Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Perjalanan ke Gili Trawangan


__ADS_3

Pagi hari ketika bangun tidur, menjadi pagi pertama bagi Adam menatap wajah polos Dena tanpa polesan apapun.


Wajah istrinya itu tetap cantik.


Baginya, perempuan ini pilihan terbaik. Adam mencintainya, meski dengan kosa kata dan pemahaman cinta yang baru. Perempuan ini sempurna.


Perjalanan cinta yang panjang memang, tahun demi tahun yang terpotong disana sini oleh ujian yang bertubi tubi.


Adam tahu persis ia selalu dan akan tetap mencintai Dena.


Pagi itu pun mereka bergegas berangkat ke Bandara, membawa semua perlengkapan untuk satu minggu ke depan.


Ini perjalanan udara pertama bagi mereka berdua melintasi bermili mili lautan menuju Denpasar, Bali. Dulu Dena menikmati perjalanan ini bersama Adrian, Ahhh kenangan itu selalu saja muncul. Mengingatkan Dena kembali pada momen momen romantis bersama Adrian.


Pesawat mendarat di Ngurah Rai sebelum tengah hari, Haris sudah menunggu di Bandara kedatangan menjemput sahabat lama nya itu. Terakhir mereka bertemu saat Haris menghadiri pernikahan Adam dan Lisa.


" Selamat datang bro, kau semakin tampan saja. Dan awet muda", ucap Haris sambil memeluk teman lama nya itu.


Adam tertawa dan kemudian mengenalkan Dena pada Haris.


" Aku tau persis standar perempuan mu", Haris berbisik kepada Adam, turut memuji kecantikan Dena.


Mereka pun langsung menuju kediaman Haris, menunggu Rafael yang akan tiba selepas tengah hari bersama istrinya.


" Kita akan berangkat ke Gili Trawangan nanti sore. Kau pasti akan menyukai jam jam seperti itu mengudara di atas langit Lombok", ucap Haris ketika tiba di kediaman nya.


Sebuah rumah mewah yang lengkap dengan landasan helikopter pribadi milik nya.


Maya istri Haris yang juga merupakan sahabat lama Adam menyambut kedatangan pengantin baru itu dengan hangat.


" Cantiknya istrimu Dam, kau tak akan pernah salah memilih nya", Maya juga turut kagum dengan kecantikan alami Dena yang membuat wajah Dena bersemu merah.


Adam merasa semakin bangga menjadi pemilik makhluk indah itu, setelah semua perjuangan dan pengorbanan panjang dalam hidupnya.


Rafael tiba di kediaman Haris selepas makan siang. Ia juga memperkenalkan Tania istrinya. Ketiga perempuan itu nampak langsung begitu akrab, Dena harus banyak belajar dari dua perempuan yang usianya lebih tua darinya itu. Tentu saja pengalaman mereka mengarungi rumah tangga jauh lebih banyak dibandingkan Dena.


Ketiga suami mereka sudah terlibat perbincangan seru, bersemangat menceritakan kesibukan masing masing. Lama sekali mereka tidak bertemu, dan sekarang mereka reunian justru di acara honey moon Adam.


Mengenang lagi masa masa remaja yang sering dihabiskan mendaki gunung, salah satunya Gunung Rinjani yang jadi tujuan destinasi mereka kali ini setelah Gili Trawangan.


" Aku ingat pernah terjatuh saat mendaki Gunung itu", kenang Adam.


Disambut Rafael yang terkekeh.

__ADS_1


" Kau terjatuh karena kau terus saja memandang gadis cantik pendaki Gunung kala itu, hahaha".


" Huuss, jangan kencang kencang nanti istriku dengar kalau dulu aku sempat mengincar perempuan pendaki Gunung".


Ketiga sahabat itu pun tertawa mengingat lagi momen momen lucu maupun haru yang banyak terjadi di Pulau Lombok. Termasuk salah satunya momen ketika Haris menyatakan cintanya pada Maya di Danau Segara Anak dengan sekuntum bunga Edelweis.


Menjelang sore hari, mereka bersiap untuk berangkat menuju Gili Trawangan. Dulu saat remaja, Adam dan teman teman nya memilih menggunakan jalur laut. Menumpang jet foil yang melesat dengan kecepatan 20 knot dari Denpasar menuju Pelabuhan Lembar, Lombok kurang lebih dua jam. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Pelabuhan nelayan Bangsal selama satu jam. Baru menyeberang ke Gili Trawangan, empat puluh lima menit.


Namun kali ini, dengan profesi Haris sebagai seorang pilot mereka akan menempuh perjalanan jauh lebih mudah dengan helikopter. Gugusan pulau di utara Lombok itu dari Denpasar hanya memerlukan waktu satu jam.


