya pada lelaki yang membawanya ini. Laki laki yang dari awal ia inginkan .


Adam melepas sepatu nya, kemudian ia menghempaskan tubuh nya ke kasur.


Dena menatap tubuh yang terbaring di hadapan nya, bagaimana ia tak ingin memilikinya, laki laki ini dengan tubuh yang hampir sama dengan Adrian, wajah nya selalu penuh kehangatan dan kedamaian .


" Dena, kenapa kau mematung disitu"


" Kemari lah", Adam bangkit dari posisi berbaring nya kemudian duduk di sisi ranjang.


Dena mengikuti dengan duduk di sebelahnya.


" Aku mencintaimu, aku tak ingin merusak masa depanmu Den", Adam berkata pelan.


" Usia ku 27 tahun Mas, aku bangga sejauh ini aku bisa menjaga diriku dari pergaulan bebas yang rasa nya sudah tak asing bahkan pada remaja yang masih duduk di bangku sekolah",


" Aku ingin kau menjamah ku", suara itu pelan terucap hampir tak terdengar.


" Aku hanya jadi laki laki bejat jika aku sampai melakukan itu Den".


" Kau tau aku ingin selalu menjagamu, apapun itu bentuk nya".


" Termasuk menjaga keperawanan mu", Adam kali ini tak bisa menampilkan wajah tenang seperti biasanya.


Ia malah terlihat gelisah, menahan hasrat besar di dada nya demi melihat perempuan yang ia cintai dengan tatapan seolah memohon untuk ia segera melampiaskan gairah yang terpendam.


" Lalu kenapa Mas Adam membawaku kesini?".


Adam tak punya kata kata untuk pertanyaan itu, tadi di sepanjang perjalanan ia memang sudah berkhayal akan ia apakan perempuan yang kini mengisi hatinya itu .


Dena merapatkan posisi duduk nya di sebelah Mas Adam, kemudian ia menggenggam tangan lelaki itu dengan sedikit gemetar karena sebenarnya malu untuk memulai. Ia kini tak jauh bedanya seperti Laras yang merengek untuk diperlakukan lebih.


" Aku mencintaimu mas, aku akan menyerahkan apapun yang aku punya kepada mu dengan segala resiko yang siap aku tanggung".


" Termasuk melepaskan Adrian?", tanya Adam.


Kenapa lagi Mas Adam harus menyebut nama Adrian dalam situasi seperti ini. Dena teringat kekasih nya itu, namun perasaan untuk tidak peduli ternyata lebih kuat menghinggapi batin nya sekarang.


" Aku ternyata lebih egois dari Mas Adam, aku tak bisa melepas Adrian dan tentu saja aku juga tak ingin melepas mu Mas", umpat Dena dalam hati.

__ADS_1


Entah siapa yang bodoh dalam hal ini, Adam yang bahkan rela menceraikan istrinya demi rasa cintanya pada Dena atau Dena yang tak bisa melepas Adrian meskipun cintanya hanya untuk lelaki di hadapan nya sekarang.


" Lakukanlah", Dena berucap lebih tepatnya meminta.


Benteng pertahanan yang selama ini ia bangun kokoh ternyata harus ambruk dengan sebuah perasaan yang ia katakan cinta.


Adam pun tak bisa rasanya menahan pagar yang membatasi mereka untuk tak goyah dan roboh. Ia menyerah dan sepertinya ia harus jadi laki laki brengsek hari ini.


Ia mencium bibir mungil yang sudah dari tadi meminta untuk di sentuh. Ditelusuri nya setiap lekuk bibir itu.


Dena memejamkan matanya menikmati ciuman yang begitu ia dambakan, ia membalas ciuman yang diberikan lelaki itu semakin dalam. Sesekali ia mengambil nafas karena terengah dengan bibir yang terus di bungkam.


Ciuman itu mulai turun ke lehernya, ia merasa dibuat melambung tinggi oleh hal yang baru pertama ia rasakan itu. Selama ini ia hanya pernah berciuman dengan Adrian tanpa cumbuan cumbuan yang menggila seperti ini.


Satu persatu pakaian yang menutupi tubuhnya di lucuti oleh lelaki yang masih saja mengecup keras leher nya . Hingga tak tersisa sehelai benang pun menutupi tubuh indah nya.


Baru kali ini ia tanpa busana di hadapan laki laki. Mas Adam memandang tubuh putih mulus itu, gemuruh di dada nya semakin kencang.


Tak tega rasanya jika ia harus mengajarkan gadis polos yang belum pernah tersentuh ini dengan perbuatan yang pasti akan menguras tenaga nya.


Namun Dena menarik tangan Mas Adam, meminta ia untuk meneruskan segala kenikmatan yang tadi ia terima.


Tangan lelaki itu menyusuri dada Dena dengan lembut, kemudian meremas kedua bongkahan daging yang cukup besar itu .


Mulutnya ikut bermain main di area itu, membuat Dena berkali kali mendesah merasakan nikmat yang baru pertama ia rasakan.


Tubuhnya tak lagi kaku seperti di awal, ia sudah mulai bisa mengimbangi kegiatan lelaki itu dengan sesekali mengecup keras bibir Adam.


Nafas keduanya kian tersengal menahan api yang begitu membara di dada masing masing .


Kemudian lelaki itu mulai menyusuri keperawanan Dena, hampir lima belas menit ia bermain main dengan mulutnya disitu


Dena sudah tak bisa lagi menahan gairahnya, ia segera meminta laki laki itu untuk segera melakukan nya.


Ruangan kamar di villa kecil yang kedap suara itu dipenuhi oleh teriakan teriakan dari perempuan yang saat ini kehilangan keperawanannya.


Suara ******* dan nafas menderu saling beradu ketika lelaki itu menunjukkan betapa lihai dan berpengalaman nya ia melakukan itu.


Sudah tak ia hiraukan lagi suara perempuan yang kesakitan yang tubuhnya sekarang ada dibawah nya. Ia terus mempercepat gerakan pinggul nya membuat perempuan itu tak berdaya menerima hentakan hentakan yang semakin menjadi.


Benar jika orang mengatakan hal ini adalah surganya dunia, Dena yang bahkan tadinya menahan sakit karena pertama kali melakukan itu kini sudah menikmati semua posisi yang laki laki itu ubah sesuai kemauannya.


Ia menggelinjang hebat di tiga puluh menit aktifitas yang menggila itu. Ia merasakan jiwanya melayang indah ketika cairan lendir ia rasakan keluar di bagian bawahnya.


Adam menuntaskan permainan kali itu dengan memuntahkan cairan hangat di dalam rahim perempuan yang saat itu sudah terkulai lemas dengan keringat hampir di seluruh tubuhnya.


Ada noda merah di sprei putih diatas ranjang itu. Tak ada penyesalan apapun terlihat di wajah keduanya. Hanya ada senyum penuh kepuasan yang kemudian membuat mereka hingga tiga kali mengulang aktivitas yang sama dan semakin panas sampai matahari hampir terbenam di ufuk barat.


...****************...


Readers jangan benci sama Dena dan Adam ya hehehe..


Mereka hanya manusia biasa yang tak luput dari nafsu duniawi.


Author pagi pagi udah up yang hot hot nih😁

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya di episode berikutnya, jangan lupa like n follow🥰🥰🙏


__ADS_2