
Purnama telah tertutup awan tua yang menjelma menjadi gelap gulita. Pelita yang dahulu menyala sudah padam,tiada lagi menyinari. Sedangkan bias temaram masih setia menjadi saksi bisu menyibak gelap seperti mentari.
Malam itu, Dena menempatkan tubuhnya di ujung kasur,meringkuk memeluk lutut kedinginan. Satu minggu setelah kepulangan nya dari rumah sakit kondisi nya semakin tak menentu,kadang dia terlihat baik baik saja tapi terkadang kesehatan nya menurun drastis.
Kemarin Ayah dan Ibu membawa Dena mendatangi ahli gizi di Rumah sakit,untuk mendapatkan panduan makan dan minum yang tepat untuk dirinya .
"Rumit...."itu yang pertama kali kesimpulan yang bisa Dena ambil setelah mendapat pengarahan dari ahli gizi tentang makanan apa saja yang harus Dena konsumsi.
Dena memandang dan membaca dengan malas buku panduan yang di berikan kepada nya.
"Ssiiiitt....",sebanyak ini makanan yang tidak boleh ia makan,gerutu Dena.
Protein harus di batasi,karena membuat kerja ginjal semakin berat. Buah buahan di batasi,hanya boleh mengkonsumsi buah pepaya Karena buah buahan mengandung tinggi kalium sehingga tidak baik bagi penderita gagal ginjal yang sudah tidak mampu membuang kalium berlebih dari tubuhnya. Sayuran hijau pun di larang untuk di konsumsi,jika ingin mengkonsumsi harus di rendam terlebih dahulu di dalam air selama beberapa jam sebelum di masak. Rumit kan!!!
"Bagaimana kalau saya tetap mengkonsumsi nya?",tanya Dena pada ahli gizi di hadapan nya
"Kelebihan kalium di dalam tubuh bisa memicu sesak nafas,bisa juga mengganggu kerja jantung", jadi lebih baik hindari apa yang jadi pemicu nya,jawab ahli gizi itu.
"Lalu,cuma ini saja pantangan nya Bu?',bertanya dengan penuh harap jawaban wanita itu adalah iya karena sudah cukup rumit bagi Dena menghafal apa saja yang boleh dan tidak boleh dia konsumsi
"Buka lagi halaman berikut nya Nona, disana masih banyak daftar makanan yang harus Nona hindari"....
__ADS_1
Dena mendengus sebal membolak balik kertas di hadapan nya . "Apalagi ini?", gerutu Dena
Nasi di batasi hanya boleh sekitar 9 sendok makan,umbi umbian seperti kentang dan singkong harus di batasi. Makanan kemasan ataupun makanan instant harus dihindari karena mengandung fosfor yang tinggi. Begitu pula dengan produk susu dan olahan nya,keju,semua harus di batasi. Makanan bersantan dan bernatrium tinggi juga tidak di perbolehkan. Bagaimana ini,fikir Dena.. padahal dia kan penyuka rasa asin sejati.
"Kalau saya tetap makan makanan itu resiko nya apa?" tanya Dena
"Penumpukan fosfor dalam tubuh dapat menyebabkan gatal gatal di kulit dan kulit menjadi kering,itu dampak jangka pendek ny ya. "Kalau efek jangka panjang nya bisa menyebabkan pengeroposan tulang,dan tulang menjadi rapuh dan gampang patah" jelas sang ahli gizi dengan sangat detail.
Merinding Dena mendengarkan penjelasan penjelasan itu.. Dena merenung sesaat,betapa selama ini saat masih sehat dia sering menyia nyiakan nikmat itu,makan semaunya.bahkan kadang membuang makanan semaunya karena alasan tidak suka. Sekarang?? Bahkan ia hampir tidak bisa menyantap makanan sederhana sekali pun .
Belum selesai sampai disitu, Dena harus menaati satu peraturan lagi. Yang paling terberat dari semua syarat yang harus ia lakukan. "Minum air harus di batasi,kamu harus menghitung jumlah cairan yang masuk ke tubuh,karena penderita gagal ginjal akan mengalami penurunan fungsi buang air kecil" begitu kata ahli gizi
Jadi dalam satu hari kamu hanya boleh minum sebanyak volume urine di tambah dengan 600 ml. Dena hanya melongo mendengar nya,karena selama ini Dena bahkan dalam satu hari bisa menghabiskan 2 sampai 3 liter air putih.
"Itu yang membuat pasien gagal ginjal tubuh nya menjadi bengkak nak,karena penumpukan cairan dalam tubuh yang sudah tidak bisa banyak dikeluarkan melalui urine
"Lebih parah lagi kalau penumpukan cairan itu ada di paru paru,bisa menyebabkan sesak dan gagal nafas. "Paham kan?".. dia balik bertanya kepada dena
Dena hanya mengangguk angguk kan kepala nya,mulai mengerti dan mencerna kenapa dia harus mematuhi pantangan pantangan tersebut.
"Itulah sebab nya kamu di sarankan untuk melakukan hemodialisa nak,agar semua zat zat berbahaya dalam tubuh kamu dan cairan cairan berlebih itu bisa di keluarkan,seperti menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak",lanjut ahli gizi itu.
__ADS_1
Dena mulai sedikit bimbang mendengar perkataan sang ahli gizi itu,Dena menatap Ayah dan ibu secara bergantian,seolah mengatakan "Ayolah Yah, Bu.. apa aku harus patuh dengan apa yang di sarankan dokter spesialis ginjal kemarin?'
...****************...
Malam kian larut,Dena masih tidak bisa memejamkan matanya. Sudah hampir 6 x dia keluar masuk kamar mandi karena muntah yang sudah tidak bisa ia tahan. Dan sekarang ia memegangi dada sebelah kiri nya, mengerang kecil menahan sakit seperti di remas remas. Rasa panas di dalam dada nya menjalar hingga ke lengan,perut,bahkan jemari jemari nya .
"Kenapa sekarang rasa sakit ini semakin bertambah?" desah Dena dalam hati.
Ia sudah tak kuasa menahan rasa panas dan sakit nya,Dena berteriak minta tolong,berharap Ibu atau Ayah mendengar teriakan nya.
Dena bahkan tak mampu membuka matanya,saat Ibu dengan lembut membantu mengurangi rasa panas di dada nya. Mencoba mengompres dengan air dingin,tapi tetap tidak berkurang sedikit pun rasa sakit nya
Dena mengerang,matanya masih tertutup karena menahan sakit yang luar biasa.
" Tuhan,....sakit apa lagi yang hendak di ratapi?,sementara tubuh ini terlalu lemah dengan segala dera yang tumpah di sudut mata".
Sedangkan Ayah,di sudut ruangan kamar hanya gelisah berjalan membolak balik kan langkah nya,kian bimbang dengan segala keputusan yang telah ia ambil. Tak tega melihat putri nya yang semakin lemah.
Gadis manis itu bahkan hanya bisa meringkuk tak berdaya karena kehilangan tenaga. Apapun yang ia coba masukkan ke mulutnya pasti akan berakhir di wastafel bersama rasa mual dan muntah yang kian hebat.
Ayah menghampiri Dena,berbisik lagi sambil mengusap kepala nya
__ADS_1
"Sabar nak,besok Ayah bawa kamu berobat tanpa harus menyakiti tubuh mu dengan proses cuci darah"..
Dena mengangguk kecil,tetap dengan mata terpejam. Sementara fikiran nya mencerna kemana Ayah akan membawa ku??