Haris, laki laki baik hati itu dengan senang hati menemani perjalanan honey moon sahabatnya.


Adam memegang tangan Dena, mereka berlari lari kecil di pelataran parkir helikopter. Baling baling membuat rambut dan pakaian Dena berkibar, melihat nya sungguh sesuatu yang amat indah.


" Merunduk", Adam memegang tubuh Dena membantunya loncat ke atas helikopter.


Dena mengangguk, mencengkram pintu helikopter. Ketiga pasangan suami istri itu sudah duduk di dalam nya.


Haris melepas kait pengunci di atas kepalanya. Menekan tiga tombol sekaligus. Baling baling mendesing lebih kencang. Lalu Haris menggenggam erat tuas kemudi, menarik pelan, dan perlahan helikopter itu melesat naik ke langit Denpasar yang memerah menjelang matahari tenggelam. Helikopter itu mengelepak membawa mereka terbang.


Adam duduk di sebelah jendela, Dena duduk berdampingan dengan nya.


Lengang, helikopter sudah melesat di atas selat yang memisahkan Bali - Lombok. Lautan biru yang kemerah merahan terlihat mempesona. Mengeluarkan aura tersendiri. Itulah sebabnya Haris mengatakan jam jam terbang seperti ini terasa begitu indah.


Adam tak ingin melewatkan pemandangan ini begitu saja, ia membuka kamera nya. Merekam keindahan itu dengan Dena sebagai pelengkapnya menjadikan semuanya begitu sempurna.


" Sayang, lihat aku. Tersenyumlah, nanti aku akan mengirimkan video ini kepada keluarga kita", Adam mengarahkan kamera ke wajah Dena.


Dena tersenyum malu malu, semakin erat mencengkram pinggang suaminya.


Mata mereka menatap kejauhan, siluet senja.


" Aku belum pernah menikmati sunset di atas helikopter seperti sore ini", ucap Adam pada Dena.


Dena melempar kosong pandangan nya.


" Mungkinkah Adrian ada di atas sana?", tanya Dena pada suaminya.


Adam mengangguk pelan, mengecup kening istrinya.


" Adrian selalu ada dimana pun kita berada, dia sedang tersenyum bersama senja itu menatapku yang menepati janji untuk menikahimu".


Helikopter masih meluncur diatas lautan yang beriak kecil oleh angin dari baling baling.

__ADS_1


" Sunset yang hebat, sayang", Adam berbisik pelan memberitahu Dena.


Dena kembali menoleh pelan ke arah jendela helikopter. Menatap lamat lamat, mengukir wajah Adrian disana.


Empat puluh tujuh detik yang hening. Bola merah itu sempurna tenggelam di balik garis langit. Menyisakan warna jingga.


Gumpalan awan putih yang bagai kapas terlihat kemerah merahan. Helikopter terus melesat menuju Gili Trawangan.


" Kita hampir sampai, kawan", Haris berkata.


Dena mengusap matanya. Menghela nafas, tersadar dari lamunan tentang Adrian.


Menatap ke depan. Gili Trawangan terlihat berjejer di sebelah Gili Meno dan Gili Air. Kemilau lampu rumah penduduk menghiasi permukaan pulau pulau kecil itu. Pemandangan yang indah.


Helikopter terus mendekat. Adam mengintip keluar jendela menunjuk ke bawah agar Dena juga ikut melihat.


Resor kecil yang mereka tuju itu semakin dekat. Adam tercekat menahan ludah.


Lihatlah di bawah sana, di halaman Resor yang luas terpasang ribuan formasi obor dipancangkan di atas pasir.


Begitu indah, Haris pasti sudah meminta teman nya pemilik Resor menyiapkan semua ini untuk menyambut kedatangan mereka.


Haris pelan mendaratkan Helikopter.


Rafael dengan gesit membuka pintu. Satu persatu dari mereka meloncat turun.


Resor dengan plang selamat datang berwarna biru berbentuk ikan paus itu akan menjadi tempat Adam dan Dena menghabiskan malam pertama mereka.


" Selamat datang di Resor ku, semoga kalian suka", seorang laki laki rekan Haris pemilik Resor menyambut kedatangan tamu spesial nya.


Haris memperkenalkan satu persatu sahabatnya. Lalu mereka pun berpisah masuk ke kamar masing masing.


Adam mendekap bahu istrinya, memberikan pegangan melangkah pelan menaiki anak tangga.


Malam ini aku akan menjadikannya malam terindah dalam kehidupan kita, Adam berbisik mesra di telinga istrinya. Membuat perempuan itu bergetar karena ucapan suaminya.


...----------------...


Perjalanan yang indah bukan??


Hayoo.. siap siap baper lagi ya di episode berikutnya.


Kasih semangat dulu buat thor ya dengan dukungan dukungan kalian😍🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2